• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Pengunjung Website GNRM

3) Rencana Tindak Lanjut

a) Relawan pemuda akan terus berkontribusi dalam upaya percepatan penanganan wabah Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah dengan melakukan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19 di lingkungannya masing-masing;

b) Relawan akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19/Aparat setempat dalam menangani pelanggaran-pelanggaran protokol Kesehatan yang terjadi di lokasi jangkauan;

c) Relawan bekerjasama dengan pemerintah setempat dalam mengelola pengaduan masyarakat terhadap pelanggaran protokol Kesehatan melalui contact center yang disediakan;

d) Relawan melakukan monitoring/pemantauan secara berkala terhadap lokasi jangkauan sesuai dengan tanggungjawab masingmasing untuk memastikan masyarakat di lokasi jangkauan tetap tertib menerapkan protokol kesehatan;

e) Untuk memastikan Relawan tetap melakukan monitoring/pemantauan secara berkala di lokasi jangkauan, akan dilakukan berbagai upaya, antara lain :

x Relawan akan dipandu dan didampingi oleh Setnas Kipan melalui media daring/online seperti media komunikasi sosial WhatsApp Messenger (WA) selama penanganan wabah Covid – 19 belum selesai.

x Relawan wajib menyampaikan/menginformasikan berbagai aktifitas kegiatan di lingkungannya masing-masing terkait penanggulangan Covid-19 kepada Setnas Kipan melalui WhatsApp Messenger (WA).

f) Kegiatan Gerakan Indonesia Tertib Protokol Kesehatan yang dilaksanakan di Provinsi Bali akan dikembangkan lebih lanjut di daerah-daerah lain, agar upaya penanggulangan wabah Covid19 dapat tersosialisasi dengan massif dan merata di seluruh Indonesia, sehingga dapat mendukung upaya pemerintah.\

h. Great Edu Global Mahardika 1) Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Great Edu Golbal Mahardika adalah “Upskilling dan Reskilling Mahasiswa dan Pelaku Usaha: Aktualisasi Revolusi Mental Menuju Indonesia Mandiri dan Berdaya Saing”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7-15 Desember 2020 dalam bentuk webminar. Workshop dalam bentuk webminar melibatkan 60 mahasiswa dan atau pelaku usaha yang nantinya akan memberikan pendampingan bagi UMKM di lapangan. Pemateri dalam tiap sesi merupakan praktisi pelaku usaha dan trainer bersertifikat yang memaparkan meliputi materi Scale Up Market, Penyusunan Laporan Keuangan, dan Digital Marketing. Dukungan tambahan materi dan video pembelajaran selama pendampingan melalui WA group.

Gambar 2.28

Kegiatan Workshop Upskilling dan Reskilling Mahasiswa dan Pelaku Usaha c) Capaian Pelaksanaan

a) Peningkatkan informasi dan kapasitas pada 60 peserta mahasiswa dan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya melalui kelas-kelas pembelajaran daring, terutama di masa pandemi Covid-19.

b) Mendorong pusat perubahan untuk mewujudkan Indonesia Mandiri melalui peningkatan kemampuan dan kapasitas pelaku UMKM untuk mengelola usaha. Penguatan wirausaha mikro, kecil dan menengah diharapkan dapat menggerakkan perbaikan ekonomi masyarakat di masa pandemik.

d) Rencana Tindak Lanjut Program

i. Yayasan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) 1) Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan LPTP yaitu “Lokakarya Pengembangan Ternak Domba Desa Kaliboto Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar “Aksi Nyata Revolusi Mental Gerakan Indonesia Mandiri tahun 2020”. Kegiatan ini dilaksankan pada tanggal 12-13 Desember 2020, yang bertempat di Desa Kaliboto, Karanganyar, Jawa Tengah. Potensi pengembangan desa Kaliboto sebagai sentra domba sangat potensial. Sebagian lahan kering yang tidak produktif sebagai usaha pertanian, merupakan lahan yang cocok untuk tanaman rumput. Di desa Kaliboto sudah ada sebuah tempat yang direncanakan sebagai pusat pembelajaran pertanian terpadu, yakni KGI (Kaliboto Green Institute). Problematika dan tantangan pengembangan Wirausaha Domba yang dirasakan saat ini adalah :

a) Skala usaha yang relative kecil, masing-masing petani hanya memiliki rata-rata lima ekor. b) Masih berkutat di on farm, belum bergerak pada skala of farm.

c) Posisi tawar yang relative rendah. Kebanyakan peternak tidak memiliki posisi tawar atas hasil ternaknya. Hal ini dikarenakan mereka bergerak dan berdiri sediri-sendiri.

d) Peningkatan kesejahteraan sangat lamban. Dikarenakan peternak kecil mengurus peternakan secara sendiri, maka biaya produksi peternakan menjadi sangat mahal. Jika peternak bersatu maka, kesejahteraan petani dapat dikatrol secara bersama-sama.

e) Ketertinggalan teknologi, inovasi, dan informasi. Umumnya dalam beternak masih relative tradisional berupa diangon. Model pengelolaan domba secara intensif belum terbiasa dilakukan.

f) Keterbatasan akses pakan tambahan yang memadai.

Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah seminar dan pelatihan “aksi nyata Revolusi Mental Gerakan Indonesia Mandiri tahun 2020 berupa rintisan koperasi Sarana Produksi Peternakan”. Kolaborasi dan mengembangkan sikap gotong royong, dengan pihak-pihak yang memiliki kaitan dengan usaha warung Sapronak dan peternakan domba. Kolaborasi akan diatur dengan pembagian peran antar aktor sebagai berikut :

a) Petani : sebagai anggota koperasi ternak.

b) Kaliboto Green Institute : sebagai pusat pembelajaran ternak, Produksi pakan ternak dan lokasi warung SAPRONAK. c) Dinas Koperasi : Sebagai pembina Koperasi Peternak yang akan dibentuk.

d) Dinas Peternakan : sebagai pembina usaha peternakan domba.

e) Yayasan LPTP : sebagai pemantau dan pembimbing komunitas peternak Domba di Desa Kaliboto.

Total peserta yang hadir sebanyak 75 partisipan, yang terdiri dari :

a) Sebanyak 50 anak muda potensial sebagai wirausahawan peternakan domba.

b) Kaliboto Green Institute sebagai embrio Pusat Belajar peternakan domba di Karanganyar. c) Wartawan media massa

d) Aparatur Sipil Negara dari Pemerintah Karanganyar, Kecamatan Mojogedang dan Pemerintah Desa Kaliboto, antara lain Dinas Pertanian, pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar; Dinas perdagangan, Tenaga kerja, Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah); Akademisi Peternakan Karanganyar; Forkompimcam Kecamatan Mojogedang (Camat, TNI, Polri); Pemdes Kaliboto

Sejumlah materi yang dibahas dan menjadi bahan diskusi, antara lain:

a) Peluang wirausaha peternakan domba, tantangan, dan cara beternak yang baik. b) Koperasi Peternak sebagai pilar dalam mewujudkan Kawasan Peternakan Domba. c) Aksi Nyata : Praktek inovasi pakan alternative domba (complete feed)

Gambar 2.26

2) Capaian Pelaksanaan Kegiatan

a) Meningkatkan jiwa kewirausahaan generasi muda desa Kaliboto untuk mendukung kemandirian bangsa b) Mendorong munculnya wirausahawan muda bidang peternakan domba dengan ikutan produk olahannya c) Meningkatkan inovasi teknologi pakan domba dalam mendukung wirausaha peternakan domba

d) Munculnya koperasi peternak domba sebagai upaya membangun kekuatan ekonomi kerakyatan

e) Mendorong bisnis domba sebagai unggulan desa Kaliboto, sehingga desa Kaliboto di kenal sebagai desa Domba di Kabupaten Karanganyar.

f) Mengerti dan paham akan revolusi mental yang diikuti dengan Meningkatkan jiwa kewirausahaan generasi muda desa Kaliboto untuk mendukung kemandirian bangsa.

g) Muncul wirausahawan muda baru bidang peternakan domba dan wirausahawan dalam produk olahan domba. h) Ada produk inovasi teknologi pakan domba dalam mendukung wirausaha peternakan domba.

i) Muncul rintisan warung SAPRONAK (Sarana Produksi Peternakan) yang dikelola dengan model koperasi peternak domba. j) Bisnis domba diakui unggulan desa Kaliboto, sehingga desa Kaliboto di kenal sebagai desa Domba di Kabupaten Karanganyar.

3) Rencana Tindak Lanjut

a) Di akhir kegiatan dilakukan review dan evaluasi sebagai bahan refleksi bagi panitia untuk melakukan perbaikan-perbaikan kegiatan kedepan.

b) Setelah mengikuti pelatihan selama dua hari, peserta bersepakat menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari proses penyebarluasan ke anggota yang lain.

j. Faqih Usman Center 1) Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan oleh Faqih Usman Center adalah lomba vlog Revolusi Mental “Suara Generasi Muda untuk Persatuan Bangsa”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2020 yang berlokasi di Hotel Horison Gresik. Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain:

a) Pelatihan tentang "Suara Generasi Muda untuk Persatuan Bangsa" dengan materi fenomena disrupsi, wawasan kebangsaan dipadukan dengan pelatihan tentang teknik videografi.

b) Produksi konten vlog bertema Indonesia Bersatu oleh peserta. c) Kompetisi Vlog dan apresiasi pemenang lomba Vlog terbaik.

Gambar 3.29 Lomba Vlog Revolusi Mental

2) Capaian Pelaksanaan

1) Peningkatan kesadaran 50 peserta pelajar SMP dan SMA di Jawa Timur tentang pentingnya persatuan bangsa.