• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUSAT DATA DAN INFORMASI KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PUSAT DATA DAN INFORMASI KATA PENGANTAR"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | i

KATA PENGANTAR

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 ini disusun berdasarkan hasil pengumpulan, pengolahan dan penganalisisan data permasalahan permukiman transmigrasi yang dikirim oleh Dinas Provinsi dan Kabupaten yang menangani urusan ketransmigrasian kepada Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans). Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan format isian Permasalahan Permukiman Transmigrasi.

Buku ini menyajikan informasi tentang permasalahan permukiman transmigrasi meliputi permasalahan legalitas tanah, alokasi lahan, kurangnya pembangunan sarana dan prasarana, pengolahan lahan, pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta aspek lingkungan di Kawasan Transmigrasi di Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua.

Buku data ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan dan penempatan transmigrasi, khususnya dalam upaya penanganan permasalahan di permukiman/kawasan transmigrasi. Demikian buku ini dibuat, semoga bermanfaat bagi berbagai pihak.

Jakarta, Desember 2016 Kepala

Pusat Data dan Informasi

(3)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | ii DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii DAFTAR TABEL ... v BAB I Pendahuluan ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan dan Sasaran ... 2

1.3 Metodologi ... 2

1.3.1 Pengumpulan dan Pengolahan Data ... 2

1.3.2 Penganalisisan dan Penyajian Data ... 3

1.4 Definisi Istilah ... 3

1.5 Dasar Hukum ... 4

1.6 Sistematika Penulisan ... 4

1.7 Tim Penyusun ... 5

BAB II Permasalahan Permukiman Transmigrasi ... 6

2.1. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Jambi ... 9

2.2. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Sumatera Selatan ... 11

2.3. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Kalimantan Barat ... 15

2.4. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Kalimantan Tengah ... 21

2.5. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Gorontalo ... 24

2.6. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Sulawesi Tengah ... 28

2.7. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Sulawesi Selatan ... 32

2.8. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Sulawesi Tenggara ... 35

(4)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | iii

2.9. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Maluku ... 37

2.10. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Maluku Utara ... 39

2.11. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Papua Barat ... 40

2.12. Permasalahan Permukiman Transmigrasi di Provinsi Papua ... 42

BAB III Kesimpulan dan Saran ... 44

3.1 Kesimpulan ... 44

3.2 Saran ... 47

(5)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | iv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Rekapitulasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 ... 7 Tabel 2.2 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sungai Bermas ... 9 Tabel 2.3 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT 3 Sungai

Rambutan ... 12 Tabel 2.4 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Simpang Tiga

SP.3/S.Lumpur... 14 Tabel 2.5 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Terentang Hulu

SP.1 ... 16 Tabel 2.6 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sabung

SP.1/Desa Sabung ... 17 Tabel 2.7 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sungai Besar

SP.1/Desa Sungai Besar ... 18 Tabel 2.8 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Nanga Kalis

SP.1/Desa Nanga Kalis ... 19 Tabel 2.9 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sei Mata-Mata

SP.3 ... 20 Tabel 2.10 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Rawa

Subur/Dadahup C.3 ... 21 Tabel 2.11 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Hanjak

Maju/Anjir Pulau Pisau ... 22 Tabel 2.12 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sei Rahayu I... 23 Tabel 2.13 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Marisa V/B ... 24 Tabel 2.14 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Desa

Puncak/Puncak... 25 Tabel 2.15 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Desa Bulantion

Timur/Sumalata V ... 26 Tabel 2.16 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Desa

(6)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | v Tabel 2.17 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Watutau

/Talabosa ... 29

Tabel 2.18 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Watuawu SP II ... 30

Tabel 2.19 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Tinauka SP 1 ... 31

Tabel 2.20 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Mahalona 2 ... 32

Tabel 2.21 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Bekkae SP.2 ... 33

Tabel 2.22 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Rante Karua ... 34

Tabel 2.23 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Lengora Pantai ... 35

Tabel 2.24 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Tondasi ... 36

Tabel 2.25 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sari Putih SP.2 ... 38

Tabel 2.26 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Dahegila SP.3 ... 40

Tabel 2.27 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Desa Warikom/Aurmios ... 41

Tabel 2.28 Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Desa Tanah Miring SP.1 ... 43

(7)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyelenggaraan transmigrasi menurut Undang-Undang Nomor. 29 tahun 2009 tentang ketransmigrasian bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, serta meningkatan dan melakukan pemerataan pembangunan di daerah serta memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.

Transmigrasi adalah suatu program yang dilaksanakan dalam rangka mengatasi masalah kependudukan. Antara lain dalam rangka penyebaran penduduk yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, tujuan lain dari transmigrasi sesuai dengan konteks kehidupan bangsa Indonesia saat ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru di sektor informal, dan mengembangkan potensi sumber daya alam di daerah.

Dalam merealisasikan tujuan tersebut, persiapan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan pembangunan Permukiman Transmigrasi dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi yang telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor. 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian meliputi penyiapan lahan, perencanaan permukiman, pembangunan permukiman, fasilitas umum, sarana dan prasarana Permukiman Transmigrasi, dan ruang usaha. Serta penyiapan transmigrasi diarahkan bagi terwujudnya Permukiman Transmigrasi yang layak huni, layak usaha, dan layak berkembang.

Pentingnya untuk diketahui permasalahan yang terjadi di permukiman transmigrasi secara dini untuk menentukan langkah cepat dan tepat dalam menangani permasalahan yang terjadi seperti melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait secara kontinyu mengenai permasalahan lahan dan lingkungan, serta melakukan perbaikan meliputi pembangunan sarana dan prasarana yang rusak atau belum dibangun di permukiman transmigrasi.

(8)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 2

Dengan adanya langkah cepat dan tepat tersebut diharapkan dapat segera mengatasi permasalahan yang ada di permukiman transmigrasi.

Oleh sebab itu, untuk meminimalisasi permasalahan yang timbul di permukiman transmigrasi, maka pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendata Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang mengalami permasalahan tersebut. Dengan demikian, diharapkan dengan adanya pelaporan secara berkala ini permasalahan yang terjadi di permukiman transmigrasi dapat segera diatasi.

1.2 Tujuan dan Sasaran

Tujuan dari kegiatan penyusunan buku data dan informasi permasalahan permukiman transmigrasi adalah memberikan informasi/gambaran permasalahan permukiman yang terjadi di kawasan transmigrasi yang berisi data permasalahan yang terjadi di permukiman transmigrasi diantaranya, permasalahan lahan, ketersediaan sarana dan prasarana di permukiman transmigrasi. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah tersedianya informasi permasalahan permukiman transmigrasi sebagai acuan untuk perumusan kebijakan dalam pelaksanaan program transmigrasi.

1.3 Metodologi

1.3.1 Pengumpulan dan Pengolahan Data

Data yang dikumpulkan diperoleh dari unit kerja di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dinas Provinsi/ Kabupaten yang menangani transmigrasi, serta dari sumber data lainnya. Sedangkan untuk pengolahan data dilakukan dengan cara input data ke form data permasalahan dan dilakukan analisis deskriptif. Data yang dipergunakan dalam penyusunan Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 menggunakan data sekunder yang

(9)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 3

bersumber dari unit teknis yaitu Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans).

kemudian disampaikan dalam berbagai bentuk sajian data seperti tabel, uraian dan diagram

1.3.2 Penganalisisan dan Penyajian Data

Penganalisisan Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi dilakukan dengan cara analisis desktiptif dalam bentuk tabel, grafik dan uraian, serta disusun dalam bentuk buku data.

1.4 Definisi Istilah

Istilah ketransmigrasian yang akan dibahas dalam buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi 2016.

a) Ketransmigrasian adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan transmigrasi.

b) Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap di kawasan transmigrasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah.

c) Transmigran adalah warga negara Republik Indonesia yang berpindah secara sukarela ke kawasan transmigrasi.

d) Satuan Kawasan Pengembangan yang selanjutnya disingkat SKP adalah satu kawasan yang terdiri atas beberapa satuan permukiman yang salah satu diantaranya merupakan permukiman yang disiapkan menjadi desa utama atau pusat kawasan perkotaan baru.

e) Satuan Permukiman yang selanjutnya disingkat SP adalah bagian dari Satuan Kawasan Pengembangan (SKP) berupa satu kesatuan permukiman atau beberapa permukiman sebagai satu kesatuan dengan daya tampung 300-500 (tiga ratus sampai dengan lima ratus) keluarga.

f) Penyediaan lahan adalah pembangunan Kaeawan Transmigrasi yang dilaksanakan melalui proses pencadangan tanah oleh pemerintah daerah

(10)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 4

tujuan yang berasal dari tanah Negara, tanah hak dan/atau tanah masyarakat hukum adat.

g) Sarana Permukiman adalah fasilitas dalam Lingkungan Hunian yang berfungsi untuk mendukung penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.

h) Prasarana Permukiman adalah kelengkapan dasar fisik Lingkungan Hunian yang memenuhi standar tertentu untuk kebutuhan bertempat tinggal yang layak, sehat, aman, dan nyaman.

1.5 Dasar Hukum

1. Undang Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.

3. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No.06 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

4. Peraturan Menteri Nomor PER. 10 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Data dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

1.6 Sistematika Penulisan Bab I Pendahuluan

Bab pendahuluan memuat tentang Latar Belakang, Tujuan dan Sasaran, Metodologi, Definisi Istilah, Dasar Hukum, Sistematika Penulisan dan Tim Penyusun.

Bab II Permasalahan Permukiman Transmigrasi

Menjelaskan mengenai permasalahan permukiman transmigrasi pada tahun 2016 di 12 (Dua Belas) Provinsi meliputi : Jambi, Sumatera

(11)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 5

Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Bab III Kesimpulan dan Saran

Bab ini memuat tentang intisari dari Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi 2016 meliputi data-data permasalahan permukiman transmigrasi yang ada di 12 (Dua Belas) Provinsi dan saran yang diajukan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.

1.7 Tim Penyusun

Tim Penyusun Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 terdiri dari :

a. Pengarah

- Helmiati, SH, M.Si b. Penanggung Jawab

- Ir. Elly Sarikit, MM c. Penulis

- Ria Fajarianti, SE, MM - Sunar

- Irda Hayati, S.Kom

(12)

BAB II

PERMASALAHAN PERMUKIMAN TRANSMIGRASI

Pembangunan kawasan transmigrasi mencakup penataan kembali kawasan perdesaan, melalui kegiatan penataan persebaran penduduk, yang serasi dan seimbang sesuai dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan, dan penataan sistem kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Selain itu, pembangunan kawasan transmigrasi bersifat lintas sektor, baik ditingkat pusat maupun di tingkat daerah. Buku ini menyajikan informasi tentang permasalahan permukiman transmigrasi yang terjadi diantaranya, meliputi : Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Maluku, Provinsi Papua Barat, dan Provinsi Papua.

Secara garis besar, permasalahan yang sering dijumpai di permukiman transmigrasi masalah yang berkaitan dengan adalah legalitas tanah, alokasi lahan, kurangnya pembangunan sarana dan prasarana permukiman, pengolahan lahan, pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta aspek lingkungan. Informasi permasalahan permukiman transmigrasi tersebut disajikan dalam bentuk form input yang telah disusun oleh Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans), kemudian di analisis sehingga merangkum seluruh informasi-informasi permasalahan yang terjadi di permukiman transmigrasi.

Untuk lebih jelasnya mengenai permasalahan-permasalahan permukiman yang terjadi pada tahun 2016, dapat dilihat pada tabel 2.1 di bawah ini.

(13)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 7

Tabel 2.1

Rekapitulasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016

No Kelompok/ Jenis Permasalahan

UPT yang meapor

Volume

1 LEGALITAS TANAH

a. SK Pencadangan dari Bupati

b. SK HPL 18

c. Sertifikat HPL 21 d. Batas Keliling UPT/Kimtrans 12

2 ALOKASI LAHAN a. pembagian lahan LP : 0,25 Ha/KK 1 LU I : 1 Ha/KK 1 LU II : 2 Ha/KK 3 b. Sertifikat Hak Milik atas tanah

LP 22 LU I 22 3 PEMBANGUNAN PRASARANA Jalan Penghubung 1 Jalan Poros 2 Jalan Desa/Lingk. Gorong-Gorong 2 Jembatan 3 Dermaga 4

4 PEMBANGUNAN SARANA (FASUM)

Kantor UPT 7

Rumah Kepala UPT 4

Rumah Petugas 9

Balai Desa 3

Gudang Unit

Pos Kesehatan Desa 2

Gedung SD 2 Rumah Ibadah 2 Pasar 18 Penerangan/Listrik 8 SAB Standar/Non 6 PLTS PJU 12

Tanah Kas Desa 9

Lapangan Olahraga 5

Tanah Kuburan 2

5 PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI

a. Pengolahan Lahan

LP

LU I 1

(14)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 8

No Kelompok/ Jenis Permasalahan

UPT yang meapor

Volume

b. Pola Usaha Berkembang

c. Kelembagaan Ekonomi yang Berfungsi :

- KUBE / Koperasi - UPJA

- Poktan / Gapoktan

d. Pendapatan Warga

- Pendapatan Rata2 3000 Kg setara beras

PENGEMBANGAN SOSIAL BUDAYA

a. layanan Pendidikan SD b. Layanan Kesehatan Dokter : 1 orang 13 Paramedis : 3 orang c. Kelembagaan Desa

Pemerintah Desa (Persiapan)

6 LINGKUNGAN

- Dokumen Lingkungan 23 - Mitigasi Lingkungan 23 - kegiatan Sanitasi lingkungan 23

- Penghijauan 22

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans. Tahun 2016

Dari tabel 2.1 di atas, diketahui bahwa permasalahan yang di jumpai adalah permasalahan mengenai Legalitas Lahan, belum dibangunnya sarana dan prasarana permukiman, pengelolaan lahan, Alokasi Lahan, Dokumen Lingkungan, Mitigasi Lingkungan, Kegiatan Sanitasi Lingkungan dan upaya Penghijauan lingkungan. Hal ini terlihat dari jumlah UPT yang melapor kepada unit terkait yang menangani permasalahan permukiman transmigrasi. Lebih lanjut dibahas secara rinci permasalahan permukiman transmigrasi menurut provinsi.

(15)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 9

2.1 Permasalahan Permukiman di Provinsi Jambi

Di Provinsi Jambi, terdapat 1 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang masih di bina pada tahun 2016 oleh Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal PKTrans, di lingkungan kerja Kementerian Desa, pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Unit permukiman tersebut adalah UPT Desa Bermas, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

permasalahan permukiman di UPT Sungai Bermas meliputi permasalahan kewilayahan, yaitu : Legalitas Lahan yang terdiri dari belum adanya SK Hak Pengelolaan Lahan, belum adanya Sertifikat HPL, dan belum adanya batas keliling UPT/Kimtrans. Selain itu, permasalahan mengenai alokasi lahan mengenai belum adanya pembagian Lahan Usaha II dan belum adanya sertifikat Lahan Pekarangan dan Lahan Usaha I. Permasalahan alokasi lahan lainnya adalah, permasalahan pembagian lahan pekarangan sebanyak 143 bidang tanah belum memiliki BA dan sebanyak 80 KK belum dibagikannya 143 bidang lahan usaha.

Permasalahan sarana dan prasarana permukiman yang dijumpai adalah belum di bangunnya Kantor UPT, belum adanya bangunan Pasar, belum adanya penerangan listrik, dan 12 unit PJU dalam kondisi rusak. Permasalahan lingkungan yang dijumpai adalah belum dilaksanakannya mitigasi lingkungan, dan belum dilakukannya sanitasi lingkungan di UPT. Untuk lebih jelasnya mengenai permasalahan yang ada di lingkungan UPT Desa Bermas Provinsi Jambi, dapat dilihat pada tabel 2.2 di bawah ini.

Tabel 2.2

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sungai Bermas

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah UPT Lapor

Target Realisasi Saat

Ini

1 KERINCI

Kec. Siulak

Koto Tengah

Sungai Bermas TULK 2009 200 200 181 Kewilayahan :

2011 a. Legalitas

- SK Hak Pengelolaan (HPL) Belum

ada 1

(16)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 10

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah UPT Lapor

Target Realisasi Saat

Ini

- Batas Keliling UPT/Kimtrans Belum

ada 1

b. Alokasi Lahan

- Pembagian Lahan :

Lahan Usaha II Belum dibagikan 1

- Sertifikat Hak Milik atas Tanah

LP Belum ada 1

LU I Belum ada 1

c. Pembagian Lahan

- Lahan Pekarangan : 143 Bidang

sudah dibagikan (BA Belum ada) 1

- Lahan Usaha : 143 Bidang (80 KK

Belum dibagikan) 1

d. Sertifikat Lahan

- Lahan Pekarangan : 50 Persil (93

Belum Bersertifikat) 1

Sarana dan Prasarana :

a. Sarana

- Kantor UPT belum dibangun 1

- Pasar Belum dibangun 1

- Penerangan/Listrik Belum dibangun 1

- PLTSPJU 14 Unit PJU, 12 Unit

Rusak 1

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum

dilaksanakan 1

- Mitigasi Lingkungan Belum

dilaksanakan 1

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum

dilaksanakan 1

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans. Tahun 2016

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa tindakan yang perlu dilakukan agar penanganan permasalahan tersebut bisa dilakukan dengan cepat, yaitu dengan cara melakukan koordinasi dengan pihak terkait yang menangani setiap permasalahan yang terjadi agar tidak berakibat kepada terganggunya pelayanan kepada transmigran yang ada dan tidak mengakibatkan keresahan para transmigran. Kemudian untuk permasalahan lingkungan yang belum dilaksanakan agar tidak mengakibatkan timbulnya dampak negatif di lingkungan Unit Permukiman Transmigrasi di UPT Sungai Bermas di Provinsi Jambi.

Sejauh ini beberapa solusi yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan legalitas lahan diantaranya yaitu : perlu penerbitan SK HPL, perlu penerbitan sertifikat HPL dan perlu adanya pengukuran batas keliling Unit Permukiman Transmigrasi (UPT), Dinas Kabupaten telah menyediakan lahan di Sepintun untuk Lahan pekarangan yang belum memiliki BA dan untuk lahan usaha sebanyak 80 KK yang belum dibagikan akan dimonitor langsung oleh Ditjen PKTrans. Selain itu

(17)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 11 solusi untuk sarana dan prasarana yang belum dilengkapi seperti Kantor UPT, Pasar dan penerangan, sedangkan untuk PLTSPJU sebanyak 14 unit perlu adanya perbaikan dan PJU sebanyak 12 unit.

Sedangkan solusi dalam menangani permasalahan lingkungan yang ada di Unit Permukiman Transmigrasi di Provinsi Jambi yaitu perlu adanya penyusunan UKL/UPL, untuk mitigasi lingkungan dan kegiatan sanitasi lingkungan perlu adanya pengecekan kebutuhan.

2.2 Permasalahan Permukiman di Provinsi Sumatera Selatan.

Di Provinsi Sumatera Selatan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang dibina oleh Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal PKTrans, di lingkungan kerja Kementerian Desa, pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yaitu UPT 3 Sungai Rambutan di Kabupaten Ogan Ilir dan Simpang Tiga SP.3/ S. Lumpur di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Pada tabel 2.3, diketahui bahwa permasalahan yang terjadi di permukiman transmigrasi UPT 3 Sungai Rambutan meliputi permasalahan kewilayahan yang terdiri dari permasalahan SK Hak Pengelolaan (HPL) dan sertifikat HPL yang belum ada, belum adanya penghitungan batas keliling UPT, belum adanya LP dan LU 1. Sarana dan prasarana penunjang di Unit Permukiman Transmigrasi, permasalahan yang terjadi adalah belum dibangunnya Rumah Kepala UPT, belum dibangunnya Rumah Petugas, belum dibangunnya Pos Kesehatan Desa, belum dibangunnya Gedung SD, Belum dibangunnya Pasar, tidak adanya SAB Standar/ Non Standar, PLTSPJU 4 unit, dan tidak tersedianya Lapangan Olahraga. Sedangkan untuk Prasarana penunjang, berupa jalan poros dan dermaga yang belum tersedia.

Selain permasalahan ketersediaan sarana dan prasarana, permasalahan permukiman yang terjadi di UPT 3 Sungai Rambutan adalah permasalahan lingkungan. Diantaranya yaitu belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, belum dilaksanakannya mitigasi Lingkungan, belum dilaksanakannya kegiatan sanitasi

(18)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 12 Lingkungan dan upaya penghijauan lingkungan belum dilaksanakan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.3

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT 3 Sungai Rambutan.

No Lokasi UPT Pola

Usaha

Tahun Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

1 Ogan Ilir

Indrala Utara

Sungai Rambutan

UPT 3 Sungai

Rambutan TULB 2011 100 100 100 Kewilayahan :

a. Legalitas

- SK Hak Pengelolaan (HPL) Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

- Batas Keliling UPT/Kimtrans Belum ada

b. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Prasarana

- Jalan Poros Tidak ada

- Dermaga Belum ada

b. Sarana

- Rumah Kepala UPT Belum dibangun

- Rumah Petugas Belum dibangun

- Pos Kesehatan Desa Belum dibangun

- Gedung SD Belum dibangun

- Pasar Belum dibangun

- SAB Standar/Non Standar Tidak ada

- PLTSPJU 4 Unit,

- Lapangan Olahraga Tidak ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi lingkungan Belum

dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans. Tahun 2016

Dari tabel permasalahan di atas, upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah sebagai instansi yang membina adalah koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini adalah Ditjen PKTrans, agar penanganan permasalahan dapat ditangani dengan segera. Apabila hal tersebut tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan membuat pelayanan terhadap warga transmigran menjadi terganggu baik dari segi ketersediaan sarana dan prasarana maupun penanganan lingkungan yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT).

Adapun beberapa solusi yang diupayakan oleh Pemerintah Pusat diantaranya yaitu untuk permasalahan kewilayahan mengenai SK HPL dan Sertifikat HPL perlu adanya penerbitan SK dan Sertifikat HPL, dan perlu adanya pengukuran batas

(19)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 13 keliling UPT. Kemudian perlu adanya penerbitan sertifikat LP dan LU 1 yang belum ada.

Untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana yang belum lengkap perlu adanya pembangunan beberapa sarana dan prasarana yang belum tersedia, meliputi : Rumah Kepala UPT, Rumah Petugas, Pos Kesehatan Desa, Gedung SD, Pasar, dan perbaikan 1 Unit PJU. Sedangkan untuk penanganan permasalahan lingkungan adalah perlu adanya penyusunan UKL/UPL, perlu adanya pengecekan kebutuhan untuk mitigasi lingkungan dan kegiatan sanitasi lingkungan serta perlu dilakukan kegiatannya penghijauan di lingkungan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT).

Selain UPT 3 Sungai Rambutan, UPT yang di bina yaitu UPT yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir yaitu UPT Simpang Tiga SP.3/ S. Lumpur. Permasalahan di permukiman transmigrasi yang terjadi di UPT Simpang Tiga SP.3/ S. Lumpur meliputi permasalahan kewilayahan meliputi SK HPL dan Sertifikat HPL yang belum ada dan belum dilakukannya Batas Keliling UPT/ Kimtrans.

Permasalahan lainnya adalah ketersediaan sarana dan prasarana di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT), yang meliputi belum adanya gorong-gorong dan 1 unit dermaga dalam kondisi rusak sedang, belum dibangunnya Rumah Kepala UPT, 1 Unit Rumah Ibadah dalan kondisi rusak sedang, dan belum adanya Pasar. Selain itu, permasalahan lingkungan yang terjadi di UPT Simpang Tiga SP.3/ S. Lumpur yaitu dokumen Lingkungan yang belum dilaksanakan, Belum dilaksanakannya mitigasi Lingkungan, belum dilaksanakannya kegiatan sanitasi lingkungan dan belum dilaksanakannya upaya penghijauan lingkungan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.4 di bawah ini.

(20)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 14

Tabel 2.4

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Simpang Tiga SP.3/ S. Lumpur

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah Target Realisasi Saat

Ini

2 OKI

Kecamatan Tulung Selapan

Desa Simpang Tiga

Simpang Tiga SP.3/S. Lumpur TULB 2008 125 350 350 Kewilayahan :

2010 125 a. Legalitas

2011 100 - SK Hak Pengelolaan (HPL)

Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

- Batas Keliling UPT/Kimtrans

Belum ada

b. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Prasarana

- Gorong-Gorong Tidak ada

- Dermaga 1 Unit Rusak Sedang

b. Sarana

- Rumah Kepala UPT Belum

dibangun

- Rumah Ibadah 1 Unit Masjid

Rusak Sedang

- Pasar Belum dibangun

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum

dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi lingkungan

Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans. Tahun 2016

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa permasalahan-permasalahan yang terjadi di permukiman transmigrasi perlu segera di atasi dengan cara berkoordinasi dengan direktorat terkait selaku Pembina unit permukiman transmigrasi. Diharapkan dengan segera ditanganinya permasalahan permukiman tersebut tidak mengakibatkan hal-hal yang bersifat negatif seperti terhambatnya aktifitas warga transmigran, dan timbulnya permasalahan lingkungan yang timbul akibat belum adanya dokumen-dokumen lingkungan yang mengatur kebijakan mengenai lingkungan.

Dari permasalahan di atas solusi yang bisa dilakukan dalam meminimalisasi dampak yang terjadi dalam permasalahan kewilayahan adalah perlu adanya penerbitan SK dan Sertifikat HPL, dan perlu adanya pengukuran batas keliling UPT, perlu penerbitan Sertifikat LP dan LU1. Untuk ketersediaan sarana dan prasarana

(21)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 15 perlu adanya rehab pada bangunan dermaga dan masjid, perlu dibangunnya Rumah Kepala UPT dan Pasar.

Sedangkan untuk permasalahan lingkungan, perlu adanya penyusunan UKL/UPL, perlu adanya pengecekan kebutuhan untuk mitigasi lingkungan dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta perlu dilakukannya penghijauan lingkungan di UPT Simpang Tiga SP.3/ S. Lumpur.

2.3 Permasalahan Permukiman di Provinsi Kalimantan Barat

Permukiman transmigrasi di Provinsi Kalimantan Barat terdiri atas Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Terentang Hulu SP.1, UPT Sabung SP.1/Desa Sabung, UPT Sungai Besar SP.1/Desa Sungai Besar, UPT Nanga Kalis SP.1/Desa Nanga Kalis, dan UPT Sei Mata-Mata SP.3. Dari keseluruhan UPT yang menjadi binaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, setiap UPT memiliki permasalahan yang secara garis besar sama yaitu Kewilayahan, ketersediaan sarana dan prasarana, pengembangan sosial budaya dan aspek lingkungan.

UPT yang terletak di Kabupaten Kubu Raya yaitu UPT Terentang Hulu SP.1 memiliki permasalahan mengenai kewilayahan yaitu belum adanya alokasi lahan untuk LP dan LU 1, sedangkan untuk ketersediaan sarana dan prasarana diantaranya adalah buruknya kondisi saluran drainase, belum dibangunnya Kantor UPT, Rumah Petugas, Pasar, dan tersedianya penerangan/listrik serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Selain itu masalah tenaga kesehatan yang dijumpaiadalah belum adanya tenaga dokter di UPT tersebut. Dan permasalahan lingkungan meliputi belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, belum dilaksanakannya mitigasi dan sanitasi lingkungan serta belum adanya penghijauan lingkungan di UPT Terentang Hulu SP.1. untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel 2.5.

(22)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 16

Tabel 2.5

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Terentang Hulu SP.1

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saa

t Ini

1 Kubu Raya

Terentang Hulu SP.1

Kecamatan Terentang

Desa Terentang Hulu TULB 2009 210 210 120 Kewilayahan :

2011 a Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Prasarana

- Drainase :

Rehabilitas saluran drainase (2013)

- Rehabiliasi Saluran Drainase di UPT

Terentang Hulu SP 1 (Lanjutan) 2014

b. Sarana

- Kantor UPT Belum dibangun

- Rumah Petugas Belum dibangun

- Pasar Belum ada

- Penerangan/ Listrik Belum ada PLTS

Komunal

Pengembangan Sosial Budaya

a. Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans. Tahun 2016

Dari tabel di atas, UPT yang terletak di Kabupaten Sambas yaitu UPT Sabung SP 1/Desa Sabung. Permasalahan yang dijumpai adalah permasalahan mengenai belum adanya legalitas tanah SK dan Sertifikat HPL dan belum adanya Batas keliling UPT/Kimtrans. Sedangkan untuk permasalahan alokasi lahan adalah belum dibagikannya lahan plasma, serta permasalahan belum adanya sertifikat Hak Milik atas Tanah Lahan plasma.

Permasalahan ketersediaan sarana dan prasarana meliputi belum adanya Rumah Petugas, pasar, belum adanya SAB Standar/Non Stansdar, dan belum adanya Tanah Kas Desa. Selain itu adalah belum adanya pelayanan kesehatan meliputi belum tersedianya Tenaga Dokter di UPT Sabung SP 1/Desa Sabung. Permasalahan lingkungan yang dijumpai adalah belum dilaksanakannya dokumen, mitigasi lingkungan dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta belum dilaksanakannya penghijauan lingkungan di UPT Sabung SP 1/Desa Sabung. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.6 di bawah ini.

(23)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 17

Tabel 2.6

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sabung SP 1/Desa Sabung

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

2 Sambas

Sabung SP 1

Kecamatan Subah

Desa Sabung TSB 2010 250 250 250 Kewilayahan :

2011 a. Legalitas Tanah

- SK HPL Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

- Batas Keliling UPT/Kimtrans Belum ada

b. Alokasi Lahan

Pembagian Lahan

- Lahan Plasma Belum dibagikan

Sertifikat Hak Milik atas Tanah

- LP Belum ada

- Lahan Plasma Belum ada

Sarana dan Prasarana

a. Sarana

- Rumah Petugas Belum ada

- Pasar Belum ada

- SAB Standar/Non Belum ada

- Tanah Kas Desa Belum ada

Pengembangan Sosial Budaya

a. Layanan Kesehatan

- Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Permasalahan yang terjadi di UPT Sungai Besar SP.1/Desa Sungai Besar meliputi permasalahan Legalitas tanah yaitu belum adanya SK dan Sertifikat HPL dan belum adanya batas keliling UPT/ Kimtrans. Selain itu, permasalahan alokasi lahan, meliputi belum adanya Sertifikat Hak Milik atas Tanah LP dan LU 1. Ketersediaan sarana permukiman meliputi belum adanya kantor UPT, belum adanya Rumah Petugas dan pasar, serta belum tersedianya pelayanan tenaga dokter di UPT Sungai Besar SP.1/Desa Sungai Besar.

Permasalahan permukiman transmigrasi mengenai lingkungan diantaranya yaitu, belum dilaksanakannya dokumen, mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan di UPT tersebut dan belum dilaksanakannya kegiatan penghijauan lingkungan. Berikut adalah tabel 2.7 mengenai permasalahan permukiman transmigrasi di UPT Sungai Besar SP.1/Desa Sungai Besar.

(24)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 18

Tabel 2.7

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sungai Besar SP.1/Desa Sungai Besar

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

3 Ketapang

Sungai Besar SP.1

Kecamatan Matan Hilir Selatan

Desa Sungai Besar TULB 2010

2011 350 350 350 Kewilayahan :

a. Legalitas Tanah

- SK HPL Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

- Batas Keliling UPT/Kimtrans Belum ada

b. Alokasi Lahan

Sertifikat Hak Milik atas Tanah

- LP Belum ada

- LU 1 Belum ada

Sarana dan Prasarana

a. Sarana

- Kantor UPT Belum ada

- Rumah Petugas Belum ada

- Pasar Belum ada

Pengembangan Sosial Budaya

a. Layanan Kesehatan

- Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Permasalahan permukiman transmigrasi di UPT Nanga Kalis SP.1/Desa Nanga Kalis meliputi permasalahan legalitas tanah yaitu belum tersedianya SK dan Sertifikat HPL dan belum adanya Batas Keliling UPT/Kimtrans. Selain itu, permasalahan alokasi lahan mengenai belum adanya Sertifikat Hak Milik atas Tanah LP dan LU 1.

Ketersediaan sarana permukiman yaitu belum adanya Kantor UPT, Rumah Petugas, adanya penambahan 3 unit Gedung SD Lokal dan belum tersedianya pasar di UPT Nanga Kalis SP.1/Desa Nanga Kalis. Selain itu, permasalahan pelayanan kesehatan di UPT Nanga Kalis SP.1/Desa Nanga Kalis juga belum memadai seperti belum adanya tenaga dokter. Permasalahan lainnya yaitu mengenai belum dilaksanakannya dokumen, mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan dan belum adanya kegiatan penghijauan.

(25)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 19

Tabel 2.8

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Nanga Kalis SP.1/ Desa Nanga Kalis.

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

4 Kapuas Hulu

Nanga Kalis SP.1

Kecamatan Kalis

Desa Nanga Kalis TULB 2010

2011 270 270 270 Kewilayahan :

a. Legalitas Tanah

- SK HPL Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

- Batas Keliling UPT/Kimtrans Belum ada

b. Alokasi Lahan

Sertifikat Hak Milik atas Tanah

- LP Belum ada

- LU 1 Belum ada

Sarana dan Prasarana

a. Sarana

- Kantor UPT Belum ada

- Rumah Petugas Belum ada

- Gedung SD (Penambahan 3 Unit Lokal)

- Pasar Belum ada

Pengembangan Sosial Budaya

a. Layanan Kesehatan

- Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Sei Mata-Mata SP.3 terletak di Kabupaten Kayong Utara. Permasalahan di UPT tersebut yang terjadi yaitu permasalahan mengenai legalitas tanah yaitu belum adanya SK HPL dan sertifikat HPL dan belum adanya batas keliling UPT/Kimtrans. Selain itu, permasalahan sertifikat Hak Milik atas Tanah meliputi belum adanya LP dan LU. Adapun permasalahan mengenai ketersediaan sarana meliputi belum adanya sarana pasar dan SAB Standar/Non Standar di UPT Sei Mata-Mata SP.3.

Layanan kesehatan yang terdapat di UPT Sei Mata-Mata SP.3 masih belum memadai, seperti belum adanya pelayanan tenaga dokter yang bertugas di UPT tersebut. Selain itu, kurangnya kelengkapan dokumen mengenai lingkungan, kegiatan mitigasi dan sanitasi lingkungan, serta kegiatan penghijauan lingkungan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.9 berikut ini.

(26)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 20

Tabel 2.9

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sei Mata-Mata SP.3

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

5 Kayong Utara

Sei Mata Mata SP.3

Kecamatan Simpang Hilir

Desa Sei Mata Mata TULB 2011 100 100 100 Kewilayahan :

a. Legalitas Tanah

- SK HPL Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

- Batas Keliling UPT/Kimtrans Belum ada

b. Alokasi Lahan

Sertifikat Hak Milik atas Tanah

- LP Belum ada

- LU Belum ada

Sarana dan Prasarana

a. Sarana

- Pasar Belum ada

- SAB Standar/ Non Belum ada SAB Komunal

Pengembangan Sosial Budaya

a. Layanan Kesehatan

- Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Permasalahan yang timbul di permukiman transmigrasi di Provinsi Kalimantan Barat, dapat diambil beberapa solusi sebagai upaya meminimalisasi dampak yang terjadi. Beberapa solusi tersebut meliputi perlu adanya penerbitan SK dan Sertifikat HPL, dan perlu pengukuran batas keliling UPT. Permasalahan alokasi lahan, perlu adanya pembagian dan penerbitan sertifikat LP dan LU 1.

Solusi dari kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pemukiman, perlu adanya pembangunan sarana dan prasarana yang belum ada, meliputi perlu adanya pembangunan Kantor UPT, Rumah Petugas, Pasar, PLTS Komunal, SAB Standar/Non, dan Penambahan unit 3 Lokal Gedung SD, serta perlu pengadaan tenaga dokter yang bertugas di masing-masing UPT. Serta solusi dari belum terlaksananya kegiatan mengenai lingkungan, maka perlu adanya penyusunan UKL/UPL, perlu adanya pengecekan kebutuhan untuk mitigasi Lingkungan dan kegiatan sanitasi Lingkungan dan perlu juga diadakannya kegiatan penghijauan di UPT di Provinsi Kalimantan Barat.

(27)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 21

2.4 Permasalahan Permukiman di Provinsi Kalimantan Tengah

Permukiman transmigrasi yang terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah yang di bina oleh Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal PKTrans, di lingkungan kerja Kementerian Desa, pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (UPT) Rawa Subur/Dadahup C.3, UPT Hanjak Maju/Anjir Pulau Pisau, dan UPT Sei Rahayu I.

UPT Rawa Subur/Dadahup C.3 terletak di Kabupaten Kapuas. Permasalahan yang berhasil dirangkum yaitu permasalahan mengenai belum adanya SK HPL dan Sertifikat HPL dan permasalahan alokasi lahan yaitu belum adanya LP dan LU 1 di UPT tersebut.

Permasalahan belum tersedianya sarana dan prasarana permukiman di UPT Rawa Subur/Dadahup C.3 yaitu prasarana jalan penghubung sepanjang 6 Km dalam kondisi rusak sedang dan jalan poros sepanjang 1,5 Km jalan masih dalam kondisi jalan tanah. Sarana yang belum tersedia yaitu air yang berasal dari SAB Standard/Non Standar tidak layak minum dan belum adanya Pasar. serta permasalahan lingkungan mengenai belum dilaksanakannya dokumen, mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta belum dilaksanakannya penghijauan lingkungan di UPT Rawa Subur/Dadahup C.3. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.10 di bawah ini.

Tabel 2.10

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Rawa Subur/Dadahup C.3

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah Target Realisasi Saat Ini

1 Kapuas

Kapuan Murung

Rawa Subur

Dadahup C.3 TULB 2011 210 210 120 Kewilayahan :

a. Legalitas Tanah

- SK HPL Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

b. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Prasarana

- Jalan Penghubung 6 Km Rusak Sedang

Jalan Poros 1,5 Km Jalan Tanah

(28)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 22

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

b. Sarana

- SAB Standar/ Non Air tidak layak minum

- Pasar Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Permasalahan permukiman transmigrasi di Provinsi Kalimantan Tengah di permukiman transmigrasi UPT Hanjak Maju/Anjir Pulau Pisau. Permasalahan yang terjadi adalah permasalahan belum adanya legalitas tanah dan alokasi lahan mengenai LP dan LU 1, serta belum adanya SK dan Sertifikat HPL. Sedangkan untuk pemenuhan sarana dan prasarana di permukiman transmigrasi meliputi ketersediaan SAB Standar/Non yang tidak layak untuk dikonsumsi, belum adanya PLTSPJU dan belum tersedianya Tanah Kas Desa.

Permasalahan mengenai lingkungan diantaranya yaitu permasalahan mengenai belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, mitigasi dan kegiatan sanitasi Lingkungan, serta belum dilaksanakannya kegiatan penghijauan lingkungan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.11 di bawah ini.

Tabel 2.11

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Hanjak Maju/Anjir Pulau Pisau

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

2 Pulang Pisau

Kahayan Hilir

Hanjak Maju

Anjir Pulang Pisau TPLB 2011 70 70 73 Kewilayahan :

a. Legalitas Tanah

- SK HPL Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

b. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Sarana

- SAB Standar/ Non tidak layak minum

- PLTSPJU Belum ada

- Tanah Kas Desa Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

(29)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 23 Permukiman transmigrasi di bina oleh Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi adalah permukiman transmigrasi Sei Rahayu I yang terletak di Kabupaten Barito Utara. Permasalahan yang terdapat di permukiman transmigrasi Sei Rahayu I yaitu belum adanya sertifikat HPL dan permasalahan alokasi lahan meliputi belum adanya LP dan LU 1. Dari ketersediaan sarana dan prasarana permukiman yaitu belum adanya beberapa sarana di UPT Sei Rahayu I, seperti Rumah Kepala UPT, Balai Desa, Pasar dan penerangan/listrik Pembangkit Tenaga Surya (PLTS).

Permasalahan lingkungan yang terjadi diantaranya yaitu permasalahan mengenai belum terlaksananya dokumen lingkungan, mitigasi dan sanitasi Lingkungan, serta belum dilaksanakannya kegiatan penghijauan lingkungan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.12 di bawah ini.

Tabel 2.12

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Sei Rahayu I

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

3 Barito Utara

Teweh Tengah

Sei Rahayu

Sei Rahayu 1 TSB 2011 80 80 80 Kewilayahan :

a. Legalitas Tanah

- Sertifikat HPL Belum ada

b. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Sarana

- Rumah Kepala UPT Belum ada

- Balai Desa Belum ada

- Pasar Belum ada

- Penerangan/ Listrik Belum ada PLTS Komunal

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Dari keseluruhan permasalahan permukiman transmigrasi di Provinsi Kalimantan Tengah dapat diambil beberapa pemecahan masalah dalam mengurangi dampak yang ditimbulkan. Solusi terebut adalah perlu adanya penerbitan SK dan Sertifikat HPL, perlu adanya penerbitan sertifikat LP dan LU 1. Ketersediaan sarana dan prasarana, perlu

(30)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 24

dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya/ Penerangan Jalan Umum (PLTSPJU) dan pasar. Sedangkan untuk aspek lingkungan, perlu penyusunan UKL/UPL, perlu adanya pengecekan kebutuhan untuk mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan dan perlu dilakukannya penghijauan lingkungan Unit Permukiman Transmigrasi di Provinsi Kalimantan Tengah.

2.5 Permasalahan Permukiman di Provinsi Gorontalo

Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang terdapat di Provinsi Gorontalo meliputi UPT Marisa V/B, UPT Desa Puncak/Puncak, UPT Desa Bulantion Timur/Sumalata IV, dan UPT Desa Saritani/Pangea SP.4. Dari keseluruhan UPT yang menyampaikan laporan, diperoleh data permasalahan permukiman transmigrasi yang terjadi pada tahun 2016. Permasalahan tersebut diantaranya adalah permasalahan legalitas tanah dan alokasi lahan, ketersediaan sarana dan prasarana, pengembangan sosial budaya seperti kurangnya tenaga dokter dan permasalahan lingkungan. data lengkap akan dibahas secara detail mengenai permasalahan permukiman yang ada di masing-masing Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.13

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Marisa V/B

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

1 Pohuwato

Marisa V/B

Kecamatan Taludidi

Desa Makartoi Jaya TULK 2011 100 100 100 Kewilayahan :

a Legalitas Tanah

- Sertifikat HPL Belum ada

b. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Sarana

- Rumah Petugas 1 unit Rusak

- Pasar Belum ada

- Penerangan/ Listrik Belum ada PLTS Komunal

- PLTSPJU Belum ada

Pengembangan Sosial Budaya

a. Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

(31)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 25 Dari tabel 2.13 di atas, dapat dilihat bahwa permasalahan yang terjadi di UPT Marisa V/B yaitu permasalahan belum adanya sertifikat HPL dan belum adanya LP dan LU 1. Permasalahan ketersediaan sarana yang dijumpai adalah rusaknya Rumah Petugas sebanyak 1 unit, belum adanya pasar, dan PLTS/PJU. Selain itu, dari segi pelayanan kesehatan pada UPT Marisa V/B masih kekurangan tenaga dokter yang bertugas dan permasalahan lain yang terjadi adalah permasalahan lingkungan yang terdiri dari belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, belum dilaksanakannya kegiatan mitigasi dan sanitasi lingkungan serta kegiatan penghijauan lingkungan.

Tabel 2.14

Permasalahan PermukimanTransmigrasi di UPT Desa Puncak/Puncak

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

2 Gorontalo

Puncak

Kecamatan Pulubala

Desa Puncak TULK 2010 275 275 275 Kewilayahan :

2011 a Legalitas Tanah

- SK HPL Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

- Batas Keliling UPT/Kimtrans

b. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Sarana

- PLTSPJU Belum ada

- Tanah Kas Desa Belum ada

Pengembangan Sosial Budaya

a. Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Unit Permukiman Transmigrasi selanjutnya adalah UPT Desa Puncak/Puncak yang terletak di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Dari data tabel di atas, diketahui bahwa permasalahan permukiman transmigrasi yang terjadi di UPT Desa Puncak adalah permasalahan legalitas tanah meliputi belum adanya SK dan Sertifikat HPL, dan belum adanya batas keliling UPT/Kimtrans. Serta permasalahan belum adanya alokasi lahan yaitu LP dan LU 1.

(32)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 26 Permasalahan lainnya yang terjadi adalah belum tersedianya sarana PLTSPJU dan Tanah Kas Desa. Belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta kegiatan penghijauan lingkungan.

Tabel 2.15

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Desa Bulantion Timur/Sumalata V

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

3 Gorontalo Utara

Sumalata IV

Kecamatan Sumalata

Desa Bulantion Timur TULK 2011 75 75 75 Kewilayahan :

a Legalitas Tanah

- SK HPL Belum ada

- Sertifikat HPL Belum ada

- Batas Keliling UPT/Kimtrans Belum ada

b. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Sarana

- Pasar Belum ada

- Penerangan/ Listrik Belum ada

- SAB Standar/ Non Belum ada

- PLTSPJU Belum ada

- Tanah Kas Desa Belum ada

- Lapangan Olahraga Belum ada

- Tanah Kuburan Belum ada

Pengembangan Sosial Budaya

a. Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Seperti permasalahan permukiman transmigrasi yang telah dibahas sebelumnya, permasalahan permukiman transmigrasi yang dijumpai di UPT Desa Bulantion Timur/Sumalata V tidak jauh berbeda dengan permasalahan permukiman di UPT lainnya, yaitu permasalahan legalitas tanah dan alokasi lahan, ketersediaan sarana yang belum memadai seperti belum tersedianya pasar, penerangan, SAB standar/Non, PLTSPJU, Tanah Kas Desa, Lapangan Olahraga dan Tanah Kuburan.

Disamping itu permasalahan lain yang dijumpai adalah masalah pelayanan kesehatan meliputi belum adanya ketersediaan tenaga dokter, sedangkan permasalahan lingkungan, diantaranya adalah belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta kegiatan penghijauan lingkungan.

(33)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 27

Tabel 2.16

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Desa Saritani/Pangea SP.4

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

4 Boalemo

Pangea SP.4

Kecamatan Wonosari

Desa Saritani TULK 2010

2011 200 200 200 Kewilayahan :

a. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Sarana

- Rumah Petugas 1 unit Rusak Ringan

- Pasar Belum ada

- PLTSPJU Belum ada

Pengembangan Sosial Budaya

a. Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Begitu juga di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Pangea SP 4 yang terletak di Kabupaten Boalemo, permasalahan yang dijumpai meliputi belum tersedianya alokasi lahan pekarangan dan lahan usaha I. Selain itu, permasalahan sarana di permukiman diantaranya adalah 1 unit Rumah Petugas dalam keadaan rusak ringan, belum adanya pasar, dan PLTSPJU.

Lebih lanjut, permasalahan yang dijumpai adalah belum adanya pelayanan tenaga dokter dan permasalahan lingkungan yang terdiri dari belum dilaksanakannya dokumen lingkungan, mitigasi dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta kegiatan penghijauan lingkungan.

Dari permasalahan yang ada di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang terletak di Provinsi Gorontalo, perlu adanya penanganan segera atas permasalahan yang ada, oleh karenanya beberapa solusi yang dapat diberikan diantaranya adalah perlu adanya penerbitan sertifikat dan SK HPL di beberapa UPT, perlu adanya penerbitan sertifikat LP dan LU 1 di seluruh UPT di Provinsi Gorontalo, perlu adanya penyediaan sarana di permukiman transmigrasi yaitu rehab Rumah Petugas,

(34)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 28 perlu dibangun pasar, perlu pembangunan PLTS Komunal dan PLTSPJU, serta perlu pembangunan SAB. Dari segi pelayanan kesehatan juga perlu adanya pengadaan tenaga dokter. Mengenai permasalahan lingkungan, perlu dilengkapinya dokumen lingkungan, perlu adanya pengecekan kebutuhan terkait mitigasi Lingkungan dan kegiatan sanitasi lingkungan, serta perlu dilakukannya penghijauan di UPT.

2.6 Permasalahan Permukiman di Provinsi Sulawesi Tengah.

Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah meliputi UPT Watutau/Talabosa dan UPT Pandiri/UPT Watuawu SP II yang terletak di Kabupaten Poso, serta UPT Pandiri/PT Tinauka SP I yang terletak di Kabupaten Donggala.

Permasalahan yang terdapat di UPT Watutau/Talabosa diantaranya adalah permasalahan legalitas tanah yang terdiri dari belum adanya Sertifikat HPL dan alokasi lahan yaitu LP dan LU 1. Selain itu permasalahan belum tersedianya prasarana drainase/ saluran samping dan penerangan/listrik PLTS dan belum tersedianya tanah kas desa. Pelayanan kesehatan juga belum sepenuhnya tersedia pelayanan dokter di UPT Watutau/Talabosa, serta permasalahan lingkungan diantaranya adalah belum adanya dokumen dan mitigasi lingkungan, belum dilaksanakannya kegiatan sanitasi lingkungan dan penghijauan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

(35)

Buku Data dan Informasi Permasalahan Permukiman Transmigrasi Tahun 2016 | 29

Tabel 2.17

Permasalahan Permukiman Transmigrasi di UPT Watutau/Talabosa

No Lokasi UPT Pola

Usaha Tahun

Bina

Penempatan (KK)

Kelompok Masalah/ Jenis Masalah

Target Realisasi Saat

Ini

1 Poso

Lorepoere

Watutau

Talabosa TULK 2009 200 200 200 Kewilayahan :

a Legalitas Tanah

- Sertifikat HPL Belum ada

b. Alokasi Lahan

- LP Belum ada

- LU I Belum ada

Sarana dan Prasarana :

a. Prasarana

- Drainase/ Saluran Samping Belum ada

a. Sarana

- Penerangan/ Listrik Belum ada PLTS Komunal

- Tanah Kas Desa Belum ada

Pengembangan Sosial Budaya

a. Tenaga Dokter Belum ada

Lingkungan

- Dokumen Lingkungan Belum dilaksanakan

- Mitigasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Kegiatan Sanitasi Lingkungan Belum dilaksanakan

- Penghijauan Belum dilaksanakan

Sumber : Direktorat Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, Ditjen PKTrans.Tahun 2016

Permukiman transmigrasi di Provinsi Sulawesi Tengah selanjutnya adalah Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Watuawu SP II di Kabupaten Poso. Permasalahan yang berhasil dihimpun yaitu permasalahan belum adanya batas keliling UPT, sertifikat dan SK HPL, belum adanya permasalahan alokasi lahan LP dan LU I. Kemudian permasalahan yang dijumpai yaitu belum adanya Kantor UPT, Rumah Kepala UPT, Pasar, Tanah Kasi Desa dan Lapangan Olahraga.

Permasalahan lainnya adalah permasalahan lingkungan, yang terdiri dari permasalahan belum dilaksanakannya dokumen lingkungan dan mitigasi lingkungan, serta kegiatan sanitasi dan penghijauan lingkungan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kuriah dan Asyik 2016 menunjukkan bahwa pengungkapan corporate social responsibility CSR berpengaruh signifikan dan

Berdasarkan gambar 2, bahwa penelitian ini menjelaskan bagaimana kondisi dan pelaksanaan implementasi Tata Kelola TI pada proses pengelolaan layanan pihak

lingkungan pondok pesantren, dan para santri kalau malam akan ada rutinitas ngaji dan beberapa kegiatan yang lainnya. sehingga apabila salat tarawihnya dilaksanakan lebih

Mengetahui pengaruh yang diberikan antara Event Sponsorship terhadap Brand Image dari merek produk mie cepat saji

Pada bendung bertangga dengan kondisi aliran tenggelam, aliran yang melimpas pada anak-anak tangga berkembang dan berputar membentuk pusaran air pada sumbu horizontal

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan, pembahasan dan hasil penelitian dapat penulis simpulkan sebagai berikut: 1) Melalui pelaksanaan simulasi materi press conference pada siklus

Tahap kedua adalah Fase Kekecewaan. Dirasakan ketika menyadari kenyataan bahwa berada dilingkungan yang berbeda. Serta masalah awal mulai berkembang. Misalnya kesulitan

Maakuntakaavassa on osoitettu kohdemerkinnöillä kolme vähittäiskaupan suur- yksikköä (merkinnällä km), kaksi tilaa vievän erikoiskaupan aluetta (merkinnällä km- e)