• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. KESIMPULAN

Penelitian mengenai program bimbingan belajar berdasarkan profil sikap belajar peserta didik dilakukan dengan metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan sikap belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Cimahi pada peserta didik kelas VIII.

Kesimpulan penelitian tentang program bimbingan belajar berdasarkan profil sikap belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Cimahi tahun ajaran 2012/2013 yaitu sebagai berikut:

1. Profil sikap belajar peserta didik kelas VIII secara umum berada pada kategori positif, dengan indikator-indikator yang ditunjukkan seperti peserta didik mengerjakan soal sungguh-sungguh, mengerjakan pekerjaan rumah (PR), menyukai semua mata pelajaran, tidak pernah mencontek, aktif di kelas, menghargai guru, dan percaya pada kemampuan sendiri. Tidak ada sikap belajar peserta didik yang berada pada kategori negatif.

2. Program bimbingan belajar berdasarkan profil sikap belajar peserta didik lebih bersifat preventif/pencegahan serta pengembangan, karena profil sikap belajar peserta didik SMP Negeri 5 Cimahi kelas VIII secara umum berada pada kategori positif. Program bimbingan belajar menurut pakar dan praktisi bidang Bimbingan dan Konseling layak untuk dilaksanakan di sekolah.

B. REKOMENDASI

Program bimbingan belajar berdasarkan profil sikap belajar peserta didik dalam penelitian ini merupakan tolak ukur untuk penelitian selanjutnya. Beberapa keterbatasan pada penelitian ini mendasari rekomendasi dalam bab ini, maka rekomendasi ditujukan untuk beberapa pihak yang terkait dalam penelitian ini.

77

pribadi sosial maupun karir. Guru bimbingan dan konseling wajib untuk membimbing peserta didik tanpa membedakan dari segi apapun. Hasil dari penelitian ini adalah program bimbingan belajar berdasarkan profil sikap belajar peserta didik, dapat dijadikan pedoman bagi guru bimbingan dan konseling dalam membimbing peserta didik terutama peserta didik kelas VIII untuk dapat memahami dan mengembangkan sikap belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Akan tetapi berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, tidak menutup kemungkinan masih ada peserta didik yang belum mencapai kategori positif pada sikap belajarnya.

Adapun langkah-langkah pelaksanaan program bimbingan belajar bagi guru bimbingan dan konseling diantaranya:

a. Mengadakan analisis kebutuhan tentang sikap belajar peserta didik dengan menggunakan instrument sikap belajar peserta didik.

b. Melayani peserta didik untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan sikap belajar.

c. Membagi kelompok peserta didik yang memiliki masalah dalam sikap belajar menjadi beberapa kelompok kecil, dengan tujuan agar peserta didik lebih mudah untuk bertanya dan melakukan kerja kelompok untuk beberapa mata pelajaran yang dianggap sulit.

d. Memperhatikan setiap perubahan dan perkembangan yang ada di setiap peserta didik juga kelompok yang sudah dibagi sebelumnya.

e. Mengadakan koordinasi bersama dengan wali kelas dan guru bidang studi berkenaan dengan kebutuhan peserta didik, khususnya pengembangan sikap belajar pada kelas VIII, dengan cara berbagi informasi mengenai siapa saja peserta didik yang memiliki masalah kesulitan belajar khususnya dalam hal sikap belajar.

f. Berkolaborasi dengan wali kelas dalam melaksanakan program bimbingan belajar berdasarkan profil sikap belajar peserta didik, yaitu dengan cara berdiskusi untuk mencari solusi serta membantu memecahkan masalah

dalam hal sikap belajar di kelas maupun dari segi nilai-nilai mata pelajaran setiap peserta didik

g. Mensosialisasikan program bimbingan belajar berdasarkan profil sikap belajar peserta didik kepada seluruh peserta didik kelas VIII, dengan cara melaksanakan program yang telah dibuat oleh guru bimbingan dan konseling pada kelas yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing. h. Mengevaluasi setiap tahapan layanan sesuai Satuan Kegiatan Layanan

Bimbingan Konseling (SKLBK) sebagai tolak ukur keberhasilan program dan rekomendasi melakukan tindak lanjut. Apabila indikator keberhasilan telah dicapai, maka program bimbingan belajar dapat dikatakan berhasil. Namun jika peserta didik tidak menunjukkan peningkatan, maka akan diadakan tindak lanjut oleh guru bimbingan dan konseling.

2. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Adapun rekomendasi bagi Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yaitu sebagai berikut:

a. Instrumen sikap belajar peserta didik dapat dijadikan referensi oleh mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang akan melakukan penelitian sejenis.

b. Program bimbingan belajar berdasarkan profil sikap belajar peserta didik dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.

c. Jurusan dapat menjadikan instrumen penelitian sikap belajar peserta didik sebagai alat ungkap bagi kebutuhan-kebutuhan tertentu di Jurusan terutama berkaitan dengan sikap belajar mahasiswa, dengan terlebih dahulu menyesuaikan konten instrumen dengan kebutuhan mahasiswa.

3. Penelitian selanjutnya

79

a. Metode penelitian menggunakan studi deskriptif, membuat penelitian ini hanya menghasilkan profil sikap belajar dan program hipotetik yang layak menurut pakar dan praktisi. Selanjutnya dapat dikembangkan menggunakan metode eksperimen atau pengembangan program bimbingan belajar untuk meningkatkan sikap belajar peserta didik.

b. Pengambilan populasi dan sampel penelitian yang hanya menggunakan satu kelas saja yaitu kelas VIII. Peneliti selanjutnya dapat memperluas pengambilan populasi dan sampel penelitian menjadi 1 sekolah yaitu kelas VII, VIII dan IX.

c. Pengembangan instrumen penelitian yang dibatasi pada tiga aspek sikap belajar yaitu aspek kognitif, afektif dan konatif. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan instrument menggunakan aspek yang lebih banyak maupun aspek yang lain, misalnya aspek sikap belajar menurut Brown dan Holtzman yang memiliki dua aspek yaitu Teacher Approval (TA) yang berhubungan dengan pandangan peserta didik terhadap guru dan Education Acceptence (EA) yang terdiri atas penerimaan dan penolakan peserta didik terhadap tujuan yang akan dicapai, praktik, materi yang akan disajikan, tugas serta persyaratan yang telah ditetapkan di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono. (2012). Anak Berkesulitan Belajar, Teori, Diagnosis dan

Remediasinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Agustiani, Hendriati. (2006). Psikologi Perkembangan Pendekatan Ekologi

Kaitannya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada Remaja.

Bandung: Refika Aditama.

Ahmadi, Abu dan Supriyono, Widodo. (1991). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Amti. (1991). Teknik Penyususnan Program Bimbingan dan Konseling di

Sekolah. Padang: FIP IKIP Padang.

Arikunto, Suharsimi. (1993). Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Azwar, Saifuddin. (2011). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dachmiati, Sabrina. (2011). Program Bimbingan Kelompok untuk Mengembangkan Sikap dan Kebiasaan Belajar Siswa. Tesis pada SPS UPI

Bandung: tidak diterbitkan.

Djaali. (2008). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Dewi dan Wawan. (2011). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap Dan

Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.

Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Hurlock, Elizabeth. (1991). Psikologi Perkembangan (Edisi Kelima). Jakarta:

Erlangga.

Nasution. (1982). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bina Aksara.

Natawidjaja, Rochman. (1985). Proses Penyususnan Skala Sikap. Bandung: FIP IKIP.

81

Nurihsan, Achmad J. (2003). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Bandung: Mutiara.

Nurihsan, Achmad J. (2005). Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama.

Nurihsan, Achmad J. (2006). Bimbingan dan konseling dalam Berbagai Latar

Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.

Rakhmat, Cece dan Solehudin, M. (2006). Pengukuran dan Penilaian Hasil

Belajar. Bandung: Andira.

Riduwan. (2006). Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Saari, Alisuf. (1996). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Pendoman Ilmu Karya. Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka

Cipta.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana. (2004). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosda. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2003). Landasan Psikologi dan Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sularti. (2008). Program Bimbingan dan Konseling Untuk Mengembangkan Sikap

dan Kebiasaan Belajar Siswa. Tesis pada SPS UPI Bandung: tidak

diterbitkan.

Supriatna, Mamat. (2011). Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi

(Orientasi Dasar Pengembangan Profesi Konselor). Jakarta: Rajagrafindo

Persada.

Surya, Mohamad. (2003). Psikologi Konseling. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Suryabrata, Sumadi. (2008). Metodologi Penelitian. Bandung: Rajawali Pers.

Syah, Muhibbin. (2003). Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Yusuf, Syamsu. (2006). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung:

Pustaka Bani Quraisy.

Yusuf, Syamsu. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Rizqi Press.

Yusuf, Syamsu dan Sugandhi, Nani. (2011). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Yusuf, Syamsu. dan Nurihsan, Achmad J. (2005). Landasan Bimbingan dan

Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Winkel, W. S. (2009). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

Winkel, W. S. dan Hastuti, S. (2006). Bimbingan dan Konseling di Institusi

Dokumen terkait