• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

1. Karakteristik demografi dapat digambarkan bahwa sebagian besar responden pada metode massage effleurage berada pada usia 18-25 sebanyak 6 orang (60%), status pekerjaan sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 8 orang (80%), pendidikan sebagian besar responden berpendidikan SMA sebanyak 6 orang (60%), dan dilatasi servik sebagian besar berada pada dilatasi 4-6 cm sebanyak 7 orang (70%). Pada metode massage abdominal lifting sebagian besar responden berada pada usia 18-25 sebanyak 7 orang (70%), status pekerjaan sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 6 orang (60%), pendidikan sebagian besar responden berpendidikan SMA sebanyak 4 orang (40%), dan dilatasi servik sebagian besar berada pada dilatasi 4-6 cm sebanyak 6 orang (60%).

2. Karakteristik intensitas nyeri responden sebelum dan sesudah intervensi adalah responden pada kelompok metode massage effleurage sebelum dilakukan intervensi rata-rata tingkat nyeri 6,10 dengan stándar deviasi 1,197 dan setelah dilakukan intervensi rata-rata tingkat nyeri 3,90 dengan stándar deviasi 1,663. Sedangkan pada kelompok metode massage abdominal lifting sebelum dilakukan intervensi rata-rata tingkat nyeri 5,50 dengan stándar deviasi 1,354 dan setelah dilakukan intervensi rata-rata tingkat nyeri 3,70 dengan stándar deviasi 1,160

3. Nilai rata-rata intensitas nyeri responden sesudah intervensi pada seluruh kelompok lebih rendah daripada nilai rata-rata sebelum intervensi dengan nilai t

46 hitung pada masing-masing kelompok lebih besar dari t tabel (t =1,833) nilai probabilitas (p<0,0001), sehingga dapat dinyatakan bahwa pelaksanaan masing- masing metode massage yang diteliti mempunyai pengaruh terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I fase aktif.

4. Dari hasil uji statistik t-Independent di peroleh kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan pada pengurangan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada kedua kelompok intervensi berdasarkan nilai interval sebelum dan sesudah intervensi dengan taraf signifikan (p=0,174).

B. Saran

1. Bagi Praktik Kebidanan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode massage memberikan manfaat untuk mengurangi intensitas nyeri pada persalinan kala I fase aktif. Oleh karena itu, penting untuk diinformasikan dan diterapkan bahwa metode massage adalah salah satu intervensi non-farmakologik untuk mengurangi intensitas nyeri pada persalinan kala I fase aktif di berbagai tatanan pelayanan kesehatan baik di Rumah Sakit,Klinik bersalin, Puskesmas maupun di masyarakat.

2. Bagi Pendidikan DIV Kebidanan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode massage efektif dalam pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I fase aktif, maka penting mengintegrasikan materi ini dalam pendidikan DIV kebidanan terutama dalam materi pembelajaran asuhan kebidanan persalinan mengenai konsep dan cara pengurangan intensitas nyeri pada persalinan dengan menggunakan metode massage.

3. Bagi Penelitian Kebidanan

Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menggunakan desain penelitian bersifat quasi eksperimen dengan dua kelompok sampel yakni kelompok kontrol dan kelompok intervensi agar diperoleh hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, L. (2008). Teknik Akupresur pada persalinan http : // Keperawatan Maternitas.blogspot.com/2008/04/Teknik-akupresur-pada-nyeri-persalinan.htm. diperoleh tanggal 22 November 2009

Bobak , L. (2004). Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC

Chapman, V. (2006). Asuhan Kebidanan : Persalinan dan Kelahiran. Jakarta : EGC Danuatmaja, B., dan Meiliasari, M. (2004). Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit.

Jakarta : Puspa Swara

Gadysa, G. (2009). Persepsi ibu tentang metode massage diperoleh tanggal 22 November 2009

Hidayat, A., dan Hidayat, M. (2008). Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika

Henderson, C. (2006). Buku Ajar Konsep Kebidanan (Essential Midwifery). Jakarta : EGC

Indiarti, M. (2009). Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan dan Perawatan Bayi. Jogyakarta : Diglossia Media

Imdgarut. (2009). Mekanisme nyeri persalinan

2009/02/02/mekanisme-nyeri-pada-persalinan. Diperoleh tanggal 18 November 2009

MC. Kinney, et al. (2002). Maternal child nursing. Philadelphia : WB. Saunders Co Mander, R. (2003). Nyeri Persalinan. Jakarta : EGC

Notoadmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan

Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakata : Salemba Medika Patree, b., walsh.v.l. (2007). Buku Ajar Kebidanaan Komunitas. Jakarta: EGC

Prawirohardjo, S. (2002). Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Simkin, P., Walley, J., dan Keppler, A. (2008). Panduan Praktis Bagi Calon Ibu : Kehamilan dan Persalinan. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer

Sastroasmoro, S., dan Ismael, S. (2008). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinik Edisi ke-3. Jakarta : CV Sagung Seto

Simkin, P., dan Ancheta, R. (2005). Buku Saku Persalinan. Jakarta : EGC Schott, J., dan Priest, J. (2002). Kelas Antenatal Edisi 2. Jakarta : EGC

Suddarth., Brunner. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta: EGC Wibowo, R. (2009). Nyeri

Lampiran 1

FORMULIR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT)

Judul : Pengaruh Metode Massage Terhadap Pengurangan Intensitas Nyeri Pada Persalinan Kala I.

Nama peneliti : RINI HARIANI RATIH Nim : 095102042

Saya adalah mahasiswa program D IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh metode massage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I. Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di program D IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Saya mengharapkan partisipasi ibu dalam memberikan jawaban atas wawancara sesuai dengan pendapat ibu tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Saya akan menjamin kerahasiaan identitas dan jawaban ibu, informasi yang ibu berikan hanya akan digunakan untuk proses penelitian.

Partisipasi ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela, ibu bebas menerima menjadi responden penelitian atau menolak tanpa ada sanksi apapun. Jika ibu bersedia menjadi responden, silahkan menandatangani surat persetujuan ini pada tempat yang telah disediakan dibawah ini sebagai bukti ibu bersedia menjadi responden pada penelitian ini. Terimakasih atas perhatian ibu untuk penelitian ini.

Lampiran 2

KOESIONER PENELITIAN

PENGARUH METODE MASSAGE TERHADAP PENGURANGAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I

A. DATA DEMOGRAFI

Petunjuk : Jawaban akan diisi oleh peneliti berdasarkan hasil wawancara dengan ibu dan dituliskan pada tempat yang disediakan.

1. Tanggal/waktu penelitian : Nama ibu (inisial) : 2. Usia 3. Dilatasi serviks : cm 4. Status pekerjaan : ( ) Bekerja ( ) Tidak bekerja 5. Pendidikan : ( ) SD ( ) SMP ( ) SMA ( ) DI/DIII ( ) SI

B. INTENSITAS NYERI SEBELUM INTERVENSI DILAKUKAN Petunjuk :

1. Diisi oleh peneliti

Berikan tanda (√) pada tanda kurung yang sesuai tindakan yang dilakukan ( ) Metode massage Effleurage

( ) Metode massage Abdominal lifting

2. Pada skala ini diisi oleh peneliti setelah ibu menunjukkan angka berapa nyeri yang ibu rasakan dengan menggunakan skala nyeri numerik (0-10), yaitu : 1. 0 : Tidak nyeri

2. 1 – 2 : Nyeri ringan 3. 3 – 5 : Moderat/ sedang 4. 6 – 7 : Severe/ berat 5. 8 – 10 : Sangat berat.

Tanyakan kepada ibu pada angka berapa nyeri yang dirasakannya dengan menunjukkan posisi garis yang sesuai menurut ibu untuk menggambarkan nyeri yang ibu rasakan sebelum intervensi dilakukan dengan membuat tanda silang (X) pada skala yang telah disediakan

Sebelum dilakukan tindakan (Intervensi)

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Tidak Nyeri

INTENSITAS NYERI SESUDAH INTERVENSI DILAKUKAN

Petunjuk :

1. Diisi oleh peneliti

Berikan tanda (√) pada tanda kurung yang sesuai tindakan yang dilakukan ( ) Metode massage Effleurage

( ) Metode massage Abdominal lifting

2. Pada skala ini diisi oleh peneliti setelah ibu menunjukkan angka berapa nyeri yang ibu rasakan dengan menggunakan skala nyeri numerik (0-10), yaitu : 1. 0 : Tidak nyeri

2. 1 – 2 : Nyeri ringan 3. 3 – 5 : Moderat/ sedang 4. 6 – 7 : Severe/ berat 5. 8 – 10 : Sangat berat.

Tanyakan kepada ibu pada angka berapa nyeri yang dirasakannya dengan menunjukkan posisi garis yang sesuai menurut ibu untuk menggambarkan nyeri yang ibu rasakan sesudah dilakukan intervensi dengan membuat tanda silang (X) pada skala yang telah disediakan.

Sesudah dilakukan tindakan (Intervensi)

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Tidak Nyeri

Lampiran 3

Prosedur Pelaksanaan Metode Massage Effleurage dan Metode Massage Abdominal lifting

1. Waktu pelaksanaan metode massage effleurage dan metode massage abdominal lifting.

Pelaksanaan setiap metode tersebut dilakukan saat kontraksi pada kala I fase aktif selama satu jam.

2. Sebelum melakukan metode massage, peneliti mengkaji derajat nyeri yang dialami oleh responden dengan memberikan skala pengukuran nyeri dan diisi oleh responden atas bimbingan peneliti yang sesuai dengan derajat nyeri yang dialaminya sebelum dilakukan intervensi.

3. Mempraktekkan Metode massage Effleurage

ibu mendapatkan perlakuan berupa metode massage effleurage yaitu dengan cara pasien dalam posisi atau setengah duduk, lalu letakkan kedua telapak tangan pada perut dan secara bersamaan digerakkan melingkar kearah pusat kesimpisis atau dapat juga menggunakan satu telapak tangan dengan gerakkan melingkar atau satu arah. Kemudian memberikan usapan pada daerah tersebut. Usapan dilakukan pada setiap kontraksi (sesuai dengan lama kontraksi) selama satu jam, dilakukan oleh pendamping atau yang menemani ibu selama proses persalinan.

4. Mempraktekkan Metode massage Abdominal lifting

ibu mendapatkan perlakuan berupa metode Abdominal lifting yaitu dengan cara pasien dalam posisi atau setengah duduk, lalu letakkan kedua telapak tangan pada

perut dan secara bersamaan digerakkan melingkar kearah pusat kesimpisis atau dapat juga menggunakan satu telapak tangan dengan gerakkan melingkar atau satu arah. Kemudian memberikan usapan pada daerah tersebut. Usapan dilakukan pada setiap kontraksi (sesuai dengan lama kontraksi) selama satu jam, dilakukan oleh pendamping atau yang menemani ibu selama proses persalinan.

5. Sesudah melakukan metode massage, peneliti mengkaji derajat nyeri yang dialami oleh responden dengan memberikan skala pengukuran nyeri dan diisi oleh peneliti setelah ibu menunjukkan derajat nyeri yang dialaminya sesudah dilakukan intervensi

6. Pada saat melakukan tindakan tersebut peneliti harus memperhatikan keadaan pasien. Apabila pasien kurang nyaman terhadap tindakan tersebut maka tindakan dihentikan.

Lampiran 4

PROTAP PENELITIAN TENTANG PENGARUH METODE MASSAGE TERHADAP PENGURANGAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN

KALA I DI KLINIK BERSALIN FATIMAH ALI I MARINDAL MEDAN

1. Memperkenalkan dan menjelaskan prosedur metode massage effleurage dan metode massage abdominal lifting

2. Melakukan informed concent dan bersedia menjadi responden

3. Peneliti mengkaji derajat nyeri yang dialami responden sebelum dilakukan intervensi dengan mengunakan skala pengukuran nyeri yang sudah ada dikuesioner dan diisi langsung oleh peneliti setelah responden menunjukkan angka berapa nyeri yang dirasakan.

4. Mempraktekkan langsung metode massage kepada responden setiap kontraksi terjadi selama satu jam

5. Peneliti mengkaji derajat nyeri yang dialami responden sesudah dilakukan intervensi dengan mengunakan skala pengukuran nyeri yang sudah ada dikuesioner dan diisi langsung oleh peneliti setelah responden menunjukkan angka berapa nyeri yang dirasakan.

6. Menganalisis data yang sudah terkumpul dan disajikan dalam bentuk tabel

Dokumen terkait