• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Bab ini merupakan bab terakhir dari penelitian yang berisikan deskripsi dan interpretasi dari hasil penelitian serta kesimpulan-kesimpulan yang didapatkan serta jawaban dari pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan. Maka kesimpulan yang bisa ditarik pada bagian penutup ini adalah marketing politik yang dilakukan oleh DPC PDI-Perjuangan berusaha untuk meyakinkan masyarakat dan pemilih bahwa kader-kader dari PDI-Perjuangan layak untuk dipilih. Pemberian informasi tentang semua hal aspek yang berkaitan dengan latar belakang belakang partai, visi misi politik yang jelas dan program-program kerja yang berguna serta dibutuhkan oleh masyarkat Samosir.

Dalam konteks pemasaran politik, peran media sosial sangat diperlukan untuk mempermudah komunikasi politik antara seorang caleg atau pun calon pemimpin dalam menyebarkan gagasan-gagasan politiknya ke masyarakat luas senagai target politik. Kampanye politik melalui media massa dilakukan oleh PDIP Samosir dengan tujuan untuk memperkenalkan lebih detail para caleg kepada masyarakat. Kepercayaan masyarakat Samosir menghantarkan partai tersebut menjadi partai pemenang merupakan keberhasilan seluruh kerja sama yang dilakukan oleh Partai PDI-Perjuangan, baik dari pusat hingga ke daerah.

14 B. Saran

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat saya berikan kepada setiap kontestan politik dan partai politik yang ikut dalam Pemilihan Umum Legislatif untuk tahun-tahun berikutnya, antara lain : . 1. Untuk Partai Politik, agar lebih selektif dalam memilih kader sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika calon legislatif tersebut suda duduk di kantor DPRD, misalnya tentang loyalitas kepada partai karena sekarang ini banyak sekali para caleg yang sudah menjadi wakil rakyat hanya memntingkan diri nya sendiri tanpa tahu dari mana oarng tersebut berasal.

2. Seorang kandidat politik harus lebih aktif ditengah-tengah masyarakat, hal ini bertujuan agar masyarakat semakin mengenal sosok dari kandidat politik tersebut sehingga dapat dinilai dengan baik, pantas atau tidaknya kandidat tersebut menjadi wakil rakyat atau menjadi seorang pemimpin.

3. Untuk seluruh wakil rakyat yang sudah duduk di kantor DPR maupun DPRD, mari memprioritaskan apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Mari peduli kepada rakyat sama seperti sebelum para wakil rakyat duduk di DPR/DPRD.

15

DAFTAR PUSTAKA

Buku :

Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT.

Gramedia. Pustaka Utama

Cangara, Hafied. 2016. Komunikasi Politik, Konsep, Teori, dan Strategi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Ibrahim, Amin, 2009, Pokok- Pokok Pengantar Ilmu Politik, Penerbit CV.

Mandar Maju, Bandung. (Cetakan pertama)

Ilham, Teguh & Labolo, Muhadam, 2015, PARTAI POLITIK DAN SISTEM PEMILIHAN DI INDONESIA (TEORI, KONSEP, ISU STRATEGIS), PT.

RAJAGRAFINDO PERSADA, Jakarta.

Koirudin.2004. Partai Politik dan Agenda Transisi Demokrasi.Yogyakarta : PUSTAKA PELAJAR

Noor, Juliansyah, 2011. Metodologi Penelitian : Skripsi Tesis, Disertasi Dan Karya Ilmiah. Prenadamedia Group

Pito, Toni Andrianus & Efriza & Fasyah Kemal, 2019, MENGEBAL TEORI-TEORI POLITIK (Dari Sistem Politik Sampai Korupsi), PENERBIT NUANSA CENDEKIA, Bandung (Cetakan Keempat).

Warjio, 2013, DILEMA POLITIK DAN PEMBANGUNAN PKS (Islam dan Konvensional), Penerbit Perdana Publishing, Medan.

Warjio, 2020, Tata Kelola Partai : Bagaimana Partai Politik Bekerja dalam Gelombang Demokrasi?, Gerhana Media Kreasi, Medan (cetakan pertama)

Zen Marcell Orlando, Siboro. 2014. Politik Multkulturalisme di Samosir. Medan.

Jurnal :

Fahmi Nurdiansyah. (2018) JURNAL ILMU POLITIK, Volume 9 Nomor 1 Madekhan. (2018) Reforma: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 Maulana Rifai, JURNAL : Marketing politik Partai gerindra pada Pemilu

Legislatif di Kabupaten Karawang, e-ISSN : 2528 – 2069.

Moh. Ali Andrias dan Taufik Nurohman, JURNAL : PARTAI POLITIK DAN PEMILUKADA (Analisis Marketing Politik dan Strategi Positioning

16

Partai Politik Pada Pilkada Kabupaten Tasikmalaya) http://fisip.unsil.ac.id/wp-content/uploads/2018/03/Partai-Politik-dan-Pemilukada.pdf diakses pada 02 Maret 2021

Nofia Puspitasari, Naskah Publikasi : Strategi Marketing PDIP Kab. Sragen untuk meningkatkan Citra Partai Tahun 2012, http://eprints.ums.ac.id/22637/22/02._NASKAH_PUBLIKASI_ILMIAH.

pdf diakses pada 02 Maret 2021

POLITICON : Jurnal Ilmu Politik Vol.1 No.2 ; Hal.134 – 157 Website : http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/politicon ISSN : 2685-6670 ( Online )

Sutrisno, Neneng Yani Yuningsih, Leo Agustino. (2018) JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA), 6 (2) (2018): 106-111, DOI:

10.31289/jppuma.v6i2.1617 diakses pada 04 Maret 2021

Artikel dan Berita Online

https://www.greenberita.com/2019/11/resmi-dprd-samosir-dilantik-dan-kader.html diakses pada 01 Maret 2021

https://samosirkab.go.id/wp-content/uploads/2018/08/anggota- dewan.pdfhttps://samosirkab.go.id/2019/08/13/kpu-kabupaten-samosir-tetapkan-

perolehan-kursi-partai-politik-dan-calon-legislatif-terpilih-anggota-dprd-kabupaten-samosir-hasil-pemilu-2019/ diakses pada 10 Maret 2021

https://samosirkab.go.id/2019/08/13/kpu-kabupaten-samosir-tetapkan-perolehan- kursi-partai-politik-dan-calon-legislatif-terpilih-anggota-dprd-kabupaten-samosir-hasil-pemilu-2019/

https://samosirkab.go.id/ diakses pada 24 Mei 2021 https://www.pdiperjuangan.id/ diakses pada 29 Mei 2021

https://www.pdiperjuangan.id/struktur-dpp, diakses pada 29 Mei 2021 https://www.pdiperjuangan.id/struktur-dpd-dpc diakses pada 29 Mei 2021 https://samosirkab.go.id/sejarah-singkat-kabupaten-samosir diakses pada 24 Mei 2021

http://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/docrpijm _15084331323__bab_3_arahan_pernc__nasional_utk_kab__samosir.pdf diakses pada 24 Mei 2021

17

https://samosirkab.go.id/izin-catatan-sipil/ diakses pada 24 Mei 2021

http://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/docrpijm _15084331323__bab_3_arahan_pernc__nasional_utk_kab__samosir.pdf diakses pada 24 Mei 2021

SKRIPSI

Debora, Stefany. 2015. Pelembagaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan): Studi Kasus Kandidasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Malang Tahun 2013. Skripsi.Dipublikasikan. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.

Rahmayanti, Dian Rhesa. 2009. Pemasaran Politik (Political Marketing) Partai Golongan Karya dan Partai Demokrat (Studi Tentang Perbandingan Pemasaran Politik Partai Golkar dan Partai Demokrat Dalam Rangka Menarik Massa Pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2009 di Daerah Pilihan II Kabupaten Madiun.

Skripsi.Dipublikasikan. Surakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret.

UNDANG-UNDANG

Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2012 UUD Negara Republik Indonesia 1945Pasal 22E ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008

Dokumentasi Negara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Samosir Dokumen dari DPC PDI-Perjuangan Kab.Samosir

78 LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Pertanyaan Wawancara

(Tim Pemenangan Ibu Romauli Panggabean, S.E.)

1. Bagaimana langkah awal yang dilakukan oleh Ibu Romauli bersama Tim untuk menciptakan citra yang baik kepada masyarakat ?

Jawab : ini bukan pencalonan yang pertama, sudah dimulai dari tahun 2014 dari partai PKB dan mencapai suara tinggi perorangan di dapil 3 pada saat itu.

Tapi memang suara partai tidak mencukupi utk meloloskan ibu Romauli pada waktu itu maka dinyatakan kalah. Artinya, pengenalan atau pun citra dari ibu Romauli sendiri sudah dikenal oleh kalangan masyarakat pada dapil tsb, dan tidak terlalu sulit untuk tahun 2019 memulai lagi, membranding lagi citranya karena memang kita juga mengutamakan para tim keluarga besar dan banyak juga yang tiap keluarga yang sosialisasi atau pun cerita-cerita ke keluarga lainnya, teman-teman kerja, bermain, nongkrong, Romauli Panggabean walaupun kalah suara 2014, untuk 2019 tidak terlalu sulit untuk mensosialisasikan lagi.

2. Bagaimana kerja sama antara Ibu Romauli dengan Tim Pemenangan ?

Jawab : kerja sama yang dilakukan, karena ini tim keluarga yg lbih diutamakan. Kita memberikan pembinaan terhadap tim keluarga, terlepas dari tim partai dan relawan yang juga mendukung, tetapi lebih banyak tim keluarga. Artinya kekeluargaan lah kita gunakan kerja sama dengan tim pemenangan ini. Dan selalu kita kasih pembinaan kepada mereka, baik pembinaan materi atau pun secara capital, karena tidak mungkin bisa mereka berjalan atau pun sosialisasi memperkenalkan Romauli Panggabean ini tanpa adanya ongkos mereka, atau biaya mereka ya katakanlah membeli gula dan

79

kopi untuk bisa bertamu ke rumah masyarakat, untuk menceritakan bagaimana sosok ibu Romauli. Solidaritas dari kekeluargaan itu yang membuat yakin untuk memenangkan ibu Romauli Panggabean.

3. Bagaimana Strategi pemenangan yang Ibu Romauli terapkan agar dapat memenangkan konstestasi dalam Pileg bersama Tim Pemenangan ?

Jawab : strategi yang digunakan memang kita membawa jargon “Bangkita dan berkarya mewujudkan Samosir yang lebih sejahtera. Cerdas rakyatnya, cerdas wakilnya, sejahtera hidupnya!” Artinya kita berangkat dari itu untuk menempatkan wakilnya di DPRD, maka aspirasi-aspirasi yang disampaikan oleh masyrakat bisa diwakilkan langsung oleh ibu Romauli, dan diharapkan penyampaian ibu Romauli dapat mempengaruhi kebijakan dari pemerintah Kab. Samosir, itu akan berdampak dalam kehidupan masyrakatnya yaitu bangkit dan berkarya. Karena kita juga punya jargon rakytanya ataupun konstituen nya kenyang, pintar dan juga tidak kekurangan. Kekurangan alam arti mereka butuh pupuk, kita aspirasikan mereka butuh pupuk, mereka butuh bibit kita aspirasikan juga mereka butuh bibit, karena konstituen Ibu Romauli sekitar 90% adalah petani di 3 kecamatan tsb. Strategi lain yang digunkan yaitu, kita memang tidak pernah berjanji, kita paling pantang bilang janji tapi kita selalu patahkan, kita selalu usaha untuk memberikan suara-suara atau aspirasi-aspirasi dari masayarakat kepada Pemerintah kab. Samosir untuk mempengaruhi kebijakan mereka. Strategi lain, kita juga punya pendekatan lain, yaitu kekeluargaan, dalam hal ini marga, jadi kita menjumapai setiap yang satu marga dengan kita dan memberikan pendekatan-pendekatan kepada mereka bahwa kita katakan kita harus punya perwakilan dari marga kita, kebetulan suami dari Romauli adalah marga Sagala, yang juga putra asli dr Sianjur Mula-Mula. Nah, kita beritahu mereka bahwa untuk kalau tidak ada perwakilan dari marga kita atau pun dari daerah Sianjur Mula-Mula ini yang duduk di DPRD, maka pembangunan kemungkinan susah untuk masuk ke daerah Sianjur Mula-Mula. Itu yang kita jual ke Mereka, dan mereka terima

80

dan percaya akan hal itu. Karena logis aja, kalau mmg dewannya yang menang dr kecmatan lain pasti pemvangunannya mengutamakan daerah nya sendiri, dan itu wajar-wajar saja.

4. Kampanye seperti apa yang diterapkan kepada masyarakat ?

Jawab : kampanye yang kita berika kepada masyarakat, yaitu biasanya kita sebelum pergi ke desa-desa, kita sudah menghubungi tim dulu untuk mengumpulkan para warga di satu rumah warga atau pun rumah tim yg sudah dibagi. Nah, disana kita biasanya bawa ya katakanlah lappet, sejenis makanan khas Toba, bawa gula kopi, makanan-makanan ringan, kita sambil bercerita disana mendengarkan aspirasinya, kemudian mensosialisasikan program-program ataupun apa saja harapan-harapan yang bisa kita bantu untuk kemajuan dari 3 kecamatan ini. Jadi kita konsep kampanye nya, door to door atau pun mengumpulkan masyarakat di rumah masyarakat, kita sosialisasikan disana, kita tidak ada kampanye yang koar-koar, karena memang baliho yang kita gunakan sedikit, stiker juga sediki, kita lebih mengutamakan pendekatan lngsng ke rumah-rumah warga. Itu mungkin lebih terikat lah pendekatannya atau pun kampanye nya. Karena memang kita pengennya gerakan bawah tanah, dalam bahasa Bataknya sesep-sesep artinya diam-diam hingga pada saat pemilihan Puji Tuhan, suaranya tertinggi di dapil 4, yaitu mencapai 2000 lebih suara perorangan dr Ibu Romauli, dan suara partai PDIP yang mengusung pada saat itu bisa mencapaii 4000 suara dan dapat mengirimkan dua orang wakilnya, karena kebanyakan suara dari Ibu Romauli, sehingga bisa menambah jumlah suara yang dibawahnya, jadi mereka dapat dua nomor pada saat itu, karenakan sistemnya bagi satu, bagi dua, bagi lima pada saat itu.

5. Media kampanye apa saja yang digunakan oleh Tim Pemenangan ?

Jawab : media kampanye yang kita gunakan memang ada facebook, sebenarnya facebook pribadi sih dan kita buat bebarapa tulisan disana, seperti harapan, tujuan dan kans politiknya Romauli bagaimana, karena kita share

81

selalu, akhirnya masyarakat bisa menilai, oh iya kans politiknya begini, masayrakat juga kan tidak semata-mata mendukung karena kekeluargaan saja, terkadangan mereka juga malu mendukung yang kalah jadi kita beri tahu peluangnya bahwa ini memang berpeluang menang dan kita berkaca dari masa lampau yaitu tahun 2014 dengan mencapai suara tinggi perorangan dan mereka percaya ini pasti bakal meningkat lagi karena memang beberapa tahun terakhir, sebelum pemilihan kita sudah sering ke rumah warga, mengunjungi semua keluarga, ya bersilahturahmi lah untuk mencapai itu. Dan media yang lain seperti baliho, stiker kecil kita temple di korek api atau pun mancis kemudia dibagikan kepada masyarakat. Dan juga kita siapkan kartu nama, jadi setiap sosialisasi ke rumah warga, kita membagikan kartu nama kepada tiap masyarakat dan tentu itu sebagai pengingat kepada mereka bahwa Romauli Panggbaen nomor 3 dari Partai PDIP.

6. Apa keistimewaan Ibu Romauli Panggabean di mata masyarakat ?

Jawab : keistimewaannya dari beberapa masyrakat yang kita jumpai di rumah warga, mereka mengatakan bahwa Ibu Romauli ini orangnya friendly, ramah dan selalu tersenyum. Jadi walaupun kemarin berkaca dari 2014 kalah ataupun ada beberapa tim yang “berkhianat/beralih dukungan”, ibu Romauli tidak langsung memusuhi atau pun membenci org tsb, dia tetap membagikan kebahagiannya, tertawa dan kalau bertemu selalu disapa, senyum, cerita-cerita, dan itu mungkin yang membuat masyarakat tersentuh sehingga masyarakat bisa menilai bahwa Ibu Romauli tidak pendendam, tidak pembenci, beliau orangnya memang tulus membangun dapil 4 ini. Dan keistimewaan yang lain yaitu, ibu Romauli ini dalam ekonomi sudah boleh dikatakan dalam golongan cukup, berarti beliau tidak memikirkan lagi untuk mencari uang di DPRD ini tetapi memang benar-benar untuk membantu masyarakat, menyampaikan aspirasi masyarakat, dan mengkontrol kebijakan-kebijakan dari pemerintah, krn hal itu bisa dibuktikan dari Ibu Romauli bukan putri asli daerah Samosir tetapi suami nya putra asli Samosir, tetapi dia

82

memiliki bisnis di Samosir yang boleh dikatakan cukup berkembang dan dapat menyekolahkan anak-anaknya. Jadi tidak ada lagi alasan orang mengatakan bahwa beliau di DPRD untuk mencari uang.

“KONTESTASI POLITIK ROMAULI: MELAYANI DAN BUKAN PROFESI”

Oleh : Pasca Dagama Sagala

Ikhitiar Romauli Panggabean

Sebagai seorang manusia Batak Toba, pemahaman dan nalar akan sejarah budaya dan adat istiadat tentu menjadi sebuah kewajiban utama. Pemahaman ini pula tidak seadanya cukup sebagai sebuah pengetahuan teoritis yang melekat dalam memori kehidupan tiap-tiap orang Batak. Pemahaman itu juga harus dibarengi dengan praktik dalam kehidupan sosial yang dalam istilah Batak dikenal dengan Manggarar Adat yang bermakna memenuhi kewajiban adat, dan pelaksanaan prinsip mendasar orang Batak dalam Piramida Fleksibel yang disebut Dalihan Na Tolu atau yang berarti Tiga Dasar. Proses pemenuhan kewajiban adat yang berpijak pada Tiga Dasar inilah, seorang manusia Batak harus memahami secara penuh siapa dan apa saja yang menjadi bagian dari identitas diri sebagai seorang manusia Batak.

Perubahan peradaban dunia yang saban hari tidak terbendung, sejatinya memberikan dampak yang tidak sedikit bagi orang Batak per individu. Tidak sedikit pula orang Batak hari ini, yang menggunakan Marga pada akhir penulisan nama, namun sisi Batak tersebut hanya sebatas simbol karena tidak memahami tentang identitas Batak yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi dimana saja.Baik mereka yang tumbuh dan besar di lingkungan Batak yang kental dengan nuansa Habatahon atau juga mereka yang tidak.

83

Namun hal itu tidak terjadi pada wanita yang satu ini.Lahir di Sidorejo 13 September 1969, sebuah daerah yang jauh dari Pulau Samosir tempat asal muasal orang Batak.Sebuah kondisi kehidupan yang jauh dari nuansa Habatahon hanya di dapat dari keluarga dan kerabat dekat.Ditambah lagi kondisi kehidupan yang memaksa wanita ini untuk meneruskan hidup dengan mengadu nasib ke ibukota Jakarta.

Wanita itu adalah Romauli Panggabean. Wanita yang hari ini sudah terbilang hidup berkecukupan, ternyata tidak membuatnya lupa akan identitas diri yang sebenarnya. Perjalanan hidup yang memaksa Roma untuk merantau jauh dari kampung halaman, melanjutkan hidup di ibukota, tetap tidak merubah pendirian beliau untuk kembali ke kampung halaman. Mungkin dari segi materi dan keutuhan perekonomian keluarga, tidak ada satupun kewajiban yang harus beliau tuntaskan dengan pilihan menetap di Samosir, kampung halaman sang suami yang juga kampung halaman orang Batak keseluruhan.

Memiliki suami yang cukup sukses sebagai pejabat struktural, dikaruniai tiga orang anak yang melek pendidikan, serta usaha keluarga yang cukup sukses tidak membuat beliau menjadi merasa cukup.Kerinduan pada pembangunan kampung halaman yang dikenal dengan Marsipature Huta Na Be menjadi alasan beliau untuk tidak berkata cukup pada dirinya.

Berbekal latar belakang edukasi yang cukup (Sarjana) serta ber-kepribadian Parsaor menjadikan beliau bukan seorang pribadi yang sulit bergaul di lingkungan sehari-hari. Bermodalkan ilmu pengetahuan, kepribadian yang senang bersosialisasi di masyarakat, serta rasa Primordial yang tinggi menjadikan beliau untuk semakin mantap melangkah ke depan.

2. Kans dan Eligibilitas Politik Romauli Panggabean

84

Bulan April 2019 yang tinggal menghitung hari saja, beliau akan hadir sebagai seorang sosok wanita yang memiliki rasa ke-ibuan, empati sosial, peka sosial, dan rasa perduli yang tinggi pada lingkungan untuk bertarung pada kontestasi pemilu 17 April mendatang. Beliau hadir sebagai seorang pribadi manusia Batak, yang ingin secara tulus mendedikasikan hidupnya untuk berkarya dan berkontribusi pada kampung halaman.

Romauli Panggabean hadir sebagai seorang insan sipil politik dari Partai PDI Perjuangan No. Urut 3 yang memahami betul apa yang menjadi persoalan mendasar di kabupaten Samosir, terutama pada Daerah Pemilihan beliau, yaitu Kec. Sianjur Mula-Mula, Kec. Sitio-Tio, dan Kec.Harian.Persoalan SDM yang ditunjukkan dengan tingkat literasi yang masih rendah di beberapa titik, rendahnya tingkat perekonomian masyarakat yang juga bersumber pada rendahnya tingkat literasi, serta pembangunan infrastruktur yang belum bisa terpenuhi secara maksimal.

Kehadiran beliau dalam kontestasi Pileg 2019 juga bukan sekedar isapan jempol para caleg yang akan terlihat hangat hanya menjelang pemilihan, namun sudah beliau tunjukkan sejak 4 tahun silam. Kegagalan beliau dalam memenangkan hati dan pikiran rakyat dalam Pileg 2014 silam, tidak menyurutkan niat beliau untuk tetap hadir sebagai perwakilan masyarakat yang menjadi milik rakyat, melebur dengan rakyat, dan pastinya tahu persis apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Sebab bagi beliau menjadi seorang wakil rakyat yang benar adalah melayani, wakil rakyat bukanlah profesi. Melainkan sebuah panggilan jiwa yang murni dan suci akan niatan melayani rakyat.

Beliau mengetahui secara pasti bahwa dinamika politik nasional dan lokal hari ini menciptakan rasa Apatis yang tinggi bagi masyarakat.Namun sekali lagi, pendekatan beliau kepada masyarakat bukan sebuah hal yang terjadi secara

85

periodik, namun kedekatan yang terjalin atas kedekatan sistem kekerabatan yang beliau tunjukkan dari kesehariannya yang senang bergaul dan kepedulian yang tinggi pada sesama.

Berangkat pada niat Paturehon Bona Pasogit yang tulus, serta secara sadar memahami konsep tata cara pembangunan politik lokal, menjadikan Romauli Panggabean sebagai seorang calon wakil rakyat yang secara sungguh ingin bangkit dari hidup berkecukupan, dan berani untuk berkarya pada kampung halaman. Berangkat dengan slogan Modal Pergaulan menjadikan Romauli sebagai seorang sosok yang tidak pernah menciptakan eksklusifitas diri dalam pergaulan masyarakat.

Tidak muluk-muluk, Romauli juga hadir dengan deal politik yang tidak main-main.Memperjuangkan realisasi pembangunan jalan lingkar luar Samosir (Janji Matogu dan Tulas-Binangara) dengan sungguh-sungguh, merupakan salah satu Goal politik utama bagi Romauli. Romauli akan bertarung habis-habisan dalam mengekspos pembangunan ini agar kelak dapat mendorong laju ekonomi di daerah pelosok Samosir. Lingkar luar Samosir semestinya dari batas Kec.Sitio tio dengan Humbahas – Kec.Sianjur Mula Mula dengan Dairi, namun mengingat jalan lingkar luar Samosir Kec.Sitio tio sudah dibuka dan dalam pengerjaan, membuat Romauli berpikir untuk perlunya memperjuangkan pembukaan Jalan Lingkar Luar Samosir dari Kec.Sianjur Mula Mula sampai batas Dairi.

Secara Etnogeologis Romauli melihat bahwa Kec.Sianjur Mula-Mula, Sitio-Tio, dan Harian merupakan beberapa daerah di Kab.Samosir yang memiliki potensi pertanian, pariwisata, dan kearifan lokal dan memiliki nilai jual yang tinggi kepada masyarakat nasional dan internasional.Sehingga bukan sekedar fiktif belaka, itulah alasan Romauli memilih tiga kecamatan tersebut untuk menjadi Dapilnya. Melihat potensi tersebut beliau yakin bahwa pembangunan

86

Jalan Lingkar Luar Samosir dari Janji Matogu dan Tulas sampai Binangara, merupakan sebuah terobosan pembangunan yang dapat mendorong laju perekonomian masyarakat, guna meningkatkan taraf ekonomi, pendidikan, serta SDM yang lebih baik.

Secara sadar Romauli memahami bahwa target ini bukanlah sesuatu yang mudah. Namun beliau ber-keyakinan bahwa untuk hari ini dan kedepan, jalan lingkar luar Samosir ini merupakan salah satu aspek yang paling vital guna mendorong laju ekonomi masyarakat baik sektor pendidikan, pertanian, serta

Secara sadar Romauli memahami bahwa target ini bukanlah sesuatu yang mudah. Namun beliau ber-keyakinan bahwa untuk hari ini dan kedepan, jalan lingkar luar Samosir ini merupakan salah satu aspek yang paling vital guna mendorong laju ekonomi masyarakat baik sektor pendidikan, pertanian, serta

Dokumen terkait