A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis dari hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan oleh peneliti pada penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada konsep cahaya dan sifat-sifatnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dari mulai pelaksanaan pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III, adalah sebagai berikut:
1. Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran
Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan didesain keterampilan kerja kelompok yang diberikan oleh guru model (peneliti) terhadap pembelajaran sudah bisa menunjukan pembelajaran yang aktif, kreatif dan efektif karenanya dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. Guru sudah bisa menciptakan pembelajaran yang kolaboratif, dengan demikian interaksi siswa dengan siswa dalam pembelajaran sudah terlihat. Bahkan guru sudah bisa mengajak siswa untuk bisa berpikir terbuka dan menuangkan ide gagasannya terhadap permasalahan yang disajikan.
2. Berdasarkan hasil pengamatan observer (guru mitra) terhadap proses pembelajaran pada pelaksanaan siklus I sampai siklus III, dapat peneliti deskripsikan hasil pengamatannya bahwa aktifitas siswa pada setiap siklusnya semakin meningkat. Hal itu bisa terlihat bahwa setiap siswa sudah bisa mengeksplorasi dalam mengikuti pembelajaran, peningkatan
terlihat dari munculnya aktifitas siswa pada setiap deskriptor yang ada pada rubrik pedoman observasi yang dibuat oleh peneliti. Interaksi siswa dengan guru tampak berkembang pada saat pembelajaran, meningkatnya rasa ingin tahu siswa, serta antusias siswa terlihat pada setiap pembelajaran dan pada saat menjawab pertanyaan yang diberikan bersama anggota kelomponya. Guru sudah bisa menciptakan pembelajaran yang kolaboratif, sehingga interaksi siswa dengan siswa dalam pembelajaran sudah terlihat.
3. Hasil belajar siswa pada konsep cahaya dan sifat-sifatnya dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning
(CTL) mengalami peningkatan yang sangat baik, hal ini bisa dilihat dari skor rerata hasil belajar siswa mulai dari siklus I mencapai 55,12 dan prosentase 25% dengan kategori cukup, pada siklus II nilai rerata siswa meningkat menjadi 64,35 dengan prosentase 46% masih dalam kategori cukup, dan kemudian pada siklus III mencapai 75,38 dengan prosentase 82% termasuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan khususnya pada pembelajaran IPA konsep cahaya dan sifat-sifatnya dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).
Dari uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa penelitian pada penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep cahaya dan sifat-sifatnya ini telah berhasil dan memperoleh hasil yang sangat baik dengan
Eka Elfrida Riani Herwanto, 2013 PENERAPANMODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP CAHAYA DAN SIFAT-SIFATNYA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
meningkatnya skor hasil belajar siswa dan mampu melaksanakan langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan baik sehingga terciptanya pembelajaran yang aktif dan dapat mengeksplorasi siswa untuk bisa berpikir secara terbuka terhadap masalah yang diungkap. sehingga dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Karenanya siswa dapat berperan aktif dalam kegiatan kelompok untuk menjawab pertanyaan yang disajikan dalam proses pembelajaran.
B. Saran
Berdasarkan temuan-temuan penelitian tindakan kelas di kelas V SDN Limpar terhadap pembelajaran IPA, peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Guru Kelas
- Dalam mengajar sebaiknya guru tidak langsung memasuki pada materi pokok yang akan disampaikan. Kendati demikian, guru sebaiknya memotivasi siswa terlebih dahulu. Dan guru sebaiknya tidak mendominasi terhadap kegiatan pembelajaran.
- Guru sebaiknya menjadi fasilitator, dan motivator bagi siswa selama proses pembelajaran, sehingga siswa mendapatkan kebebasan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. Dalam memberikan pembelajaran guru senantiasa menciptakan atau menggunakan alat peraga.
- Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan jalan atau alternatif dalam mengatasi kesulitan tentang suatu materi pelajaran karena dalam model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) siswa bisa bereksplorasi dan bisa berpikir secara terbuka dengan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
2. Kepala Sekolah
Selaku pemegang kebijakan tertinggi di sekolah, kepala sekolah hendaknya memberikan dukungan dan penghargaan kepada guru yang berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memilih pendekatan atau metode yang tepat dan sesuai dengan materi yang akan diajarakan, serta kepala sekolah senantiasa selalu memantau guru dengan memberikan masukan-masukan atau saran terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru guna mewujudkan peningkatan pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan.
3. Peneliti selanjutnya
Untuk peneliti selanjutnya, dikarenakan dalam penelitian ini masih ditemukan adanya kekurangan, maka hasil penelitian ini bisa dijadikan bahan diskusi dan referensi untuk diteliti lebih lanjut sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan pada pembelajaran IPA dimasa yang akan datang.
Eka Elfrida Riani Herwanto, 2013 PENERAPANMODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP CAHAYA DAN SIFAT-SIFATNYA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2010). Penelitian Tindakan Kelas . Jakarta : Bumi Aksara.
Barlia, Lily (2009). Teori Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar. Subang: Royyan Press
Depdikbud. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Dryden, Gordon dan Vos Jeannette. (2000). Revolusi Cara Belajar (The Learning Revolution). Terjemahan. Bandung: Kaifa.
Kunandar. (2007). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Kunandar. (2011). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Mikrodo, dkk. (2007). IPA SD untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta : Erlangga.
Nurhadi, dkk. (2004). Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.
Popham, W. James dan Beker, Eva L. (2001). Establising Instructional Gools and systematic Intruction. Teknik Mengajar secara Sistematis (Terjemahan). Jakarta: Rieka cipta.
Putri, dkk. (2012). Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar. 17, 50-54.
Rachmat, dkk. (2007). Sains Sahabatku Pelajaran IPA untuk SD Kelas 5. Jakarta: Ganeca Exact.
Rakhmat C & Solehuddin M. 2006. Pengukuran dan Penilaian Hasil Belajar. Bandung. CV Andira
Roestiyah N.K. (1998). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Rusman. (2012). Model-model Pembelajaran : Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sujana, Atep. (2009). Peta Konsep (concept maps) dalam Pembelajaran Sains : Studi pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar (SD). Jurnal Pendidikan Dasar. 12, 3-5.
Eka Elfrida Riani Herwanto, 2013 PENERAPANMODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP CAHAYA DAN SIFAT-SIFATNYA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Wiriaatmadja, Rochiati. (2009). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusnandar, E. Dan Nur’aini. (2011). Penelitian Tindakan Kelas. UPI Serang