• Tidak ada hasil yang ditemukan

A.Kesimpulan

Berdasarkan penelitian mengenai Konseling Singkat Berfokus Solusi dalam setting kelompok untuk mengembangkan determinasi diri, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Hasil temuan yang diperoleh dalam studi pendahuluan mengenai

determinasi diri mahasiswa S-1 UPI angkatan 2015 di empat Departemen diperoleh hasil bahwa mahasiswa berada pada tingkat identified regulation. Secara keseluruhan mahasiswa S-1 UPI angkatan 2015 di empat Departemen diperoleh hasil bahwa aspek keterhubungan menempati urutan terendah pada semua aspek determinasi diri.

2. Latihan-latihan keterampilan yang diberikan dalam teknik Konseling Singkat Berfokus Solusi terbukti secara empiris efektif untuk mengembangkan determinasi diri mahasiswa, secara spesifik kecuali aspek kompetensi dengan indikator kesadaran akan kemampuan diri untuk mengubah situasi menjadi lebih baik, aspek keterhubungan dengan indikator memperoleh dukungan dari keluarga dan memiliki orang dewasa yang dapat diajak berkonsultasi saat individu mengalami kebingungan dan aspek kemandirian dengan indikator memikirkan dengan seksama keputusan yang dibuat dan berani menanggung resiko dari keputusan yang dibuat. Hal ini disebabkan mahasiswa sulit untuk mengidentifikasi kelebihan pada dirinya, mereka menganggap bahwa kelebihan dirinya hanya bisa diidentifikasi sama orang lain, sehingga mereka belum menyadari kelebihan yang dimiliki untuk dikembangkan secara optimal.

3. Hasil evaluasi terhadap proses Konseling Singkat Berfokus Solusi menunjukan bahwa secara keseluruhan Konseling Singkat Berfokus Solusi

Dodi Suryana, 2015

EFEKTIVITAS KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI DALAM SETTING KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN DETERMINASI DIRI MAHASISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sangat memuaskan konseli dengan nilai keberhasilan tertinggi 5 dari jenjang skala 1-5.

B.Rekomendasi

Berdasarkan penelitian mengenai Konseling Singkat Berfokus Solusi dalam setting kelompok untuk mengembangkan determinasi diri, ada beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada berbagai pihak terkait yaitu, Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling (UPTLBK), Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) dan peneliti selanjutnya, rekomendasi untuk masing-masing pihak dijelaskan sebagai berikut.

1. Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, rekomendasi yang dapat dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling, yaitu:

a. Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling seyogianya dapat

memberikan informasi dan layanan BK pada mahasiswa untuk mengembangkan determinasi diri menggunakan layanan responsif menggunakan teknik Konseling Singkat Berfokus Solusi baik dalam setting kelompok, hal ini terbukti dalam proses pelaksanaan dalam setting kelompok dapat memberikan perubahan dinamika psikologis yang meningkat pada aspek-aspek determinasi diri yang terdiri dari adanya saling bekerjasama secara hangat, empati dalam memberikan dorongan untuk mengambil sebuah keputusan, terjalinnya keterhubungan antara anggota kelompok secara baik.

b. Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling seyogianya mengadakan Seminar kepada Dosen Pembimbing Akademik mengenai salah satu aspek determinasi diri yaitu aspek keterhubungan, untuk membantu permasalahan dan hambatan yang dialami mahasiswa dan pelatihan penerapan Konseling Singkat Berfokus Solusi.

Dodi Suryana, 2015

EFEKTIVITAS KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI DALAM SETTING KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN DETERMINASI DIRI MAHASISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, rekomendasi yang dapat dilakukan oleh Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, yaitu

a. Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan seyogianya mempertajam

secara teori dan praktik mengenai teknik Konseling Singkat Berfokus Solusi pada mata kuliah Teori dan Teknik Konseling, Praktek Konseling, serta Teori dan Praktek Konseling Kelompok.

b. Departemen Psikologi pendidikan dan Bimbingan seyogianya mengetahui dan mengidentifikasi mahasiswa yang mengalami determinasi diri yang dibawah rata-rata, dengan demikian dapat membantu dalam upaya mengembangkan determinasi diri guna meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa lulusan Departemen PPB secara optimal.

3. Peneliti Selanjutnya

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, rekomendasi yang dapat dilakukan oleh peneliti selanjutnya yaitu:

a. Peneliti dapat menguji secara empiris tingkat determinasi diri yang sudah berada pada kategori integrated regulation dan intrinsic regulation sebagai hasil intervensi dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik dan nonakademik.

b. Peneliti dapat menguji dengan desain penelitian eksperimen quasi dengan desain single subject.

c. Peneliti dapat menguji hubungan determinasi diri dengan tingkat

determinasi diri, mengembangkan determinasi diri menggunakan teknik lain, dan menguji perbedaan gender dalam determinasi diri.

Dodi Suryana, 2015

EFEKTIVITAS KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI DALAM SETTING KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN DETERMINASI DIRI MAHASISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, P. D. (2008). Prokrastinasi pada penyelesaian skripsi mahasiswa. Jakarta: Universitas Gunadharma.

Azwar, S (2014). Penyusunan skala psikologi (edisi 2). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Berg, R. C, Landerth, G. L & Fall, K. A. (2006). Group counseling: Concepts and procedures. New York: Routledge.

Britton, C. P, Williams, C. G & Conner, R. K. (2008). Self determination theory, motivational interviewing, and the treatment of clients with acute suicidal ideation. Journal Of Clinical Psychology, 64 (1), pp. 52-66 (10 November 2014).

Carter, A. J. (2011). Changing light bulbs: practice, motivation, and autonomy. the counseling psychologist. Sagepub. Vol 39 (2), pp. 261-266 (10 November 2014).

Cavanagh, M. E. & Levitov, J. E. (2002). The counseling experience, a theoretical and pratical approach. Long Grove: Waveland.

Corey, G. (2012). Theory & practice of group counseling eight edition. USA. Creswell, W. J. (2008). Educational research: planning, conducting,and

quantitative and qualitative researh (third edition). New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Creswell, W. J. (2009). Research design: qualitative, quantitavie, and mixed methods approaches (Third Edition). America: Sage Publications, Inc. Creswell, W. J. (2012). Educational research: planning, conducting, and

evaluating quantitave and qualitative research fourth edition. Boston: Pearson Educationa, Inc.

Cunanan, D. E. (2003). What works when learning solution focused brief therapy:

a qualitative analysis of trainees’ experiences. (Thesis). Virginia

Polytechnic Institute.

Dahlan, T. H. (2008). Model konseling singkat berfokus solusi (solution focused brief counseling) untuk meningkatkan daya psikologis mahasiswa. Desertasi FIP UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Dodi Suryana, 2015

EFEKTIVITAS KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI DALAM SETTING KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN DETERMINASI DIRI MAHASISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dahlan, T. H. (2011). Model konseling singkat berfokus solusi (solution-focused brief counseling) dalam setting kelompok untuk meningkatkan daya psikologis mahasiswa. pedoman praktik sebagai gambaran pelaksanaan konseling singkat berfokus solusi dalam setting kelompok. Universitas Pendidikan Indonesia: Tidak diterbitkan.

Deci, L. E, & Ryan, M. R. (1985). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. New York: Plenum.

Deci, L. E, dkk. (1991). Motivation and education: the self determination perspective. Educational psychologist. lawrence erlbaum associates, Inc. Vol 26 (3&4), pp. 325-346 (9 Desember 2014).

Deci, L. E & Ryan, M. R. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations: classic definitions and new directions. Contemporary Educational Psychologhy. 25, pp. 54-67 (10 Desember 2014).

Deci, L. E & Ryan, M. R. (2008). Self determination theory: a macrotheory of human motivation development, and health. Canadian Psychology. Vol 49 (3), pp. 182-185 (3 Desember 2014).

Desmita. (2012). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: Rosdakarya. Drummond, J. R & Jones, D. K. (2010) Assessment procedures for counselors

and helping professionals.USA: Pearson Education New Jersey. Furqon. (2011). Statistika terapan untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.

Gladding, S. T. (1995). Group work: a counseling specialty: second edition. New Jarsey: Merrill an Imprint of Prentice Hall.

Henderson, A. D & Thompson, L. C. (2007). Counseling. (Seventh Edition). America: Thomson Brooks/Cole.

Jacobs, E., M, R. & Harvil, R. (2009). Group counseling strategies and skills sixth edition. USA.

Joussemet, M, L, Renne & Koestner, R. (2008). A self determination theory perspective on parenting. Canadian Psychology, 39 (3), pp. 194-200 (20 Januari 2015).

Kartadinata, S. (2011) Menguak tabir bimbingan dan konseling sebagai upaya pedagogis. Bandung: UPI Press.

Kegley, B. J. (2000). Perceptions of elementary school counselors regarding the utility of solution-focused brief counseling in the school setting.

Dodi Suryana, 2015

EFEKTIVITAS KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI DALAM SETTING KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN DETERMINASI DIRI MAHASISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(Dissertasion) Virginia: Faculty of the Virginia Polytechnic Institute and State University.

Loman, S. dkk. (2010). Promoting self-determination: a practice guide. University of Oregon.

Lynch, F. M, Vansteenkiste, M & Ryan, M. R. (2010). Autonomy as process and outcome: revisting cultural and practical issues in motivation for counseling. The counseling psychology, 39 (2), pp. 286-302. Retrieved from http://tcp.sagepub.com/content/39/2/286 (9 Desember 2014).

Lynch, F. M. (2010). Basic needs and well-being: a self determination theoryview.Retrievedfrom:http://counselingoutfitters.com/vistas/vistas10/Ar ticle_70. pdf (22 November 2014).

Miller, J. H. (2004). Building a solution-focused strategy into career counselling. New Zealand Journal of Counselling. 25(1), pp. 18-30 (2 Februari 2014). Misra, R & McKean. (2000). college students' academic and its relation to their

anxiety, time management, and leisure satisfaction. American Journal of Health Studies, Vol. 16(1), pp. 41

http://classroom.synonym.com/academic-its-relation-anxiety-college-students-2777.html(11 Desember 2014).

Niemiec, P. C, Ryan, M. R & Deci, L. E. (2010). Self determination theory and the relation of autonomy to self regulatory processes and personality development. New York: Blackwell Publishing.

O’Connor, P. B & Vallerand, J. R. (1994). Motivation, self-determination, and person-envirnment fit as predictors of psychological adjustment among nursing home residents. Psychology and Aging, Vol 9 (2). pp. 189-194 (5 November 2014).

Pintrich, R. P. (2003). A motivational science perspective on the role of student motivation in learning and teaching context. Journal of Educational Psychology, 95 (4), pp. 667-686 (15 Oktober 2014).

Richarson, M, M. (2013). Solution focused brief therapy training for mental helath providers at a community college student health center. (Thesis). California State University, Long Beach.

Roberson, J. B. (1985). The effect of stress inoculation training in a classroom setting on state-trait anxiety level and self concept of early adolescents. (Dissertation). Texas : Graduate Faculty Of Texas Tech University.

Dodi Suryana, 2015

EFEKTIVITAS KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI DALAM SETTING KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN DETERMINASI DIRI MAHASISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Rumiani. (2006). Prokrastinasi akademik ditinjau dari motivasi berprestasi dan stres mahasiswa. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. 3 (2) pp.37-48 (16 Juni 2014).

Ryan, M. R & Deci, L. E. (2008). A self determination theory approach to psychotherapy: the motivaional basic for effective change. Canadian Psychology, Vol 49 (3), pp. 186-193 (13 Desember 2014).

Ryan, M. R, dkk. (2011). Motivation and autonomy in counseling, psychotherapy, and behavior change: a look at theory and pratice. The Counseling Psychologist. Vol 39 (2), pp. 193-260 (10 Desember 2014).

Saadatzaade & Khalili. (2012). Effects solution – focused group counseling on student’s self – regulation an academic achievement. International journal for cross disciplinary in education (IJCDSE), 3 (3), pp. 66-74 (12 Desember 2014).

Santrock, J.W. (2003). Adolescence, sixth edition. Alih Bahasa Adelar & Saragih. Adolescence, edisi keenam. Jakarta: Erlangga.

Sharry, J. (2007). Solution foused groupwork. London: Sage publications.

Solomon, L.J., & Rothblum, E.D. (1984). Academic procrastination: frequency and coginitive behavioral correlates. Journal of Counceling Psychology, 31 (4), pp. 503-509 (18 November 2014).

Vansteenkiste, M & Sheldon, M. K. (2006). There’s nothing more pratice than a good theory: integrating motivational interviewing and self determination theory.British Journal of Clinical Psychology. 45, pp. 63-82

Visser, F. Coert. (2010). Self determination theory meets solutions focused change: autonomy, competence and relatedness support in action. The Journal of Solution Focus in Organisations, 2 (1), pp. 7-26 (9 Desember 2014).

Visser, F. C. (2012). The solution-focused mindset: an empirical test of solution focused assumptions. From:http://www. Solutionfocusedchange.com. Wichmann, S. S. (2011). Self determination theory: the importance of autonomy

to well being across cultures. Journal of Humanistic Counseling. 50, pp. 16-26.

Witriani, dkk. (2007). Instrumen pengukuran moivasi dan rancangan intervensi. (penyusunan alat ukur gaya regulasi motivasi dan rancangan intervensi berdasarkan teori motiviasi self determinantion theory. Bandung: Fakultas Psikologi. Universitas Padjajaran.

Dodi Suryana, 2015

EFEKTIVITAS KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI DALAM SETTING KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN DETERMINASI DIRI MAHASISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Woods, B. H & Symes. (2011). Sistematic review of solution focused brief therapy (sfbt) with children and families, research brief. Pearson: USA Yabu, M dan Irfan. semester pendek dan beberapa permasalahannya. (2013,

Oktober 01). Kompasiana, Online. Diakses 26 Desember, 2014, http://edukasi.kompasiana.com/2013/10/02/semester-pendek-dan-beberapa- permasalahannya-studi-terhadap-opini-dosen-dan-mahasiswa-jurusan-seni-rupa-fakultas-seni-dan-desain-universitas-negeri-makassar-594705.html. Yusuf, S. (2013). Peranan dosen sebagai pembimbing akademik mahasiswa.

disajikan pada training of trainer sekolah tinggi pariwisata bandung, 10-13 Oktober 2013, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Dokumen terkait