KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Setelah penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan Defisit Perawatan Diri di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan, khususnya di ruangan Sipiso-piso yang dilakukan pada tanggal 17 juni sampai 21 juni 2013, maka penulis dapat menarik kesimpulan adalah sebagai berikut:
1. Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya. Defisit perawatan diri merupakan suatu kondisi pada seseorang yang mengalami kelemahan kemampuan dalam melakukan atau melewati aktivitas perawatan diri secara mandiri.
2. Rencana tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa pada Tn.P dengan Defisit Perawatan Diri adalah membina hubungan saling percaya, klien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri, berhias atau berdandan dengan baik, dapat melakukan makan dengan baik, dan mampu BAB (Buang Air Besar) atau BAK (Buang Air Kecil) secara mandiri.
3. Implementasi yang dapat penulis lakukan pada Tn.P dengan Defisit Perawatan Diri adalah melakukan BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya), mengidentifikasi kebersihan diri, menjelaskan pentingnya kebersihan diri, menjelaskan alat dan cara kebersihan diri, menjelaskan makan yang benar, menjelaskan cara mandi yang benar, membimbing klien dalam menyusun kegiatan harian.
4. Evaluasi yang dapat penulis dapat dari Tn. P dengan Defisit Perawatan Diri adalah masalah teratasi sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil, ditandai dengan klien dapat memahami penjelasan dari perawat, klien mau meneerapkan atau melakukan cara yang diajarkan perawat dan memasukkan ke dalam jadwal harian. 5. Faktor pendukung bagi penulis saat melakukan proses pengkajian dan
implementasi terhadap Tn. P yaitu klien cukup mendukung dan kooperatif terhadap implementasi yang dilakukan penulis. Selain itu klien juga mempunyai kemauan untuk sembuh dan berharap segera pulang dan berkumpul dengan keluarganya.
B. Saran
Setelah membahas dan memperhatikan masalah-masalah yang dihadapi didalam perawatan pasien dengan masalah Defisit Perawatan Diri, maka penulis dapat
memberikan saran sebagai berikut: 1. Pihak RS. Jiwa PROV.SU
Diharapkan kepada pihak RS. Jiwa PROV.SU dapat melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan rencana yang telah tertulis dalam rencana harian berdasarkan standard asuhan keperawatan yang ada, harus tetap memperhatikan kebutuhan dasar klien, dan selalu melakukan BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) di setiap tindakan yang dilakukan. Sehingga dapat terjalin kerja sama yang baik antara pasien, keluarga, dan perawat demi tercapainya tujuan yang diharapkan.
2. Pihak Institut Pendidikan
Diharapkan kepada pihak Institut Pendidikan agar dapat menyediakan dan menambah referensi terbaru, terutama tentang buku-buku untuk memberikan asuhan keperawatan dengan masalah kebutuhan dasar Defisit Perawatan Diri. 3. Pihak Keluarga
Diharapkan kepada pihak keluarga agar selalu menemani dan mendamping klien untuk memberikan dukungan dan membantu dalam proses penyembuhan klien.
DAFTAR PUSTAKA
Wilkinsin, Judith M., dan Ahern, N.R. (2012). Buku Saku Diagnosis Keperawatan.
Edisi 9. Jakarta: EGC.
Herdman, T. Heather. (2012). NANDA International Diagnosis Keperawatan: Definisi
dan Klasifikasi 2012-2014. Jakarta: EGC.
Widyowati, (2013). Orang Dengan Skizofrenia. Retrieved from www.Kompasiana.com , 27 April 2013.
Purba Jenny Marlindawani dkk. (2008). Asuhan Keperawatan pada Klien dengan
Masalah Psikososial dan Gangguan Jiwa. Medan: USU Press.
Purba Jenny Marlindawani dkk. (2011). Asuhan Keperawatan pada Klien dengan
Masalah Psikososial dan Gangguan Jiwa. Medan: USU Press.
Fitria Nita, (2009). Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP dan SP). Jakarta: Salemba
Medika.
Fitria Nita, (2010). Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan
Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP dan SP). Jakarta: Salemba
Medika.
Tarwoto dan Wartonah, (2003). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.
Edisi pertama. Jakarta: Salemba Medika.
Perry, Potter, (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.
Intani dan Pratiwi, (2013). Skizofrenia Paranoid. Semarang: Blogger. Dapat diakses di tanggal 28 Juni 2013.
CATATAN PERKEMBANGAN Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. DX Hari/ tanggal Pukul (WIB) Tindakan Keperawatan 1. Selasa/ 18 Juni 2013
10.00 1.Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik.
2.Identifikasi kemampuan klien dalam melakukan kebersihan diri.
3.Jelaskan pentingnya kebersihan diri dengan cara memberikan penjelasan terhadap pentingnya kebersihan diri.
4.Jelaskan peralatan yang dibutuhkan dan cara membersihkan diri.
5.Jelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri pada klien seperti tahapan mandi, cara memakai sabun, shampo, sikat gigi yang benar.
6.Latih klien mempraktikkan cara menjaga kebersihan diri yaitu tahapan mandi, cara memakai sabun, shampo, sikat gigi yang benar.
7.Berikan pujian pada setiap hasil tindakan yang dilakukan klien saat berlatih.
8.Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara melakukan kebersihan diri.
11.00 1. Identifikasi kemampuan klien untuk berdandan dan berhias.
2. Menjelaskan peralatan yang dibutuhkan untuk berhias atau berdandan.
3. Menjelaskan cara-cara melakukan berhias/berdandan seperti menyisir rambut, bercukur, memakai kancing, memasukkan baju ke dalam celana, menggunting kuku kaki dan tangan.
4. Latih klien mempraktikkan cara berhias/berdandan yaitu menyisir rambut, bercukur, memakai kancing, memasukkan baju ke dalam celana, menggunting kuku kaki dan tangan.
5. Berikan pujian pada setiap hasil tindakan klien.
6. Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara berdandang dan berhias.
12.00 1. Identifikasi kemampuan klien untuk melakukan makan dan minum.
2. Menjelaskan peralatan yang dibutuhkan untuk makan dan minum.
3. Menjelaskan cara melakukan makan dan minum yang baik.
4. Latih klien mempraktikkan cara makan dan minum yang baik.
No. DX Hari/ tanggal Pukul (WIB) Tindakan Keperawatan
6. Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara makan dan minum yang baik.
13.20 1. Identifikasi kemampuan klien pada saat BAB/BAK. 2. Memberitahu klien tempat BAB/BAK yang baik dan
menjelaskan cara melakukan BAB/BAK yang benar. 3. Latih klien cara BAB/BAK yang baik dan yang benar. 4. Berikan pujian pada setiap hasil dan tindakan yang
dilakukan klien.
5. Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara BAB/BAK yang benar.
2. Rabu/ 19 Juni
2013
10.00 1. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik.
2. Bantu klien mengenal halusinasinya, identifikasi isi dan waktu dari halusinasi klien.
3. Diskusikan respon klien saat berhalusinasi.
4. Diskusikan dengan klien apa yang dilakukan untuk mengatasi halusinasinya.
5. Diskusikan dan jelaskan cara menggontrol halusinasi dengan cara menghardik halusinasi.
6. Melatih klien mengontrol halusinasi dengan cara menghardik halusinasi.
7. Berikan pujian pada setiap hasil dan tindakan yang dilakukan klien.
8. Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara menghardik halusinasi.
11.00 1.Diskusikan dan jelaskan cara menggontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
2.Melatih klien mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
3.Berikan pujian pada setiap hasil dan tindakan yang dilakukan klien.
4.Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
12.00 1. Diskusikan dan jelaskan cara menggontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal.
2. Melatih klien mengontrol halusinasi dengan cara aktivitas yang telah disepakati.
3. Berikan pujian pada setiap hasil dan tindakan yang dilakukan klien.
4. Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas yang telah disepakati.
No. DX Hari/ tanggal Pukul (WIB) Tindakan Keperawatan
13.20 1. Diskusikan dan jelaskan cara menggontrol halusinasi dengan cara memberitahukan macam-macam obat yang dikonsumsinya dan dengan minum obat secara teratur.
2.Melatih klien mengontrol halusinasi dengan cara minum obat dengan teratur.
3.Berikan pujian pada setiap hasil dan tindakan yang dilakukan klien.
4.Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui macam-macam obat dan minum obat secara teratur untuk mengontrol halusinasinya.
3. Kamis/ 20 Juni 2013
10.00 1. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik.
2. Diskusikan bersama klien penyebab perilaku kekerasan yang pernah dilakukannya.
3. Diskusikan pada klien perilaku kekerasan yang biasa dilakukan klien.
4. Diskusikan bersama klien akibat dari perilaku kekerasan yang pernah dilakukannya.
5. Mengajarkan klien mengontrol perilaku kekerasan secara fisik, yaitu: tarik nafas dalam, pukul kasur dan bantal.
6. Melatih klien cara mengontrol perilaku kekerasan secara fisik, yaitu: tarik nafas dalam, pukul kasur dan bantal.
7. Memberikan pujian pada setiap hasil dan tindakan yang dilakukan klien.
8. Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara mengontrol perilaku kekerasan secara fisik.
11.00 1. Mengajarkan klien mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbal, yaitu: meminta dengan baik tanpa marah dengan nada suara yang rendah serta tidak menggunakan kata-kata kasar, menolak dengan baik, dan menggungkapkan perasaan kesal.
2. Melatih klien mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbal, yaitu: meminta dengan baik tanpa marah dengan nada suara yang rendah serta tidak menggunakan kata-kata kasar, menolak dengan baik, dan menggungkapkan perasaan kesal.
3. Memberikan pujian pada setiap hasil dan tindakan yang dilakukan klien.
4. Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbal.
No. DX Hari/ tanggal Pukul (WIB) Tindakan Keperawatan
12.00 1. Mengajarkan klien mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual, yaitu dengan shalat secara teratur. 2. Melatih klien mengontrol perilaku kekerasan dengan
shalat secara teratur.
3. Memberikan pujian pada setiap hasil dan tindakan yang dilakukan klien.
4. Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual.
13.30 1. Mengajarkan klien mengontrol perilaku kekerasan dengan obat.
2. Melatih klien mengontrol perilaku kekerasan dengan obat.
3. Memberikan pujian pada setiap hasil dan tindakan yang dilakukan klien.
4. Menanyakan perasaan klien setelah mengetahui cara mengontrol perilaku kekerasan dengan obat.