• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil perhitungan dan uji hipotesis, maka disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

1. Hasil analisis kualitatif, diperoleh kesimpulan pada variabel profesionalitas (X1) indikator responsifitas menjadi kekuatan dominan dengan capaian sebesar 3,869 atau 77,38%, sedangkan indikator kreatifitas menjadi kelemahan dengan capaian 3,842 atau 76,83%.; Pada variabel budaya kerja (X2) indikator dialog memiliki kontribusi yang lebih dominan dengan capaian nilai sebesar 4,038 atau 80,75%, sedangkan kesenangan merupakan kelemahan dengan capaian 3,888 atau 77,75%; Selanjutnya pada variabel kualitas pelayanan (Y) kekuatan terbesar teletak pada indikator kepedulian dengan capaian sebesar 3,813 atau 76,25%, sedangkan yang menjadi kelemahan adalah kehandalan yang memiliki nilai sebesar 3,700 atau 74%.

2. Profesionalitas (X1) dan budaya kerja (X2) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung = 2,396 (X1) dan 3,063 (X2) yang lebih besar dari nilai ttabel=2,040, serta nilai signifikansi P (Sig) 0,022 dan 0,004 lebih kecil dari =0,025, sehingga hipotesis Ho ditolak dan H1, H2 “diterima”.

110 3. Profesionalitas (X1) dan budaya kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan (Y) pada BKD Kabupaten Pringsewu, kesimpulan ini dibuktikan dengan nilai Fhitung = 8,644 yang lebih besar dari nilai Ftabel= 3,255, serta nilai signifikansi P (Sig) 0,001 lebih kecil dari =0,025, sehingga hipotesis Ho ditolak dan H3 “diterima”.

Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka hipotesis H1, H2, dan H3 yang diajukan yaitu terdapat pengaruh signifikan antara profesionalitas (X1) dan budaya kerja (X2) secara parsial maupun bersama-sama terhadap kualitas pelayanan (Y) pada BKD Kabupaten Pringsewu”dapat diterima”.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan, maka untuk mencapai tujuan organisasi memberikan pelayanan yang baik, efektif dan efisien kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu disarankan kepada pimpinan/pejabat dan pegawai BKD Kabupaten Pringsewu beberapa hal sebagai berikut :

1. Berusaha meningkatkan daya kreatifitas, kesenangan dan kehandalan pegawai yang merupakan kelemahan, selanjutnya berusaha mempertahankan dan lebih meningkatkan sikap responsifitas, kemampuan dialog, kepedulian pegawai serta parameter lainnya dalam meningkatkan profesionalitas, budaya kerja dan kualitas pelayanan.

2. Secara bertahap merubah mind set atau pola pikir pegawai sebagai pelayan publik melalui pemberian pemahaman kepada pegawai untuk dapat mengubah paradigma yang selama ini terbentuk menjadi paradigma baru yang lebih sesuai

111 dengan perubahan kondisi masyarakat. Pola pikir yang telah terbentuk seperti pegawai sebagai penguasa semestinya diubah menjadi pelayan masyarakat; lebih mendahulukan peran dari pada wewenang yang dimiliki; dan kemauan merubah pola pikir yang berorientasi output menjadi outcome.

3. Menjadikan visi dan misi organisasi sebagai acuan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pelayanan kepada masyarakat secara responsif dan inovatif. Hal ini penting untuk dilakukan karena selama ini profesionalitas pegawai banyak dihambat oleh aturan formal yang tidak memungkinkan bagi pegawai untuk mensikapi aspirasi masyarakat secara cepat serta tidak adanya kepastian sikap pemerintah.

4. Budaya kerja pegawai sebagai faktor kritis internal sebaiknya lebih di tumbuh kembangkan lagi melalui sistem penilaian prestasi kerja yang mengacu pada sistem reward and punishment atau imbalan terhadap prestasi kerja dan hukuman terhadap pelanggaran atau kesalahan yang lebih jelas dan terarah. Selain itu pimpinan BKD Kabupaten Pringsewu dituntut untuk lebih memperhatikan kondusifitas iklim lingkungan kerja dengan baik, agar para pegawai dapat secara maksimal mengapresiasikan kemampuannya dalam memberikan pelayanan.

DAFTAR PUSTAKA

A.Anwar Prabu Mangkunegara (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Ancok, Djamaluddin, (2000). Manajemen SDM, PT. Ghalia, Bandung

Arikunto, Suharsimi, 2006, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta, PT. Rineka Cipta.

Azizy, Qodry, 2007, Change Management dalam Reformasi Birokrasi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Djumara, Noorsyamsa, 2007, Modul 4 Pengembangan Budaya Kerja Aparatur, Diklat Teknis manajemen Sumber Daya Manusia Pegawai Negeri Sipil

(Human Resource Management).Departemen Dalam Negeri dan

Lembaga Administrasi Negara.

Dwiyanto, Agus, (1995). Kinerja Organisasi Publik, kebijakan dan Penerapannya, (Makalah).

Edwin B. Flippo. 1996. Manajemen Personalia Jilid I. Alih bahasa oleh Moh Masud, SH.,MA. Erlangga. Jakarta.

Numberi, Fredy, 2000. Organisasi dan Administrasi Pemerintah, Makalah. Gibson, Ivan cevich dan Donnelly, 2000, Organisasi , Penerbit Airlangga Jakarta Handoko, T. Hani. 2001. Manajemen Personalia dan Manajemen Sumber Daya

Manusia. BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta.

Hasibuan, S.P. Malayu, 2000, Organisasi dan Motivasi, Bumi Aksara, Jakarta. Hutauruk, Rudolf, 2008, Modul Budaya Kerja Organisasi Pemerintah, (http:

www.bppk.depkeu.go.id/)

Mahmudi (2000). Manajemen Kinerja Sektor Publik, UPP AMP YPKN, Yogyakarta.

Mangkunegara, Anwar Prabu, 2006, Evaluasi Kinerja SDM, Refika Aditama, Bandung.

Makmun, Syamsuddin Abin, 2008, Teori-Teori Motivasi (http: //akhmadsudrajat.wordpress.com/)

Muhidin, Ali Sambas, Abdurrahman, Maman, 2007, Analisis Korelasi, Regresi dan Jalur dalam Penelitian, Pustaka Setia, Bandung.

Moenir, H.A.S, 2002, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Bumi Aksara, Jakarta.

Ndraha, Taliziduhu, 2003, Kybernology (Ilmu Pemerintahan Baru), Rineka Cipta, Jakarta.

Nic Beech & Eugene McKenna, The Essence Of Manajemen Sumber Daya Manusia, CV. Andi, Yogyakarta

Osborne, David & Plastrik, Peter, (1997). Memangkas Birokrasi, PPM, Jakarta. Osborn David dan Ted Gaebler, 1990, Reinventing Government. How the

entreperneural spirit is transforming the public sector, Addision Wesly Publising, Co, Inc. Reading, MA, USA

Perwiro Sentono, Suryadi (2001). Model Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia, Asia dan Timur Jauh, Bumi Aksara, Jakarta.

Ratminto & Winarsih, Atik S, 2006, Manajemen Pelayanan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Riduwan, 2003, Dasar-dasar Statistika, Alfabeta, Bandung, Robbin, (1996). Teori Organisasi, Arcan, Jakarta.

Salusu, J. 1998, Pengambilan Keputusan Strategik Untuk Organisasi Publik dan Organisasi Non-profit. Gramedia. Jakarta.

Sedarmayanti, 2007, Good Governance (Kepemerintahan Yang Baik) dan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan Yang Baik) Bagian Ketiga.

Sedarmayanti, 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia, Refika Aditama, Bandung

Siagian, Sondang P, 2002, Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja, Rineka Cipta, Jakarta

Sopiah, 2008, Perilaku Organisasional, CV. Andi, Yogyakarta

Sudjarwo, Basrowi, 2008, Pranata & Sistem Pendidikan, CV. Jenggala Pustaka Utama, Kediri.

Sugiyono, 2005, Metode Penelitian Bisnis, CV. Alfabeta, Bandung.

Suliyanto, 2005, Analisis Data Dalam Aplikasi Pemasaran, Ghalia Indonesia, Bogor.

Tjiptono, Fandy, 1996, Manajemen Jasa, CV. Andi, Yogyakarta.

Tjokrowinoto, Muljarto, (1996). Pembangunan, Dilema dan Tantangan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Thoha, Miftah, 1998, Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Umar Husain, 2001, Riset Manajemen Sumberdaya Manusia, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Veithzal Rivai & Ahmad Fauzi (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Wibisono, Dermawan. 2000. Riset Bisnis. BPFE: Yogyakarta.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25/KEP/M.PAN/4/2002 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja Aparatur Negara.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25/KEP/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil.

Dokumen terkait