• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN DARAN

4.1 Kesimpulan

Dari penelitan yang penulis lakukan dalam pembahasan skripsi mengenai fenomena freeter ini, penulis mengambil beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut :

1. Freeter muncul sebagai sebuah dilema dalam masyarakat Jepang sebagai imbas dari resesi ekonomi Jepang yang berkepanjangan.

2. Adanya pergeseran pola pikir kaum muda Jepang terhadap pekerjaan dan memaknai nilai kehidupan, yang ditandai dengan kemunculan freeter sebagai sebuah istilah yang menggambarkan kaum muda Jepang yang memilih kehidupan bebas tanpa tekanan atas beban hidup dalam bekerja dan mengabdi seumur hidup pada perusahaan.

3. Freeter menjadi pilihan gaya hidup sebagian kaum muda Jepang yang ingin bebas tanpa ada beban dan ikatan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kebebasan yang diperoleh digunakan untuk menyalurkan bakat atau hobi kesenangan dalam bidang lain diluar pekerjaan mereka.

4. Berbagai dampak atas kemunculan freeter secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Jepang dengan munculnya suatu golongan yang dianggap tidak menganut sikap dan etos kerja budaya bangsa Jepang.

5. Berkurangnya angka kelahiran di Jepang merupakan andil dari kemunculan dan berkembangnya freeter. Banyak dari para freeter dari

kalangan pria yang tidak mau menikah dikarenakan pemikiran akan menghidupi sebuah keluarga tidaklah cukup dari penghasilan seorang freeter. Para wanita Jepang juga enggan menjalin hubungan serius dengan pria freeter mereka menganggap pria dari golongan freeter hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak memiliki keseriusan untuk menjalin hubungan ke jenjang pernikahan.

6. Semakin berkembangnya jumlah freeter dari tahun ke tahun memiliki dampak yang buruk bagi perekonomian dan menimbulkan permasalahan sosial di Jepang, salah satu diantaranya berkurangnya daya saing masyarakat muda Jepang terhadap pekerjaan yang berujung pada berkurangnya tenaga kerja professional yang handal. Untuk itu pemerintah menagambil langkah-langkah untuk menekan dan mengurangi jumlah freeter. Salah satu langkah yang diambil yaitu mengadakan penyuluhan tentang dunia kerja dimulai sejak usia sekolah, dan dilakukan secara menyeluruh baik dikawasan kota hingga kedaerah-daerah diseluruh Jepang. 7. Pemerintah Jepang berhasil mengurangi jumlah freeter. Ini terlihat dari

suksesnya program-program yang dibuat pemerintah. Dari 40.000 partisipan yang mengikuti program penyuluhan kerja, 80% diantaranya telah mendapatkan pekerjaan tetap diberbagai perusahaan.

4.2 Saran

Setelah penulis membaca dan menganalisa permasalahan seputar fenomena freeter yang terjadi di Jepang, penulis berpendapat bahwa fenomena munculnya freeter sebagai sebuah kegelisahan dan kepanikan masyarakat muda

Jepang dalam memandang masa depan. Dari berbagai penyebab yang mengakibatkan munculnya freeter peneliti telah merangkum dan mencoba memberikan saran dalam menyelesaikan permasalahan freeter. Karena permasalahan yang dimunculkan oleh freeter memiliki dampak yang luas dari segi kehidupan sosial maupun perekonomian Jepang. Setiap langkah yang diambil pemerintah Jepang yang bertujuan untuk mengurangi jumlah freeter harus didukung oleh masyrakat Jepang itu sendiri. Karena tanpa adanya dukungan dari masyarakat Jepang kemungkinan untuk mengurangi jumlah freeter akan menjadi lebih sulit. Beberapa bentuk dukungan yang bisa diberikan seperti para orang tua yang mau mengarahkan anak-anaknya untuk mencari pekerjaan tetap dan tidak memilih freeter sebagai tujuan atau pola hidup.

Bagi pembaca dan mahasiswa pembelajar bahasa Jepang khususnya penulis memberikan saran untuk dapat mengambil nilai positif dari fenomena freeter ini. Misalnya penggunaan waktu luang untuk hal-hal yang positif dengan menyalurkan atau mengembangkan minat dan bakat pada bidang yang disukai. Sebagai pemuda yang kemudian hari akan memasuki dunia kerja dan miniti karir sabaiknya kita dapat tetap mengutamakan profesionalitas dalam pekerjaan dimanapun kita berada dan apapun posisi yang akan kita tempati nantinya.

DAFTAR PUSTAKA

Ariga, Kenn, Giorgio Brunello & Yasushi Ohkusa. 2000. Internal Labor Markets in Ja pa n. New York : Cambridge University Press.

Blomström, Magnus, Jennifer Corbett, Fumio Hayashi, & Anil Kashyap. 2003. Structura l Impediments to Growth in Ja pa n. Chicago : The University Of Chicago Press.

Blyton, Paul, Betsy Blunsdon, Ken Reed, & Ali Dastmalchian. 2010. Ways of Living : Work Communty a nd Lifestyle Choice. London : Palgrave Macmillan.

Cargill, Thomas.F. & Takayuki Sakamoto. 2008. Japan Since 1980. New York : Cambridge University Press.

Dore , Ronald & Mari Sako. 1998. How the Japanese Learn to Work : Second edition. London : Routledge.

Dore, R.P. 2005. City Live in Japan : A Study of a Tokyo Ward. London : Routledge.

Foljanty-Jost, Gesine. 2003. Juvenile Deliquency in Japan: Reconsidering the “Crisis”, Vol.18. Boston : Brill Leiden.

Hart , Robert.A & Seiichi Kawasaki. 1999. Work and Pay in Japan. New York : Cambridge_University_Press.

Ishida, Hiroshi & David H.Slater. 2010. Social Class in Contemporary Japan : Strutures, Sorting a nd Stra tegies. New York : Routledge.

Jackson, Paul & Reima Suomi. 2002. eBusiness and Workplace Design. London : Routledge.

Langdrige, Darren. 2007. Phenomenological Psychology : Theory Research and Method. Edinburgh : Pearson Education Limited.

Luu, Philip. 2010. The Impact of Globalization on Post World War II Japan. XULAneXUS : Xavier University of Louisiana’s Undergraduate Research Journal. Scholarly Note. Vol. 7, No. 2. p. 32-38.

Mathews, Gordon & Bruce White. 2004. Japan’s Changing Generations : Are young people crea ting a new society? . London : RoutledgeCurzon

Mouer, Ross & Kawanishi Hirosuke. 2005. A Sociology of Work in Japan. New York : Cambridge University Press.

OECD. 2009. Jobs For Youth : Japan. OECD.

Plath, David W. 1983. Work and Lifecourse in Japan. New York : State University of New York Press

Pujiastuti, Y. Sri, T.D. Haryo Tamtomo, N. Suparno. 2007. IPS Terpadu Jilid 3A : Untuk SMP da n Mts Kela s IX Semester I. Jakarta : Penerbit Erlangga. Seng, Ann Wan. 2006. Rahasia Bisnis Orang Jepang, (Alih Bahasa, Widyawati

O). Jakarta : Penerbit Hikmah.

Tipton, Elise.K. 2008. Modern Japan : A Social and Political History, 2nd Edition. New York : Routledge.

Yuki, Honda. 2006. The Transformation of the Youth Labor Market and the Reemergence of the Issue of Educa tiona l Credentia ls. Social Science Japan : Kakusa - Economic Inequality. Tokyo : The Information Center for Social Science Research on Japan Institute of Social Science University of Tokyo.

REFERENSI INTERNET

http://adioksbgt.wordpress.com/2010/12/28/economic-bubble/ (Diakses Tanggal 29 November 2011, Pukul 10.00 WIB)

http://michaelorstedsatahi. wordpress.com/2011/08/25/resesi-di-jepang/ (Diakses Tanggal 29 November 2011, Pukul 10.15 WIB)

Dokumen terkait