5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan persamaan analisis regresi linear berganda dapat disimpulkan :
a. Diameter batang pohon memiliki korelasi positif terhadap produksi buah.
Pohon yang memiliki diameter besar menghasilkan buah yang lebih banyak dibandingkan pohon yang memiliki diameter yang kecil.
b. Pohon durian yang mendapatkan cahaya penuh akan menghasilkan produksi buah yang lebih banyak dibandingkan dengan pohon durian yang mendapatkan cahaya tidak penuh.
c. Pohon durian yang memiliki bentuk tajuk simetris akan menghasilkan produksi buah yang lebih banyak dibandingkan dengan pohon durian yang memiliki bentuk tajuk tidak simetris
5.2. Saran
Agar produksi buah durian optimal maka disarankan untuk mengatur jarak tanam 10 m x 10 m sehingga diameter batang dan tajuk dapat berkembang dengan baik dan mendapatkan cahaya penuh.
25
DAFTAR PUSTAKA
Alder, D dan Synnot, T.J. 1992. Permanent Sample Plot Techniques for Mixed Tropical Forest. Oxford Forestry Institute, Department of Plant Science.
Oxford. Vol 25.
Arief, A. 2001. Hutan dan Kehutanan. Kanisisus. Yogyakarta.
Amin, M., Imran, R., dan Sitti, R 2016. Jenis Agroforestri dan Orientasi Pemanfaatan Lahan di Desa Simoro Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Jurnal Warta Rimba. Vol 4(1) : 97-104.
Ashari, S. 2017. Durian King of the Fruits. Universitas Brawijaya Press. Malang.
Bukhari dan Febryano, G. 2009. Desain Agroforestri Pada Lahan Kritis (Studi Kasus Di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar). Jurnal Perennial, 6(1) : 53-59.
Bramasto, Y dan Kurniawati, P.P. 2014. Potensi Produksi Buah Mindi Besar (Melia azedarach L.) pada beberapa Kelas Diameter Batang. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan. Bogor.
Cunningham, A.B. 2014. Applied Ethnobotany: "People, Wild Plant Use and Conservation" . Routledge. New York.
Fajri, M dan Supartini. 2014. Produksi Buah Tengkawang pada beberapa Topografi dan Dimensi Pohon. Jurnal Penelitian Dipterokarpa. Vol. 8 (2) : (109-116)
Fiqa, A.P dan Laksono, R.A. 2013. Pengembangan Sistem Agroforestri Berbasis Indigenous Spesies dan Kesesuaian Lahan di Wilayah Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Prosiding Seminar Nasional Agroforestri 2013.
Hairiah, K., Sardjono, M.A., dan Sabarnurdin, S. 2003. Pengantar Agroforestri.
Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF).
Hamdani, F.A.U dan Murdiningrum,Y. 2014. Lesson Learn Agroforestri Hutan Rakyat untuk Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Bangsa. Prosiding Seminar Agroforestry 2015. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry, Bandung, Hal 172-178.
Hardjana A.K., Amiril S., dan Rina W.C. 2014. Model Alometrik Pendugaan Biomassa dan Karbon Tegakan Hutan Jenis Kerung (Dipterocarpus Sp) pada Hutan Alam Produksi di Kalimantan Tengah. Prosiding Seminar Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Menuju Tata Kelola Hutan dan Lahan Lestari. Balai Pengelola REED+. Jakarta, Hal 237-243.
26 ICRAF. 2005. <http://www.worldagroforestry.org/.../index.htm>. into perspective a case of sustainale technology develepmont in jungle rubber agroforest in Jambi. ICRAF. Bogor.
Ide, P. 2013. Health Secret of Durian. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Juanda, D.J.S dan Bambang, C. 2005. Wijen Teknik Budi Daya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius. Yogyakarta.
Kurnia, U., Rachman, A., dan Dariah, A. 2004. Teknologi Konservasi Tanah pada Lahan Pertanian Berlereng. Pusat Penelitian dan Penelitian Tanah dan Agroklimat (Puslitbangtanak). Bogor.
Lanisa, S. 2015. Hubungan Diameter Pohon, Bentuk Tajuk, dan Posisi Tajuk terhadap Produksi Buah Kemiri (Aleurites moluccana) pada Hutan Kemiri di Kabupaten Bantaeng [Skripsi] Fakultas Kehutanan. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Mahendra, F. 2009. Sistem Agroforestry dan Aplikasinya. Graha Ilmu.
Yogyakarta.
Munawir, A. 2013. Hubungan Diameter Pohon, Bentuk Tajuk, dan Posisi Tajuk terhadap Produksi Buah Kapuk Randu di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan [Skripsi] Fakultas Kehutanan. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Noordwijk, M.V., Fahmuddin, A., Didik, S., Hurniatun, H., Gamal, P., Bruno, V., dan Farida. 2004. Peranan Agroforestri dalam Mempertahankan Fungsi Hodrologi Daerah Aliran Sungai (DAS). Jurnal Agrivita. Vol. 26(1).
Pasya, G., Chip, F., dan Meina, V.N. 2004. Sistem Pendukung Negosiasi Multi Tataran dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam sezara Terpadu : dari Konsep hingga Praktek. Jurnal Agrivita. Vol. 26(1).
Raharjo, J.T dan Sadono, R. 2008. Model Tajuk Jati (Tectona grandis L.F) dari Berbagai Famili Pada Uji Keturunan Umur 9 Tahun. Jurnal Ilmu Kehutanan. Vol. 2(2) : 89-95.
Setiadi. 1985. Bertanam Durian. Penebar Swadaya, Jakarta.
Setyawan, D., Ina, W., dan Sumadiwangsa, E.S. 2004. Pengaruh Tembah Tumbuh, Jenis dan Diameter Batang terhadap Produktivitas Pohon Penghasil Biji Tengkawang. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. Vol. 22 (1) : 23-33.
Sidiyasa, K., Zakaria dan Ramses, I. 2006. Hutan desa Setulang dan Sengayan Malinau, Kalimantan Timur: potensi dan identifikasi langkah-langkah perlindungan dalam rangka pengelolaannya secara lestari. CIFOR. Bogor.
27 Sobir dan Rodame, M.N. 2010. Bertanam Durian Unggul. Penebar Swadaya,
Jakarta.
Untung, O. 2007. Durian untuk Kebun Komersial dan Hobi. Penebar Swadaya.
Depok.
Untung, O. 2008. Agar Tanaman Berbuah diluar Musim. Penebar Swadaya.
Depok.
Uthbah, Z., Eming, S dan Edy, Y. 2017. Analisis Biomassa dan CadanganKarbon pada berbagai Umur Tegakan Damar (Agathis dammara (Lamb.) Rich. Di KPH Banyumas Timur. Jurnal Scripta Biologi. Vol 4(2) : 119-124.
Widiyanto, A. 2013. Agroforestry dan Peranannya dalam Mempertahankan Fungsi Hidrologi dan Konservasi. Vol. 9 (hal. 12).
Wijaya, A. 2009. Bertanam Durian. Ganeca Exact. Bekasi.
Wiryanta, B.T.W. 2008. Sukses Bertanam Durian. PT. AgroMedia Pustaka.
Jakarta Selatan.
Wiryanta, B.T.W. 2009. Panen Durian di Pekarangan Rumah. PT. AgroMedia Pustaka. Jakarta Selatan.
Wulan, Y.R., Ashari, S., dan Ainurrasjid. 2010. Pengaruh Posisi Semai Benih terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Bibit Durian (Durio zibethinus Murr). Jurnal Pertanian Universitas Brawijaya. 1-9.
Yudistina, V., Mudji, S., dan Nurul, A. 2013. Hubungan antara Diameter Batang dengan Umur Tanaman terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kelapa Sawit. Jurnal Buana Sains. Vol 17(1) : 43-48
Yuwariah. 2015. Potensi Agroforestry untuk Meningkatkan Pendapatan, Kemandirian Bangsa dan Perbaikan Lingkungan. Prosiding Seminar Agroforestry 2015. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry, Bandung, Hal 1-29
28
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1.DATA DURIAN KEBUN 1 DI DESA PAPPANDANGAN Ketinggian : ± 135 mdpl
DATA DURIAN KEBUN 2 DI DESA PAPPANDANGAN No Diameter (cm) Indeks Bentuk
Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 23.4 0 0 10 25 35˚
2 19.1 0 0 20 25 35˚
3 38.4 0 0 150 28 35˚
4 17.4 0 0 10 21 35˚
5 28.6 0 0 50 25 35˚
6 34.1 0 0 100 25 35˚
7 25.5 0 0 20 25 35˚
8 22.9 0 0 10 21 35˚
9 38 0 0 50 30 35˚
Ketinggian : ± 138mdpl
No Diameter (cm) Indeks Bentuk Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 20.7 0 0 10 20 5˚
2 41.7 0 0 150 20 5˚
3 30.7 0 0 100 25 5˚
4 34.5 0 0 100 20 5˚
5 45.4 0 0 200 30 5˚
6 67.5 1 1 500 50 5˚
7 69.13 1 1 500 50 5˚
8 30.29 0 0 50 30 5˚
9 30.7 0 0 50 20 5˚
10 20.42 0 0 30 14 5˚
29 DATA DURIAN KEBUN 3 DI DESA PAPPANDANGAN
Ketinggian : ± 84 mdpl
DATA DURIAN KEBUN 4 DI DESA PAPPANDANGAN
Ketinggian : ± 119 mdpl
DATA DURIAN KEBUN 5 DI DESA PAPPANDANGAN
Ketinggian : ± 223 mdpl
No Diameter (cm) Indeks Bentuk Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 34.5 0 0 100 25 0˚
2 28.8 0 0 30 10 0˚
3 52.8 0 0 200 25 0˚
4 38.5 0 0 50 10 0˚
5 36.42 0 0 100 15 0˚
6 94.4 1 1 500 30 0˚
7 50.5 0 0 200 15 0˚
8 76.8 1 1 400 25 0˚
9 38 0 0 100 10 0˚
10 27.9 0 0 30 10 0˚
11 50.3 0 1 200 25 0˚
12 53.7 0 0 200 25 0˚
No Diameter (cm) Indeks Bentuk Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 28.5 0 0 50 30 30˚
2 38.1 0 0 200 30 30˚
3 40.8 1 1 300 45 30˚
4 27.4 0 0 40 45 30˚
5 59.8 1 1 400 80 30˚
No Diameter (cm)
Indeks Bentuk Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 51.06 0 1 200 30 35˚
2 44 0 0 200 20 35˚
3 22.1 0 0 20 30 35˚
4 34 0 0 50 25 35˚
5 38.5 0 0 150 30 35˚
6 50.6 1 1 400 35 35˚
7 28.5 0 0 20 20 35˚
30 DATA DURIAN KEBUN 6 DI DESA PAPANDANGAN
No Diameter (cm)
Indeks Bentuk Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 27.5 0 0 30 25 10˚
2 36.6 0 0 50 25 10˚
3 20.8 0 0 20 15 10˚
4 34.5 0 0 30 25 10˚
5 21.3 0 0 10 20 10˚
6 23.5 0 0 10 20 10˚
Ketinggian : ± 134 mdpl
DATA DURIAN KEBUN 7 DI DESA PAPPANDANGAN No Diameter (cm) Indeks Bentuk
Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 51.8 1 1 400 30 0˚
2 24.9 0 0 10 15 0˚
3 27.8 0 0 10 15 0˚
Ketinggian : ± 86 mdpl
DATA DURIAN KEBUN 8 DI DESA PAPPANDANGAN No Diameter (cm) Indeks Bentuk
Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 22.8 0 0 20 25 10˚
2 40.9 0 0 200 35 10˚
3 21.2 0 0 20 20 10˚
4 23.2 0 0 10 20 10˚
5 19.3 0 0 20 20 10˚
6 33.5 0 0 200 25 10˚
7 25.6 0 0 10 20 10˚
Ketinggian : ± 189 mdpl
31 DATA DURIAN KEBUN 9 DI DESA PAPPANDANGAN
No Diameter (cm) Indeks Bentuk Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 58.2 1 1 400 60 20˚
2 60.63 1 1 400 70 20˚
3 51 0 0 200 60 20˚
4 66.4 1 1 500 70 20˚
5 21.8 0 0 10 15 20˚
6 30.5 0 0 100 30 20˚
7 31.3 0 0 100 30 20˚
8 53.1 1 1 400 70 20˚
9 42.3 0 0 200 60 20˚
10 62 1 1 500 60 20˚
11 62.3 0 1 300 50 20˚
12 21.05 0 0 10 40 20˚
Ketinggian : ± 206 mdpl
DATA DURIAN KEBUN 10 DI DESA PAPPANDANGAN No Diameter (cm) Indeks Bentuk
Tajuk
Indeks Posisi Tajuk
Total Produksi Buah
Umur (tahun)
Kelerengan
1 20.3 0 0 30 15 5˚
2 46.1 0 1 300 40 5˚
3 33.5 0 0 100 25 5˚
4 42.9 0 0 200 40 5˚
5 41.2 0 0 200 40 5˚
6 28.8 0 0 30 25 5˚
7 23.6 0 0 10 15 5˚
8 35.9 0 0 50 25 5˚
9 20.6 0 0 20 25 5˚
10 22.3 0 0 20 30 5˚
11 39 0 0 50 30 5˚
12 43 0 0 100 40 5˚
Ketinggian : ± 227mdpl
32 LAMPIRAN 2
HASIL ANALISIS SPSS
Model Summary Mode
l
R R
Squar e
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Change Statistics R Square
Change
F Change df1 df2 Sig. F Change
1 .948
a
.898 .894 48.18024 .898 232.713 3 79 .000
a. Predictors: (Constant), X3_X1, X1, X2_X1
ANOVAa
Model Sum of
Squares
df Mean
Square
F Sig.
1
Regression 1620616.930 3 540205.643 232.713 .000b Residual 183385.479 79 2321.335
Total 1804002.410 82
a. Dependent Variable: Y
b. Predictors: (Constant), X3_X1, X1, X2_X1
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardize d Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Toleranc
e
VIF
1
(Constant )
-95.091 20.222 -4.702 .000
X1 5.485 .620 .565 8.845 .000 .316 3.167
X2_X1 1.688 .507 .266 3.328 .001 .201 4.967
X3_X1 1.042 .535 .176 1.948 .055 .158 6.332
a. Dependent Variable: Y
33 LAMPIRAN 3
DOKUMENTASI FOTO
Gambar 1. Pohon durian (Durio zibethinus) dengan bentuk tajuk simetris
p
Gambar 2. Pohon durian (Durio zibethinus) dengan bentuk tajuk tidak simetris
34 Gambar 3. Pohon durian (Durio zibethinus) dengan posisi tajuk terkena cahaya
matahari penuh
Gambar 4. Pohon durian (Durio zibethinus) dengan posisi tajuk tidak terkena cahaya matahari penuh
35 Gambar 5. Pengukuran diameter batang
Gambar 6. Wawancara dengan warga
36 LAMPIRAN 4
PETA ADMINISTRASI DESA PAPPANDANGAN
37 KETERANGAN :
LAMPIRAN 5.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI KEBUN DI DESA PAPPANDANGAN
1
5 2
1 2
6 5 4 3 6
3 4
38 KETERANGAN :
3 4
1 2
6 5 4 3 2
5
6 1