A. Kesimpulan
1. Kesimpulan Umum
Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan yang telah diuraikan nampak bahwa implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Taruna Bakti Bandung menekankan pada sikap toleransi, adil, dan sikap saling menghormati terhadap seluruh civitas akademika. Pendidikan multikultural tersebut sebagai muatan yang tidak tercantum dalam kurikulum SMA Taruna Bakti secara jelas, akan tetapi sebagai penunjang dalam mencapai tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 2. Kesimpulan Khusus
Berikut beberapa kesimpulan penulis yang di dasarkan pada rumusan masalah yang telah di tentukan, yakni sebagai berikut:
a. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis multikultural di SMA Taruna Bakti bandung dilaksanakan melalui do’a ibadah pagi sebagai awal proses belajar mengajar. Menyusun dan melaksanakan Rencana Pembelajaran yang berbasis multikultural yaitu materi pembelajaran yang bermuatan multikultural, metode belajar Cooperative Learning, menggunakan audio visual, penialaian pembelajaran pada sikap siswa.
b. Faktor pendukung dalam penerapan Pendidikan Multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Taruna Bakti Bandung ialah : a) input siswa yang berbagai macam latar belakang (Suku, Agama, Ras, Adat), b) Ekstrakulikuler yang mendukung pembauran, c) Tempat Ibadah untuk semua Agama, d) materi yang diajarkan memuat pemahaman akan multikulturalisme, e) metode yang digunakan adalah metode cooperative learning, f) sumber belajar yang digunakan adalah buku pengayaan dan juga pengamatan langsung (Obervasi). g) media yang digunakan berupa audio/visual atau tayangan yang memotivasi siswa yang
99
Sururul Murtadlo, 2013
Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di SMA Taruna Bakti (Studi Deskriptif Di SMA Taruna Bakti Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
merujuk keranah multikulturalisme, h) evaluasi yang digunakan tidak hanya kepada ranah kognitif saja akan tetapi cenderung ke ranah perilaku siswa. c. Hambatan-hambatan yang muncul dalam proses pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan berbasis multikultural berlangsung yakni perdebatan siswa yang dilandasi oleh emosi dan juga faktor usia dan pengetahuan yang masih terbatas. Kendala siswa yang muncul adalah sulit menghafal materi dan juga memahami materi yang terkadang baru diketahui dan muncul.
d. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam penerapan pendidikan multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai berikut: a) penyediaan mata pelajaran agama untuk masing-masing agama siswa, b) diberikan kebebasan untuk memilih kegiatan ekstrakulikuler, c) sekolah menengahi lewat BP jika terjadi masalah diantara siswa, d) siswa bertanya dan bekerjasama dengan siswa lain, e) guru PKn menerapkan model belajar bersama dan berperan aktif menagatasi masalah di dalam kelas.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti mempunyai saran yang kiranya dapat menjadi masukan, adapun saran sebagai beikut:
1. Dinas Pendidikan Kota Bandung;
a. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Bandung, mengembangkan pembelajaran di sekolah dengan berbasis multikultural melalui instruksi pengembangan karakter nasionalisme di persekolahan.
2. SMA Taruna Bakti Bandung
a. Sekolah untuk terus mengintensifkan, meningkatkan bimbingan dan koordinasi kepada guru.
b. Adanya pengembangan kurikulum sekolah secara khusus yang bernamakan dan bermodelkan kurikulum berbasis pendidikan multikultural
100
Sururul Murtadlo, 2013
Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di SMA Taruna Bakti (Studi Deskriptif Di SMA Taruna Bakti Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 3. Siswa
a. Siswa diharapkan dapat menerapkan sikap toleransi, saling menghormati, santun tidak hanya di lingkungan seklah akan tetapi di luar sekolah.
b. Lebih menjunjung sikap kesetaraan terhadap siswa lain.
4. Guru
a. Guru diharapkan lebih kreatif dalam menerapkan model pembelajaran yang bernuansakan multikultur atau cara hidup bersama.
b. Guru untuk lebih memotivasi siswa dalam meningkatkan sikap nasionalisme siswa.
5. Peneliti Selanjutnya
101 Sururul Murtadlo, 2013
Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di SMA Taruna Bakti (Studi Deskriptif Di SMA Taruna Bakti Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu nDAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku:
Basrowi & Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta
Branson, S. (1999). Belajar Civic Education dari Amerika. Yogyakarta: LKiS dengan dukungan The Asia Foundation (TAF)
Budimansyah, D. dan Suryadi, K. (2008). PKn dan Masyarakat Multikultural. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Pascasarjana, Universitas Penidikan Indonesia
Departemen Agama RI. (2008). Alhikmah, Al-Quran dan Terjemahnya. Bandung: DIPONEGORO.
L. Tiedt, P dan M. Tiedt, I. (1990). Multicultural Teaching. United Stade: Allyn and Bacon A Division of simon & Schuster, Inc.
Mahfud, C. (2011). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Naim, N. dan Sauqi, A. (2010). Pendidikan Multikultural Konsep dan Aplikasi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Medi Group
Rasyidin, W. et al. (2009). Landasan Pendidikan. Bandung: subkoordinator MKDP Landasan Pendidikan
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV Alfabeta
Suryabrata, S. (2011). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada Tim Redaksi Nuansa Aulia. (2010). Undang-Undang Dasar 1945 dan
Amandemennya. Bandung: Nuansa Aulia
Winarno. (2010). Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Bumi Akasara
102
Sururul Murtadlo, 2013
Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di SMA Taruna Bakti (Studi Deskriptif Di SMA Taruna Bakti Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Wuryan, S. & Syaifullah. (2009). Ilmu Kewarganegaraan (Civics). Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia
Sumber Dokumen
UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sumber Internet:
Kusmarni, Y. (2008). Pendidikan Multikultural Suatu Kajian Tentang Pendidikan Alternatif Di Indonesia Untuk Merekatkan Kembali Nilai-Nilai Persatuan, Kesatuan Dan Berbangsa Di Era Global.
[online].
Tersedia:http://file.upi.edu/browse.php?dir=Direktori/FPIPS/JUR._PEND._ SEJARAH/196601131990012-YANI_KUSMARNI/ [Jumat, 15 Maret 2013].
Imam (2012). Menggagas Pendidikan Multikultural. [Online].
Tersedia:http://sumsel.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=11413) [Jumat, 15 Maret 2013]
Ayu Larassati, M. 2012. Tujuan pendidikan multikultural. [Online].
Tersedia:http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/22/tujuan-pendidikan-multikultural-432944.html/ [rabu, 24 april 2013]
Maulana. (2008). Pendidikan Multikultur Dalam Tinjauan Pedagogik. [Online].
Tersedia:http://maulanusantara.wordpress.com/2008/04/30/pendidikan-multikultural-dalam-tinjauan-pedagogik/ [Rabu 24 april 203]
103
Sururul Murtadlo, 2013
Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di SMA Taruna Bakti (Studi Deskriptif Di SMA Taruna Bakti Bandung)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu Supardan, D. (2012). Pendidikan Multi Budaya.
[online]
tersedia:http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._SEJARAH/19570
4081984031-DADANG_SUPARDAN/PENDIDIKAN__MULTIBUDAYA.pdf. Sumber Tesis dan Desertasi:
Anggraeni, L. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Multikultural Dalam Memupuk Nasionalisme Siswa.
Tesis Megister pada FPIPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan
Baehaqi, D. (2008). Pengembangan Warganegara Multikultural implikasinya Terhadap Kompetensi Kewarganegaraan.
Tesis Megister pada FPIPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.
Supardan, D. (2004). Pembelajaran Sejarah Berbasis Pendekatan Multikultural dan Perspektif Sejarah Lokal, Nasional, Global, Untuk Integrasi Bangsa. Disertasi Doktor pada FPIPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.
Winataputra, U. (2001). Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi.