5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis return saham properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2013 menggunakan model Arbitrage Pricing Theory (APT) didapat kesimpulan sebagai berikut:
1. Nilai koefesien determinasi (R2) sebesar 0.211. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel independen yaitu suku bunga Bank Indonesia (BI rate), kurs valuta asing (USD), dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang disertai variabel kontrol berupa Return on Assets (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) mampu menjelaskan variabel dependen yaitu return saham sebesar 0.211 atau sebesar 21.1%. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 78.9% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti.
2. Secara simultan variabel independen yaitu suku bunga Bank Indonesia (BI rate), kurs valuta asing (USD), dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang disertai variabel kontrol berupa Return on Assets (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan sektor properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2013. Hal ini ditunjukkan dari p-value sebesar 0.002 atau
58
lebih kecil dibandingkan dengan alpha sebesar 0.01.
3. Suku bunga Bank Indonesia (BI rate) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan sektor properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2009-2013. Hal ini ditunjukkan dari p-value yang lebih kecil dibandingkan dengan alpha sebesar 0,01 dan p-value untuk masing-masing variabel tersebut yaitu sebesar 0.003 dan 0.000. 4. Kurs valuta asing (USD) secara parsial tidak berpengaruh signifikan
terhadap return saham perusahaan sektor properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2009-2013. Hal ini ditunjukkan dari p- value sebesar 0.676 atau lebih besar dibandingkan dengan alpha sebesar 0.05.
5. Penghitungan return harapan perusahaan sektor properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2009-2013 menggunakan model Arbitrage Pricing Theory (APT) dengan melihat hubungan return dan risiko tanpa menggunakan variabel kontrol berupa Return on Assets (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) mampu memberikan
penghitungan yang lebih tepat mengenai penjelasan investasi dalam saham selalu menanggung risiko yang lebih besar daripada deposito, sehingga investor akan mengharapkan return saham di atas risk free. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil penghitungan return harapan sebesar 0.707 dibandingkan risk free (deposito) sebesar 0.0685.
59
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut :
1. Nilai koefesien determinasi (R2) kecil yaitu sebesar 21.1%. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebesar 78.9% return saham perusahaan sektor properti dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Masalah penerapan teori APT adalah bahwa teori tersebut tidak menyebutkan faktor-faktor risiko apa saja yang mempengaruhi return. Diharapkan penelitian yang akan datang memasukan faktor risiko lainnya yang tidak digunakan di dalam penelitian ini. Untuk mengidentifikasi ada berapa faktor yang mungkin mempengaruhi tingkat keuntungan atau return, diperlukan pertimbangan teori dan referensi penelitian empiris mengenai Arbitrage Pricing Theory (APT).
2. Bagi investor yang ingin berinvestasi pada saham sektor properti di Bursa Efek Indonesia (BEI), disarankan untuk lebih fokus
memperhatikan variabel penelitian yang berpengaruh signifikan terhadap return saham yaitu variabel BI rate dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun variabel kurs valuta asing (USD) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, para investor sebaiknya tetap cermat dalam mengantisipasi variabel tersebut.
3. Periode penelitian ini hanya dari tahun 2009-2013, diharapkan penelitian yang akan datang menambah periode penelitan dengan jangka waktu yang lebih panjang sehingga hasil penelitian akan lebih lengkap. Disamping itu, penelitian ini hanya memfokuskan pada
60
perusahaan sektor properti. Diharapkan penelitian yang akan datang menambahkan sektor lainnya yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). 4. Mengingat terdapat bermacam-macam metode dan sulitnya
menentukan variabel prediksi dan seperangkat kontrol dalam memprediksi return, para peniliti diharapkan berkumpul sebagai komunitas ilmiah yang secara bersama-sama mampu dalam membuat kemajuan mengenai model prediksi return (Subrahmanyam, 2010). Berdasarkan hal tersebut, penelitian yang akan datang perlu
mempertimbangkan usulan tersebut mengingat topik mengenai model prediksi return seperti Arbitrage Pricing Theory (APT) sangat menarik dari sudut pandang akademik ataupun dunia bisnis.
DAFTAR PUSTAKA
Barnett, V., dan Lewis, T., 1994, Outliers in Statistical Data, Wiley Series in Probability and Mathematical Statistics, New York.
Brigham, F., dan Houston, F., 2001, Manajemen Keuangan, Erlangga, Jakarta. Chen, N., Roll, R., dan Ross, S., 1986, “Economic Forces and the Stock Market”,
Journal of Business, Vol. 59, No. 3, 383-403.
Connor, G., dan Korajczyk, R., 1988, “Risk and Return in an Equilibrium APT: Application of a New Test Methodology”, Journal of Financial
Economics, Vol. 21, No. 2.
Fabozzi, Frank, 1999, Manajemen Investasi, Salemba Empat, Jakarta.
Fama, E., dan French, K., 1993, “Common Risk Factors in the Returns on Stocks and Bonds”, Journal of Financial Economics, Vol. 33, 3-56.
Ghozali, Imam, 2007. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, BP UNDIP, Semarang.
Gujarati, Damodar, 1995, Ekonometrika Dasar, Erlangga, Jakarta.
Gul, A., dan Khan, N., 2013, “An Application of Arbitrage Pricing Theory on KSE-100 Index ; A Study from Pakistan (2000-2005)”, IOSR Journal of Business and Management, e-ISSN : 2278-487X, Vol. 7, Issue 6, 77-84. Hanafi, Mamduh, 2004, Manajemen Keuangan, BPFE, Yogyakarta.
Haugen, A., dan Baker, L., 1996, “Commonality In The Determinants of Expected Returns”, Journal of Financial Economics.
Husnan, Suad, 1994, Dasar-Dasar Teori Portofolio, AMP YKPN, Yogyakarta. Iqbal, J., dan Haider, A., 2005, “Arbitrage Pricing Theory : Evidence From An
Jogiyanto, Hartono, 2000, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, BPFE, Yogyakarta.
Mahmood, M., dan Fatah, A., 2007., “Multivariate Causal Estimates of Dividend Yields, Price Earning Ratio and Expected Stock Returns : Experience from Malaysia”, Munich Personal RePEc Archive, No. 14616.
Munawir, S., 2010, Analisa Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta. Ramadan, Z., 2012, “The Validity of The Arbitrage Pricing Theory in the
Jordanian Stock Market”, Canadian Center of Science and Education, Vol. 4, No 5.
Samsul, Mohamad, 2006, Pasar Modal & Manajemen Portofolio, Erlangga, Jakarta.
Sartono, Agus, 2001, Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, BPFE, Yogyakarta.
Siamat, Dahlan, 2005, Manajemen Lembaga keuangan : Kebijakan Moneter dan
Perbankan, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,
Jakarta
Subrahmanyam, Avanidhar, 2010, “The Cross-Section of Expected Stock Returns: What Have We Learnt from the Past Twenty-Five Years of Research?”,
European Financial Management, Vol. 16, No. 1, 27-42.
Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, Alfabeta, Bandung.
Tandelilin, Eduardus, 2010, Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, Kanisius, Yogyakarta.
Tursoy, T., Gunsel, N., dan Rjoub, H., 2008, “Macroeconomic Factors, the APT and the Istanbul Stock Market”, Euro Journals Publishing, ISSN 1450- 2887, Issue 22. www.bi.go.id www.finance.yahoo.com www.idx.co.id www.kontan.co.id www.sahamok.com