A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil temuan, analisis konsep dan analisis data sebagaimana
fokus kajian dalam penelitian yang berjudul “Implementasi Manajemen Inovasi
Pendidikan Nonformal (Studi Kasus di PP-PAUDNI Regional 1 Bandung)”, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Kebijakan manajemen inovasi Pendidikan Nonformal di PP-PAUDNI Regional 1 Bandung, secara umum manajemen menggunakan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2008 terakhir tersertifikasi pada tahun 2012, implementasi manajemen dengan mengacu pada fungsi-fungsinya, pada PP-PADUNI Regional Bandung setiap tahapannya dilaksanakan secara teratur, secara umum pelaksanaan manajemen sudah ternilai baik. Namun secara khusus kaitannya dengan penekanan dalam penelitian ini sehubungannya dengan manajemen inovasi pendidikan nonformal pada proses pendidikan nonformal masih ada beberapa indikator dari masing-masing fungsi manajemen tersebut yang tidak terlaksana, sehingga dapat ditemukan bahwa sebagian permasalahan yang ada sebagaimana disampaikan dalam bagian pendahuluan adalah karena adanya fungsi manajemen yang tidak dilaksanakan secara sistematis dan komprehensif tersebut.
2. Implementasi fungsi-fungsi manajemen pendidikan nonformal di PP-PAUDNI Regional 1 Bandung, dalam pengembangan model program pendidikan nonformal dalam perspektif inovasi pendidikan, sudah disadari sebagai sebuah kebutuhan, bahkan upaya inovasi merupakan strategi isntitusi dalam pencapaian visi, misi dan tujuan lembaga, namun belum secara keseluruhan indikator perspektif inovasi pendidikan dalam penelitian ini dapat terjawab, hal ini dapat disimpulkan bahwa berdasarkan pada kriteria perspektif inovasi pendidikan, manajemen dalam pengembangan model program pendidikan nonformal belum dapat didefinisikan melakkukan upaya inovasi pendidikan
153
Dani Darmawan, 2013
Implementasi Manajemen Inovasi Pendidikan Nonformal
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
secara utuh dan terasimilasi dalam iplementasi fungsi-fungsi manajemen pendidikan nonformal. Dari indikator inovasi pendidikan tersebut PP- PAUDNI Regional 1 Banudng dalam hal upaya pimpinan lembaga untuk menintegrasikan inovasi sebagai stratgei pencapaian tujuan sudah dilakukan namun tidak semua tahapan indikatornya dapat terlaksana. Kemudian indikator inovasi pendidikan dari segi proses inovasi pendidikan, diakui masih terkendalamdalam upaya-upaya inovasi tersebut misalnya model masih banyak yang belum dapat direflikasi karena terkendalamkebijakan dan proses- proses inovasi pendidkan yang lainnya masih belum dapat diimplementasikan secara keseluruhan, dengan demikian dapat dikatakan bahwa inovasi yang ada pada strategi lembaga PP-PAUDNI harus mendapat penguatan agar prinsip- prinsip inovasi pendidikan dapat terimplementasi secara keseluruhan dan terasimilasi dalam manajemen sebagai kerangka sistem dalam pengembangan model program pendidikan nonformal.
3. Inovasi pada manajemen pendidikan nonformal di PP-PAUDNI Regional 1 Bandung, dari permasalaha penelitian, kemudian analisa konsep, paparan hasil penelitian dan pembahasan dari hasil penelitian tersebut menghasilkan beberapa rumusan dalam menjawab pertanyaan penelitian dan sebagai bukti dari asumsi-asumsi serta memperkuat premis dalam penelitian ini. Pengembangan model program pendidikan nonformal akan memenuhi kriteria tujuan manajemen pendidikan dan tujuan dari pengembangan model itu sendiri apabila dibangun dengan konstruksi manajemen dalam perspektif inovasi pendidikan yang terintergrasi dalam proses pengembangan model program pendidikan nonformal sebagai sistem, sehingga akan mampu mengkaji semua kebutuhan, kebijakan, permasalahan dan tantangan pengembangan model program pendidikan nonformal sebagai input yang menjadi bukti kinerja manajemen dalam menjalankan semua fungsi-fungsi manajemen, sehingga proses pengembangan program pendidikan nonformal akan memiliki bobot sebagai solusi dari permasalahan yang sesungguhnya, selanjutnya penekanan adanya timbal balik terhadap model yang dikembang setelah dianalisis, kemudian divaslidasi dan di uji coba, jika masih terjadi
154
Dani Darmawan, 2013
Implementasi Manajemen Inovasi Pendidikan Nonformal
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kekurangan maka dilakukan sirkualsi sebagaimana sebelumnya. Proses-proses tersebut berlangsung sebagai sistem dan menentukan mutu output model program pendidikan nonformal yang menjadi salah satu subsistem dari pendidikan nasional, dengan demikian dalam kategori ini PP-PAUDNI Regional 1 Bandung masih perlu adanya penguatan dalam manajemen inovasi pendiddikan nonformal.
A. Saran
Berdasarkan hasil temuan penelitian yang diperoleh, maka peneliti mengajukan beberapa saran terkait hasil penelitian yang telah dilaksanakan, saran tersebut diharapkan dapat menjadi masukan, khususnya bagi lembaga yang dijadikan tempat penelitian (Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal/PP-PADNI Regional 1 Jayagiri Bandung), Manajemen PP-PAUDNI, Pamong Belajar, dan Pengembang dan Peneliti Pendidikan Nonformal lainnya, Adapun saran-saran tersebut adalah sebagai berikut.
1. Implementasi fungsi manajemen sebagai kerangka sistem dalam pengembangan model program pendidikan nonformal, pengembangan model sebagai tuntutan langkah ilmiah tidak berarti berbeda dan atau bukan pengembangan yang dimaksud pada fungsi manajemen, namun justru dengan implementasi fungsi-fungsi manajemen sebagai kerangka sistem dalam pengembangan model program pendidikan nonformal akan menciptakan perbaikan yang berkelanjutan dalam pengembangan model program pendidikan nonformal tersebut.
2. Penerapan inovasi dalam pengembangan model program pendidikan nonformal, prinssip-prinsip inovasi pendidikan memiliki karakteristik yang dianggap penting dalam pengembangan model program pendidikan nonformal sehingga menjadi tuntutan wajib.
3. Manajemen dalam perspektif inovasi agar menjadi tolak ukur dalam pengembangan model program pendidikan nonformal sebagai model manajemen, adanya urgensi manajemen dalam perspektif inovasi pendidikan
155
Dani Darmawan, 2013
Implementasi Manajemen Inovasi Pendidikan Nonformal
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dalam mengatasi permasalahan dalam pengembangan model program pendidikan nonformal sebagaimana telah disampaikan dalampenelitian ini. 4. Pamong Belajar adalah Kelompok Jabatan Fungsional yang tanggung jawab
pemberdayaannya ada dibawah kebijakan PP-PAUDNI dengan mengacu pada kebijakan-kebijakan terkait di atasnya sehingga permasalahan Pamong Belajar, kompetensi Pamong Belajar dalam pengembangan model program pendidikan nonformal harus dapat terselesaikan dengan adanya implementasi fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan dengan kebijakan Top Manajemen. 5. Sistem Pemetaan dan penjamina mutu pendidikan nonformal sebagai tuntutan
model manajemen dalam pengembangan model program pendidikan nonformal pada PP-PAUDNI Regional 1 Bandung.
6. Sinergi program pendidikan nonformal dalam pembangunan nasional sebagai tuntutan model manajemen dalam pengembangan model program pendidikan nonformal di PP-PAUDNI Regional 1 Bandung, sehingga proses persuasi kemitraan harus banyak dilakukan.
7. Relevansi dan sinkronisasi peraturan pengembangan model program pendidikan nonformal antara lembaga yang terkait dengan pendidikan nonformal dan permasalahan-permasalahan yang sudah disadari adanya.
156
Dani Darmawan, 2013
Implementasi Manajemen Inovasi Pendidikan Nonformal
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Abor, Rahman. (1994). Kepemimpinan Pendidikan Bagi Perbaikan dan Peningkatan. Pengajaran. Yogyakarta: Nur Cahaya.
Aditya Prabhaswara, Peti Savitri (2002). Dasar Penyusunan Project Proposal, Yogyakarta: Andi
Ali, Mohamad. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: IMTIMA.
Amir, Taufiq. 2009. Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning: Jakarta. Kencana
Arikunto, Suharsini dan Safruddin, Cepi.(2004). Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Bernart, UG. (2010). Penalaran dan Premis. [online]. Tersedia: http://bernart-
howtolearn.blogspot.com/. [April 2012].
Bure, Claire. (2005). “Digital Inclusion Without Social Inclusion: The Consumption of Information and Communication TECHNOLOGIes (ICTs)
within Homeless Subculture in Scotland.” The Journal of Community Informatics, Vol. 1., Iss. 2.: 116-133.
Daryanto, H.H. (2008). Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Danin, Sudarwan. (2002) Inovasi Pendidikan dalam Upaya Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Edward, Sallis, Gaspersz, V. (2008). Total Quality Management. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Engkoswara dan Komariah, Aan. (2010). Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Hasibuan, S.P Malayu. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia (edisi revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Ibrahim.(1999). Inovasi Pendidikan. Jakarta : Balai Pustaka,
Marshall and Rossman. (2007). Designing Qualitatitative Research. London: Sage Publication.
Mattulada.(1990). Desentralisasi Pendidikan dalam Pelaksanaan Manajemen. Mulyasa, E. (2002). Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi dan
157
Dani Darmawan, 2013
Implementasi Manajemen Inovasi Pendidikan Nonformal
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Munir. (2008) Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
158
Nanang Fattah, (1996). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Rosdakarya Nawawi, H. (1991). Administrasi Pendidikan. Jakarta: Gunung Agung.
Oteng Sutisna, (1983). Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. Bandung : Angkasa.
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. (2011). Universitas Pendidikan Indonesia Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 63 tahun 2009 Tentang Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Mentri Pemberdayaan Apartur Negara Nomor 15 Tentang Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya.
Permendikbud Nomor 18 tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja PP PAUDNI
Permendikbud Nomor 39 tahun 2013 Tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya.
Purnama, Nursya’bani. (2006). Manajemen Kualitas Perspektif Global.
Yogyakarta: Ekonisia Fakultas Ekonomi UI
Rogers, Everett M, (1995). Diffusions of Innovations, Forth Edition. New York: Tree Press.
Siagian, P Sondang. (1991). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
Sallis, Edward. (2010). Total Quality Management In Education, Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan. Jogjakarta: IrCisod.
Satori, Djam’an. dan Komariah, Aan. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif.
Bandung: Alfabeta.
Sudjana (2005). Strategi Pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Falah Production
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta
Sukmadinata, Syaodih Nana. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda.
159
Tim Dosen administrasi Pendidikan. (2009). Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Umberto Sihombing. (2000). Pendidikan Luar Sekolah Manajemen Strategi, Jakarta: PD Mahkota.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Usman, Husain. (2008). Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Wibowo. (2007). Manajemen Perubahan. Jakarta: Divisi Buku Perguruan Tinggi PT Raja Grafindo Persada.
Willborn, Walter. 1994. Global Management of Quality Assurance Sistems. Singapore: Mc Graw Hill.