5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian teori, hasil penelitian dan pengujian analisis regresi yang dilakukan mengenai pengaruh strategi Line Extension terhadap Brand Equity minuman teh merek Fruit Tea dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Gambaran umum mengenai strategi Line Extension produk minuman teh merek Fruit Tea yang terdiri dari warna, ukuran, kemasan, dan rasa berada pada kategori cukup tinggi. Indikator strategi Line Extension yang paling tinggi terdapat pada indikator rasa. Hal ini disebabkan karena rasa merupakan salah satu yang diutamakan untuk meningkatkan ekuitas merek, dan rasa merupakan indikator yang dirasakan oleh konsumen sehingga rasa harus dibuat seenak mungkin. Sehingga dapat diketahui bahwa responden dari komunitas FanPage Fruit Tea di Facebook menilai bahwa rasat dari minuman teh merek Fruit Tea baik dibandingkan dengan indikator lainnya. Dan masih banyak hal yang harus diperbaiki mengenai strategi Line Extension khususnya pada indikator warna karena indikator warna merupakan indikator yang palimg rendah nilai rata-ratanya.
2. Gambaran secara keseluruhan mengenai Brand Equity (Ekuitas merek) terdapat pada kategori cukup tinggi. Indikator yang memperoleh nilai tertinggi terdapat pada Brand Awareness yaitu kesanggupan seseorang calon
pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Sedangkan indikator dengan nilai terendah terdapat pada Brand Loyalty yaitu ukuran dari kesetiaan konsumen terhadap suatu merek.
3. Terdapat pengaruh positif antara strategi Line extension terhadap Brand Equity minuman teh merek Fruit tea pada komunitas FanPage Fruit Tea di Facebook. Diketahui berdasarkan koefisien korelasi terdapat hubungan yang cukup.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dan temuan yang dihasilkan, maka penulis menyatakan beberapa hal sebagai berikut dengan harapan bahwa memberi manfaat dan menjadi masukan bagi industri minuman khususnya minuman teh merek Fruit Tea.
1. Berdasarkan tanggapan mengenai aspek Line Extension terlihat dari indikator warna masih terlihat kurang oleh karena itu Fruit Tea perlu meningkatkan kemenarikan dari warna produk Fruit Tea dengan cara memberikan warna yang berbeda dan beragam agar konsumen lebih tertarik untuk melakukan pembelian.
2. Perusahaan dapat mempertahankan Brand Equity yang sudah dimiliki, dan berusaha untuk menarik konsumen dengan cara terus memperkuat posisinya di pasar sasaran dengan cara memberikan varian rasa baru dan kemasan
yang unik dan memberikan program-program promosi pemasaran menggunakan celebrity endoser yang lebih terkenal agar dapat lebih menarik perhatian konsumen.
3. Saran untuk penelitian berikutnya yaitu diharapkan peneliti melakukan studi terhadap Fruit Tea melalui variabel lain yang dapat mempengaruhi Brand Equity antara lain mengenai Differensiasi produk, media iklan televisi, dan Tagline sehingga dapat memberikan hasil dan kontribusi yang maksimal untuk peneliti dan perusahaan tersebut.
Aaker. David A., 2008, Strategic Market Management, Eight Edition, The Wiley Biicentennial-Knowledge for Generation.
Albert Kurniawan.2010. Belajar Mudah SPSS Untuk Pemula. Yogyakarta: Mediakom.
Ali, Mohammad. 1985. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi, AngkasaBandung, Bandung,
Asep Hermawan. 2009. Penelitian Bisnis Paradigma Kuantitatif, Jakarta : Grasindo. Buchari Alma.2008. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta Cravens, David W, 2003, Pemasaran Strategis, Erlangga, Jakarta.
Darmadi Durianto, dkk. 2004, Strategi Penakluk Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Dennis A. Pitta dan Lea Prevel Katsanis, Tahun 1995 dalam jurnal “Understanding brand equity for successful brand extension” Journal of Consumer Marketing Vol. 12 No. 4 Husein Umar, 2003, Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
___________, 2008, Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Hosseini, Seyed Mohsen. 2012. The influence of line extension strategy on customer-based brand equity. Trends in Advanced Science and Engineering TASE 5(1) 46-59. (ISSN: 2251-6557)
Jean Boisvert and Nick J. Ashill. 2011. How brand innovativeness and quality impact attitude toward new service line extensions: the moderating role of consumer involvement. Journal of Services Marketing 25/7 (2011) 517–527
Kamus besar bahasa Indonesia. 2002. Jakarta. Grafika Offset
Kerin, Roger.A, 2007, Strategic Marketing Problem. Person International edition, Singapore: Prentice Hall.
Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2012. Marketing Management Fourtheenth Edition. Pearson Education, Inc.
_________________________. 2012. Principles of marketing Fourtheenth Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc
_________________________. 2013. Principles of marketing Fourtheenth Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc
Nancy Giddens ag extension marketing specialist dalam jurnal “ag decision maker” Missouri Value-adeed Development Center, University of Missouri Tahun 2002 Jurnal Petra Christian University Library.
Naresh K, Maholtra. 2009. Basic Marketing Reaserch. 3 Edition. New Jersey: Printice Hall. United Stated of America
________________. 2010. Basic Marketing Reaserch. 6 Edition. New Jersey: Printice Hall, United Stated of America.
Pi-Chuan Sun. 2010. Differentiating high involved product by trivial attributes for product line extension strategy. European Journal of Marketing Vol. 44 No. 11/12, 2010 pp. 1557-1575.
Rangkuti, Freddy. 2004. The Power of Brands, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Saladin, Djaslim. 2005. Manajemen Pemasaran. Bandung: PT. Refika Aditama. Shantini Munthree, Geoff Bick and Russell Abratt. 2006. A framework for brand
revitalization through an upscale line extension. Journal of Product & Brand Management 15/3 (2006) 157–167.
Sugiyono.2008. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan kedua belas 2008. Bandung: Alfabeta. ________.2009. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
________.2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. ________.2011. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. ________.2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta :Rineka Cipta
________________. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Tim Ambler, Chris Styles. 1997. Brand development versus new product development: toward a process model of extension decisions. Journal Of Product & Brand Management Vol. 6 No. 4, 1997 Pp. 222-234 © Mcb University Press.
Tjiptono Fandy. 2008. Strategi Pemasaran, edisi ketiga. Yogyakarta: Andi.
____________. Gregorius Chandra dan Dadi Adriana. 2008. Pemasaran Strategik, Yogyakarta: Andi.
Uma Sekaran, 2009, Research Methods for Business: A Skill Building Approach. John Wiley & Sons, Limited Academic Internet Publishers Incorporated.
Victoria Blomquist, Rikard Holm Tahun 2004 dalam jurnal Line Extension From a
Customer’s Perspective Departement of Administration business and social science, Division of industrial marketing and e-commerce.
Wheeler, Alina. 2009. Designing Brand Identity: A Complete Guide to Creating, Building, and Maintaining Strong Brand, Philadelphia. Whiley.
Literatur Majalah
SWA 15/XXVII/18-27 Juli 2011
SWA 20/XXVIII/20 September-03 Oktober 2012 SWA 24/8-21 November 2012
Internet
http://www.kaskus.us diakses januari 2013
http://www.kemenperin.go.id diakses januari 2013 http://www.sosro.com diakses januari 2013
http://www.topbrand-award.com diakses juli 2013