Data Pengunjung Website GNRM
3) Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut
a) Penerapan teknologi pertanian berbasis kearifan lokal Dayak sangat baik dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan, tidak hanya terfokus pada pertaian tetapi juga perkebunan dan peternakan.
b) Kegiatan ini selaras dengan arah capaian Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam RPJMN 2020-2024 yakni mendukung tercapainya kemandirian bangsa dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk kemandirian pangan.
c) Yayasan Betang Sakula Budaya bersama dengan seluruh perangkat Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa memiliki komitmen untuk bersinergi melakukan inovasi meningkatkan produksi pangan di wilayah Kalimantan Tengah agar dapat menjadi lumbung pangan nasional.
d. Yayasan Peduli Mandiri Insani 1) Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan yang dilaksanakan yaitu “Peningkatan Kapasitas Satgas ‘Jogo Tonggo’ dalam mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kota Surakarta. Waktu Pelaksanaan: 26-28 November 2020. Lokasi Kegiatan: Politeknik Akbara Surakarta Deskripsi Bentuk Kegiatan: Rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas kepada Satgas Jogo Tonggo diikuti oleh sekitar 50 peserta. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental khususnya terkait Indonesia Bersih. Selanjutnya, para peserta diberikan beberapa pelatihan peningkatan kapasitas seperti; sosialisasi gerakan cuci tangan yang benar, pelatihan pembuatan hand soap, pemberian edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), dan pelatihan membuat masker kain. Kemenko PMK mendukung kegiatan peningkatan kapasitas Satgas Jogo Tonggo yang diinisiasi oleh Yayasan Peduli Insani Mandiri Surakarta karena hal ini selaras dengan semangat gotong royong dalam mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih Sehat di lingkungan masyarakat utamanya dalam masa pandemik Covid-19.
Gambar 3.27 Peningkatan Kapasitas Satgas ‘Jogo Tonggo’ 2) Capaian Pelaksanaan
a) Terselenggaranya berbagai kegiatan untuk peningkatan kapasitas “Jogo Tonggo” di lima Kecamatan Kota Surakarta melalui sosialisasi, pelatihan, dan fasilitasi;
b) Meningkatnya kesadaran masyarakat lingkungan mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk menekan angka penularan Covid-19;
c) Terbentuknya tim kesehatan lingkungan untuk mensosialisasikan kebersihan lingkungan;
d) Terselenggaranya pelatihan kepada personil satgas “Jogo Tonggo” di 5 Kecamaran di Kota Surakarta; e) Terciptanya budaya melakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat.
f) Masyarakat di Kota Surakarta mengerti dan memahami kegiatan peningkatan kapasitas “Jogo Tonggo” untuk membekali satgas “Jogo Tonggo” melakukan sosialisasi kebersihan lingkungan masyarakat;
g) Teredukasinya warga di 5 (lima) Kecamatan di Kota Surakarta tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) oleh satgas “Jogo Tonggo”;
h) Kepedulian warga di 5 (lima) Kecamatan di Kota Surakarta untuk menularkan edukasi PHBS di lingkungan masyarakat sekitarnya;
3) Rencana Tindak Lanjut
a) Kegiatan pelatihan kepada satgas “Jogo Tonggo” dapat diperluas ke lebih banyak kelurahan agar jangkauan manfaatnya lebih luas;
b) Diharapkan kerjasama dengan Kemenko PMK dapat berlanjut di berbagai wilayah lainnya di Kota Surakarta agar dampak ke masyarakat lebih mengena di 54 Kelurahan lainnya di Kota Surakarta.
e. Sigma Filosofi Indonesia 1) Pelaksanaan Kegiatan
Seminar Fenomena Prekariat dan Solusinya: Pancasilanomics dan Revolusi Mental” yang dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2020, yang berlokasi di Hotel Aloft Jakarta (kombinasi dengan hybrid meeting). Kegiatan seminar ini merupakan hasil kerjasama Kemenko PMK dengan SIGMAPHI Policy Research and Data Analysis. Pembicara pada seminar ini adalah Tri Mumpuni (Anggota Gugus Tugas Nasional GNRM), Nunung Nuryartono (Guru Besar FEM IPB), dan Airlangga Pribadi Kusma (Dosen Fisipol Universitas Airlangga).
Peserta dari kegiatan ini adalah mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan penulisan yang sebelumnya dilaksanakan oleh SIGMAPHI dan publik umum. Tujuan dari Kegiatan ini adalah sebagai berikut:
x Mendiseminasikan dan mengaktualisasikan pemikiran Pancasilanomics kepada khalayak umum;
x Mendukung program Pemerintah menggalakkan Gerakan Nasional Revolusi Mental, khususnya pada poin Indonesia Mandiri;
x Mengubah cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku akan pentingnya nilai kemandirian yang merupakan bagian dari Pancasilanomics.
Gambar 3.25 Pelaksanaan Seminar Fenomena Prekariat dan Solusinya 2) Capaian Pelaksanaan
a) Menambah pemahaman masyarakat mengenai kerangka akademik dan praktik nila-nilai ekonomi Pancasila/Pancasilanomics dalam sistem perekonomian Indonesia;
b) Memperkuat strategi implementasi kegiatan prioritas Revolusi Mental sesuai dengan RPJMN 2020-2024 yakni pembangunan dan pembudayaan sistem ekonomi kerakyatan berlandaskan Pancasila.
c) Para peserta memahami penerapan prinsip Pancasilanomics dalam sistem perekonomian nasional untuk mendukung Indonesia yang mandiri dan berdaya saing;
d) Para peserta dapat berdiskusi mengenai strategi pembangunan dan pembudayaan sistem ekonomi kerakyatan berlandaskan Pancasila yang selaras dengan Prioritas Nasional gerakan Nasional Revolusi Mental tahun 2020-2024.
3) Rencana Tindak Lanjut
a) SIGMAPHI Policy Research and Data Analysis berencana melakukan rangkaian kegiatan workshop di tahun 2021 dengan jumlah peserta yang lebih banyak untuk melakukan diseminasi mengenai ide penerapan Pancasilanomics dalam sistem ekonomi Indonesia;
b) Dalam pelaksanaan workshop tersebut, SIGMAPHI Policy Research and Data Analysis berharap dapat menjalin kerjasama kembali dengan Kemenko PMK. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu program Pemerintah dalam mengkampanyekan Gerakan Nasional Revolusi Mental, khususnya dalam dimensi Indonesia Mandiri.
f. Nahdlatul Ulama
1) Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Nadlatul Ulama adala “Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Agama yang Moderat di Era New Normal Pandemi Covid-19 Tahun 2020 di Hotel Bidakara, Provinsi DKI Jakarta. Waktu Pelaksanaan : 15-16 Desember 2020. Lokasi Kegiatan : Hotel Bidakara, DKI Jakarta. Deskripsi Bentuk Kegiatan : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaksanakan Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Agama yang Moderat di Era New Normal Pandemic Covid-19 yang dilaksanakan di Grand Hotel Bidakara Jakarta pada hari Selasa-Rabu tanggal 15-16 Desember 2020. Sosialisasi ini terselenggara atas kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental khsusunya pada Gerakan Indonesia Bersatu.
2) Capaian Pelaksanaan Kegiatan
a) Sebanyak 90 orang peserta mendapatkan peningkatan pemahaman Agama yang Moderat di Era New Normal Pandemi Covid-19
b) Outcome : Komitmen PBNU untuk mendukung implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui jalan dakwah sebagai bentuk aksi nyata Gerakan Indonesia Berastu
3) Rencana Tindak Lanjut
a) Seluruh Cabang, Anak Cabang dan Organisasi Sayap PBNU agar meningkatkan pemahaman mengenai Pemahaman Agama yang Moderat di Era New Normal Pandemi Covid-19
b) Seluruh Cabang, Anak Cabang dan Organisasi Sayap PBNU agar melakukan sosialisasi secara massif kepada masyarakat mengenai peningkatan Seluruh Cabang, Anak Cabang dan Organisasi Sayap PBNU agar
g. Kader Inti Pemuda Anti Narkoba 1) Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan yang diselenggaran oleh Kader Inti Pemuda Nati Narkoba yaitu Gerakan Indonesia Tertib terhadap Protokol Kesehatan melalui Relawan Pemuda Tanggap Darurat Covid -19 (REDA-19). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 dan 14-20 Desember 14-2014-20, yang berlokasi di Kabupaten Gianyar, Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut berbentuk pelatihan dengan metode penyampaian materi dan aksi nyata di lapangan. Pelatihan dihadiri oleh 20 Relawan Pemuda Tanggap Darurat COVID -19 (REDA) prov Bali dan 52 anggota Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN), pelatihan ini merupakan pembekalan untuk REDA sebelum melakukan aksinyata mensosialisasikan Gerakan Indonesia Tertib (GIT) Protokol Kesehatan. Dalam pembekalan disampaikan beberapa materi antara lain Internalisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental pada Pemuda yang disampaikan oleh Asdep Revolusi Mental, Kemenko PMK, kemudian Sekretaris Gugus Tugas GIT Kemenko Polhukam dengan materi Implementasi GIT Patuhi Protokol Kesehatan, dan Peringatan Dini, BNPB/SATGAS COVID-19 dengan materi pemanfaatan Aplikasi Ina Risk dalam Penanggulangan Covid-COVID-19. Setelah dilakukan pembekalan maka 20 REDA kemudian dilanjutkan melakukan aksi nyata kampanye Gerakan Indonesia Tertib Patuhi Protokol Kesehatan yang dibagi menjadi 4 tim dan dilksanakan di 4 kab/kota di Prov. Bali yakni Gianyar, Tabanan, Denpasar, Badung.
Secara utuh kegiatan ini bertujuan untuk mendorong dan menyadarkan pemuda akan pentingnya upaya untuk memberikan informasi, sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat luas terkai penangan COVID-19, mencegah dan mengurangi tingkat penyebaran COVID-19, Meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan ancaman COVID-19 serta meningkatkan partisipasi aktif pemuda dalam upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19.
Gambar 2.27 Kegiatan Relawan Pemuda Tanggap Darurat Covid -19 (REDA-19)