Kesimpulan hasil analisis dan pembahasan penelitian infeksi soil transmitted helminths terhadap kejadian atopi pada anak sekolah dasar Bundo Kandung di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan sebagai berikut:
1. Gambaran karakteristik sampel penelitian dapat dilihat dari jenis kelamin memiliki persentase siswa dengan jenis kelamin laki-laki (53,1%) lebih banyak dari persentase siswa dengan jenis kelamin perempuan (46,9%).
Apabila dilihat dari usia, sebagian besar siswa berusia 12 tahun (28,4%).
Apabila dilihat dari kelas, jumlah terbanyak siswa berada di kelas VI yaitu 17 siswa (34,7%).
2. Data distribusi sampel berdasarkan gejala asma menunjukkan bahwa semua siswa tidak memiliki gejala asma.
3. Data distribusi sampel berdasarkan gejala dermatitis menunujukkan bahwa lebih banyak siswa yang tidak memiliki gejala dermatitis (n=48; 98%) daripada siswa yang memiliki gejala dermatitis (n=1; 2%).
4. Data distribusi sampel berdasarkan gejala rinitis menunjukkan bahwa lebih banyak siswa yang tidak memiliki gejala rinitis (n=40; 81,6%) daripada siswa yang memiliki gejala rinitis (n=9; 18,4%).
5. Prevalensi infeksi STH pada sebesar 12,2% dan termasuk dalam kategori angka infeksi rendah.
6. STH yang menginfeksi anak SD Bundo Kandung yaitu spesies Ascaris lumbricoides (10,2%) dan Trichuris trichiura (2%).
7. Prevalensi kejadian atopi berdasarkan kuesioner ISAAC pada anak SD Bundo Kandung Kecamatan Medan Polonia Kota Medan sebesar 20,4 %.
8. Tidak ada hubungan bermakna antara infeksi STH dengan kejadian atopi di SD Bundo Kandung Kecamatan Medan Polonia Kota Medan. (p>0,05).
39
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa saran sebagai berikut :
1. Penelitian ini sebaiknya dapat dilakukan dengan metode pemeriksaan feses kuantitatif (kato-katz) dan pada jumlah sampel yang lebih banyak.
2. Penelitian ini sebaiknya dilakukan pemeriksaan alergi yang lebih sensitif dan spesifik untuk menunjang kuesioner.
3. Penelitian sebaiknya dapat diteruskan pada lokasi dengan berbagai endemisitas kecacingan.
4. Penelitian ini sebaiknya dilanjutkan dengan membandingkan infeksi STH pada daerah yang memiliki angka prevalensi yang tinggi dengan infeksi STH pada pada daerah yang memiliki angka prevalensi yang rendah terhadap kejadian atopi.
40
DAFTAR PUSTAKA : AACC, 2018. Allergies. [Online] Available at:
https://labtestsonline.org/conditions/allergies [Accessed 16 April 2019].
AAD, 2018. Atopic dermatitis. [Online] Available at:
https://www.aad.org/public/diseases/eczema/atopic-dermatitis [Accessed 16 April 2019].
Andiarsa, D., Hairani, B., Meliyanie, G. & Deni, F., 2012. Helminth infection, immunity and allergy. Jurnal Buski, IV.
ARIA, 2012. Management of Allergic Rhinitis and Its Impact On Astma.
ASCIA, 2017. What is Alllergy ?.
CDC, 2013. Soil Transmitted Helminths. [Online] Available at:
https://www.cdc.gov/parasites/sth/index.html [Accessed 14 April 2019].
Cooper PJ, 2009. Interaction between helminth parasites and allergy. In Curr Opin Allergy Clin Immunol. pp.29-37.
Davey G, Venn A, Belete H, Berhane Y, Britton J, 2005. Wheeze, Allergic Sensitization and Geohelminth Infection in Butajira, Ethiopia. Clin. Exp.
Dinas Kesehatan Kota Surakarta, 2015. Profil Kesehatan Surakarta Tahun 2014.
Surakarta: Dinkes Jateng.
Dinkes, Jateng, 2013. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012.
Semarang: Dinkes Jateng.
GINA, 2011. Pocket Guide for Asthma Management and Prevension. In Based on the Global Strategi for Asthma Management and Prevention.
IDAI, 2014. Anak Bersin di Pagi Hari: Gejala Apakah? [Online] Available at:
http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bersin-di-pagi-hari [Accessed 16 April 2019].
41
IDAI, 2015. Perlukah Tes Alergi? [Online] Available at:
http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/perlukah-tes-alergi.
IDAI, 2016. Pedoman Nasional Asma Anak. 2nd ed. UKK Respirologi PP IDAI.
IDAI, 2018. Dermatitis Atopik: Lesi Kemerahan Dengan Rasa Gatal. [Online]
Available at: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/dermatitis-atopik-lesi-kemerahan-dengan-rasa-gatal [Accessed 17 April 2019].
Ideham, B dan Pusarawati, S, 2007. In Helmintologi Kedokteran. Surabaya:
Airlangga University Press. pp.77-81, 89-99.
Kemenkes RI, 2012. Pedoman Pengendalian Cacingan. Jakarta: Depkes RI.
Kim, D.H. et al., 2018. How Accurate Are the ISAAC Questions for Diagnosis of Allergic Rhinitis in Korean Children? International Journal of
Environmental Research and Public Health.
Kholid, Y., 2013. Prevalensi dan faktor risiko kejadian rinitis alergi pada anak usia 13-14 tahun di Ciputat Timur dengan menggunakan kuesioner International Study of Asthma and Allergy in Childhood (ISAAC) Tahun 2013. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Laisina, A.H., Sondakh, D.T. & Wantania, J.M., 2007. Faktor Risiko Kejadian Asma pada Anak Sekolah Dasar. Manado.
Ludfi AS, Agustina L, Fetrayani D, Baskon A, Gastos S, 2012. Asosiasi Penyakit Alergi Atopi Anak dengan Atopi Orang Tua dan Faktor Lingkungan.
Universitas Erlangga.
Mahode, A.A., ed., 2011. Pedoman Teknik Dasar Untuk Laboratorium Kesehatan.
In Pedoman Teknik Dasar Untuk Laboratorium KesehataN. 2nd ed.
Translated by Chairlan & E. Lestari. Penerbit Buku Kedokteran EOC.
p.Jakarta.
Nadraja, I, 2010. Prevalensi Gejala Rinitis Alergi di Kalangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara angkatan 2007-2009.
Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Nasution, S.D., 2016. Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminth (Sth) Dengan Risiko Kejadian Alergi Pada Anak Sd Kelas 1-4 Berdasarkan Kuesioner Isaac Di Sd Negeri 1 Krawangsari Kecamatan Natar Lampung Selatan.
Lampung: Universitas Lampung.
Nurjana, M.A. & Sumolang, P.P.F., 2016. Prevalensi Soil Transmitted Helminth di 10 sekolah dasar KecamatanLabuan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Semarang: J Health Epidemiol Commun Dis.
P, Yulian Nugraha, 2011. Prevalensi dan Faktor Resiko Rinitis Alergi pada Siswa Sekolah Umur 16-19 Tahun di Kodya Semarang.
Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Riskesdas, 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Riset Kesehatan Dasar.
Rusjdi, S.R., 2015. Tinjauan Pustaka Infeksi Cacing dan Alergi. Jurnal Kesehatan Andalas.
Selassie FG, Stevens RH, Cullinan P, Pritchard D, Jones M, Harris J, 2000. Total and Specific IgE (House dust mites and intestinal helminth) in Asthmatic and Control from Gondar, Ethiopia. Clin. Exp.
Siregar, M., 2004. Pemberian ASI Ekslusif dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.
Sutanto, I., Ismid, I.S., Sjarifuddin, P. & Sungkar, S., eds., 2008. Buku ajar parasitologi kedokteran. In Buku ajar parasitologi kedokteran. 4th ed.
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA.
T, Zulkifar; F, Yunus; HW, Wiyono, 2008. Prevalens asma berdasarkan kuesioner ISAAC dan hubungan dengan faktor yang mempengaruhi asma pada siswa STLP di daerah padat penduduk Jakarta Barat.
University of Montreal, 2010. Why are allergies increasing? MedicalXpress.
Wahyuni S, 2006. Helminth Infection, Allergic Disorders and Immune Responses.
Makassar: University of Hasanuddin. p.31.
43
WAO, 2015. WAO/EAACI Allergy Definitions. [Online] Available at:
www.eaaci.org/attachments/304_English.pdf [Accessed 3 Mei 2018].
WHO, 2019. Soil-transmitted helminth infections. [Online] Available at:
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections [Accessed 13 April 2019].
Yazdanbakhsh M.Kremsner; Ree, RV, 2002. Allergy, Parasites, and the Hygiene Hypothesis.
Lampiran A
45
LAMPIRAN B