• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab ini memuat tentang kesimpulan dari hasil-hasil penelitian dan saran-saran yang dianggap penting bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

2.1 Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan analisa kuantitatif yang menggambarkan kenyataan yang penulis teliti. Menurut Nawawi, Hadari (1990 : 64) metode deskriptif memusatkan perhatian pada masalah-masalah atau fenomena-fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan atau masalah yang bersifat aktual, kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki serta diiringi dengan interpretasi rasional yang akurat. Dimana penelitian ini menjelaskan keadaan dari objek penelitian dan mencoba menganalisa untuk memberi kebenarannya berdasarkan data-data yang diperoleh. Sedangkan pendekatan kuantitatif diterapkan dengan menggunakan rumus statistik untuk membantu dalam menganalisa data dan fakta yang diperoleh (Arikunto, 1993 : 15).

2.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilaksanakan di kantor PT. Nice Property jln. Setiabudi no. 234 Medan.

2.3 Populasi dan Sampel

1. Populasi

Yang dimaksud dengan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2005 : 90).

Dari pengertian tersebut, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja pada kantor PT. Nice Property di Medan yang berjumlah 24 orang.

2. Sampel

Yang dimaksud dengan sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi sumber data yang sebenarnya. Dengan kata lain, sampel merupakan bagian dari populasi. Pengambilan sebagian itu dimaksudkan sebagai representasi dari seluruh populasi sehingga kesimpulan juga berlaku bagi keseluruhan populasi.

Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti menentukan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel yang tidak didasarkan atas strata atau pedoman, tetapi berdasarkan atas adanya tujuan tertentu yang tetap berhubungan dengan permasalahan penelitian.

Dalam penelitian ini, seluruh pegawai pada PT. Nice Property yang berjumlah 24 orang dijadikan subjek dalam penelitian. Menurut Arikunto, Suharsimi (1993 : 104), apabila subjek penelitian kurang dari 100 orang, maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Apabila populasi lebih dari 100, maka dapat diambil 10% - 15% atau 20% - 25% sampel atau lebih.

Dengan demikian berdasarkan teori diatas, maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada PT. Nice Property yang sebanyak 24 orang.

2.4 Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data atau informasi, keterangan-keterangan dan data-data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data-data sebagai berikut:

1. Teknik Pengumpulan Data Primer

Adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada lokasi penelitian. Pengumpulan data primer dilakukan dengan instrumen :

- Kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data yang dilaksanakan dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan yang dilengkapi dengan alternatif jawaban yang tersedia dalam bentuk angket kepada responden.

- Observasi, yaitu kegiatan mengamati secara langsung objek penelitian dengan mencatat gejala-gejala yang ditemukan di lapangan untuk melengkapi data-data yang diperlukan sebagai acuan yang berkenaan dengan topik penelitian.

2. Teknik Pengumpulan Data Skunder

Adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui studi dan bahan-bahan kepustakaan yang diperlukan untuk mendukung data primer. Pengumpulan data skunder dilakukan dengan instrumen :

- Studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, pendapat para ahli yang memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti.

- Studi dokumenter, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan catatan-catatan tertulis yang ada di lokasi penelitian serta sumber-sumber lain yang menyangkut masalah yang diteliti dengan instansi terkait.

2.5 Teknik Penentuan Skor

Teknik penentuan skor yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara penentuan skor melalui berbagai pertanyaan yang diajukan kepada responden. Kemudian akan ditentukan skor dari setiap jawaban sehingga menjadi data yang kuantitatif. Dan dari setiap alternatif jawaban (a,b,c,d,e) akan diberikan skor yang berbeda, yaitu :

- untuk jawaban yang memilih a diberi skor 5 - untuk jawaban yang memilih b diberi skor 4 - untuk jawaban yang memilih c diberi skor 3 - untuk jawaban yang memilih d diberi skor 2 - untuk jawaban yang memilih e diberi skor 1

Kemudian untuk uji skorsing pada data dan informasi dengan cara memberi skor pada data dan informasi yang dianalisis dan kemudian dihitung kumulatif yang akhirnya dapat dihitung rata-rata persentasenya. Hasilnya dapat digunakan untuk pengambilan kesimpulan yang dapat memberikan arahan terhadap saran atau rekomendasi sebagai upaya pemecahan masalahnya.

Untuk menentukan jawaban responden termasuk ke dalam golongan jawaban yang tinggi, sedang, atau rendah terlebih dahulu ditentukan skala intervalnya dengan cara sebagai berikut :

Skor tertinggi – Skor terendah _______________________________

Banyaknya Bilangan

Maka diperoleh : (5 – 1) / 5 = 0,8. Sehingga dengan demikian, interval adalah 0,8. Kategori jawaban responden dapat diklasifikasikan dengan urutan sebagai berikut :

- skor untuk kategori sangat tinggi = 4,21 - 5,00 - skor untuk kategoti tinggi = 3,41 - 4,20 - skor untuk kategori sedang = 2,61 - 3,40 - skor untuk kategori rendah = 1,81 - 2,60 - skor untuk kategori sangat rendah = 1,00 - 1,80

Dari hasil pembagian tersebut, maka akan dapat diketahui jawaban responden termasuk dalam kategori mana.

2.6 Teknik Analisa Data

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dengan menggunakan analisa kuantitatif untuk menguji pengaruh antar variabel dan sejauh mana hubungan antara variabel bebas (x) dan variabel terikat (y) yaitu dengan menggunakan instrumen :

1. Koefisien Korelasi Product Moment

Menurut Hadi, Sutrisno (2002 : 275), cara ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya atau besar kecilnya hubungan antara variabel

bebas dengan variabel terikat. Cara perhitungannya dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

( ) ( )( )

( )

[

2 2

][

2

( )

2

]

− − = y y N x x N y x xy N rxy Keterangan :

rxy= koefsien korelasi antara gejala x dan gejala y N= populasi

X= jumlah skor x Y= jumlah skor y

xy= jumlah hasil kali antara x dan y

Adanya kesepakatan bahwa derajat kuat atau lemahnya hubungan antara dua variabel selalu diukur dengan hasil yang dinyatakan dalam lambang bilangan antara 0 dan 1 atau -1 dan 0, jika :

- Nilai r positif : menunjukkan hubungan langsung, kenaikan dalam suatu variabel akan menyebabkan kenaikan variabel lainnya. Dengan kata lain bahwa semakin tinggi derajat variabel x, maka akan semakin tinggi pula variabel y.

- Nilai r negatif : menunjukkan hubungan tidak langsung, kenaikan dalam suatu variabel akan menyebabkan penurunan kepada variabel lainnya. Dengan kata lain, bahwa semakin tinggi variabel x, maka akan semakin rendah tingkat variabel y.

- Nilai r = 0 : menunjukkan bahwa kedua variabel tidak mempunyai hubungan. Jika satu variabel tetap, maka variabel yang lain mungkin saja berubah.

Untuk mengetahui adanya hubungan yang tinggi atau rendah antara kedua variabel berdasarkan nilai r (koefisien korelasi), digunakan penafsiran atau interpretasi dari korelasi tersebut menurut ukuran yang konservatif adalah sebagai berikut :

r Interpretasi Antara 0,80 – 1,00 Antara 0,60 - 0,79 Antara 0,40 – 0,59 Antara 0,20 – 0,39 Antara 0,00 – 0,19 Sangat kuat Kuat Sedang Rendah Sangat Rendah

Jika nilai r yang diperoleh lebih besar atau sama dengan nilai r dalam tabel, maka nilai r yang diperoleh itu signifikan. Dan sebaliknya apabila nilai r yang diperoleh lebih kecil dari nilai r dalam tabel, maka nilai r yang diperoleh itu tidak signifikan.

Dari nilai r yang diperoleh, dapat dilihat secara langsung melalui tabel korelasi untuk menguji apakah nilai r yang diperoleh tersebut berarti atau tidak. Tabel korelasi ini mencantumkan batas-batas r yang signifikan tertentu yang dalam hal ini signifikan 5 %. Bila nilai r tersebut adalah signifikan, berarti hipotesa dapat diterima.

Cara ini digunakan untuk mengetahui berapa persen (%) besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Perhitungan dilakukan dengan mengkuadratkan nilai koefisien korelasi product moment dan dikalikan dengan 100%. Cara perhitungannya dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

D = (rxy)2x 100%

Keterangan :

D = koefisien determinasi

BAB III

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

1. Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Nice Property adalah suatu perusahaan yang bergerak di dalam pembangunan, pemasaran, dan pengembangan (properti). Perusahaan ini berlokasi di Jalan Setia Budi No. 234 Medan. Perusahaan ini dipimpin oleh Bapak Drs. H. Nazarwin Hasibuan (Direktur Utama), Ibu Hj. Edyana Hasyim Soemardi (Direktur Keuangan), dan Ibu Hj. Sri Rezeki (Direktur Pemasaran). Perusahaan ini memiliki tiga pimpinan dikarenakan ketiganya memiliki saham yang besarnya sama. Perusahaan ini berdiri sejak tanggal 1 September 2000 melalui Notaris Erwin Wahyu Purwanto, SH.

Kegiatan usaha perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang pembangunan untuk proyek-proyek pekerjaan umum, termasuk perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pemborongan, serta pemasaran bangunan. Serta menjadi pengembang (Developer) dan juga menjalankan usaha dalam bidang kontraktor umum.

Perusahaan ini telah mendapat SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dengan No. SIUP : 2155 / 02.13 / PK / VIII / 2004 pada tanggal 26 Agustus 2004, dan telah terdaftar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dengan SITU (Surat Izin Tempat Usaha) No. 503 / 02138 / BI / WAS / VI / 2004 pada tanggal 28 Juni 2004, serta telah memiliki TDP (Tanda Daftar Perusahaan) No. 021217008643 dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan pada tanggal 9 September 2004.

Perusahaan ini selalu berpacu dalam membenahi diri dari segi pelayanan maupun mutu pekerjaan yang berguna untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kegiatan usaha.

2. Struktur Organisasi Perusahaan

Bentuk organisasi yang dipakai suatu perusahaan sangat mempengaruhi kebijaksanaan pimpinan dalam mengorganisir para bawahan secara keseluruhan. Oleh karena itu, dalam menetapkan suatu kebijaksanaan harus terlebih dahulu menetapkan bentuk organisasi dengan sedemikian rupa terhadap jenjang jabatan atau bagian-bagian, sehingga dalam penempatan pegawai disesuaikan dengan keahlian, kecakapan, kemampuan, serta tingkat pendidikan pegawai dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.

Dengan adanya struktur organisasi yang baik dan teratur, maka setiap pegawai akan melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai secara maksimal.

Struktur organisasi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan. Perusahaan sebagai suatu wadah kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu di dalam pelaksanaannya akan berhubungan dengan pembagian tugas yang menyangkut kepada pembagian wewenang dan tanggung jawab, sistem komunikasi dan pembagian sistem kontrol yang dijalankan oleh perusahaan. Dengan demikian akan dapat diketahui oleh karyawan tentang apa yang harus dilakukan, dan kepada siapa dia harus bertanggung jawab atas segala pekerjaan tersebut. Dari bagian struktur organisasi, akan dapat diperoleh gambaran dari

aktivitas secara keseluruhan dan juga menunjukkan dengan jelas fungsi dari tiap-tiap bagian.

Bagi pimpinan perusahaan, struktur organisasi sangat berguna sebagai pedoman dalam melaksanakan fungsi manajemen yang mencerminkan adanya pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab serta komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas masing-masing dalam perusahaan. Bagi karyawan, struktur organisasi dapat menunjukkan tugas dan tanggung jawab serta kedudukan dalam organisasi agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.

Setiap organisasi yang baik adalah merupakan persyaratan mutlak bagi kemajuan suatu perusahaan. Tanpa mempunyai sistem organisasi yang baik, suatu perusahaan lambat laun akan mengalami kemunduran.

PT. Nice Property menggunakan struktur organisasi lini dimana setiap bawahan harus mempunyai seorang atasan. Garis komandonya adalah bertingkat, sehingga setiap bawahan memperoleh suatu perintah dari atasannya. Untuk lebih jelasnya berikut ini akan dipaparkan struktur organisasi dari PT. Nice Property :

STRUKTUR ORGANISASI PT. NICE PROPERTY

Sumber : PT. Nice Property

Melalui struktur organisasi tersebut, dapat dilihat dengan jelas hubungan wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi. Uraian tugas dan tanggung jawab adalah sebagai berikut :

Direktur atau Pimpinan Perusahaan

Direktur utama merupakan pimpinan tertinggi pada PT. Nice Property yang langsung dijabat oleh pemilik perusahaan. Pimpinan perusahaan bertugas dalam hal forecasting (uji kelayakan), planning (perencanaan), organizing

(pengorganisasian), staffing (penyusunan personalia), dan controlling

(pengendalian). Tentu saja dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dia dibantu oleh direktur keuangan / umum yang bertugas memeriksa hasil laporan keuangan perusahaan, dan direktur operasional / pemasaran yang bertugas memeriksa hasil kerja bagian pemasaran dan proyek. Direktur keuangan / umum dan direktur operasional / pemasaran juga memiliki peranan yang sama dalam memimpin perusahaan, dan dapat mengganti kedudukan direktur utama apabila direktur utama berhalangan.

DIREKTUR UTAMA DIREKTUR KEUANGAN / UMUM DIREKTUR OPERASIONAL / PEMASARAN KEPALA BAGIAN KEUANGAN KEPALA BAGIAN ADM / UMUM KEPALA BAGIAN PEMASARAN KEPALA BAGIAN TEKHNIK BAGIAN KEUANGAN / AKUNTANSI BAGIAN ADM / UMUM BAGIAN PEMASARAN BAGIAN TEKHNIK

Kepala Bagian Keuangan

Kepala bagian keuangan mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

1. Memeriksa dan mengawasi pelaksanaan prosedur pembukuan, apakah sesuai dengan yang telah ditetapkan dan digarisbesarkan sehingga bertugas dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembukuan perusahaan.

2. Membuat perencanaan keuangan / budget atau analisis keuangan. 3. Menginput atau memposting transaksi-transaksi ke buku jurnal dengan

memakai program MYOB (Minding Your Own Business), yaitu suatu program dimana seseorang dapat membuat ataupun memasukkan data-data keuangan dan transaksi-transaksi lain ke dalam neraca ataupun laporan laba rugi melalui sistem komputerisasi.

4. Memberikan persetujuan terhadap pengeluaran sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan.

5. Memegang, menyimpan, dan mengisi blanko cek dan giro untuk ditandatangani direktur.

6. Membuat saran dan usul secara tertulis kepada direktur sehubungan dengan laporan keuangan perusahaan.

7. Bertanggung jawab atas kebenaran laporan keuangan kepada direktur keuangan / umum.

Bagian Keuangan / Akuntansi

2. Menyetor kewajiban-kewajiban pajak dan melakukan penyetoran ke bank.

3. Memeriksa tagihan-tagihan kwitansi, faktur, serta mencocokkan pada dokumen yang ada di perusahaan sebelum persetujuan pembayaran. 4. Menentukan nomor perkiraan setiap transaksi harian sesuai dengan

ketentuan yang telah ditetapkan.

5. Mengadakan konfirmasi / pencocokan setiap saldo perkiraan yang terkait.

6. Mengajukan laporan keuangan secara berkala dan menganalisis seluruhnya.

7. Menjaga dan menjamin keserasian catatan pembukuan perusahaan. 8. Mengendalikan keuangan dalam mencapai tujuan perusahaan.

9. Membantu di dalam pembuatan rencana anggaran pendapatan dan biaya perusahaan.

Kepala Bagian Administrasi / Umum

Kepala bagian administrasi / umum mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

1. Membuat dan memasang iklan perumahan.

2. Merencanakan dan mengadakan pameran perumahan. 3. Mengurus pengesahan sertifikat kepada notaris. 4. Mengurus proses KPR kepada bank.

5. Bertanggung jawab atas hasil kerja administrasi / umum kepada direktur keuangan / umum.

Bagian Administrasi / Umum

Bagian administrasi / umum mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

1. Menerima dan meneruskan informasi dan pelayanan telepon dan tamu. 2. Membuat fotocopy dan pengadaan alat tulis kantor untuk keperluan

kantor.

3. Menyelenggarakan absensi karyawan setiap hari. 4. Mempersiapkan dokumen-dokumen penagihan.

Kepala Bagian Pemasaran

Kepala bagian pemasaran mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

1. Mempersiapkan dokumen-dokumen pemasaran, seperti : brosur-brosur perumahan, surat-surat pesanan perumahan.

2. Mempersiapkan dokumen-dokumen untuk notaris. 3. Mempersiapkan dokumen-dokumen KPR untuk bank.

4. Bertanggung jawab atas hasil kerja pemasaran kepada direktur operasional / pemasaran.

Bagian Pemasaran (Sales)

Bagian pemasaran (sales) mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

1. Mencatat data-data pembeli pada buku tamu.

2. Melakukan follow up kepada calon pembeli dengan cara menghubungi melalui telepon.

3. Mencatat data serta kritik dan saran dari para pembeli. 4. Melakukan serah terima kunci rumah kepada pembeli.

5. Mengadakan negosiasi / kesepakatan dengan pihak proyek sesuai dengan tujuan perusahaan.

Kepala Bagian Tekhnik (Pimpinan Proyek)

Bagian tekhnik (pimpinan proyek) mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

1. Meneliti order bahan baku bangunan sehubungan dengan pemasukan bahan baku ke proyek yang ditangani.

2. Membuat daftar service proyek yang harus ditangani.

3. Mengadakan konfirmasi atau pencocokan saldo tagihan dengan bahan baku yang dibeli, baik jumlah maupun jenisnya.

4. Mengawasi pelaksanaan tehknik konstruksi (proyek).

5. Bertanggung jawab atas hasil kerja bagian tekhnik kepada direktur operasional / pemasaran.

Bagian Tekhnik

Bagian tekhnik mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : 1. Bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan tekhnik konstruksi. 2. Mengatur dan mengurus penerimaan dan pemakaian bahan baku.

3. Aktivitas Perusahaan

a. Menjalankan usaha dalam bidang pembangunan untuk proyek-proyek pekerjaan umum, termasuk perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemborongan pembangunan perumahan, gedung-gedung, perkantoran, pergudangan, kawasan industri, jalan, lapangan terbang, dermaga, jembatan, saluran-saluran air (irigasi), pekerjaan pemasangan instalasi listrik, air, gas, telepon, mesin-mesin, konstruksi besi, konstruksi beton, pematangan tanah, pekerjaan tekhnik-tekhnik sipil lainnya, basah maupun kering dan pekerjaan-pekerjaan lain dalam bidang pembangunan.

b. Menjadi pengembang (developer) bagi pembangunan proyek perumahan (real estate), pusat perbelanjaan, gedung-gedung perkantoran, pergudangan dan kawasan industri, termasuk penyediaan tanah siap bangun (kavling-kavling), dengan cara menjual atau menyewakan bangunan-bangunan (property) dan tanah-tanah tersebut.

c. Menjalankan usaha dalam bidang kontraktor umum, termasuk perencanaan, pengawasan dan pemborongan untuk segala macam dan jenis pekerjaan, termasuk pemborong untuk pekerjaan pembangunan perumahan, gedung perkantoran, pertokoan, pergudangan, jalan-jalan, konstruksi besi, jembatan-jembatan, saluran-saluran air (irigasi), listrik, gas, dermaga dan lain-lain sebagainya, termasuk usaha-usaha perencanaan, pelaksanaan, dan pekerjaan sipil lainnya pada umumnya.

4. Laporan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan pada dasarnya merupakan hasil dari sekian banyak transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan. Dimana setiap akhir periode, biasanya manajemen perusahaan akan menyusun serta menyajikan laporan keuangan tersebut. Laporan keuangan yang disusun itu akan menggambarkan posisi keuangan dan perubahannya, serta hasil usaha yang telah dicapai.

Informasi tentang kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan sangat berguna bagi semua pihak, baik yang berada dalam perusahaan maupun yang berada diluar perusahaan. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan maupun perkembangan perusahaan adalah para pemilik perusahaan, manajer perusahaan, para kreditur dan bankir, para investor dan pemerintah dimana perusahaan tersebut berdomisili, serta pihak-pihak lainnya.

Dengan mengadakan analisis laporan keuangan, akan dapat diketahui perkembangan perusahaan melalui hasil-hasil yang telah dicapai, baik pada waktu yang lalu maupun waktu sekarang, dan sekaligus untuk menilai berhasil tidaknya seorang manajer dalam memimpin perusahaan.

Dengan demikian, laporan keuangan dapat dikatakan menjadi suatu titik tolak untuk menilai keadaan tubuh perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang sesuai dengan hasil usaha yang telah dicapai.

BAB IV

PENYAJIAN HASIL PENELITIAN

Pada bab ini akan dipaparkan hasil-hasil penelitian berupa data prima yang telah diperoleh peneliti di lapangan. Data prima ini merupakan hasil-hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian melalui penyebaran kuesioner yang didistribusikan kepada responden yaitu pegawai PT. Nice Property. Oleh sebab itu, data perlu disajikan dalam hasil penelitian agar terlihat sempurna. Untuk mengetahui identitas responden berdasarkan kategori-kategori, maka dibuatlah daftar identitas berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan.

4.1 Identitas Responden

Tabel 1

Jumlah responden berdasarkan jenis kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah %

1 Pria 14 58,33 %

2 Wanita 10 41,66 %

Total 24 100 %

Sumber : Hasil Penelitian, 2008

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan pada PT. Nice Property adalah pria. Ini dapat dilihat dari tabel tersebut dimana terdapat 14 orang (58,33 %) responden pria dan 10 orang (41,66 %) responden wanita.

Tabel 2

Jumlah responden berdasarkan usia

No Usia Jumlah %

1 22 – 32 15 62,5 %

2 33 – 42 7 29,16 %

Total 24 100 % Sumber : Hasil Penelitian, 2008

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa usia yang paling dominan adalah usia 22-32 tahun yaitu 62,5 %, usia 33-42 tahun yaitu 29,16 %, dan usia 43-52 tahun yaitu 8,33 %. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa usia para pegawai PT. Nice Property itu beragam. Namun terdapat perbedaan yang mencolok antara pegawai yang berusia muda lebih banyak dibandingkan dengan pegawai yang lebih tua.

Tabel 3

Jumlah responden berdasarkan tingkat pendidikan

No Tingkat Pendidikan Jumlah %

1 SLTP - - 2 SLTA 1 4,16 % 3 D-1 - - 4 D-3 11 45,83 % 5 S-1 12 50 % 6 S-2 - - 7 S-3 - - Total 24 100 %

Sumber : Hasil penelitian, 2008

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berpendidikan S-1 yaitu 50 %. Selain itu responden yang berpendidikan D-3 yaitu 45,83 %, serta responden yang berpendidikan SLTA yaitu 4,16 %. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa latar belakang pendidikan dari para responden kebanyakan berasal dari tamatan sarjana (S-1).

Dalam penelitian ini, penulis menyebarkan kuesioner kepada responden sebanyak 24 kuesioner, dimana setiap responden harus menjawab 38 pertanyaan. Adapun masing-masing pertanyaan meliputi variabel bebas (X)

Pendidikan dan Pelatihan terdiri dari 10 pertanyaan dan variabel terikat (Y) Kinerja Pemasaran terdiri dari 28 pertanyaan.

Setiap pertanyaan memiliki 5 alternatif jawaban antara lain - untuk jawaban a diberi skor 5

- untuk jawaban b diberi skor 4 - untuk jawaban c diberi skor 3 - untuk jawaban d diberi skor 2 - untuk jawaban e diberi skor 1

4.2 Pendidikan dan Pelatihan (Variabel X)

Distribusi jawaban responden atas pertanyaan-pertanyaan dalam variabel bebas, dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4

Distribusi responden terhadap pertanyaan no. 1

No Kategori Frekwensi % 1 Sangat mengerti 5 20,83 % 2 Mengerti 12 50 % 3 Cukup mengerti 7 29,16 % 4 Kurang mengerti - - 5 Tidak mengerti - - Total 24 100 %

Sumber : Kuesiner no. 1, 2008 (Apakah anda mengerti terhadap materi yang diberikan selama masa pendidikan dan latihan)

Dari tabel diatas dapat dilihat sekitar 50 % responden mengatakan bahwa materi yang diberikan selama pendidikan dan pelatihan dapat dimengerti. Sedangkan sisanya mengatakan cukup mengerti (29,16 %) dan sangat mengerti (20,83 %) tentang materi yang disampaikan selama pendidikan dan pelatihan.

Tabel 5

No Kategori Frekwensi % 1 Sangat membantu 13 54,16 % 2 Membantu 6 25 % 3 Cukup membantu 5 20,83 % 4 Kurang membantu - - 5 Tidak membantu - - Total 24 100 %

Sumber : Kuesioner no.2, 2008 (Apakah materi pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada anda sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan anda saat ini)

Dari tabel diatas dapat dilihat sekitar 54,16 % responden mengatakan bahwa materi pendidikan dan pelatihan yang diberikan sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Sedangkan sisanya mengatakan bahwa materi yang diberikan, membantu (25 %) dan cukup membantu (20,83 %) dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Tabel 6

Distribusi responden terhadap pertanyaan no.3

No Kategori Frekwensi % 1 Sangat baik 1 4,16 % 2 Baik 14 58,33 % 3 Cukup baik 8 33,33 %

Dokumen terkait