• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen DAN PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS (Halaman 81-88)

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh bahan stabilisator kapur terhadap tanah lempung dengan kadar campuran yang telah ditetapkan dan masa pemeraman (curing time) selama 1 hari, dapat disimpulkan bahwa:

1. Berdasarkan klasifikasi USCS, sampel tanah asli tersebut termasuk dalam jenis CH (Clay-High Plasticity) yaitu lempung anorganik dengan plastisitas rendah sampai sedang. Sedangkan dari penelitian sebelumnya sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis CL (Clay-Low Plasticity) yaitu lempung anorganik dengan plastisitas rendah sampai sedang dan tetap pada jenis CL setelah dicampurkan dengan abu gunung vulkanik.

2. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, sampel tanah asli termasuk dalam jenis A-7-6 (11). Pada pemeraman 1 hari, campuran tanah dan 12% AGV termasuk jenis A-7-6 (9). Sedangkan dari penelitian sebelumnya ampel tanah tersebut termasuk dalam jenis A-7-6, kemudian setelah dicampur dengan abu gunung vulkanik, maka sampel termasuk dalam jenis A-7-5.

3. Dari hasil uji Water Content didapat bahwa nilai kadar air tanah asli sebesar 62,50%. Sedangkan dari penelitian sebelumnya didapat bahwa nilai kadar air tanah asli sebesar 14,52%.

4. Dari hasil uji Specific Gravity didapat bahwa nilai berat spesifik tanah asli yaitu 2,58 dan berat spesifik abu 2,40. Sedangkan dari penelitian sebelumnya dari hasil uji Specific Gravity didapat bahwa nilai berat spesifik tanah yaitu sebesar 2,64dan berat spesifik abu gunung vulkanik sebesar 2,62.

5. Dari uji Atterberg tanah asli diperoleh nilai Liquid Limit (LL) sebesar 60,82%

dan indeks plastisitas sebesar 36,44%. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan diketahui bahwa penambahan 20% AGV, memiliki indeks plastisitas (IP) yang paling rendah sebesar 23,76%. Dengan nilai Liquid Limit sebesar

67 51,17%. Sedangkan dari penelitian sebelumnya uji Atterberg pada tanah asli diperoleh nilai Liquid Limit (LL) sebesar 48,64% dan indeks plastisitas (IP) sebesar 29,82%. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan diketahui bahwa:

 Pemeraman 1 hari dengan campuran 20% AGV, memiliki indeks plastisitas (IP) yang paling rendah yakni 9,73%. Dengan nilai Liquid Limit sebesar 30,70%.

 Pemeraman 14 hari dengan campuran 20% AGV, memiliki indeks plastisitas (IP) yang paling rendah yakni 9,04%. Dengan nilai Liquid Limit sebesar 30,15%.

6. Dari hasil uji Proctor Standard menghasilkan nilai kadar optimum pada tanah asli sebesar 21,83 % dan berat isi kering maksimum sebesar 1,35gr/cm³, sedangkan nilai kadar air optimum dan berat isi kering maksimum dari semua campuran bahwa pada variasi 12% AGVdimana kadar air optimumnya yaitu 19,69% dan berat isi kering maksimum sebesar 1,51 gr/cm³. Sedangkan dari penelitian sebelumnya hasil uji Proctor Standart menghasilkan nilai kadar air optimum pada tanah asli sebesar 21,38% dan berat isi kering maksimum sebesar 1,32 gr/cm³, sedangkan nilai berat isi kering maksimum tertinggi dari semua campuran yaitu campuran 10% AGV pada pemeraman 14 hari sebesar 1,49 gr/cm3, terjadi peningkatan seiring dengan lama pemeraman yang sebelumnya ketika hanya diperam 1 hari nilai berat isi kering maksimumnya sebesar 1,44 gr/cm3, sedangkan kadar air optimum campuran 10% AGV pada pemeraman 1 hari sebesar 19,49% mengalami penurunan pada pemeraman 14 hari menjadi 19,35%.

7. Dari hasil uji nilai CBR laboratorium yang dilakukan pada tanah asli diperoleh nilai CBR sebesar 3,90%. Dari hasil penelitian yang dilakukan nilai CBR yang paling besar pada variasi campuran 12% AGV dimana nilai CBR sebesar 4,73%. Sedangkan dari penelitian sebelumnya uji CBR laboratorium rendaman (soaked) dengan lama perendaman selama 3 hari yang dilakukan pada tanah asli diperoleh nilai CBR sebesar 4,56%. Dari hasil penelitian yang dilakukan, nilai CBR setelah tanah ada pada campuran 10% AGV dengan lama pemeraman 14 hari sebesar 8,95%. Nilai CBR pada campuran 10% AGV mengalami peningkatan seiring lama pemeraman, dimana:

68

 Pemeraman 1 hari, nilai CBR campuran 10% AGV sebesar 8,22%.

 Pemeraman 14 hari, nilai CBR campuran 10% AGV sebesar 8,95%.

Lama pemeraman mengakibatkan tanah dan campuran AGV semakin merata, sehingga menghasilkan nilai CBR yang lebih tinggi.

8. Dari uji Unconfined Compression Test yang dilakukan diperoleh nilai kuat tekan tanah (qu) pada tanah asli sebesar 1,15 kg/cm2, sedangkan pada tanah remoulded diperoleh nilai sebesar 0,52 kg/cm2. Dan nilai kuat tekan tanah (qu) maksimum dari semua campuran terdapat pada variasi campuran 12% AGV dimana nilai qu sebesar 2,04 kg/cm2.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh bahan stabilisator kapur terhadap tanah lempung, penulis memberikan saran bahwa:

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pengaruh penambahan AGV pada jenis tanah yang lain.

2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variasi lama pemeraman yang berbeda sehingga dapat dilakukan perbandingan nilai antar variasi untuk setiap bahan pencampur.

3. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai nilai ekonomis penggunaan AGV sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung.

4. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penambahan AGV yang berbeda pada jenis tanah lain.

69 DAFTAR PUSTAKA

Bowles, J. E. 1991. Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah).

Jakarta: Erlangga.

Craig, R. F. 1989. Mekanika Tanah. Jakarta: Erlangga

Das, B. M. 1991. Mekanika Tanah, Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis, Jilid I, Jakarta: Erlangga.

Das, B. M. 1995. Mekanika Tanah, Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis, Jilid II.

Jakarta: Erlangga

Hardiyatmo, H.C. 1992. Mekanika Tanah I. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka.

Hardiyatmo, H.C. 2002. Mekanika Tanah I Edisi 3. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

Indra, A. 2017. Kajian efektifitas penggunaan gypsum dan abu gunung vulkanik terhadap stabilisasi tanah lempung ditinjau dari nilai CBR dan pengujian kuat tekan bebas(UCT).Program Studi Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Marino,S. 2016. stabilisasi tanah lempung dengan menggunakan abu gunung

vulkanik ditinjau dari nilai California beraing ratio(CBR) Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara

Marsela, L. 2016. Kajian efektifitas penggunaan semen dan abu vulkanik terhadap tanah lempung berdasarkan nilai UCT

Mu’minah, R. N. 2014. Pengaruh Abu Gunung Vulkanik Terhadap Parameter Kuat Geser Tanah Lempung. Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia.

Prabowo, I. 2013. Pengaruh Abu Vulkanik Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Untuk Lapis Subgrade. Diploma Teknik Sipil Sekolah Vokasi UniversitasGadjah Mada. Yogyakarta.

Pranata, M. I. 2012. Studi dan Analisis Kuat Tekan Tanah Lempung Organik yang Distabiisasi dengan Abu Gunung Merapi. Jurnal Universitas Lampung

70 Roesyanto, Iskandar, R., Hastuty, I.P., Dianty, W.O., 2018:

http://iopscinle.iop.org/article/10.1088/1757-899x/309/1/012026/012026

Roesyanto, Iskandar, R., Hastuty, I.P., Arrasyid, R., 2019. Pengaruh Penggunaan Kapur Karbonat Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Ditinjau Dari Nilai California Bearing Ratio Dan Pengujian Kuat Tekan Bebas Rostaman, T., Kasno, A., dan Anggria, L., 2011. Perbaikan Sifat Tanah dengan Dosis

Abu Vulkanik Pada Tanah Oxisols. Badan Litbang Pertanian.

Soedarmo, G. D. dan Purnomo, S. J. E. 1997. Mekanika Tanah I, Yogyakarta:

Penerbit Kanisius.

Sofyan, T. A. 2017. Pengaruh Penggunaan Kapur (Cao) Dan Abu Vulkanik Sebagai Bahan Stabilisasi Pada Tanah Lempung Ditinjau Dari Nilai CBR Dan Pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test).

Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara.

Sormin, P.J. 2016.Pengujian CBR pada stabilisasi tanah lempung dengan campuran semen Portland tipe 1 dan Abu Gunung Vulkanik

xiv

LAMPIRAN

xv

Lolos Saringan no. 200

LL PL PI

Tanah Asli 62,50 2,58 60,82 24,38 36,44 47,36%

Abu Gunung Vulkanik - 2,40 NON PLASTIS 22,71%

Sampel

Atterberg Limit Compaction CBR UCT

LL (%) PL (%) PI (%) γd maks (gr/cm2) Wopt (%) Soaked (%) Qu (kg/cm2) CU (kg/cm2)

xvi

LAMPIRAN 1

DATA UJI LABORATORIUM

Dalam dokumen DAN PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS (Halaman 81-88)

Dokumen terkait