• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR HIBAH UNGGULAN PROGRAM STUDI (Halaman 26-30)

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulakan bahwa:

1. Kecernaan dan produk fermentasi yang baik terlihat pada ransum 9%

protein dan 2150 kkal energi.

2. Produk fermentasi (pH, konsentrasi N-NH3 dan konsentrasi VFA total) yang dapat menunjang aktifitas mikroba secara maksimal diperoleh pada inkubasi 4 jam.

6.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang perbandingan protein dan energi yang lebih tinggi di dalam ransum untuk menunjang produksi ternak ruminansia.

UCAPAN TERIMAKASIH

Terimakasih penulis sampaikan kepada Rektor Universitas Udayana, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat serta Dekan Fakultas Peternakan, atas dana yang diberikan dalam Hibah Unggulan Program Studi (HUPS) Tahun Anggaran. 2015, sehingga penelitian dapat berjalan sebagaimana mestinya

22

DAFTAR PUSTAKA

Anggorodi, R., 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT Gramedia. Jakarta

Anggraeny, Y. N., U. Umiyasih, D. Pamungkas dan Mariyono. 2007. Strategi Pemenuhan Gizi untuk Pembesaran Sapi Potong Calon Induk:

Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Pertanian Menggunakan Suplemen Mineral-Mix. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Arka, I. B. 1984. “Pengaruh Penggemukan Terhadap Kualitas Daging dan Karkas pada Sapi Bali” (Disertasi). Universitas Pajajaran, Bandung.

Bach, A., S. Calsamiglia, and M. D. Stern. 2005. Nitrogen metabolism in the rumen. J. Dairy Sci. 88:(E.Suppl.):E9-E21. American Dairy Science Association.

Baldwin, R. L. and M. J. Allison. 1983. Rumen metabolism. J. Anim. Sci. 57: 461-477.

Bell, A. W. 1995. Regulation of organic nutrient metabolism during transition from latepregnancy to early lactation. J. Anim Sci. 73:2804-2819.

Church, D.C., 1988. The ruminant animal. Digestive physiology and nutrition.

Prentice hall, Englewood cliffs, New Jersey.

Diwyanto, K. dan L. Praharani. 2010. Reproduction management and breeding strategis to improve productivity and quality of cattle. Abstracts International Seminar Conservation and Improvement of World Indigenous Cattle. 3rd-4th September. Udayana University, Denpasar Bali-Indonesia.

Edward LeViness. 1993. Range Cow Nutrition in Late Pregnancy.

Arizona Ranchers' Management GuideRussell Gum, George Ruyle, and Richard Rice, Editors.Arizona Cooperative Extension

Handiwirawan, E. dan Subandriyo. 2004. Potensi dan keragaman sumber daya genetik sapi bali. Wartazoa 14 (3): 107-115.

Kadarsih, S. 2004. Performans sapi bali berdasarkan ketinggian tempat di daerah trasmigrasi Bengkulu: I. Performans Pertumbuhan. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia. 6(1): 50-56.

Lunn, D. 2013. Nutrient Requirements of Beef Cow. Shur-Gain, Nutreco Canada Inc

Minson, D.J. and M. M. McLeod. 1972. The In Vitro Technic: its Modification for Estimate Digestibility of Large Numbers of Tropical Pature Technique, Australia.

23

Moran, J. 2005. Tropical Dairy Farming. Feeding Management for Small Holder Dairy Farmers in the Humid Tropic. Landlink Press. Depart of Primary Industries.

Muladno. 2012. Aplikasi Teknologi Perbibitan untuk Peningkatan Produksi Bakalan dan Kualitas Daging Sapi Nasional. Prosiding Seminar Nasional Peningkatan Produksi dan Kualitas Daging Sapi Bali Nasional. Bali, 14 September 2012.

National Research Council (NRC). 2000. Nutrient Requirement of Beef Cattle.

7th Rev. Ed. National Academy Press Washington DC. USA.

Owens, F.N. dan A.L. Goetsch. 1988. Ruminal Fermentation. In D.C. Church Ed.

The Ruminant Animal Digestive Physiology and Nutrition. A. Reston Book. Prentice Hall, Eglewood Cliffs, New Jersey.

Oyeleke, S. B. and T. A. Okusanmi. 2008. Isolation and characterization of cellulose hydrolysing microorganism from the rumen of ruminants.

African Journal of Biotechnology Vol. 7 (10), pp. 1503-1504.

Partama, I. B. G., T. G. O. Susila, I. W. Suarna dan I. M. Suasta. 2003.

Peningkatan produktivitas sapi bali kereman melalui suplementasi mineral dalam ransum berbentuk wafer yang berbasis jerami padi amoniasi urea. Laporan penelitian proyek Pengkajian Teknologi Partisipatif. BPTP-Bali.

Patty, Ch, W. 2007. Kecernaan hijauan turi (sesbania grandifkora) dengan penembahan ampas tahu kukus yang diuji secara in vitro. Jurnal Agroforestri Vol. II.No.1: 73 – 76.

Putra, S. 1999. “Peningkatan Performan Sapi Bali Melalui Perbaikan Mutu Pakan dan Suplementasi Seng Asetat” (Disertasi) Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Prutar, S. 2006. Pengaruh suplementasi agensia defaunasi segar dan waktu inkubasi terhadap degradasi bahan kering, dan produks fermentasi secara in vitro. Jurnal Protein Vol. 13. No. 2:113-123.

Preston, T. R. and R. A. Leng. 1987. Matching Ruminant Production Systems With Available Resources in The Tropics and Sub-tropics. Penambul Books Armidale.

Roche, J. R. 2000. Feeding the transition cow- The myths and the magic, In: Proceedings of the Ruakura Farmers Conference, Hamilton, New Zealand., pp. Pages 29-36.

Siregar, S. B. 2008. Penggemukan Sapi. Edisi Revisi. Penerbit Penebar Swadaya, Depok. Cetakan XVII.

24

Steel, R.G.D, dan J.H Torrie, 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika: Suatu Pendekatan Biometrik. Edisi II. Terjemahan: B Sumantri. PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta,Jakarta.

Sutardi, T. 1979. Ketahanan Protein Bahan Makanan terhadap Degradasi oleh Mikroba Rumen dan Manfaatnya Bagi Peningkatan Produktivitas Ternak. Proc. Seminar penelitian dan penunjang peternakan. LPP.

Bogor.

Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi Jilid I. Departemen Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institute Pertanian Bogor.

Soetarno, T., 2003. Manajemen Budidaya Sapi Perah. Laboratorium Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Subiharta, U. Nuschati, B. Utomo, D. Pramono, S. Prawirodigdo, T. Prasetyo, A.Musofie, Ernawati, J. Purmiyanto, dan Suharno, 2000. Laporan HasilKegiatan Pengkajian Sistem Usaha Tani Pertanian Sapi Potong diDaerah Lahan Kering. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Ungaran.Semarang.

Sukarini, I. A. M. 2000. “Peningkatan Kinerja Laktasi Sapi Bali (Bibos banteng) Beranak Pertama Melalui Perbaikan Mutu Pakan” (Disertasi) Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Suryani, N. N. 2012. Aktivitas Mikroba Rumen dan Produktivitas Sapi Baliyang Diberi Pakan Hijauan dengan Jenis dan Komposisi Berbeda. Disertasi.

Program Pascasarjana Universitas Udayana. Denpasar.

Suryani, N. N. dan N, P. Mariani. 1996. Penampilan Sapi Bali Jantan Muda yang Diberi Pakan Berbagai Hijauan Dengan dan Tanpa Konsentrat. Laporan Hasil Penelitian Kerja sama IAEUP dengan Fakultas Peternakan.Denpasar-Bali.

Talib, C. 2002. Sapi Bali di Daerah Sumber Bibit dan Peluang Pengembangannya.Wartazoa 12 (3) : 100 – 107.

Toeliehere, M. R., 1981. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Angkasa. Bandung.

Triyono. 2007. Pengaruh Tingkat Protein Ransum pada Akhir Masa Kebunting Pertama terhadap Performan dan Berat Lahir Pedet Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tangendjaja, B. 2009. Teknologi Pakan dalam Menunjang Industri Peternakan di Indonesia. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian 2 (3): 192-207.

25

Tisserand, J. L. 1989. Biological In vitro and In sacco Methods. In: Evaluation of Straws in Ruminant Feeding. Elsevier Apllied Science.

Van der Meer, J.M. and A.J.H. Van Es. 1987. Optimal degradation of lignocellulosic feeds by ruminants and in vitro digestibility test. In:

Degradation of lignocellulosics in ruminants and in industrial processes.

Elsevier Applied Science.

Van Soest, P.J. 1982. Nutritional Ecology of the Ruminant. Durham and Downey, Inc. Portland.

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR HIBAH UNGGULAN PROGRAM STUDI (Halaman 26-30)

Dokumen terkait