• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab ini memuat tentang kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran untuk beberapa pihak terkait serta keterbatasan dalam melakukan penelitian mengenai komunikasi interpersonal anatr siswa kelas XI.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai komunikasi interpersonal antar siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap dan Implikasi terhadap usulan topik-topik bimbingan klasikal, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap sudah mampu melakukan komunikasi interpersonal antar siswa tergolong baik. Hal ini dapat diartikan bahwa sebagian besar siswa kelas XI SMA Yos Sudarso Cilacap sudah mampu melakukan komunikasi interpersonal antar siswa. Sebagian besar siswa SMA Yos Sudarso Cilacap sudah mampu memahami komunikasi interpesonal yang baik.

Bedasarkan analisis capaian skor instrumen komunikasi interpersonal antar siswa kelas XI yang terindikasi rendah, terdapat 3 butir item yang terindikasi rendah. tiga butir item yang terindikasi rendah yaitu, 1 item dalam aspek empati, 1 item dalam aspek sikap positif, 1 item dalam aspek keterbukan.

Berdasarkan 3 butir item yang terindikasi rendah, disusunlah 3 usulan topik-topik bimbingan klasikal. Topik-topik-topik bimbingan yang diusulkan yaitu menghargai orang lain, Aku menghargaimu, aku dan perasaanku. Selanjutnya, usulan topik-topik bimbingan dapat digunakan oleh SMA Yos Sudarso Cilacap.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini disampaikan saran-saran untuk beberapa pihak yaitu:

1. Bagi Masiswa Universitas Sanata Dharma

Diharapkan dalam penluisan skripsi harus dilakukan observasi dahulu karena dengan adanya observasi masalahnya akan jelas.

2. Bagi Guru BK SMA Yos Sudarso Cilacap

Guru BK SMA Yos Sudarso Cilacap mampu memberikan bimbingan klasikal kepada siswa tetang kemampuan komunikasi Interpersonal yang baik, agar siswa dapat memahami pentingnya komunikasi interpersonal yang baik

3. Bagi Siswa SMA Yos Sudarso Cilacap

Siswa SMA Yos Sudarso Cilacap dalam kemampuan komunikasi interpersonal program bimbingan klasikal tetang komunikasi interpersonal yang baik dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari siswa.

63

Azwar, Saifudin.2009. Penyusunan skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ali, Mohammad dan Mohammad Asrori. 2011. Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Barton W. & Beck. A. 2010. Get Set For Communication Studies. Yogyakarta: Jalasutra Danim, Sudarwan.2010. Profesi Kependidikan. Bandung: Alfabeta

DeVito, Joseph A. 2011. Komunikasi Antarmanusia (Edisi 5). Tanggerang: Karisma Publishing Group.

Hurlock E.B 1988. Perkembangan Anak, Edisi keenam jilid 1 (Terjemahan). Jakarta: Erlangga.

Hurlocck. E. B. 1988. Perkembangan Anak, Edisi Keenam Jilid 2 (Terjemahan). Jakarta: Kanisius.

Liliweri, Alo. 1991. Komunikasi Antar Pribadi. Bandung Citra Aditya Bakti.

Maulana & Gumelar. 2013. Psikologi Komunikasi dan Persuasi. Jakrata: Akademia Permata. Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A. 2007. Ilmu Komunikasi. Bandung: PT Remja Rosdakarya.

Sugiono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. 2013. Metodologi Penelitian Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sinurat, R. H. DJ. Handout Mata Kuliah Komunikasi Antarpribadi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Santrock, John W. 2002. Life-Span Development = Perkembangan Masa Hidup (Edisi 5/

Jilid II). Jakarta: Erlangga

Wisnuwardhani, Dian dan Sri Fatmawati Mashoedi. 2012. Hubungan Interpersonal. Jakarta:Salemba Humanika.

Wood. J.T. 2013. Komunikasi Interpersonal Interaksi keseharian Edisi enam. Jakarta: Salemba Humanika.

Sukoco, Benediktus Heru. 2013. Deskripsi Kemampuan Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa semester Tiga Program Studi Bimbingan Dan Konseling Falkutas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

1. Saya memberikan saran kepada teman demi kemajuan prestasi belajarnya.

2. Ketika teman meminta pendapat tetang pakaian yang dibelinya, saya mengatakan sesuai pikiran saya.

3. Saya menerima pendapat teman tentang diri saya dengan mengatakan terima kasih.

4. Saya menyampaikan rasa sayang kepada teman secara langsung.

5. Saya selalu mengucapkan terima kasih saat teman memuji saya.

6. Saya malu untuk bertanya tentang pelajaran kepada teman yang lebih pintar.

7. Saya mencoba mengerti perasaan sedih teman, ketika teman saya mengalami pengalaman yang

menyakitkan.

8. Saya memukul meja ketika saya tahu tugas kelompok tidak selesai.

9. Saya mengobrol dengan teman sebelah ketika ketua kelas sedang berpendapat di depan kelas.

10. Saya senang untuk memulai pembicaraan dengan orang yang saya temui.

11. Saya mengungkapakan kekecewaan atas perilaku teman yang selalu meremehkan saya.

12. Saya menjawab singkat pertanyaan teman agar teman saya meninggalkan saya sendiri.

13. Ketika teman sedang bercerita, saya diam untuk mendengarkan ceritanya dahulu.

14. Teman mengutarakan perasaan sedihnya ketika saya sedang makan di kantin, tetapi saya mengacuhkannya.

15. Saya menghiraukan pendapat teman yang menegur perilaku saya.

melakukan hal yang positif.

17. saya senang bertanya tentang pelajaran yang tidak dimengerti kepada teman.

18. Saya kurang memperdulikan teman yang mengalami kesusahan.

19. Saya ikut merasakan kesedihannya, ketika teman sedang bersedih.

20. Saya mengkritikan pendapatnya untuk menjatukan teman.

21. Saya takut berbicara yang sebenarnya ketika berdiskusi.

22. Saya menghargai perbedaan pendapat dengan teman saat berkomunikasi.

23. Saya tersenyum ketika teman mengajak bicara kepada saya.

24. Saya mengabaikan teman saya yang bertindak kasar terhadap teman lain.

25. Saya mencela teman yang sedang berbicara di depan kelas.

26. Saya bertepuk tangan menunjukan bahwa saya suka dengan pendapat teman ketika berdiskusi.

27. Saya mengungkapkan dari hati bahwa teman saya adalah sahabat saya.

28. Saya tidak membeda-bedakan teman belajar.

29. Saya mengalihkan pembicaraan saat teman masih bercerita.

30. Ketika teman sedang menceritakan kesedihannya, saya langsung memulai berbicara sebelum teman saya selesai bercerita.

31. Saya tertawa terbahak-bahak ketika teman mengalami kesulitan.

32. Saya senang mendengarkan cerita pengalaman teman saya.

33. Saya malas mendengarkan keluhan dari teman.

34. Ketika teman berpendapat dalam diskusi, saya segera mengatakan tidak setuju.

35. Saya selalu menunjukan posisi yang nyaman ketika teman berkomunikasi dengan saya.

36. Saya mengetahui perasaan sakit yang teman saya alami.

37. Saya malas mendengarkan teman yang sedang bercerita tetang liburanya.

38. Saya memilih teman yang suka mentraktir saya.

39. Saya mengungkapkan setuju dengan keputusan teman yang ingin bekerja setelah lulus sekolah.

40. Saya mengungkapkan kebersediaan membantu teman jika ada yang mengalami kesusahan

41. Saya mengucapkan trimakasih kepada teman saya yang telah membantu menyelesaikan tugas rumah.

42. Saya suka bertanya tentang ilmu pengetahuan umum kepada teman saya.

43. Saya menganggukan kepala menunjukan kepada teman, bahwa saya memahami perasaanya.

44. Saya senang ketika orang lain menderita.

45. Saya malas memberikan solusi karena teman sebanggku bukan sahabat saya.

46. Saya enggan mengaku kalau saya tidak suka ketika teman sedang bermain dengan orang lain.

dengan saya.

49. Saya menyampaikan kepada teman bahwa saya kurang menerima kekurangannya yang selalu pelupa.

50. Saya enggan menanggapi pendapat teman.

51. Saya memilih teman yang suka mentraktir saya.

52. Ketika ada teman yang ingin bergabung mengbrol, saya akan menyambutnya dengan baik.

Dokumen terkait