Berdasarkan pembahasan dan pengolahan data hasil penelitian pada BAB IV, dapat disimpulkan mengenai pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran CTL adalah sebagai berikut.
1. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL dapat
meningkatkan kemampuan pemahaman siswa pada materi kesebangunan secara signifikan. Hal ini terlihat pada nilai signifikansi (One Tailed) perbedaan rata-rata data pretes dan postes pada kelas eksperimen adalah 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, maka H0 ditolak atau H1 diterima. Sebagaimana hipotesis yang telah dirumuskan bahwa
pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatan
pemahaman siswa kelas V pada materi kesebangunan secara signifikan.
2. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional dapat
meningkatkan kemampuan pemahaman siswa pada materi kesebangunan secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi (One Tailed) perbedaan rata-rata data pretes dan postes pada kelas kontrol adalah 0,0135. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak atau H1 diterima. Sebagaimana hipotesis yang telah dirumuskan bahwa pembelajaran konvensional dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas V pada materi kesebangunan secara signifikan.
3. Peningkatan kemampuan pemahaman siswa pada materi kesebangunan yang
memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran CTL lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi (Sig.2-tailed) adalah 0,007. Karena uji hipotesis 3 menggunakan uji hipotesis satu pihak (One Tailed), jadi 0,007 dibagi dua adalah 0,0035. Nilai signifikansi tersebutlebih kecil dari0,05, maka
H0 ditolak atau H1 diterima. Sebagaimana rumusan hipotesisnya adalah
79
pembelajaran konvensional dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas V pada materi kesebangunan.
4. Peningkatan pemahaman siswa kelas V pada materi kesebangunan yang
menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa kelompok unggul, papak, dan asor. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai signifikansi yang diperoleh dari hasil uji One-Way ANOVA yaitu 0,000. Nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari α = 0,05, maka H0 ditolak atau H1 diterima. Sebagaimana hipotesisnya adalah terdapat perbedaan peningkatan pemahaman siswa kelas V kelompok unggul, papak, dan asor pada materi kesebangunan yang menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).
5. Aktivitas siwa dalam mengikuti pembelajaran CTL dan pembelajaran
konvensional keduanya mengalami peningkatan. Hal ini bisa dilihat pada rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan ke-1 dan pertemuan k-2. Pada kelas eksperimen, pertemuan ke-1 memiliki rata-rata aktivitas siswa 62,37% menjadi 88,90%. Pada kelas kontrol, pertemuan ke-1 mencapai rata-rata 62,15% dan pada pertemuan ke-2 mencapai 86,47%.
6. Setelah melakukan analisis dari jurnal siswa dan hasil wawancara, respon siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran CTL dan Konvensional menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif. Terlebih lagi terhadap pembelajaaran yang menggunakan model pembelajaran CTL semua siswa memberikan respon yang positif.
B.Implikasi
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa model pembelajaran CTL untuk meningkatkan kemampuan pemahaman siswa pada materi kesebangunan dilihat dari hasil uji statistik meningkat. Akan tetapi, dilihat dari Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) bahwa model pembelajaran CTL kurang efektif jika diimplikasikan pada materi kesebangunan.
80
C.Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, ada beberapa saran yang diajukan yaitu sebagai berikut.
1. Bagi Guru
Dengan banyaknya model pembelajaran saat ini, sebaiknya guru menggunkannya dalam pembelajaran sehari-hari agar siswa tidak merasa jenuh saat proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, model pembelajaran CTL bisa meningkatkan pemahaman siswa, dan membuat siswa menjadi aktif maka guru sebaiknya memahami secara lebih mendalam tentang model pembelajaran CTL.
2. Bagi Siswa
Dapat mengaplikasikan pembelajaran yang diperoleh ke dalam kehidupan sehari-hari.
3. Bagi Sekolah
Dijadikan bahan untuk memotivasi guru dalam mengembangkan pembelajaran. Sebaiknya sekolah bisa meningkatkan kualitas guru dengan melakukan observasi kinerja guru minimal seminggu sekali agar kualitas guru lebih bagus. Selain itu, dapat meningkatkan kualitas sekolah sebagai lembaga pendidikan. 4. Bagi Peneliti Lain
Penelitian terhadap model pembelajaran CTL ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan kajian yang lebih luas. Selain itu, penelitian ini dapat
dijadikan bahan referensi yang berhubungan dengan pembelajaran
81
DAFTAR PUSTAKA
Adjie, N. dan Maulana (2006). Pemecahan Masalah Matematika. Bandung: UPI
Press.
Arifin, Z. (2009). Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fauzan. (2012). Pengaruh Kombinasi Media Pembelajaran Berbasis Komputer
dan Permainan Berbasis Alam dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Sekolah Dasar terhadap Materi Kesebangunan (Penelitian Eksperimen terhadap Siswa Kelas V SDN Jatihurip dan SDN Cilengkrang di Kabupaten Sumedang). Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP UPI. Sumedang: Tidak dipublikasikan.
Jabar, J. M. (2011). Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Keterampilan Berpikir Siswa. [Online]. Tersedia: http://repository.upi.edu/operator/ upload/s_fis_060865_chapter2.pdf. [21 Maret 2012].
Johnson, E. B. (2012). Contextual Teaching & Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikan dan Bermakna. Bandung: Kaifa.
Khususwanto. (2008). Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan
Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa (Suatu penelitian Eksperimen terhadap Siswa Kelas VIII SMP N 15 Bandung). Proposal Penelitian pada FMIPA UPI: Tidak Dipublikasikan.
Maulana. (2008a). Konsep Dasar Statistika dan Aplikasi Statistika serta Teori Distribusi Peluang. Subang: Royyan Press.
Maulana. (2008b). Pendidikan Matematika 1: Bahan Belajar untuk Guru, Calon Guru, dan Mahasiswa PGSD. Bandung: Tidak Dipublikasikan.
Maulana. (2009a). Memahami Hakikat, Variabel, dan Instrumen Penelitian
Pendidikan dengan Benar: Panduan Sederhana bagi Mahasiswa dan Guru Calon Peneliti. Bandung: Learn2Live n Live2Learn.
Maulana. (2009b). “Pembelajaran Matematika yang Konstruktif di Sekolah
Dasar”. Dalam Djuanda, dkk. Model Pembelajaran di Sekolah Dasar. Sumedang: Kuliah Kerja Nyata 2009.
Maulana. (2010). Dasar-dasar Keilmuan dan Pembelajaran Matematika Sequel 2. Bandung: Tidak dipublikasikan.
82
Nalurita, L., Siroj, R.A., dan Putri, R.I. (2010). Bahan Ajar Kesebangunan dan
Simetri Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) Menggunakan
Macromedia Flash di Kelas V. Dalam Jurnal Pendidikan Matematika. [Offline], Vol 4 (1), 8 halaman. Tersedia: http://eprints.unsri.ac.id/ 834/1/4__Liya_45-52.pdf. [3 Januari 2012].
Ramdani, R. (2011). Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematika Tingkat Tinggi melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Dalam Prosiding Seminar Nasional Penelitiandan PKM Sains, Teknologi, dan Kesehatan. [Online], Vol 2 (1), 10 halaman.
Tersedia: http://prosiding.lppm.unisba.ac.id/index.php/Sains/article/
download/84/pdf. [3 Januari 2012].
Riduwan.2009. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti
Pemula. Bandung: Alfabeta.
Ruseffendi, E. T. (1991). Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan
Kompetensinya dalam Pembelajaran Matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito
Ruseffendi, E. T., dkk. (1992). Pendidikan Matematika 3. Jakarta: Depdikbud, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Tinggi.
Ruseffendi, E.T. (2005). Dasar-dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta Lainnya. Bandung: Tarsito.
Sagala, S. (2003). Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu
Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Setiadi, Y. (2005). Desain dan Pengembangan Bahan Ajar Matematika Interaktif Berbasis Teknologi Komputer Tipe Tutorial untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA. Proposal Penelitian pada FMIPA UPI: Tidak Dipublikasikan.
Sobartini, I. (2010). Penerapan Model Kontekstual untuk Meningkatkan
Pemahaman dalam Pembelajaran Konsep Keliling dan Luas pada Bangun Persegi dan Persegipanjang” (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas III SDN Citimun 1 Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP UPI. Sumedang: Tidak dipublikasikan.
Suherman, E., dan Sukjaya, Y. (1990). Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijayakusumah 157.
83
Sumanto, Y. D., Kusumawati, H., dan Aksin, N. (2008). Gemar Matematika 5: untuk Kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Supinah. (2008). Pembelajaran Matematika SD dengan Pendekatan Kontekstual
dalam Melaksanakan KTSP. [Online]. Tersedia:
http://p4tkmatematika.org/fasilitasi/11-pembelajaran-matematika-kontekstual-sd-ktsp-supinah.pdf. [21 Maret 2012].
Trianto.(2007). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Windayana, H., P. Oyon H., dan Supriyadi. (2010). Geometri dan Pengukuran. Bandung: UPI Press
Yani,N. (2011). Penerapan Pendekatan Contextual Teaching Learning dalam
Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di Kelas 2 SD Negeri Soka 34/4 Kota Bandung.
[Online]. Tersedia: http://repository.upi.edu/operator/upload/s_a0651_
0810238_chapter2.pdf. [21 Maret 2012].
Dokemen
Depdiknas. (2006). Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI.
Jakarta: Dharma Bakti.
Undang-Undang Republik Indonesia. (2005). Guru dan Dosen. [Online].
Tersedia: http://sa.itb.ac.id/Ketentuan%20Lain/UUNo142005(Guru%20% 26%20Dosen).pdf. [5 Januari 2012].
UPT Pendidikan Kecamatan Pasawahan. (2012). Daftar Sekolah Dasar
Berdasarkan Jumlah Nilai Ujian Nasional SD/MI Tahun Ajaran 2011/2012 Tingkat Kecamatan Pasawahan. UPT Pendidikan Kecamatan Pasawahan.