• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen PUSAT DATA DAN INFORMASI KATA PENGANTAR (Halaman 50-54)

3.1 Kesimpulan.

Dari pembahasan permasalahan permukiman yang terjadi pada tahun 2016, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Jambi meliputi Legalitas Lahan yang terdiri dari belum adanya SK Hak Pengelolaan Lahan, belum adanya Sertifikat HPL, dan belum adanya batas keliling UPT/Kimtrans, permasalahan mengenai alokasi lahan mengenai belum adanya pembagian Lahan Usaha II dan belum adanya sertifikat Lahan Pekarangan dan Lahan Usaha I. selain itu permasalahan kebutuhan sarana dan prasarana permukiman transmigrasi, serta permasalahan lingkungan yang dijumpai adalah belum dilaksanakannya mitigasi lingkungan, dan belum dilakukannya sanitasi lingkungan di UPT.

2. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Sumatera Selatan yaitu permasalahan SK Hak Pengelolaan (HPL) dan sertifikat HPL yang belum ada, belum adanya penghitungan batas keliling UPT, belum adanya LP dan LU 1. Sarana dan prasarana permukiman di Unit Permukiman Transmigrasi yang belum dibangun dan permasalahan lingkungan, diantaranya yaitu belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, belum dilaksanakannya mitigasi Lingkungan, belum dilaksanakannya kegiatan sanitasi Lingkungan dan upaya penghijauan lingkungan belum dilaksanakan.

3. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Kalimantan Barat meliputi kewilayahan yaitu belum adanya alokasi lahan untuk LP dan LU 1, sedangkan untuk ketersediaan sarana dan prasarana diantaranya adalah buruknya kondisi saluran drainase, belum dibangunnya Kantor UPT, Rumah Petugas, Pasar, dan tersedianya penerangan/listrik serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), belum adanya tenaga dokter di UPT, Dan permasalahan lingkungan meliputi belum

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 45

dilaksanakannya dokumen lingkungan, belum dilaksanakannya mitigasi dan sanitasi lingkungan serta belum adanya penghijauan lingkungan. 4. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi

Kalimantan Tengah adalah Permasalahan yang berhasil dirangkum yaitu permasalahan mengenai belum adanya SK HPL dan Sertifikat HPL dan permasalahan alokasi lahan yaitu belum adanya LP dan LU 1 di UPT, belum tersedianya sarana dan prasarana permukiman di UPT, serta permasalahan lingkungan mengenai belum dilaksanakannya dokumen, mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta belum dilaksanakannya penghijauan lingkungan.

5. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Gorontalo adalah Permasalahan tersebut diantaranya adalah permasalahan legalitas tanah dan alokasi lahan, ketersediaan sarana dan prasarana, pengembangan sosial budaya seperti kurangnya tenaga dokter dan permasalahan lingkungan.

6. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Sulawesi Tengah adalah permasalahan legalitas tanah yang terdiri dari belum adanya Sertifikat HPL dan alokasi lahan yaitu LP dan LU 1. Selain itu permasalahan belum tersedianya prasarana drainase/ saluran samping dan penerangan/listrik PLTS dan belum tersedianya tanah kas desa. Pelayanan kesehatan juga belum sepenuhnya tersedia pelayanan dokter, serta permasalahan lingkungan diantaranya adalah belum adanya dokumen dan mitigasi lingkungan, belum dilaksanakannya kegiatan sanitasi lingkungan dan penghijauan

7. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Sulawesi Selatan meliputi permasalahan belum adanya legalitas tanah dan sertifikat lahan. Selain itu, permasalahan lainnya adalah belum tersedianya sarana yang masih kurang meliputi ketersediaan pasar, PLTSPJU, dan Tanah Kas Desa. Belum tersedianya tenaga dokter di UPT tersebut. Kurangnya kelengkapan dokumen mengenai lingkungan, kegiatan mitigasi dan sanitasi lingkungan, serta kegiatan penghijauan lingkungan.

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 46

8. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Sulawesi Selatan meliputi permasalahan mengenai legalitas lahan, meliputi belum dibagikannya lahan usaha II sebanyak 100 bidang dan belum adanya sertifikat lahan pekarangan dan lahan usaha I, permasalahan belum tersedianyan tenaga dokter dan ketersediaan sarana yang belum ada atau dalam keadaan rusak, serta permasalahan lingkungan yang umum terjadi, meliputi belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, belum dilaksanakannya mitigasi dan kegiatan lingkungan dan belum adanya penghijauan lingkungan.

9. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Sulawesi Selatan meliputi permasalahan belum adanya legalitas dan sertifikat lahan, kemudian permasalahan sarana dan prasarana dimana belum dibangunnya prasarana dermaga. Selain itu, beberapa sarana permukiman juga ditemukan dalam kondisi rusak atau belum adanya pembangunan, belum ada tenaga dokter dan permasalahan lingkungan meliputi belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, belum dilaksanakannya mitigasi dan kegiatan lingkungan dan belum adanya penghijauan lingkungan.

10. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Maluku Utara diantaranya permasalahan legalitas dan sertifikat lahan, permasalahan mengenai penyediaan sarana dan prasarana yang belum ada atau dalam kondisi rusak, permasalahan lingkungan, perlu dilaksanakannya dokumen lingkungan, mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta perlu dilaksanakannya kegiatan penghijauan.

11. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Papua Barat diantaranya permasalahan mengenai belum adanya legalitas lahan, pembagian Lahan Usaha 1 dan Lahan Usaha II, dan sertifikat LP dan LU 1, belum tersedianya beberapa sarana dan prasarana perukiman dan pelayanan kesehatan berupa belum adanya tenaga dokter. Serta pada permasalahan lingkungan, perlu dilaksanakannya dokumen lingkungan, mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta perlu dilaksanakannya kegiatan penghijauan di UPT tersebut.

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 47

12. Permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di Provinsi Papua Barat diantaranya permasalahan legalitas lahan yang terdiri dari belum adanya SK dan Sertifikat HPL, serta belum adanya pengukuran batas keliling UPT/Kimtrans. Selain itu, permasalahan belum adanya sertifikat lahan pekarangan dan lahan usaha sebanyak 200 bidang, prasarana yang belum terbangun di UPT, permasalahan lingkungan yang terjadi di UPT Desa Tanah Miring SP 1 yaitu belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, mitigasi lingkungan, kegiatan sanitasi lingkungan dan penghijauan lingkungan.

3.2 Saran

Dari kesimpulan yang diperoleh, maka :

1. Pihak terkait selaku yang membina para transmigran di permukiman transmigrasi dapat melakukan koordinasi secara kontinyu mengenai kesiapan permukiman yang akan dihuni oleh para transmigran.

2. Untuk memenuhi ketersediaan sarana dan prasarana, tenaga kesehatan, dan upaya mengatasi masalah lingkungan, Dinas Kabupaten yang menangani bidang ketransmigrasian seyogyanya mengajukan usulan melalui Dinas Provinsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Dari data-data yang diperoleh juga dapat membuat proses koordinasi

dengan pihak pelaksana pembangunan permukiman transmigrasi dapat dilakukan dengan cepat dan tanggap sebagai pemecahan permasalahan yang terjadi di permukiman transmigrasi.

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 48

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : PER-15/MEN/VI/2007 tentang Penyiapan Permukiman Transmigrasi. Soegiharto Saraswati. 2008. Transmigrasi Belajar dari Kisah Sukses. Pustaka

Sinar Harapan. Jakarta.

Undang Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.

Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Nomor 15 Tahun 1997 Jo UU Nomor 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian.

Dalam dokumen PUSAT DATA DAN INFORMASI KATA PENGANTAR (Halaman 50-54)

Dokumen terkait