• Tidak ada hasil yang ditemukan

6.1 Kesimpulan

Persilangan silang balik (backcross) Melik/Inpari13//Melik,

Melik/Fatmawati//Melik, dan Melik/Inpari13//Inpari13 memiliki respon induksi kalus dan regenerasi tanaman paling baik dibandingkan persilangan lainnya. Selain itu persilangan Melik/Inpari13//Melik menghasilkan genotipe yang dapat diaklimatisasi terbanyak, tanaman dihaploid terbanyak, dan persentase tanaman dihaploid tertinggi dibandingkan persilangan lainnya yakni berturut-turut 63 tanaman, 42 tanaman dan 91.3%. Padi beras hitam yaitu padi dengan aleuron berwarna hitam terbanyak dihasilkan pada persilangan Melik/Inpari13//Melik dan Melik/Fatmawati//Melik.

Terdapat keragaman karakter antar galur hasil kultur antera yang diuji. Semua karakter tanaman memiliki keragaman genetik yang luas dan heritabilitas yang tinggi kecuali karakter hasil gabah kering per rumpun. Diperoleh 9 galur dihaploid beras hitam yang memiliki hasil gabah per rumpun lebih dari 40 g dan 19 galur dihaploid beras hitam yang memiliki hasil gabah per rumpun antara 35 - 40 g.

6.2 Saran

Galur – galur dihaploid yang dihasilkan perlu dilakukan pengujian daya hasil lebih lanjut di sawah, baik karakter agronominya maupun ketahanan terhadap hama dan penyakit.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah B, Dewi IS, Sularjo, Safitri H, Lestari AP. 2008. Perakitan padi tipe baru melalui seleksi silang berulang dan kultur antera. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 27 (1) : 1-8.

Aryana IGPM. 2009. Korelasi fenotipik, genotipik, dan sidik lintas serta implikasinya pada seleksi padi beras merah. Crop Agro. 2 (1): 1-8.

Aryana IGPM. 2010. Uji keseragaman, heritabilitas dan kemajuan genetik galur padi beras merah hasil seleksi silang balik di lingkungan gogo. Crop Agro. 3 (1): 12-20.

Asakaviciute R. 2008. Androgenesis in anther culture of Lithuanian spring barley (Hordeum vulgare L.) and potato (Solanum tuberosum L.) cultivars. Turk. J. Biol. 32 (3): 155-160.

Atman. 2007. Teknologi budidaya padi sawah varietas unggul baru Batang Piaman. Ilmiah Tambua. 4 (1): 58-64.

Bagheri N, Jelodar NB. 2008. Combining ability and heritability of callus induction and green-plant regeneration in rice anther culture. Biotech. 7 (2): 287-292.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 2016. Deskripsi tanaman padi [internet].

[diunduh 2016 September 10]. Tersedia pada:

http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id.

[BBP2TP] Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi budidaya padi. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pertanian [internet]. [diunduh 2014 Agustus 21]. Tersedia pada: http://203.176.181.70/bppi/lengkap/bpp10031.pdf.

Chaudhary RC. 2003. Specialty rices of the world : Effect of WTIO and IPR on its production trend and marketing. J. Food Agric. Env. 1 (2) : 34 -41. Cha-Um S, Srianan B, Pichakum A, Kirdmanee C. 2009. An efficient procedure

for embryogenic callus induction and dihaploid plant regeneration through anther culture of Thai aromatic rice (Oryza sativa L. subsp indica). In Vitro Cell. Dev. Biol. Plant. 45 (2): 171-179.

Dewi IS, Purwoko BS, Aswidinnoor H, Somantri IH. 2004. Kultur antera padi

pada beberapa formulasi media yang mengandung poliamin. Bioteknologi

Pertanian. 9 (1): 14-19.

Dewi IS, Purwoko BS, Aswidinnoor H, Somantri IH. 2007. Regenerasi tanaman pada kultur antera padi: pengaruh persilangan dan aplikasi putresin. Bul. Agron. 35 (2) : 68 – 74.

Dewi IS, Purwoko BS. 2008. Role of polyamines in inhibition of ethylene biosynthesis and their effects on rice anther culture development. IJAS. 9 (2): 60-67.

Dewi IS, Purwoko BS, H. Aswidinnoor, Somantri IH, Chozin MA. 2009a. Plant regeneration from anther culture of several genotypes of indica rice tolerant to aluminum toxicity. Indonesian Journal of Agriculture. 2 (1):1- 5.

Dewi IS, Trilaksana AC, Purwoko BS, Trikoesoemaningtyas. 2009b. Karakterisasi galur haploid ganda hasil kultur antera padi. Bul. Plasma Nutfah. 15:1-12.

40

Dewi IS, Purwoko BS. 2011. Kultur in vitro untuk pembentukan tanaman haploid androgenik. Dalam Wattimena GA, Ansori N, Wiendi NMA, Purwito A, Efendi D, Purwoko BS, Khumaida N. Bioteknologi dalam Pemuliaan Tanaman. Bogor (ID): IPB Press. Hlm. 107-158.

Dewi IS, Purwoko BS. 2012. Kultur antera untuk percepatan perakitan varietas padi di Indonesia. AgroBiogen. 8 (2): 78-88.

Dewi IS, Lestari EG, Yunita R. 2015. Penampilan galur harapan mutan dihaploid padi tipe baru di Sulawesi. J. Agron. Indonesia. 43 (2) : 89 – 98.

Falconer DS, Mackay TFC. 1996. Introduction to Quantitative Genetics. Fourth Edition. Longman.London.

Fajrin FA. 2010. Aktivitas ekstrak etanol ketan hitam untuk menurunkan kadar kolesterol. Farmasi Indonesia. 5 (2): 63-69.

Framansyah I. 2014. Karakterisasi aksesi padi beras merah dan hitam (Oryza sativa L.) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Grewal D, Manito C, Bartolomew V. 2011. Doubled haploids generated through anther culture from crosses of elite indica and japonica cultivars and/or lines of rice: large-scale production, agronomic performance, and molecular characterization. Crop Sci. 51(6): 2544-2553.

Gunarsih C. 2015. Pembentukan galur – galur dihaploid padi sawah tadah hujan toleran kekeringan melalui kultur antera. [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Herawati R, Purwoko BS, Khumaida N, Dewi IS, Abdullah B. 2008. Pembentukan galur haploid ganda padi gogo dengan sifat-sifat tipe baru melalui kultur antera. Bul.Agron. 36(3) : 181-187.

Herawati R, Purwoko BS, Dewi IS. 2009. Keragaman genetik dan karakter agronomi galur haploid ganda padi gogo dengan sifat-sifat tipe baru hasil kultur antera. J. Agron. Indonesia. 37 (2) : 87 – 94.

Ishak. 2012. Sifat agronomis, heritabilitas dan interaksi G X E galur mutan padi gogo (Oryza sativa L.). J. Agron. Indonesia. 40 (2) : 105 – 111.

Kanisius AA. 1990. Budidaya Tanaman Padi. Yogyakarta (ID): Kanisius.

Kristamtini, Taryono, Basunanda P, Murti RH, Supriyanta, Widyayanti S, Sutarno. 2012. Morphological of genetic relationships among black rice landraces from Yogyakarta and surrounding areas. ARPN Journal of

Agricultural and Biological Science. 7(12) : 982-989.

Kristamtini, Taryono, Basunanda P, Murti RH. 2014. Keragaman genetik dan korelasi parameter warna beras dan kandungan antosianin total sebelas kultivar padi beras hitam lokal. Ilmu Pertanian. 17 (1): 57-70.

Kristamtini, Widyayanti S, Sutarno, Sudarmaji. 2016. Keragaman genetik lima kultivar lokal padi beras hitam asal Yogyakarta berdasarkan sifat morfologi. Prosiding Seminar Nasional Sumber Daya Genetik Pertanian. Yoyakarta.

Kustera A. 2008. Keragaman genotipe dan fenotipe galur-galur padi hibrida (Oryza sativa L.) di Desa Kahuman, Polanharjo, Klaten. [skripsi]. Surakarta (ID) : Universitas Sebelas Maret.

Makarim AK, Suhartatik E. 2009. Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Bogor

Mambrasar RH, Prasetyo B, Martosupono M. 2010. Antioksidan dan imunomodulator pada serealia [tesis]. Salatiga (ID): Universitas Kristen Satya Wacana.

Moedjiono, M. J. Mejaya. 1994. Variabilitas genetik beberapa karakter plasma nutfah jagung koleksi Balittas Malang. Zuriat. 5(2): 27-32.

Murdaningsih HK, Baihaki A, Satari G, Danakusuma T, Permadi AH. 1990. Variasi genetik sifat-sifat tanaman bawang di Indonesia. Zuriat 1(1):32-36. Pinaria A, Baihaki A, Setiamihardja R, Daradjat AA.1995. Variabilitas genetik

dan heritabilitas karakter-karakter biomassa 53 genotipe kedelai. Zuriat

6(2): 88-92.

Puspitarini R. 2012. Kandungan serat, lemak, sifat fisik, dan tingkat penerimaan es krim dengan penambahan berbagai jenis bekatul beras dan ketan [skripsi]. Semarang (ID) : Universitas Diponegoro.

Riyanto A, Widiatmoko T, Hartanto B. 2012. Korelasi antar komponen hasil dan hasil pada padi genotip F5 keturunan persilangan G39 X Ciherang. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II. Purwokerto.

Rozakurniati. 2011. Inpari13 padi sangat genjah dan tahan wereng coklat.

Agroinovasi. 5 (3387) : 16-17.

Rusdiansyah. 2006. Identifikasi padi gogo dan padi sawah lokal asal Kecamatan Sembakung dan Sebuku Kabupaten Nunukan. Samarinda (ID) : Universitas Mulawarman Samarinda.

Sa’adah IR, Supriyanta, Subejo. 2013. Keragaman warna gabah dan warna beras varietas lokal padi beras hitam (Oryza sativa L.) yang dibudidayakan oleh petani Kabupaten Sleman, Bantul dan Magelang. Vegetalika. 2 (3): 13-20. Safitri H, Purwoko BS,Wirnas D, Dewi IS, Abdullah B. 2010. Daya kultur antera

beberapa persilangan padi gogo dan padi tipe baru.J. Agron. Indonesia. 38 (2) : 81 – 87.

Safitri H, Purwoko BS, Dewi IS, Abdullah B. 2011. Korelasi dan sidik lintas karakter fenotipik galur-galur padi haploid ganda hasil kultur antera.

Widyariset. 14(2) : 295-304.

Sasmita, P. 2007. Karakterisasi dan evaluasi toleransi padi gogo haploid ganda hasil kultur antera terhadap naungan [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Silitonga TS. 2004. Pengelolaan dan pemanfaatan plasma nutfah padi di Indonesia. Buletin Plasma Nutfah. 10 (2) : 56 -71.

Silitonga TS, Somantri IH, Daradjat AA, Kurniawan H. 2003. Panduan Sistem Karakterisasi dan Evaluasi Tanaman Padi. Bogor (ID) : Komisi Nasional Plasma Nutfah.

Stanfield WD. 1983. Theory and Problems of Genetics, 2nd edition. Schains Outline Series. New Delhi (IN) : Mc.Graw Hill Book Co.

Supriyanti A, Supriyanta, Kristamtini. 2015. Karakterisasi dua puluh padi (Oryza sativa. L.) lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Vegetalika. 4(3) : 29 – 41. Sutarut J, Sudarat J. 2012. Total anthocyanin content and antioxidant activity of

germinated colored rice. International Food Research Journal. 19(1) : 215- 221.

Syukur M, Sujiprihati S, Yunianti R. 2012. Teknik Pemuliaan Tanaman. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

42

Wicaksana N. 2001. Penampilan fenotipik dan beberapa parameter genetik 16 genotip kentang pada lahan sawah. Zuriat. 12(1):15-20.

Widyawati PS, Suseno TIP, Sutedja AM. 2013. Perbedaan sifat fisikokimia, sensori, dan aktifitas antioksidan beras organik lokal. Jakarta (ID) : Unika Widya Mandala Surabaya.

Yanuwar W. 2009. Aktivitas antioksidan dan imunomodulator pada serealia non- beras [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Yoshida S. 1981. Fundamentals of Rice Crop Science. Philipines [PH]: IRRI. Young PS, Joong KS, Ihl CH. 2008. Isolation of anthocyanin from black rice and

screening of its antioxidant activities. Kor. J. Micribiol. Biotechnol. 36(1) : 55-60.

Zhang, ZH. 1992. Anther culture for rice breeding at SAAS. In Zheng, K., T. Murashige (eds.). Anther Culture for Rice Breeders. Proceedings of Seminar and Training for Rice Anther Culture at Hangzhou, China, pp. 38-74.

44

Lampiran 1. Deskripsi varietas Aek Sibundong.

No. Pedigree : BP1924-1e-5-2

Asal : Sitali/Way Apoburu/Widas///Widas

Umur tanaman : 108-125 hari

Bentuk tanaman : Tegak

Tinggi tanaman : 108 - 116 cm

Anakan produktif : 16 – 20 batang

Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Putih

Warna lidah daun : Putih

Warna daun : Hijau

Muka daun : Agak kasar

Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Tegak

Bentuk gabah : Ramping

Warna gabah : Kuning bersih

Kerontokan : Sedang

Tekstur nasi : Pulen

Kadar amilosa : 22 %

Indeks glikemik : 56

Bobot 1.000 butir : 27 g

Rata – rata hasil : 6.0 ton/ha

Potensi hasil : 8.0 ton/ha

Tahan hama : Wereng coklat biotipe 2 dan 3

Tahan penyakit : Bakteri hawar daun strain IV

Anjuran tanam : Cocok untuk lokasi dengan ketinggian sedang (± 700 mdpl)

Instansi pengusul : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pemulia : Z.A. Simanullang, Aan A. Darajad, dan B.Suprihatno Tim peneliti : Nafisah, S.Dewi Indrasari, Triny S. Kadir, dan A. Rifki Teknisi : Toyib S.M, Maman Suherman, M.Sailan, dan Zaenal

Arifin Dilepas tahun : 2006

Lampiran 2 Deskripsi varietas Fatmawati

Kelompok : Padi Sawah

Nomor Seleksi : BP364B-MR-33-3-PN-5-1

Asal Persilangan : BP68C-MR-4-3-2/Maros

Golongan : Cere

Umur tanaman : 105 - 115 hari

Bentuk tanaman : Tegak

Tinggi tanaman : 95 - 110 cm

Anakan produktif : 8 - 14 batang

Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Tidak berwarna

Warna lidah daun : -

Warna daun : Hijau tua

Warna muka daun : Berbulu halus

Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Tegak

Bentuk gabah : Langsing

Warna gabah : Kuning bersih

Kerontokan : Sedang

Kerebahan : Sedang

Tekstur nasi : Pulen

Kadar amilosa : 29 g

Bobot 1000 butir : 23 %

Rata - rata hasil : 6 - 9 t/ha GKG

Potensi hasil : 6 - 9 t/ha GKG

Ketahanan terhadap

Hama : Agak tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3

Penyakit : Tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III, agak tahan strain IV, tapi rentan strain VIII

Pemulia/Peneliti : Buang Abdullah, Soewito Tjokrowidjojo, dan Bambang Kustianto

Dilepas tahun : 2003

46

Lampiran 3 Deskripsi varietas Inpari13

Nomor seleksi : OM1490

Asal persilangan : OM606/IR18348-36-3-3

Golongan : Cere

Umur tanaman : 103 hari

Bentuk tanaman : Tegak

Tinggi tanaman : 101 cm

Anakan produktif : 17 malai

Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Putih

Warna lidah daun : Hijau

Warna daun : Hijau

Muka daun : Kasar

Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Agak terkulai

Bentuk gabah : Panjang ramping

Warna gabah : Kuning bersih

Kerontokan : Sedang

Tekstur nasi : Pulen

Kadar amilosa : 22.40 %

Bobot 1 000 butir : 25.2 g

Rata-rata hasil : 6.59 ton/ha

Potensi hasil : 8.0 ton/ha

Ketahanan terhadap

Hama : Tahan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 1, 2, dan 3.

Penyakit : Rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III, IV, dan VIII, tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan agak tahan terhadap ras 133, 073 dan 173

Anjuran tanam : Cocok ditanam di ekosistem sawah tadah hujan dataran sampai ketinggian 600 m dpl

Pemulia : Nafisah, Cucu Gunarsih, Bambang Suprihatno, Aan A. Daradjat, Trias Sitaresmi, dan M. Yamin Samaullah

Dilepas tahun : 2009

Lampiran 4 Deskripsi padi lokal Melik

Tinggi tanaman : 110-130 cm

Jumlah anakan : 20-25 batang

Jumlah anakan produktif : 10-19 batang

Umur tanaman : 121-140 hari

Warna batang : Hijau

Warna kaki : Hijau muda

Warna helai : Hijau Tua

Panjang daun : 41-60 cm

Lebar daun bendera : 1.1 – 1.5 cm

Warna telinga daun : Bergaris ungu

Warna lidah daun/ligula : Tidak berwarna

Bentuk lidah daun : Acute-Acuminate

Sudut daun : Tegak (<45)

Sudut Daun Bendera : Tegak

Kerontokan : 6-25 %

Jumlah Gabah Isi Per Malai : <150

Tipe Malai : Sedang

Cabang Malai Sekunder : Sedikit

Bentuk Gabah : Sedang (P/L=2, 1-3)

Warna Gabah : Kuning Jerami Berbecak Coklat

Bentuk Beras Pecah Kulit : Sedang (P/L=2, 1-3,0)

Panjang Beras Pecah Kulit : Sedang (5.51-6.6 Mm)

Warna Pericarp : Hitam coklat

Warna Aleuron : Hitam

48

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kota Pekanbaru, Riau pada tanggal 27 Oktober 1990 dari pasangan Drs H. Ari Sofyan, MM dan Hj. Ermawati,SPd. Penulis merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Penulis menyelesaikan SMA di SMA Negeri 2 Pekanbaru 2008. Tahun 2008 penulis masuk ke perguruan tinggi Universitas Andalas

(UNAND) melalui jalur SNMPTN Jurusan

Agroekoteknologi Pertanian, Fakultas Pertanian.

Penulis mendapatkan gelar sarjana (S1) pada tahun 2012, kemudian melanjutkan program magister tahun 2013 dengan mengambil program studi Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB dengan Beasiswa Pendidikan Program Pascasarjana diperoleh dari Program BPP-DN dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selama mengikuti perkuliahan program sarjana, penulis pernah menjadi asisten praktikum Genetika Dasar pada tahun ajaran 2010/2011. Penulis juga pernah aktif sebagai anggota bidang ADM Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM- FPUA) dan panitia di beberapa kegiatan kampus. Selama mengikuti perkuliahan program pascasarjana, penulis aktif sebagai anggota Bogor Science Club (BSC) pada tahun 2013/2014 dan anggota Divisi Agama Sosial dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (ASAP) FORSCA AGH IPB pada tahun 2014/2015.

Dokumen terkait