Setelah melakukan penelitian, pada bagian ini, peneliti akan memberikan kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan masalah penelitian. Kesimpulan diperoleh dari hasil analisis dan penafsiran data yang telah dijabarkan pada bagian sebelumnya. Sedangkan, saran-saran diberikan sebagai bahan pertimbangan agar dapat membantu terlaksananya kegiatan pembelajaran atau penelitian selanjutnya agar lebih baik lagi.
5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan penafsiran data yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan penelitian ini sebagai berikut.
1) Pemahaman teks/wacana bahasa Jepang dalam pembelajaran Chukyuu
Dokkai kelas eksperimen, dapat diketahui bahwa perolehan jumlah skor
rata-rata mahasiswa sebelum menggunakan teknik Cooperative Integrated
Reading Composition adalah 58.4. Hasil tersebut tergolong kedalam kriteria kurang. Dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca pemahaman teks/wacana bahasa jepang mahasiswa masih kurang.
2) Pemahaman teks/wacana bahasa Jepang dalam pembelajaran Chukyuu
Dokkai kelas eksperimen, dapat diketahui bahwa perolehan jumlah skor
rata-rata mahasiswa setelah menggunakan teknik Cooperative Integrated
Reading Composition adalah 84,8. Hasil tersebut tergolong kedalam kriteria baik . Dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca pemahaman teks/wacana bahasa jepang mahasiswa setelah dilakukan treatment menjadi meningkat.
3) Ada peningkatan kemampuan membaca pemahaman teks/wacana bahasa Jepang kelas eksperimen. Hasil analisis terhadap perolehan skor rata-rata antara pre-test dan post-test, dapat diketahui bahwa terdapat selisih yang
80
Fitri Safarini, 2015
EFEKTIFITAS TEKNIK COOPERATIVE INTEGRATED READ ING COMPOSITION D ALAM PEMBELAJARAN CHUKYUU D OKKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu
cukup besar yang menandakan adanya peningkatan penguasaan membaca pemahaman teks/wacana bahasa Jepang kelas ekperimen yaitu sebesar 26,4 poin dari 58,4 menjadi 84,8. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam membaca pemahaman tek/wacana bahasa Jepang dalam pembelajaran Chukyuu Dokkai dengan menggunakan teknik Cooperative Integrated Reading Composition dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membaca pemahaman teks/wacana bahasa Jepang dalam pemebelajaran Chukyuu Dokkai.
4) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas konrol. Dari hasil perhitungan data, diperoleh thitung 5,58, dengan α=5%, maka peluang untuk ttabel adalah 2,008. Hasilnya adalah thitung = 5,58> ttabel.
= 2,008, Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, dan Hk diterima, karena thitung > ttabel., kemudian berdasarkan uji gain didapat hasil skor N-gain kelompok eksperimen ( = 0,62) termasuk kedalam kriteria efektif, sedangkan skor N-Gain pada kelompok kontrol ( = 0,40) termasuk kedalam kriteria kurang efektif. Dengan kata lain, bahwa teknik
Cooperative Integrated Reading Composition efektif terhadap kemampuan
membaca pemahaman teks/wacana bahasa Jepang dalam pembelajaran
Chukyuu Dokkai.
5) Kualitas proses pebelajaran Chukyuu Dokkai dengan menggunakan teknik
Cooperative Integrated Reading Composition, diperoleh hasil bahwa
Teknik Cooperative Integrated Reading Composition dapat mempermudah
mahasiswa untuk menjelaskan kembali isi teks/wacana bahasa Jepang dalam pembelajaran Chukyuu Dokkai, dapat membantu mahasiswa untuk menentukan ide pokok/pokok pikiran dari teks/wacana bahasa Jepang dalam pembelajaran Chukyuu Dokkai, dapat membangkitkan rasa ingin tahu mahasiswa terhadap isi teks/wacana bahasa Jepang, dapat membangkitkan kemandirian mahasiswa dalam pembelajaran Chukyuu
Dokkai, dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inovatif,
81
Fitri Safarini, 2015
EFEKTIFITAS TEKNIK COOPERATIVE INTEGRATED READ ING COMPOSITION D ALAM PEMBELAJARAN CHUKYUU D OKKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu
lebih efektif dan efisien, dapat membangkitkan minat mahasiswa dalam pembelajaran, menambah konsentrasi mahasiswa dalam pembelajaran
Chukyuu Dokkai, Pemahaman isi teks/wacana bahasa Jepang cepat dimengerti, dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk pembelajaran Chukyuu
Dokkai.
6) Prosedur/langkah- langkah teknik Cooperative Integrated Reading Composition dalam proses pembelajaran bahasa khususnya dalam
pembelajaran bahasa Jepang (Chuukyuu Dokkai) yaitu (1) Membahas kosakata dan kanji baru. Guru mulai mengenalkan kosakata dan kanji baru atau istilah baru yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi yang didapat dari teks/wacana bahasa Jepang. (2) Memberikan instruksi kepada mahasiswa untuk membentuk kelompok. Guru memberikan instruksi kepada mahasiswa untuk membentuk kelompok 4-5 orang, kemudian guru memberikan teks/wacana bahasa Jepang sesuai topik pembelajaran pada setiap kelompok. (3) Mengintsruksikan kepada mahasiswa untuk saling mengemukakan ide dan pokok pikiran terkait wacana tersebut. Mahasiswa berusaha melakukan pengujian dan berdiskusi untuk menjelaskan hasil observasinya. (4) Mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Mahasiswa mengkomunikasikan hasil temuan-temuannya mengenai isi dari teks/wacana bahasa Jepang. Penemuan itu dapat bersifat sebagai sesuatu yang baru atau sekedar membuktikan hasil pengamatannya. Mahasiswa dapat memberikan pembuktian terkaan gagasan-gagasan barunya untuk diketahui oleh teman-teman sekelasnya. Mahasiswa siap menerima kritikan, saran atau sebaliknya saling memperkuat argumen. (5) Guru membuat kesimpulan bersama. Guru beserta mahasiswa memberikan kesimpulan mengenai teks/wacana bahasa Jepang yang telah dibahas. (6) Penutup
82
Fitri Safarini, 2015
EFEKTIFITAS TEKNIK COOPERATIVE INTEGRATED READ ING COMPOSITION D ALAM PEMBELAJARAN CHUKYUU D OKKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu 5.2 Saran
Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, dalam penelitian ini akan diberikan beberapa saran sebagai berikut.
1) Teknik Cooperative Integrated Reading Composition dapat melatih
kemandirian mahasiswa dalam proses pembelajaran Oleh karena itu, diharapkan agar dosen dapat mempertimbangkan bahwa teknik
Cooperative Integrated Reading Composition dapat dijadikan salah satu
alternatif dalam pembelajaran membaca pemahaman teks/wacana bahasa Jepang, sehingga pembelajaran lebih bervariasi dan menarik. Akan tetapi terdapat juga kelemahan dalam pembelajaran Chukyuu Dokkai dengan menggunakan teknik Cooperative Integrated Reading Composition yaitu karena masih saja terdapat mahasiswa yang tidak melaksanakan instruksi yang guru berikan, sehingga terkadang membutuhkan waktu lama, maka dibutuhkan kecerdasan guru dalam mengelola situasi kelas.
2) Penggunaan teknik Cooperative Integrated Reading Composition bagi peneliti selanjutnya, semua metode pembelajaran yang ada, pasti mempunyai tujuan yang dapat memajukan sistem pembelajaran agar menjadi lebih baik dan yang terpenting adalah bagaimana caranya bahwa dalam proses pembelajaran itu menjadi menarik dan hasil bela jar pun menjadi maksimal, begitu juga dengan teknik Cooperative Integrated Reading Composition, di dalam proses pembelajarannya mempunyai
tujuan dan target tersendiri. Dalam penelitian ini penulis mencoba meneliti bagaimana keefektifan teknik Cooperative Integrated Reading Composition terhadap kemampuan membaca pemahaman teks/wacana
bahasa Jepang, akan tetapi saat ini penelitian teknik Cooperative Integrated Reading Composition kebanyakan meneliti mengenai pembelajaran bahasa
83
Fitri Safarini, 2015
EFEKTIFITAS TEKNIK COOPERATIVE INTEGRATED READ ING COMPOSITION D ALAM PEMBELAJARAN CHUKYUU D OKKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu
Reading Composition tidak hanya digunakan dalam pembelajaran bahasa
tapi dalam pembelajaran lainnya pun bisa diaplikasikan dengan baik. Selain itu teknik Cooperative Integrated Reading Composition tidak hanya digunakan dalam membaca pemahaman saja, tapi bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan ide- ide kreatifnya untuk pembelajaran bahasa Jepang lainnya seperti sakubun dll.
84 Fitri Safarini, 2015
EFEKTIFITAS TEKNIK COOPERATIVE INTEGRATED READ ING COMPOSITION D ALAM PEMBELAJARAN CHUKYUU D OKKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Abe, Youko, dkk. (2006). Yomu koto o oshieru. Japan: The Japan Foundation. Akhadiah, Sabarti, dkk. (1992). Bahasa Indonesia I. Jakarta: Depdikbud Dirjen
Dikti.
Amalina, Harjanti.(2012) KORELASI ANTARA KEMAMPUAN MEMBACA
PEMAHAMAN DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI SE-KECAMATAN KOKAP KABUPATEN KULON PROGO. S1
thesis, UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.
Arikunto,Suharmi.(2002). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Bloom, Benyamin S.(1990). Taxonomy of Educational Objective. NewYork: David Mecay Company Inc.
Danasasmita, Wawan.(2009). Metodologi Pembelajaran Bahasa Jepang. Bandung: Rizqi Press.
Danasasmita, Wawan.(2008). Model Pembelajaran Dan Pendekatannya. Bandung: Disampaikan dalam Seminar Nasional Model Pembelajaran Bahasa Jepang Berbasis ICT. (Tidak diterbitkan)
Depdiknas. (2005). Pengembangan Keterampilan Membaca Pemahaman. Jakarta: Depdiknas
Farida Rahim. (2008). Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar. Jakarta : Bumi Aksara.
Furqon. (2009). Statistika Terapan Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Henry Guntur Tarigan. (1985). Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung : Angkasa.
Kessler,C.(1992).Cooperative language learning. Englewood Cliffs, NJ:Prentice-Hall Regents.
Klein, J. D., Erchul, J. A., & Pridemore, D. R. (1994). Effects of individual versus cooperative learning and type of reward on performance and continuing motivation. Contemporary Educational Psychology, 19, 24-32.
85
Masykur, Siti Khanafiyah, Langlang Handayani.(2006). Penerapan Metode SQ3R
dalam Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Pokok Bahasan Tata Surya Pada Siswa Kelas VII SMP. Jurnal Pendidikan
Fisika Indonesia, 4 (2).
Muhaji, N. Suandi, I. B. Putrayasa.(2013). Pengaruh Penerapan Metode SQ3R
dan Teknik KLOSE Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa.
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Volume 2).
Muhidin, Ali, Sambas.(2010). Statistika 2 Pengantar Untuk Penelitian. Bandung: Karya Adhika Utama.
Nurgiyantoro, Burhan.(2010). Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis
Kompetensi. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.
Nurhadi.(2005). Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Bandung : Sinar Baru Algesindo
Sagala, Syaiful.(2011). Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Alfabeta:Bandung
Samsu Somadayo.(2011). Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca. Yogyakarta : Graha Ilmu
Santosa, Puji, dkk.(2010). Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta : Universitas Terbuka.
Slavin, Robert E. (1995). CooperativeLearning: Theory, Research, and Practice. (ed. Ke-2). Boston: Allyn &Bacon
Syah, Muhibbin. (2008). Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: Rosdakarya.
Setiyadi, Bambang, Ag. (2006). Metode Penelitian Untuk Pengajaran Bahasa
Asing. Yogyakarta: Graha Ilmu
Subana dan Sudrajat. (2005). Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung : Pustaka Setia.
86
Sujana, Nana. (2002). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Rosdakarya.
Sukardi. (2005). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Sugiono, (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sutedi, Dedi.(2009). Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora dan UPI Press.
Suyitno, Amin. (2005). Mengadopsi Pembelajaran CIRC dalam Meningkatkan
Keterampilan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita. Seminar Nasional F.MIPA
UNNES.
Tampubolon, D.P. (1990). Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan
Efisien. Bandung : Angkasa.
Tarigan. (1993). Prinsip-prinsip dasar metode riset pengajaran dan pembelajaran
bahasa. Bandung: Angkasa .
Tohirin. (2006). Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada.
Yaqin, Nurul,Z.M. (2012). Penerapan Strategi SQ3R dalam Pembelajaran
Membaca Kritis Sastra (Cerpen) pada Siswa MI Kelas Lanjut Madrasah.