Kegiatan survailan longitudinal telah berjalan selama lima tahun dan mendapatkan hasil penelitian yang menggambarkan angka kejadian demografi, status morbiditas, status gizi dan pelayanan kesehatan di Purworejo. Dari paparan hasil analisis data survailan longitudinal dan data cross-sectional dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1. Hasil survailan demografi menunjukkan bahwa rasio dependensi telah mengalami penurunan secara konstan dari 85 menjadi 74 selama lima tahun terakhir, sedangkan rasio jenis kelamin relatif stabil. Struktur umur sampel untuk balita mengalami penurunan sementara jumlah wanita reproduksi (15-49 tahun) dan usia lanjut (60 tahun ke atas) mengalami kenaikan.
2. Mobilitas penduduk Purworejo cenderung rendah dan kemudian meningkat terutama pada saat krisis ekonomi. Kejadian kawin juga cenderung mengalami penurunan, sementara kejadian penceraian adalah meningkat pada masa krisis ekonomi.
3. Angka kelahiran kasar (CBR) maupun angka fertilitas (TFR) keduanya mengalami penurunan pada periode 5 tahun terakhir. Sedangkan angka kematian kasar (CDR) relatif stabil pada angka + 9,5, sementara angka kematian bayi (IMR) cenderung menurun namun pada tahun 1997 IMR mengalami kenaikan cukup signifikan yang terjadi pada kematian post-natal.
4. Morbiditas balita di Porworejo bahwa kejadian pilek merupakan jenis sakit yang paling tinggi prosentasenya (antara 6,6% 14,5%) disusul dengan batuk (5,1% -10,7%).
Secara umum kejadian balita sakit cenderung menurun pada periode 1995-1999. Kecelakaan balita pada umur 12-23 bulan cenderung meningkat sedangkan kecelakaan pada umur (24-47 bulan) cenderung menurun.
5. Kejadian ASI eksklusif di Purworejo menunjuk angka 33,8%, ASI hampir eksklusif 9,2%, ASI penuh 43,1%, dan MP-ASI 85,8%. Kejadian ASI lanjut 1 tahun dan 2 tahun adalah 83,6% dan 53,7% secara berurutan. Kejadian minum dengan botol anak kurang dari 6 bulan menunjuk 10,9% sedangkan anak umur kurang dari 12 bulan adalah 14,2%.
6. Keluhan ibu hamil yang paling banyak adalah muntah berkisar antara 17,5% - 43,3% kemudian disusul dengan sakit perut bagian bawah antara 7,9% - 16,5%. Sedangkan keluhan urutan ketiga adalah bengkak antara 4,5% - 13,9%. Penyakit dan komplikasi ibu bersalin adalah pemberian suntikan pemacu yang cenderung naik. Suntikan ini untuk induksi persalinan, pacuan persalinan, prophilaksi perdarahan kala III dan sebagai terapi perdarahan kala III-IV. Sedangkan panas tinggi, pendarahan banyak dan lelah atau mata berkunang cenderung menurun.
7. Tempat periksa hamil yang paling banyak adalah tempat praktek bidan swasta, namun pada tahun 1999 cenderung mengalami penurunan karena krisis ekonomi dimana ibu hamil banyak yang beralih memeriksakan ke Puskemas atau Puskesmas pembantu. Sedangkan Posyandu dan Polindes merupakan alternatif setelah praktek bidan swasta. Jenis pemeriksaan yang paling banyak dilakukan adalah tekanan darah disusul penimbangan berat badan, kemudian pemeriksaan denyut janin dan pengukuran tinggi rahim. Sementara periksa jalan lahir, tes darah dan tes air seni proporsinya dibawah 20%.
8. Pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan tempat berakhirnya kehamilan yang paling banyak adalah persalinan di rumah (71,4%), sedangkan persalinan rumah sakit swasta dan klinik swasta proposinya hanya 7% dan rumah sakit pemerintah hanya 4,8%. Penolong utama dalam persalinan yang paling banyak dilakukan oleh bidan (33,3%), kemudian diikuti dukun (26,2%) dan persalinan yang ditolong oleh keluarga masih relatif tinggi yaitu 14%.
9. Hasil pengukuran antropometri balita menunjukkan bahwa LILA kurang dari 13,5 cm berkisar antara 10,2% - 14,9% dan prevalensi gizi buruk antar siklus mengalami kenaikan terutama pada masa krisis moneter. Sedangkan hasil pengukuran antropometri wanita usia reproduksi menunjukkan bahwa rata-rata tinggi badan adalah 150,5 cm dan rata-rata berat badan adalah 47,7 kg. Dengan perhitungan body mass index (BMI) menunjukkan bahwa rata-rata index masa tubuh adalah 21,1 dengan SD + 3,0 yang berarti index masa tubuh wanita di Purworejo menunjukkan ukuran yang ideal.
10. Hasil pengukuran kadar Hb darah menunjukkan bahwa rata-rata kadar haemoglobin wanita usia reproduksi relatif rendah yaitu 10,9%. Prosentase wanita usia reproduksi yang mengalami anemia (kadar Hb < 11 gr%) adalah 55,7%.
Demikian kesimpulan yang dapat disampaikan dari hasil analisis data survailan longitudinal Laboratorium Penelitian Kesehatan dan Gizi Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada selama periode 1995-1999.
DAFTAR PUSTAKA
Chen, L.C. Primary Health Care in Developing Countries: Overcoming Operational, Technical, and Social Barriers. Lancet ii: 1260-1265, 1986.
Commission on Health Research for Development. Health Research: Essential Link to Equity in Development. Oxford University Press: New York, 1990.
Garenne, M. and Cantrelle, P. Prospective studies of communities and their unique potential for studying the health transition: reflections from the ORSTOM experiences in Senegal. In: The Health Transition: Methods and Measures. pp. 251-258. Eds. J. Cleland and A.G. Hill. Australian National University: Canberra, 1991.
Jamison, D.T. and Mosley W.H. Disease Control Priorities in Developing Countries: Health Policy Responses to Epidemiological Change. Am. J. Pub. Hlth. 1:15-22, 1991. Merchant, K.M., Martorell, R. and Haas, J.D. Nutritional adjustments in response to
reproductive stresses within Guatemalan women. J. Trop. Pediatr. 37 Suppl. 1:11-4, 1992.
Mosley, W.H. Population Laboratories for Community Health Research. In: Community Based Health Research: Two Presentations from the International Workshop Mexico, 1988 pp. 1-24. Working Papers, The Population Council, Regional Office for Latin America and the Caribbean, Apartado Postal 105-152 11560 Mexico, D.F., 1988. Philips, J.F., Khorshed Alam Mozumder, A.B.M., Leon, D. and Koenig, M. The Application
of Microcomputer Data-base Technology to Longitudinal Studies of Health and Survival: Lessons from a Field Study in Bangladesh. In: Community Based Health Research: Two Presentation from the International Workshop Mexico, 1988. pp. 25-54. Working Papers, The Population Council, Regional Office for Latin America and the Caribbean, Apartado Postal 105-152 11560 Mexico, D.F., 1988.
Scrimshaw, N.S., Taylor, C.E. and Gordon, J.E. Weanling Diarrhea in Guatemala. In: Interaction of Nutrition and Infection pp. 240-254. Monograph Series No. 57, Wld. Htlh. Org., Geneva, 1968.
Scrimshaw, N.S. Synergism of Nutrition and Infection : evaluation from field Studies in Guatemala, J. Amer.Med Assoc. 212:1685-1692, 1970.
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 1994 (SDKI 1994) - Hasil sementara dan implikasi kebijaksanaan-, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Keluarga Berencana, Jakarta, 1995.
Task Force on Health Research for Development. Essential National Health Research: A Strategy for Action in Health and Human Development., c/o UNDP, Palais des Nations, CH-1211 Geneve 10, Switzerland.
WHO. Indicators for assessing breast-feeding practices. WHO/CDD/Ser/91.14, 1991. Syarif, R. 1990. Belajar mandiri bertolak dari masalah. Buletin Pendidikan I (2) : 38-45 Utarini, A. 1991. Proses penyusunan modul pada kurikulum belajar berdasarkan masalah
dengan Kurikulum Inti Pendidikan Dokter sebagai acuan. Buletin Pendidikan I (4) : 98 - 108
Wexley, K.N., & Latham, G.P. 1991. Developing and Training Human Resources in Organizations. Harper Collins Publishers, NewYork