• Tidak ada hasil yang ditemukan

tersebut adalah tingkat financial literacy mahasiswa perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. Dalam penelitian Birari dan Patil (2014) mengenai spending dan saving habits anak muda di Aurangabad

menunjukkan bagaimana siswa di kota Aurangabad membelanjakan uang yang dimiliki diantaranya, untuk perawatan kecantikan, kosmetik, menonton di bioskop, tembakau (rokok), shopping, transportasi, alkohol, makanan cepat saji, mobile dan pengeluaran untuk perawatan kesehatan. Gabriela (2016) menyatakan bahwa financial literacy berpengaruh terhadap spending habits para wanita berpenghasilan rendah di kota Sidoarjo. Penelitian yang dilakukan oleh Imawati, Susilaningsih dan Ivada (2013) menyimpulkan bahwa terdapat korelasi negatif dan signifikan antara financial literacy terhadap perilaku konsumtif siswa Program IPS SMA Negeri 1 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013.

Fiinancial literacy berpengaruh terhadap perilaku konsumtif remaja,

dengan signifikansi negatif dimana ketika financial literacy tinggi, maka perilaku konsumtif akan menurun, dan sebaliknya jika financial literacy rendah, maka perilaku konsumtif akan meningkat.

Penelitian yang dilakukan oleh Ibrahim, Harun dan Isa (2009) menyimpulkan bahwa mahasiswa di kampus Kedah, Malaysia memiliki tingkat financial literacy yang rendah sehingga mengakibatkan keterampilan pengelolaan keuangan mereka sangat lemah. Pengukuran yang dilakukan berdasarkan skala penilaian oleh Chen dan Volpe (1998). Populasi yang terlibat dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di UiTM Kedah. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Margaretha & Pambudhi (2015) menyatakan bahwa tingkat financial literacy strata I Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, termasuk ke dalam kategori

rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan yang mereka miliki terkait dengan financial literacy.

E. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu, maka hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

H0 : financial literacy tidak berpengaruh terhadap spending habits mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma H1: financial literacy berpengaruh terhadap spending habits mahasiswa

26 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi, situasi, peristiwa dan kegiatan (Arikunto 2014:3). Penelitian dengan pendekatan ini menekankan pada data-data angka dan akan dianalisis dan diolah menggunakan statistika.

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma yang terletak di Jalan Affandi Tromol Pos 29, Mrican, Catur Tunggal, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55002.

2. Waktu Penelitian

3. Obyek Penelitian

Obyek penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner mahasiswa yang digunakan untuk mengetahui pengaruh financial literacy terhadap spending habits.

C. Teknik Pengumpulan Data dan Sumber Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu teknik survei dengan penyebaran kuesioner. Survei merupakan metode pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden (Hartono 2013:140).

E. Variabel Penelitian

Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1. Variabel Independen (variabel bebas)

Variabel independen dalam penelitian ini yaitu financial literacy. Variabel ini akan diukur dengan mengadopsi beberapa pertanyaan dari Mandell (2008).

2. Variabel Dependen (variabel terikat)

Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu spending habits. Variabel ini akan diukur dengan mengadopsi beberapa pertanyaan dari Cummins et al. (2009) dan Birari (2014).

F. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

puposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik pengambilan

sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel, misalnya orang tersebut dianggap paling tahu apa yang kita harapkan sehingga memudahkan peneliti dalam menjelajahi objek/situasi sosial yang diteliti (Noor, 2011:15). Dalam hal ini, peneliti memilih mahasiswa program studi akuntansi angkatan 2014 dan 2015 dengan pertimbangan bahwa mahasiswa angkatan tersebut telah menempuh mata kuliah yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan seperti manajemen keuangan dan akuntansi manajemen.

Menurut Sugiyono (2013) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Metode pengambilan sampel untuk mahasiswa program studi akuntansi adalah penelitian survey yaitu metode penelitian kepada sekumpulan obyek, tetapi hanya mengambil sebagian dari populasi tersebut dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan kuesioner.

Penghitungan jumlah sampel yang akan disebar menggunakan rumus

n = 𝑁 1+𝑁𝑒2

Keterangan : n = ukuran sampel N = ukuran populasi

e = error level (tingkat kesalahan)

G. Teknik Pengujian Penelitian

Dalam penelitian ini, pengujian instrumen dilakukan dengan cara melakukan uji validitas dan reabilitas pada setiap butir pertanyaan kuesioner.

1. Pengujian Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto 2014:211). Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Dalam penelitian ini menggunakan uji validitas konstruk dengan bantuan SPSS. Rumus yang digunakan untuk menguji validitas instrument ini adalah Product

Moment oleh Karl Pearson dengan taraf signifikan 5%. Apabila r

hitung > r tabel maka soal tersebut valid, sedangkan r hitung < r tabel maka soal tersebut tidak valid.

2. Pengujian Reliabilitas

Reliabilitas dapat diartikan sebagai tangkat atau derajat konsistensi dari suatu instrumen. Realiabilitas tes berkenaan dengan pertanyaan apakah pertanyaan yang diteliti sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Cronbach Alpha dengan bantuan versi 22. Berikut ini interpretasi koefisien korelasi yang diungkapkan oleh Sugiyono (2010:257):

Tabel 3. Interpretasi Koefisien Korelasi

Sumber: Sugiyono (2010)

H. Teknik Analisis Data

1. Menghitung Jumlah Sampel

Setelah mendapatkan data jumlah mahasiswa program studi akuntansi angkatan 2014 dan 2015 yang masih aktif, maka dilakukan perhitungan jumlah sampel dengan rumus Slovin (Noor, 2011:158).

2. Menyebarkan Kuesioner

Berikut merupakan gambaran dari isi kuesioner:

a. Bagian Pertama berfokus pada petunjuk pengisian kuesioner serta faktor-faktor demografi responden yaitu indentitas

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 - 0,199 Sangat rendah

0,20 - 0,399 Rendah

0,40 - 0,599 Sedang

0,60 - 0,799 Kuat

responden seperti nama (bersifat optional), umur, angkatan, dan IPK (Indeks Prestasi Komulatif).

b. Bagian Kedua berfokus kepada pertanyaan untuk variabel

financial literacy.

c. Bagian Ketiga berfokus kepada pertanyaan untuk variabel

spending habits.

3. Melakukan Uji Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran suatu data berupa tabel yang menggambarkan atau mendeskripsikan data menjadi sebuah informasi yang jelas dan mudah dipahami. Statistik deskriptif menjelaskan bagaimana data dikumpulkan dan diringkas pada hal-hal yang penting pada data tersebut. Kegiatan yang berhubungan dengan statistik deskriptif adalah menghitung mean (rata-rata hitung), median, modus, mencari deviasi standar, melihat kemencengan distribusi data, dan sebagainya (Santoso, 2014). 4. Menghitung Uji Validitas

Uji Validitas menggunakan rumus Product Moment oleh Karl

Pearson’s (Noegroho, 2012) untuk mengukur variabel independen

sehingga kuesioner dinyatakan valid atau tidak valid. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji Validitas menggunakan rumus Product Moment yaitu:

𝑟𝑥𝑦= 𝑁𝛴𝑥𝑦−(∑𝑥)(∑𝑦)

√(𝑁𝛴𝑥2− (∑𝑥)2(𝑁𝛴𝑦2− (𝛴𝑦)2) Keterangan:

rxy = koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y x = variabel dependen

y = variabel independen

N = banyaknya pasangan data x dan y ∑x = jumlah dari variabel x

∑y = jumlah dari variabel y ∑x2 = jumlah dari kuadrat nilai x ∑y2 = jumlah dari kuadrat nilai y

∑xy = jumlah perkalian antara variabel x dan variable

Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan dengan harga rtabel dengan taraf signifikan 5% sesuai dengann jumlah mahasiswa yang diteliti. Apabila rxy > r tabel maka soal tersebut valid, sedangkan rxy < rtabel

maka soal tersebut tidak valid. 5. Menghitung Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus

Cronbach Alpha untuk mengukur kehandalan suatu variabel. Suatu

variabel dikatkan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan konsisten dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metode Cronbach Alpha dengan bantuan SPSS versi 22.0. Koefisien Cronbach Alfa adalah sebesar

0,60 (Sugiyono 2013:220). Dari penjelasan tersebut, maka kriteria pengujian adalah sebagai berikut:

1) Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60, maka data tersebut andal (reliabel)

2) Jika nilai Cronbach’s Alpha < 0,60, maka data tersebut tidak andal (tidak reliabel)

6. Menguji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2012). Hal ini penting dikarenakan berhubungan dengan ketepatan pemilihan uji statistik yang akan digunakan dan data yang baik serta layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Pengujian normalitas dilakukan dengan teknik uji

Kolmogorov-Smirnov. Taraf signifikansi (α) dalam uji ini

adalah 5% atau 0,05. Apabila nilai taraf signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data dikatakan berdistribusi normal dan suatu penelitian dapat dilanjutkan.

b. Uji linearitas

Menurut Ghozali (2012) uji linearitas digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak. Uji linieritas dilakukan dengan bantuan program

komputer IBM SPSS versi 22.0. Uji linearitas dapat dilakukan melalui analisis compare means. Hal ini bertujuan untu menguji hubungan tiap variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika nilai linearity memiliki signifikansi > 0,05 model yang digunakan belum tepat.

7. Analisi Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linear sederhana merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Ada dua jenis hubungan antara variabel dependen dan independen di dalam analisis regresi, yaitu hubungan positif dan hubungan negatif. Hubungan positif antara variabel dependen dan independen terjadi jika kedua variabel bergerak dalam arah yang sama (direct relationship). Ketika variabel independen naik, maka variabel dependen juga mengalami kenaikan atau ketika variabel independen turun maka variabel dependen juga akan mengalami penuruan. Hubungan negatif antara variabel dependen dan independen terjadi jika kedua variabel tersebut bergerak dalam arah yang berlawanan (inverse

relationship). Saat variabel independen mengalami kenaikan maka

variabel dependen justru mengalami penurunan atau sebaliknya (Widarjono, 2015:253).

Keterangan:

Y= variabel indpenden 𝑎= konstanta

X= variabel dependen 8. Menguji Hipotesis

Ada empat langkah yang harus dilakukan dalam uji hipotesis menurut Widarjono (2015:150), yaitu:

a) Membuat hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

H0 : financial literacy tidak berpengaruh terhadap spending habits mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma

H1 : financial literacy berpengaruh terhadap spending habits mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma.

b) Menentukan tingkat signifikansi

Setelah membuat hipotesis dan hipotesis alternatif, langkah selanjutnya adalah menentukan tingkat signifikansi. Tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 𝑎 = 5%.

c) Menghitung uji statistik t

Nilai statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependennya. Uji statistik t dilakukan dengan bantuan SPSS. Dalam penelitian ini, nilai thitung akan dibandingkan dengan nilai ttabel. Apabila thitung > ttabel maka H0 ditolak danHa diterima, artinya variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Taraf signifikansi (α) yang digunakan adalah 5% atau 0,05.

d) Menarik Kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan hasil uji hipotesis. Jika H0

diterima maka tidak ada pengaruh financial literacy terhadap

spending habits mahasiswa Program Studi Akuntansi

Universitas Sanata Dharma. Jika H0 ditolak maka terdapat pengaruh financial literacy terhadap spending habits mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma.

37 BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Sejarah Singkat Program Studi Akuntansi USD

Program Studi Akuntansi Universitas Sanata Dharma (USD) berdiri sejak Institut Keguruanan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Sanata Dharma beralih menjadi Universitas Sanata Dharma (USD) berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 46/D/01993 tanggal 26 April 1993, Program Studi Akuntansi USD mendapatkan status terdaftar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Program Studi Akuntansi USD didirikan sejak tanggal 26 April 1993. Sebagai bentuk upaya perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan suatu Program Studi dan evaluasi diri, maka Program Studi Akuntansi USD mengajukan penilaian pengelolaan Program Studi kepada pihak yang berwenang yaitu Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN- PT). Berdasarkan keputusan BAN-PT nomor: 03110/Ak-I-III-017/USDAKT/VII/2000, Program Studi Akuntansi USD dinyatakan terakreditasi dengan peringkat Akreditasi B (Baik). Pada tahun akademik 20015/2016, Program Studi Akuntansi kembali mengajukan reakreditasi kepada BAN-PT. Berdasarkan Keputusan BAN - PT nomor: 1151/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2015, Program Studi Akuntansi USD dinyatakan terakreditasi dengan peringkat Akreditasi B (Baik) yang berlaku sejak tanggal 14 November 2015 sampai dengan 14 November 2020.

B. Visi dan Misi Program Studi Akuntansi USD

Sebagai penjabaran dari visi dan misi universitas dan fakultas, visi dan misi Program Studi Akuntansi sebagaimana dicantumkan dalam Rencana Strategis Program Studi Akuntansi Tahun 2014-2018 sebagai berikut:

Visi Program Studi Akuntansi :

“Menjadi Program Studi Akuntansi yang unggul dalam menghasilkan analis keuangan dan perpajakan, analis sistem informasi keuangan, dan auditor yang cerdas, humanis, dan profesional demi terwujudnya masyarakat yang semakin bermartabat”

Misi Program Studi Akuntansi dirumuskan sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan sistem pendidikan yang berlandaskan paradigma Pedagogi Ignasian yang berciri cura personalis, dialogis, pluralistik, dan transformatif;

2. Menyelenggarakan penelitian yang menghargai kebebasan akademik dan otonomi keilmu van untuk mengembangkan ilmu akuntansi;

3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang mengasah kepekaan dan kepedulian sosial sebagai penerapan ilmu dan hasil penelitian untuk memberdayakan masyarakat.

Berdasarkan rumusan visi dan misi tersebut, Program Studi Akuntansi merumuskan tujuan, sasaran, dan motto sebagai berikut:

a. Tujuan

Tujuan Program Studi Akuntansi:

1. Menghasilkan analis keuangan dan perpajakan, analis sistem informasi keuangan, dan auditor yang cerdas, humanis, dan profesional;

2. Menghasilkan karya penelitian yang independen, objektif, dan jujur di bidang ilmu akuntansi;

3. Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat yang terprogram untuk memberdayakan masyarakat.

b. Sasaran

Program Studi Akuntansi mampu:

1. Meningkatkan kualitas lulusan yang diukur dengan:

a) Masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan semakin pendek;

b) Kesesuaian dengan bidang pekerjaan: analis keuangan dan perpajakan, analis sistem informasi keuangan, dan auditor semakin tinggi;

c) Ketetapan waktu studi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dosen yang

dilaksanakan secara individu, kelompok, dan bersama mahasiswa yang diukur dengan:

a) Rata-rata karya ilmiah penelitian per dosen sesuai topik yang ditetapkan dalam Roadmap Penelitian;

b) Rata-rata jumlah publikasi karya ilmiah penelitian per dosen per tahun sesuai topik yang ditetapkan dalam Roadmap Penelitian dalam jurnal bereputasi.

3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarkat yang dilaksanakan secara individu, kelompok, dan bersama mahasiswa yang diukur dengan:

a) Rata-rata jumlah pengabdian kepada masyarakat per dosen per tahun;

b) Rata-rata jumlah pengabdian kepada masyarakat yang didanai dana hibah bersaing per dosen per tahun. c. Motto

Motto Program Studi Akuntansi selaras dengan motto USD, yaitu: “Cerdas, Humanis, dan Profesional”

B. Struktur Orgaisasi

Sistem Pengelolahan Program Studi Akuntansi didasarkan atas struktur organisasi Program Studi Akuntansi sebagai berikut:

Gambar 1. Struktur Organisasi Program Studi Akuntansi

Sumber: Program Studi Akuntansi USD DEKAN

Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A KETUA PS AKUNTANSI Drs. YP. Supardiyono, M.Si. Ak.,

QIA., CA

WAKIL KETUA PS AKUNTANSI Lisia Apriani, M.Si., Akt.

KEPALA PPA Dr. Francisca Reni Retno

42 BAB V

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

1. Deskripsi Data Responden Berdasarkan Tahun Angkatan

Berdasarkan tahun angkatan, karakteristik mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu:

Tabel 4. Karakteristik Mahasiswa Berdasarkan Tahun Angkatan

Sumber: Data primer diolah, 2018

Dalam penelitian ini, tahun angkatan yang digunakan yaitu 2014 dan 2015. Jumlah responden masing-masing angkatan yaitu sebesar 63 mahasiswa pada dari angkatan 2014 dan 59 mahasiswa dari angkatan 2015.

2. Deskripsi Data Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan usia, karakteristik mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu:

Tabel 5. Karakteristik Mahasiswa Berdasarkan Usia

Sumber: Data primer diolah, 2018

No. Angkatan Jumlah

Mahasiswa

Persentase

1. 2014 63 52%

2. 2015 59 48%

Total 122 100%

No. Usia Jumlah

Mahasiswa Persentase 1. ≤ 20 tahun 57 47 2. 21 tahun 55 45 3. > 21 tahun 10 8 Total 122 100%

Dalam penelitian ini, jumlah mahasiswa ≤ 20 tahun sebesar 57 mahasiswa, 21 tahun sebesar 55 mahasiswa dan >21 tahun sebesar 10 mahasiswa.

3. Deskripsi Data Responden Berdasarkan IPK

Berdasarkan Indeks Prestasi Komultaif (IPK), karakteristik mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu: Tabel 6. Karakteristik Mahasiswa Berdasarkan IPK

Sumber: Data primer dioalah, 2018

Dalam penelitian ini, jumlah mahasiswa yang memiliki IPK sebesar 3.51 - 4.00 sebanyak 38 mahasiswa, IPK 3.00 - 3.50 sebanyak 77 mahasiswa, IPK 2.00 - 2.99 sebanyak 7 mahasiswa dan tidak ada mahasiswa yang memiliki IPK < 2.00.

4. Deskripsi Data Berdasarkan Uang Saku Per Bulan

Berdasarkan uang saku per bulan, karakteristik mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu:

Tabel 7. Karakteristik Mahasiswa Berdasarkan Uang Saku Per Bulan

No. Uang Saku Per Bulan Jumlah Mahasiswa Persentase 1. Rp 500.000-999.000 40 42% 2. Rp1.000.000-2.000.000 60 49% 3. >Rp 2.000.000 11 9% Total 122 100%

Sumber: Data primer diolah, 2018

No. IPK Jumlah Mahasiswa Persentase

1. <2.00 0 0%

2. 2.00 - 2.99 7 6%

3. 3.00 - 3.50 77 63%

4. 3.51 - 4.00 38 31%

Dalam peneitian ini, jumlah mahasiswa yang memiliki uang saku sebesar Rp 500.000,00 - Rp 999.000,00 sebanyak 40 mahasiswa, Rp 1.000.000,00 - Rp 2.000.000,00 sebanyak 71 mahasiswa, dan uang saku per bulan sebesar >Rp 2.000.000,00 sebanyak 11 mahasiswa. 5. Deskripsi Data Berdasarkan Sumber Uang Saku Per Bulan

Berdasarkan sumber uang saku per bulan, karakteristik mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu: Tabel 8. Karakteristik Mahasiswa Berdasarkan Sumber Uang Saku Per Bulan

No. Sumber Uang Saku Jumlah Mahasiswa

Persentase

1. Orangtua 94 77%

2. Orangtua dan Bekerja 19 16%

3. Orangtua dan Beasiswa 9 7%

Total 122 100%

Sumber: Data primer diolah, 2018

Dalam penelitian ini, jumlah mahasiswa yang sumber uang sakunya dari orangtua sebesar 94 mahasiswa, bersumber dari orangtua dan bekerja sebesar 19 mahasiswa dan bersumber dari orantua dan beasiswa sebesar 9 mahasiswa.

6. Deskripsi Data Berdasarkan Pengeluaran Per Bulan

Berdasarkan pengeluaran per bulan, karakteristik mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu:

Tabel 9. Karakteristik Mahasiswa Berdasarkan Pengeluaran Per Bulan

No. Pengeluaran Jumlah

Mahasiswa Persentase 1. Menonton di bioskop 1 kali 65 53% 2 kali 12 10% >2 kali 10 8% Tidak pernah 35 29% Total 122 100% 2. Shopping Toko ritel 38 31%

Toko ritel dan mall 55 45%

Toko ritel dan online 15 13%

Toko ritel, mall dan online 14 11%

Total 122 100% 3. Transportasi Motor 103 84% Mobil 5 4% Kendaraan umum 14 12% Total 122 100% 4. Pulsa/paket data < Rp 50.000,00 13 10% Rp 50.000,00 -Rp100.000,00 85 70% > Rp 100.000,00 24 20% Total 122 100% 5. Rokok Tidak merokok 104 85% Rp50.000,00 - Rp 100.000,00 10 8% > Rp 100.000,00 8 7% Total 122 100%

Sumber: Data primer diolah, 2018

Dalam penelitian ini, mahasiswa yang mengeluarkan uang untuk menonton di bioskop sebanyak 1 kali sebesar 65 mahasiswa, sebanyak 2 kali sebesar 12 mahasiswa, dan >2 kali sebesar 10 mahasiswa. Kemudian pengeluaran per bulan untuk aktivitas

55 mahasiswa, ritel dan online sebesar 15 mahasiswa dan jumlah mahasiswa yang mengeluarkan uang untuk berbelanja diketiga kategori tersebut sebanyak 14 mahasiswa. Kemudian untuk karakteristik pengeluaran per bulan untuk transportasi, sebesar 103 mahasiswa mengeluarkan uang mereka untuk transportasi motor, transportasi mobil sebesar 5 mahasiswa dan sebanyak 14 mahasiswa mengeluarkan uang transportasi kendaraan umum. Pengeluaran per bulan untuk pulsa/paket data sebesar <Rp 50.00,00 dilakukan oleh 13 mahasiswa, Rp 50.000,00 - Rp 100.000,00 dilakukan oleh 85 mahasiswa, >Rp 100.000,00 dilakukan oleh 24 mahasiswa. Mahasiswa yang mengeluarkan uang untuk membeli rokok sebesar Rp 50.000,00 - Rp 100.000,00 sebanyak 10 mahasiswa dan sebesar >Rp 100.000,00 sebanyak 8 mahasiswa.

7. Deskripsi Data Berdasarkan Penyisihan Uang Per Bulan

Berdasarkan sumber uang saku per bulan, karakteristik mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu: Tabel 10. Karakteristik Mahasiswa Berdasarkan Penyisihan Uang Per Bulan

No. Jumlah Uang Yang Disisihkan Jumlah Responden Persentase 1. Rp 50.000,00 - Rp 100.000,00 14 12% 2. >Rp 100.000,00 12 10% 3. Tidak menyisihkan 96 78% Total 122 100%

Sumber: Data primer diolah, 2018

Dalam penelitian ini, mahasiswa yang menyisihkan uang per bulan sebesar Rp 50.000,00 - Rp 100.000,00 dilakukan oleh 14

mahasiswa, sebesar >Rp 100.000,00 dilakukan oleh 12 mahasiswa dan 96 mahasiswa tidak menyisihkan uang per bulan.

8. Deskripsi Data Berdasarkan Kategori Tingkat Financial Literacy Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, berikut ini kategori tingkat financial literacy 122 responden:

Tabel 11. Kategori Tingkat Financial Literacy Responden No. Indikator Tingkat Financial Literacy Jumlah Respon- den Persenta- se (%) 1. Pemahaman mengenai penghasilan Rendah 23 19 Sedang 97 80 Tinggi 2 1 Total 122 100 2. Pemahaman mengenai pengelolaan uang Rendah 105 86 Sedang 17 14 Tinggi 0 0 Total 122 100 3. Pemahaman mengenai tabungan dan investasi Rendah 93 76 Sedang 29 24 Tinggi 0 0 Total 122 100 4. Pemahaman mengenai pengeluaran dan utang Rendah 112 92 Sedang 10 8 Tinggi 0 0 Total 122 100

Sumber: Data primer dioalah pada lampiran 11 , 2018

Untuk indikator pemahaman mengenai penghasilan, 23 mahasiswa termasuk kedalam kategori financial literacy rendah, 97 mahasiswa kategori sedang dan 2 mahasiswa termasuk kedalam kategori financial literacy tinggi. Untuk indikator pemahaman mengenai pengelolaan uang, sebanyak 105 mahasiswa termasuk kedalam kategori rendah, 17 mahasiswa kategori sedang dan tidak

ada mahasiswa yang termasuk kedalam kategori financial literacy tinggi. Untuk indikator pemahaman mengenai tabungan dan investasi, sebanyak 93 mahasiswa termasuk kedalam kategori rendah, 29 mahasiswa kategori sedang, dan tidak ada mahasiswa yang termasuk kedalam kategori financial literacy tinggi. Kemudian untuk kategori pemahaman mengenai pengeluaran dan utang, sebanyak 112 mahasiswa termasuk kedalam kategori rendah, 10 mahasiswa kategori sedang, dan tidak ada mahasiswa yang termasuk kedalam kategori financial literacy tinggi.

9. Deskripsi Data Berdasarkan Kategori Spending Habits

Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, berikut ini kategori tingkat financial literacy 122 responden:

Tabel 12. Kategori Spending Habits Responden No. Indikator Kategorisasi

Spending Habits Jumlah Responden Persen- Tase (%) 1. Perencanaan Longgar 114 93 Ketat 8 7 Total 122 100 2. Menabung Longgar 117 96 Ketat 5 4 Total 122 100 3. Pembelian hal yang dianggap penting Longgar 118 97 Ketat 4 3 Total 122 100

Sumber: Data primer dioalah pada lampiran 12, 2018

Untuk indikator perencanaan, 114 mahasiswa termasuk ke dalam kategori spending habits tinggi (longgar) dan 8 mahasiswa termasuk ke dalam kategori spending habits rendah (ketat). Untuk indikator

menabung, 117 mahasiswa termasuk ke dalam kategori spending

habits tinggi (longgar) dan 5 mahasiswa termasuk ke dalam kategori spending habits rendah (ketat). Kemudian untuk indikator pembelian

hal yang dianggap penting, 118 mahasiswa termasuk ke dalam kategori spending habits tinggi (longgar) dan 4 mahasiswa termasuk

Dokumen terkait