KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, para pegawai Pengadilan Tata Usaha Negara Medan (PTUN) lebih menyukai asuransi yang ditawarkan oleh Asuransi Kesehatan Prudential. Hal ini dipertegas dengan adanya wawancara yang telah dilakukan oleh penulis kepada informan, yaitu salah seorang pegawai kantor Pengadilan Tata Usaha Negara Medan (PTUN) yang mengatakan :
“ Prudential sangat bagus dan sangat membantu Pegawai Pengadilan Tata Usaha Negara Medan (PTUN) dalam hal kesehatan, lebih nyaman karena Prudential memberikan pelayanan yang prima kepada nasabahnya, selain itu Prudential juga mengajak pegawai Pengadilan Tata Usaha Negara Medan (PTUN) untuk lebih mengerti akan masa depan dengan dapat membuat rencana kebutuhan masa depan anak-anak dan keluarga lewat menginvestasikan dana untuk kebutuhan di masa depan.”
Asuransi Kesehatan Prudential di Kantor Pengadilan Tata Usaha Negera Medan ini dilihat penulis sudah menjadi suatu asuransi yang sudah pasti dimiliki oleh para pegawai negeri yang ada disini. Penulis menyimpulkan hal ini melalui hasil penelitian yang dilakukannya, dan penulis mendapatkan data bahwa asuransi
prudential ini menjadi asuransi terlaris disini. Para pegawai negeri yang berada di Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara Medan ini memilih Asuransi Kesehatan Prudential, karena mereka menilai Prudential memiliki banyak kelebihan yang mampu memudahkan anggotanya dalam hal jaminan klaim yang diberikannya.
Sebenarnya penulis melihat fenomena ini menjadi suatu hal yang sangat menarik, karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa setiap pegawai negeri sipil telah memiliki asuransi kesehatan yang telah diberikan oleh negara, tetapi mereka masih merasa kurang dalam hal pelayanan yang diberikan oleh asuransi tersebut.
Pelayanan asuransi yang diberikan oleh negara memang jauh dari apa yang diinginkan oleh anggotanya, dan tidak jarang anggotanya menambahkan dana premi untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi. Pelayanan bagi anggota askes juga tidak terbuka di setiap rumah sakit yang ada, terutama di rumah sakit yang ada di Kota Medan. Sedangkan pelayanan bagi anggota asuransi kesehatan Prudential terbuka di setiap rumah sakit yang ada di Kota Medan.
Penulis sebagai mahasiswa antropologi menilai ini sebagai buah pikir manusia dalam memperoleh sesuatu yang terbaik untuk menjamin kehidupannya. Antropologi melihat ini sebagai cara manusia untuk survive dalam menghadapi resiko yang akan dihadapinya. Manusia sebagai makhluk hidup yang mempunyai akal selalu mencari sesuatu yang dinilainya mampu memberikan kepastian dalam menangani masalah yang dihadapinya.
Selain itu, penulis melalui pendekatan antropologi melihat pola pemasaran yang dilakukan oleh prudential ini sangatlah efektif. Prudential memberikan
penghargaan yang sangat baik bagi anggotanya, terutama dalam skripsi ini, penulis memfokuskan anggotanya yang merupakan pegawai negeri sipil di Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara Kota Medan. Melalui itu, anggotanya merasa mendapatkan kepuasan tersendiri dan mereka merasa bangga sudah menjadi anggota Asuransi Kesehatan Prudential. Sebagai pegawai yang berada di dalam satu institusi, anggota yang sudah terdaftar resmi di Asuransi Kesehatan Prudential pasti bercerita kepada rekannya yang belum terdaftar sebagai anggota Prudential, dan secara tidak langsung penarikan rekannya menjadi anggota asuransi pun terjadi. Rekannya yang belum terdaftar di asuransi Prudential merasa tertarik untuk menjadi anggota, karena melihat ini sebagai jaminan yang terbaik.
Menurut penulis, fenomena penarikan yang secara tidak langsung itu merupakan suatu budaya yang dibagikan kepada rekan yang menjadi calon anggota Asuransi Kesehatan Prudential. Budaya bukan lah hal yang kaku, seperti tari-tarian ataupun kesenian lokal, tetapi budaya dalam disiplin ilmu Antropologi merupakan hasil pemikiran manusia dalam suatu kelompok kecil, dan hasil itu dibagikan kepada generasi selanjutnya.
5.2. Saran
Setelah melakukan penelitian, maka penulis memberikan beberapa saran yang dapat menjadi referensi akhir dalam penulisan skripsi ini. Adapun saran dari penulis lebih dikenakan kepada Asuransi Kesehatan Prudential, karena fokusnya adalah Prudential. Saran dari penulis agar Prudential mampu mempertahankan prestasi yang sudah didapatnya dalam menarik anggotanya, karena
mempertahankan dari apa yang telah diraih jauh lebih sulit dari memperoleh kepercayaan awal. Prudential juga harus selalu memberikan penghargaan kepada anggotanya yang sudah lama bergabung, karena menurut penulis, dengan adanya penghargaan tersebut, maka anggotanya merasa nyaman untuk selalu terdaftar di Asuransi Kesehatan Prudential.
Adapun saran lain yang ditulis disini, ditujukan penulis kepada asuransi kesehatan yang didapat dari negara. Karena sudah kita ketahui sendiri, asuransi kesehatan yang didapat dari negara, orientasi dalam pemeliharaan jaminan kesehatan bagi anggotanya belum terealisasi dengan jelas. Perubahan nama yang terjadi dari Askes ke BPJS seharusnya juga sejalan dengan perubahan dalam segi pelayanan. Para pegawai negeri sipil yang menjadi anggota asuransi kesehatan selalu merasa kesusahan dalam mengurusi klaim asuransi ketika mereka menghadapi masalah. Untuk itu seharusnya asuransi kesehatan harus mampu memberikan rasa kenyamanan bagi anggotanya sebagaimana kenyamanan yang diberikan oleh Asuransi Kesehatan Prudential.
Selain itu, penulis memberikan saran agar hendaknya asuransi kesehatan memiliki relasi yang lebih luas lagi di setiap rumah sakit yang ada di Kota Medan. Karena pihak rumah sakit yang melayani klaim asuransi kesehatan masih sangatlah sedikit di Kota Medan. Sedangkan saingan yang dihadapinya, yakni Asuransi Kesehatan Prudential ini sudah memiliki relasi antar rumah sakit yang sangat kuat, bahkan juga sudah sampai ke rumah sakit yang bertaraf internasional seperti Rumah Sakit Colombia Asia.
Penulis juga ingin menyampaikan kepada pihak-pihak rumah sakit yang menjadi sarana utama di bidang kesehatan, supaya rumah sakit lebih memperhatikan sarana dan fasilitas alat-alat kesehatan, supaya bisa lebih dilengkapi lagi, sehingga proses dalam melayani kesehatan pasien menjadi tidak terganggu dan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulkadir Muhammad, Pengantar Hukum Pertanggungan, Bandung, Citra Aditya Bakti. 1994
Ali Ghufron Mukti dan Moertjahjo, Sistem Jaminan Kesehatan ; Konsep
Desentralisasi Teritegrasi, Yogyakarta ; Magister Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi (Jaminan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada dan Assosiasi Jaminan Sosial Daerah), 2007
Ali, Hasyimi A, Bidang Usaha Asuransi, Bumi Aksara, Jakarta, 1993
Ascobat Gani dan Yaslis Ilyas, Dasar-dasar Asuransi Kesehatan Bagian A, Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan KM UI dan PT. Asuransi Kesehatan Indonesia, Jakarta, 2000.
Asrel Idjard dan Nico Ngani, Seri Hukum Dagang : 1. Profil Peransuransian di Indonesia, Penerbit Liberty, Yogyakarta, 1985.
Djoko Prakoso dan I Ketut Murtika, Hukum Asuransi, Bina Aksara, Jakarta, 1989.
Emmy Pangaribuan Simanjuntak, Hukum Pertanggungan (Pokok
Pertanggungan Kerugian Kebakaran dan Jiwa), Seri Hukum Dagang Fakultas Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 1990.
Foster dan Anderson, “ Antropologi Kesehatan “, Universitas Indonesia Jakarta, 2009.
Hasyimi. A, Bidang Usaha Asuransi, Penerbit Balai Aksara, Bandung, 1981. H. Mashudi dan Moch. Chidir (Alm), Hukum Asuransi, Mandar Maju, Bandung,
1998.
H. M. N. Purwosutjipto, Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia, Djambatan, Jakarta,1983.
Koentjaraningrat, Pengantar Antropologi, Universitas Indonesia, Jakarta 1999.
Maya Merlinda, Perencanaan Keuangan Pribadi, Andi Yoga, Yogyakarta, 2007.
Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2005, halaman 6.
Muhammad Muslehuddin, Menggugat Asuransi Modern, Lentera, Jakarta, 1999.
O. Lintong. DR. Siahaan, SH, MH, Prospek PTUN sebagai Pranata Penyelesaian Sengketa Administrasi di Indonesia. (Studi Tentang Keberadaan PTUN selama satu dasawarsa 1991- 2001). Cet. I, Jakarta, Percetakan Negara RI, 2005.
Salim, A. Abbas, Dasar – dasar Asuransi Ed. 2. Cet. 4, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1995.
Spradley, James “Metode Etnografi”, (Yogyakarta 1997: Tiara Wacana Yogya) Sri Rejeki Hartono, Asuransi dan Hukum Asuransi IKIP Semarang Press,
Semarang, 1985.
Sulastomo, Manajemen Kesehatan, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2000.
Suryono, Arief. 2003. Tanggung Jawab Penanggung Dalam Asuransi Kesehatan Di Indonesia. Surabaya : Universitas Airlangga.
Wirjono Prodjodikoro, Hukum Asuransi di Indonesia, Intermsa, Jakarta, 1986.
Sumber Lainnya :
http://www.materilengkap.com/2013/05/pengertian-asuransi-dan-sejarah.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi_kesehatan di akses pada 16 juli 2013
www.indonesia-publichealth.com/2013/01/pengertian-asuransi-kesehatan.html diakses pada 17 juli 2013
www.manulife-indonesia.com/produk/prohealth diakses pada 17 juli 2013
www.alianz.co.id/AZLIFE/Indonesia/product/Health+Insurance+Indonesia/Smart Health+Asuransi+kesehatan.htm diakses pada 17 juli 2013
(http://www.sarjanaku.com/2013/01/metode-pengumpulan-data-teknik.html). Diakses pada 18 juli 2014
http://www.ptun-medan.go.id/statis-2-sejarah.html, akses tanggal 31/01/2014
http://eprints.undip.ac.id/30940/1/Skripsi015.pdf, akses tanggal 21/02/2014.
http://www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/header/aboutus/index.html. Akses tanggal 25 Januari 2014.
http://asuransikesehatanprudential.com/, akses 21/02/2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi_kesehatan. Akses tanggal 25 Januari 2014.
http://www.indonesian-publichealth.com/2013/01/pengertian-asuransi- kesehatan.html. akses tanggal 25 Januari 2014.
http://repository.upi.edu/operator/upload/d_pu_0607862_chapter3.pdf.diakses pada 17 juli 2013