BAB II
ENDE DALAM MASYARAKAT BATAK TOBA, PERKEMBANGAN MUSIKBARAT DI TANAH BATAK DAN PENGERTIAN MUSIK
POPULER
2.1 Ende Dalam Masyarakat Batak Toba
Telah diuraikan pada bab 1 di atas apa yang dimaksud dengan istilah folklor, fungsinya dan membedakannya dari kebudayaan lain dan bagaimana nyanyian-nyanyian rakyat atau musik rakyat itu menginspirasi terciptanya musik populer.
Nyanyian-nyanyian rakyat dari Masyarakakat Batak Toba sering disebut juga dengan ende60
1) Ende Parorot (lagu pengasuh), meliputi Ende Mandideng (nina bobo)-lagu untuk mendorong anak-anak tidur, serta lagu-lagu yang dinyanyikan sambil
bermain dengan anak anak yang masih muda untuk mendorong mereka tumbuh
sehat dan kuat. EndeSipaingot (pesan)-lagu-lagu yang paling sering dinyanyikan oleh seorang ibu untuk anak perempuannnya yang akan melangsungkan pernikahan. Lirik lagunya menyampaikan rekomendasi untuk tugas sebagai istri kepada suami, orang tua, sikap yang tepat dari istri, cara merawat rumah.
.Pembagian ende Batak Toba ke dalam beberapa jenis, antara lain:
__________________________________
60 Yang dimaksud dengan ende dalam konteks ini adalah nyanyian-nyanyian rakyat
masyarakat Bata Toba. Pengertian tentang ende di luar dari konteks di atas adalah: istilah ende di
dalam buku ende yaitu nyanyian jemaat misalnya di HKBP, di dalam musik populer Batak istiah
2) Ende Pargaulan (lagu cinta, pacaran), sering ringan, menggoda hati, lagu antara kelompok campuran dari orang-orang muda secara solo- chorus.
3) Ende Tumba/Embas, lagu-lagu yang dinyanyiakan orang muda sebagai iringan untuk tari tumba atau embas, menari sambil membuat lingkaran di halaman kampung (halaman ni huta) pada hari-hari menjelang pernikahan pasangan muda. Gadis remaja membentuk lingkaran dalam dan remaja laki-laki membentuk lingkaran luar sekitar gadis-gadis. Sebuah keranjang beras yang sudah lama difungsikan sebagai gendang dan penari bertepuk tangan bersama di bawah paha mereka sambil bergerak sesuai lingkaran dengan lambat ke kanan dan ke kiri. Nyanyian itu sering merupakan solo-chorus, liriknya juga spontan diciptakan, dan penyanyi menggunakan lagu ini sebagai cara memberikan nasehat kepada pasangan yang akan menikah, menggoda satu sama lain, atau sebagai cara mengekspresikan keinginan terbaik dan perpisahan bagi mereka yang statusnya segera berubah.
4) Ende Sibaran (lagu sedih, penderitaan, atau nasib buruk), terdiri dari banyak sub genre yang spesifik untuk keadaan penyanyi, apakah itu nasib buruk, kemiskinan, penyakit, atau kesedihan atas kematian, dinyanyikan secara solo. Melalui lagu-lagu penyanyi akan menceritakan kisah mereka sebagai cara memunculkan simpati dari pendengar tetapi juga sebagai cara untuk mengekspresikan dan melepaskan mereka dari kesedihan. Adalah umum dari lagu ini disertai dengan menangis-baik oleh penyanyi dan mungkin bagi orang-orang yang mendengarkan.
5) Ende Pasu-pasu (lagu berkat), lagu-lagu yang sering dinyanyikan oleh orang tua yang lanjut usia yang ditujukan kepada keturunannya. Mereka menyatakan harapan bahwa para dewa akan memberkati dan melindungi, memperkuat dan meningkatkan generasi sekarang dan masa depan keturunan/marga mereka.
6) Ende Hata (recitativ, lagu kata), permainan lagu, lagu yang dinyanyikan oleh seorang yang lebih dewasa, sering tanpa melodi tetap, penyanyi melafalkan lirik berirama berpasangan dengan makna yang sering tidak berhubungan di antaranya. 7) Ende Andung (lagu ratapan), lagu-lagu terutama (meskipun tidak secara eksklusif) dinyanyikan oleh perempuan digunakan untuk meratapi kematian, menggunakan khusus kosa kata (sebagian besar metaforik) yang dikenal sebagai hata andung (kata ratapan), menceritakan kisah hidup almarhum untuk pelayat
yang berkumpul sebelum pemakaman/disemayamkan. Ende andung melodinya
datang secara spontan sehingga penyanyinya haruslah penyanyi yang cepat tanggap dan terampil dalam sastra menguasai beberapa motif-motif lagu yang penting untuk jenis nyanyian ini. Tidak terbatas pada ritual penguburan, lagu ratapan yang dinyanyikan saat mengembala (andung parmahan), bekerja di ladang (andung parbabo), ketika terlibat di dalam menenun ulos (andung martonun), mengnyadap tuak (andung paragat), lagu ratapan saat akan menikah (andung ni boru muli) saat dinyanyikan calon pengantin pada saat menjelang pernikahan, sebagai sebuah keluh kesah, yang ditujukan kepada ibunya dan keluarga pada saat berkumpul, menyatakan kesedihan dia akan meninggalkan keakraban keluarganya untuk memulai hidup baru dengan suaminya.
Di luar genre dari ende tradisional diatas, ada ende yang berhubungan
dengan kegiatan mendayung solu bolon (sampan besar tradisional) saat
melakukan perjalanan di atas perairan Danau Toba, lagu-lagu yang dikenal secara kolektif sebagai ende ni parluga, dan ende mencari pekerjaan, makanan dan penginapan (ende ni pangardang).
Dalam perkembangan awal dari musik populer Batak, jenis ende-ende di atas banyak menginspirasi para pencipta-pencipta awal dari musik populer Batak. Sebagai contoh ende parorot yang menginspirasi para pencipta antara lain Modom Ma Damang (diciptakan 29 September 1957) oleh Ismail Hutajulu, Modom Ma Damang Unsok oleh Nahum Situmorang. Ende tumba antara lain Tumba Do,
Tumba Goreng oleh Nahum61
Untuk ende sibaran cukup banyak tercipta, antara lain Sulu Di Na Golap
judul lain Pandokkon NiSibaran (Medan 25 Desember 1955), Ro Do AuMandulo Ho (Indrapura, 2 Mei 1953), Marbahir (Sibolga, 5 September 1978) oleh Ismail Hutajulu. Nahum juga terinspirasi oleh ende sibaran antara lain; Sada Ma Ilungki, Sapata Ni Si Doli, Na Hinali Bangkudu, Sapata Ni Napuran, Tumagon Na Ma Mate, oleh Dakka Hutagalung Dang Turpukkta Hamoraon (1978), Boasa
(trio Goleden Heart,1974), Di Dia Rongkappi (1978), oleh Paul Hutabarat Molo Huingot Sude, oleh Firman Marpaung Bulan Pardomuan, Sun Napuranna, oleh
.
Gongga Sitompul Sirang marale-ale dan banyak lagi oleh pencipta-pencipta lainnya.
__________________________
61 Nahum’s Song’s, Kumpulan Lagu-lagu Tapanuli Modern Ciptaan Nahum Situmorang, Jakarta. Yayaysan Pewaris Nahum Situmorang,1994.
2.2 Perkembangan Musik Barat di Tanah Batak
Catatan awal missionaris menyebutkan bernyanyi himne (ende) atau nyanyian jemaat, bermain harmonium dan penggunaan musik tiup (brass band) memberikan informasi yang mendalam kepada misisonaris mengenai kepekaan musikal orang-orang Batak sebelum bertemu dengan budaya Barat. Salah satu sumber tersebut ditemukan dalam surat-surat dan jurnal dari missionaris Needham sebagai berikut, setiap selasa malam Petrus (orang Kristen Batak Toba) seorang guru laki-laki memberikan pelajaran bernyanyi kepada 40 orang perempuan muda, semua perempuan muda yang lebih besar diajarkan suara alto, dan selebihnya suara sopran, dia (Petrus) mengajarkan itu semua tanpa bantuan instrumen apapun. Sejauh ini, mereka tahu apa itu menyanyi keras dan lembut, telinga yang benar, tetapi tidak ada perasaan62.
Needham juga mengatakan selama perjalanan darat ke Pansur Napitu ia berhenti di Pea Raja (kantor pusat HKBP sekarang), ia mendengar musik tiup memainkan nyanyian jemaat dan kerumunan orang Kristen pribumi yang berkumpul untuk menerima kami. Needham juga mengungkapkan sesuatu dari sikap missionaris mengenai kemampuan musik orang-orang Batak Toba kapasitas
musik orang-orang Batak Toba sangat luar biasa, mengingat mereka tidak pernah menggunakan not sampai bangsa Eropa datang63
Di tempat lain ia menulis, Bartimeus dan Konrad (guru Batak Toba), .
_________________________________
62 Wiiliam Robert Hodges Jr, Replacing Lament, Becoming Hymns): The Changing Voice
Of Grief In Pre-Funeral Wakes Of Protentant Toba Batak (North Sumatra, Indonesia). A Dissertation submitted in partial satisfaction of the requirements for the degree Doctor of Philosophy inMusic, Unniversity of California Santa Barbara, 2009: 149-151.
dengan 28 pria, 12 orang diantaranya anak-anak baru, masuk ke dalam ruangan dan menyanyikan 2 lagu jemaat untuk natal, dan itu benar-benar indah mendengar nyanyian kisah kelahiran Yesus dengan hati, danindah, mengingat tiga bulan lalu mereka tidak pernah mendengan nyanyian itu64
Usere Batakkirche eine singende Kirche ist, artinya: “kami gereja Batak adalah gereja yang bernyanyi” adalah ekpresi yang sering digunakan para missionaris RMG ketika menggambarkan keberhasilan mereka bekerja di antara
.
orang-orang Batak Toba dan tradisi gereja yang berkembang. Quentmeier menyatakan missionaris Nommensen dan Johannsen yang pertama memperkenalkan chorales atau nyanyian jemaat protestan kepada orang-orang Batak yang baru masuk Kristen. Awalnya Sembilan nyanyian jemaat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Batak Toba untuk dinyanyikan, hal ini terjadi antara 1860-an atau awal 1870-an65
Nyanyian jemaat berikutnya koleksi 90 nyanyian jemaat tanpa notasi yang datang melalui korespondensi pribadi dengan Apelt, berjudul Ende-ende ni Halak Kristen nadi TanobatakAngka na morhatatoba (nyanyian jemaat Kristen di Tanah Batak berbahasa Toba). Nyanyian jemaat berikutnya adalah tahun 1901 berisi teks nyanyian jemaat berjumlah 278 yang diedit oleh Meerwaldt. Tahun
.
1923 oleh Meerwaldt juga mengedit kembali dengan tambahan 53 nyanyian jemaat (meskipun tanpa notasi)66
Akhirnya, tahun 1935 versi baru nyanyian jemaat dicetak di Laguboti .
___________________________
64 Ibid, 2009
65 Ibid, 2009
(RMG telah mendirikan percetakan) berjumlah 375 dengan notasi dengan judul buku Boekoe Ende ni Halak Kristen na di Tano Batak (Buku Lagu Orang Kristen di Tanah Batak). Awalnya buku nyanyian jemaat ini dicetak sebanyak 6.000 eksemplar habis terjual, Quentmeier mengatakan dua tahun kemudian 10.000 eksemplar dicetak dalam rangka untuk memenuhi permintaan67
Sistem notasi dari buku nyanyian yang sudah disebutkan di atas, saat ini menggunakan sistem not balok dan not angka. Tidak ada catatan yang mana dari ke dua notasi diatas yang lebih duluan digunakan. Orang-orang Kristen Batak lebih akrab dengan sistem notasi angka dibandingkan dengan notasi balok, menunjukan ada kemungkinan bahwa sistem notasi angka telah lebih awal digunakan di kalangan orang-orang Batak Protestan. Sistem not angka adalah yang paling umum digunakan untuk nyanyian jemaat dan belajar koor
.
68
Catatan sejarah menunjukkan dengan jelas bahwa missionaris Jerman memperkenalkan juga musik tiup (brass band) dan organ pompa (poti marende) tahun 1880an yang ke duanya menggunakan sistem notasi balok. Dalam semua kemungkinan ke dua sistem diperkenalkan di sekitar waktu yang sama tetapi dikembangkan secara mandiri dalam situasi konteks yang spesifik
.
69
Nyanyian jemaat tersebut sangat banyak memainkan peranan penting
dalam penciptaan dan pemeliharaan rasa identitas agama dan budaya, seperti yang berkembang dan dinyatakan tidak hanya dalam konteks ibadah Kristen tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari nyanyian jemaat digunakan dalam perayaan
.
____________________
67 Ibid, 2009
68 Ibid, 2009
seperti hari ulang tahun, perkawinan, migrasi, pindah tempat atau memasuki rumah baru, tahun baru, panen produktif dan dinyanyikan sehari-hari sebagai hiburan terhadap diri sendiri dan lain-lain di dalam maupun di luar gereja70
Koor atau paduan suara juga menjadi ekspresi nyata dari masyarakat Batak. Di gereja HKBP misalnya koor jemaat diatur sedemikian rupa berdasarkan tata ibadah gereja. Koor dipimpin oleh seorang dirigen koor yang dipilih dan diangkat oleh kumpulan koor tersebut, dan diawasi oleh pendeta beserta guru jemaat (guru huria). Pada saat kebaktian minggu di HKBP jemaat setidaknya menyanyikan nyanyian jemaat 7 lagu jemaat, koor-koor dikumandang oleh kelompok koor yaitu: koor ama (koor bapak-bapak), koor ina (koor ibu-ibu), koor
naposobulung (koor orang muda yang belum berkeluarga), koor gabungan (koor gabungan dari beberapa sektor yang ada pada sebuah gereja tersebut)
.
71
Musik tiup (brass band), selain penjelasan di atas, instrumen musik tiup yang awal hanya terdiri dari sebuah trumpet, yang digunakan untuk mengiringi kebaktian di gereja yang dimainkan oleh Johannsen (putra Nommensen) di Pea Raja Tarutung. Karena kuatnya minat, kemampuan dan ekspresi orang Batak Toba dalam bermusik, jumlah instrumen tiup itu ditingkatkan jumlahnya menjadi empat buah, setidaknya menjadi sebuah ensambel musik tiup
.
72
Dalam hal repertoar (buku musik) yang awal mengacu kepada buku musik .
(buku logu yang bernotasi balok) untuk organ pompa, yang digunakan dalam mempelajari notasi balok dan mengiringi nyanyian jemaat. Berdasarkan
____________________
70 Ibid, 2009
71 Ibid, 2009
keterangan di atas, ensambel musik tiup ini juga mengiringi nyanyian jemaat setiap kebaktian minggu di gereja Pea Raja pada masa itu73
Pada era pendudukan Jepang, musik tiup selain digunakan untuk kegiatan gereja juga digunakan mengiringi kegiatan-kegiatan para militer Jepang yang hendak berperang, dengan iringan musik tiup maka semangat para tentara semakin meningkat. Instrumen musik tiup ini bukan berasal dari gereja, tetapi dibawah oleh militer Jepang. Pada saat pasar malam di sekitar Balige, militer Jepang menggelar musik tiup sebagai hiburan, para pemain musik tiup yang terlibat diberi honorarium oleh pihak Jepang, saat itu fungsi ensanbel tiup diperluas menjadi bagian dari hiburan di luar gereja
.
74
Ada juga ensambel musik tiup yang didirikan secara komersial tahun 1952 di Balige oleh pengusaha toko emas, dinamakan Surabaya Musik dan menyusul
Bethesda Musik dengan mengambil nama kelompok Mannen Koor (paduan suara bapak-bapak) Bethesda di HKBP Balige
.
75
Akhirnya ensambel musik tiup Tambunan yang di Balige merambah ke kota Medan untuk mengiringi acara adat. Di Medan juga sudah ada ensambel musik tiup mengiringi acara kematian, khusus untuk lagu-lagu rohani yang terdiri dari pegawai kepolisian. Ensambel ini disebut dengan Korps Musik Brimob asuhan Detasemen Mobil Kepolisisan Sumatera Utara, sekitar tahun 1978-1986
.
76 _____________________
.
73 Ibid, 2009.
74 Teddy Jaya Simanjuntak. “Respon Masyarakat Batak Toba Atas Masuknya Instrumen
Saksofon Dalam Lagu-Lagu Populer Batak Toba. Medan, skripsi Fakultas Bahasa dan Seni Univ HKBP Nommensen, 2004.
75 Monang Asi Sianturi, “Ensembel Musik Tiup Pada Upacara Adat Batak Toba,
Analisis Perubahan Struktur Penyajian dan Repertoar Musik”, Medan. Tesis S2 Prodi Penciptaan dan Pengkajian Seni USU 2012.
Sejak berdirinya musik tiup di kota Medan, komposisi instrumen terdiri dari: trumpet sopran, trumpet tenor, trombone, tuba, bassoon dan saxsophone
(yang menyusul kemudian). Tahun 1990, Immanuel Musik membuat perubahan dengan menyertakan gitar bas sebagai pengganti bassoon atau tuba dengan dengan pemakaian amplifier77.
2.3 Latar belakang musik populer
Di Indonesia ada kemungkinan bahwa sebuah melodi tertentu itu dipakai sebagai nyanyian di gereja pada waktu kebaktian minggu, sedangkan di Eropa dapat dipakai sebagai nyanyian rakyat. Itu semua terjadi karena kemajuan zaman atau dapat juga dengan cara disampaikan seseorang kepada yang lain, yang merupakan proses yang berkesinambungan78
Nyanyian rakyat dapat dituliskan dalam berbagai versi (gaya) terhadap masyarakat yang bersangkutan, dimana lagu tersebut tetap sesuai untuk musik rakyat. Suatu lagu biasanya diciptakan tiap tahun dalam tiap generasi, tetapi sering hanya sebagian yang muncul dan diterima masyarakat sebagai musik rakyat. Bisa saja pencipta musik rakyat tersebut tidak dikenal oleh masyarakat, tetapi dapat diterima sebagai lagu rakyat atau musik rakyat. Mereka tidak mempermasalahkan
.
siapa pencipta musik rakyat, karena yang penting mereka menyukai melodi, menerimanya yang dapat mencetuskan dan mencerminkan kehidupan mereka79
Pencipta lagu rakyat di bagi atas dua kelompok, yaitu:
.
____________________
77 Ibid, 2012
78 RuthApolina Sitompul. “Musik Populer Barat dalam Kehidupan Generasi Muda di
Medan: Suatu Kajian Musikologis”. Sripsi S1 Fakultas Kesenian Univ HKBP Nommensen Medan: 1996.
1) Pengarang sendiri 2) Masyarakat
Setelah musik rakyat diterima oleh masyarakat dan merupakan suatu kebutuhan hidup bagi mereka, maka musik tersebut membaur dan hidup di antara mereka. Seperti kita ketahui manusia sebagai anggota masyarakat selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman. Maka dengan sendirinya musik rakyat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat turut terhimbas dengan perubahan tersebut. Perubahan tersebut antara lain diakibatkan akulturasi, migrasi yang meliputi perubahan alat-alat musik dan gaya musiknya. Musik rakyat dalam perkembangannya, dapat dituliskan dalam berbagai versi atau gaya bagi masyarakat yang bersangkutan, sehingga musik rakyat itu selalu disenangi dan tetap hidup sebagai musik populer dalam masyarakat. Sejarah musik rakyat selalu berubah secara cepat atau lambat, dan dapat terjadi di berbagai tempat atau daerah. Ada beberapa hal yang mengakibatkan perubahan pada musik tersebut, antara lain: 1) Perubahan pada komposisi; 2) Perubahan pada repertoar; 3) Perubahan pada pemakaian alat-alat musik. Hal-hal di atas dapat terjadi pada aspek lirik, ornamentasi, harmoni, frasa dari musik yang baru dan perubahan dari skala nadanya80
Kelompok masyarakat pada umumnya menerima nyanyian rakyat, yang akan tetap dipertahankan tanpa diubah dan di kemudian hari diciptakan kembali setelahmasuknya pengaruh teknologi modern. Lagu rakyat harus diterima kalau tidak akan dilupakan dan hilang, jika tidak dapat diterima oleh masyarakat maka
.
____________________
dapat dirubah sesuai selera atau keinginan dari mereka81
Musik rakyat mempunyai fungsi sebagai inspirasi untuk gaya musik populer dalam bentuk musik seperti: blues, jazz, gospel, country, rock dan beberapa ragam musik populer lainnya, sehingga gaya yang penting dari musik populer dipengaruhi dari musik rakyat. Sehingga pada dasarnya konsep yang ada dalam musik rakyat merupakan awal hadirnya musik populer
.
82
Setelah berakhirnya Perang Dunia ke II, perubahan sosial hampir terjadi di seluruh dunia, keadaan tersebut akan memberikan peluang atau kesempatan bagi masyarakat untuk mulai mengamati aspek budaya dan sosial yang baru. Pada umumnya munculnya era industrialisasi merupakan suatu masa yang sangat penting dalam dunia musik, dengan perkembangan teknologi modern maka pengaruhnya sangat besar bagi perkembangan dunia musik, diantaranya piringan hitam, radio, televisi dan sebagainya. Sehingga bentuk dari segala jenis musik populer berkembang dengan pesat dan cepat ke seluruh dunia
.
83
Setelah masyarakat mulai tertarik dan senang akan hiburan yang muncul melalui siaran radio, televisi dan media cetak, maka masyarakat mulai mengetahui
.
betapa perlunya musik populer sebagai bagian dari kehidupan mereka. Dengan munculnya perusahan rekaman maka semakin banyak pencipta musik populer yang mulai berpartisipasi untuk menciptakan hasil karya lagunya. Dalam rangka sejarah musik populer, fungsi sosial, fungsi komersial menjadi kriteria utama84
Masuknya musik Barat ke Asia Tenggara dan wilayah-wilayah lainnya di . _________________ 81 Ibid, 1996. 82 Ibid, 1996. 83 Ibid, 1996. 84 Ibid, 1996.
dunia pada akhir abad 19, terasa jelas pengaruhnya terhadap tiap kebudayaan di dunia dan sejak revolusi industri, dunia musik dipengaruhi oleh teknologi, politik, ekonomi, sosial dan sebagainya. Masyarakat di dunia sekarang ini sudah diperkenalkan untuk mengetahui mengenai tiap-tiap gaya musik melalui mass media, radio dan televisi, misalnya musik jazz, reggae, blues, rock n roll, rap, country, disco, heavy metal, soul dan lain-lain. Maka dengan adanya berbagai ragam jenis musik populer, masyarakat umumnya akan menerima segala jenis musik tersebut sesuai dengan selera masing-masing85.
1.5.3 Pengertian musik populer
Istilah populer sering dikaitkan dengan kata atau istilah lain, baik itu nama seorang tokoh, nama artis, atau juga nama produksi. Istilah populer mempunyai banyak pengertian. Misalnya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) pengertian populer: 1 dikenal dan disukai oang banyak (umum), contohnya lagu-lagu, 2 sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya; mudah dipahami orang banyak: contohnya ilmu pengetahuan -; 3 disukai dan dikagumi orang banyak: contohnya pahlawan.
Demikian juga dalam tulisan Poerwadarminta (1985: 765);
1. Dikenal dan disukai orang banyak, misalnya sebagai pengisi waktu akan diputarnya piringan hitam dengan lagu-lagu yang ---
2. Mudah dipahami orang banyak; secara mudah; misalnya tiap terbit memuat berbagai-bagai ilmu pengetahuan yang ---
___________________
3. Mudah dipahami orang banyak; secara mudah; misalnya tiap terbit memuat berbagai-bagai ilmu pengetahuan yang ---
4. Suka bergaul dengan orang banyak misalnya meskipun berpangkat
tinggi tetapi --- sekali di kampung ini
Pendapat-pendapat diatas tidak ditemukan adanya pertentangan, tetapi saling menunjang. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa populer adalah tenar atau terkenal, artinya diketahui dan digemari oleh masyarakat banyak. Dalam konteks musik sering ditemukan istilah populer. Istilah tersebut juga mengandung arti yang sama dengan pernyataan di atas yang dapat diartikan sebagai musik yang dikenal. Tetapi pengertian musik populer sangat luas cakupannya, musik tersebut ditulis oleh seorang pencipta lagu populer dengan maksud untuk dipertunjukkan dan dinyanyikan oleh satu orang atau lebih, umumnya tanpa perlu banyak mempelajari teori musik dan tekniknya. Penyanyi musik populer akan diiringi oleh alat-alat musik seperti orkestra kecil, ansambel dan band86
Musik populer mempunyai hubungan yang erat dengan mass media,
teknologi dan media elektronik dan industri musik sejak abad ke 20 dan mempunyai daya tarik yang luas serta tidak ada batas etnis, siapa saja dapat mendengarnya
.
87
Kata populer di dalam musik populer yang artinya lagu yang sedang trend
dan terkenal di masyarakat pada suatu periode waktu tertentu. Istilah musik populer diberikan pada musik, sejak 1880 di USA dan awal abad ke 20 di Eropa.
.
____________________ 86 Ibid, 1996. 87 Ibid, 1996.
Musik populer adalah musik yang digemari, perkembangannya melalui teknologi yaitu media elektronik88
Dalam perkembangannya di Amerika, musik populer menjadi trend yang mendominasi secara internasional. Selama abad ke 20, khususnya musik populer yang penting telah banyak dipengaruhi dari bentuk-bentuk tradisi Amerika Utara dan Eropa, baik dari segi gaya maupun teknik, sedikitnya hingga tahun 1960an. Dalam perkembangan musik populer juga diwarnai dengan berbagai jenis seni, antara lain: budaya etnis (yaitu musik sakral, musik rakyat), musik populer yang berakar dari suatu proses campuran antara berbagai sumber, dan musik populer yang mengarah ke musik populer barat, seperti jazz, pop, rock
.
89
Menurut Dieter dalam bukunya “Apresiasi Musik Populer” (1995) dituliskan disana bahwa istilah musik populer otomatis merupakan musik populer seperti suatu gaya (fenomena) tertentu. Pada dasarnya fenomena musik populer harus dikaitkan dengan perkembangan bisnis musik (kemungkinan rekaman, peredaran… sejajar dengan perkembangan teknologi di Barat pada abad 20). Jika musik populer (yang berhubungan dengan perkembangan media massa