• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

a. Minyak jarak (castor oil) memenuhi syarat sebagai bahan baku pembuatan faktis gelap

b. Penggunaan bahan pencepat ZDEC pada pembuatan faktis gelap

menghasilkan waktu proses yang lebih singkat dibandingkan dengan bahan pencepat TMTD.

c. Kondisi pembuatan faktis gelap optimum yang diperoleh adalah konsentrasi sulfur 27.5 bsm, suhu 165o

d. Analisis spektrum FTIR terhadap faktis gelap yang dihasilkan menunjukkan dugaan adanya ikatan sulfida (C – S) yang terbentuk dari reaksi antara sulfur dengan ikatan rangkap asam lemak. Adanya ikatan sulfida (ikatan silang ) da lam faktis gelap juga ditunjukka n oleh terukurnya de nsitas ika tan silang (crosslink density).

C, netralisasi minyak jarak dengan penambahan NaOH, kecepatan pengadukan 135 rpm dan penambahan bahan pencepat ZDEC 3 bsm. Faktis gelap yang dihasilkan dari kondisi proses optimum mempunyai karakteristik kadar ekstrak petroleum eter 11.5 persen, kadar sulfur bebas 1.83 persen, kadar abu 4.24 persen dan tingkat pH 7.36. Faktis gelap yang dihasilkan termasuk mut u I.

e. Hasil pendugaan laju pembentukan faktis gelap dengan indikator tak langsung penurunan kadar sulfur bebas menunjukkan bahwa reaksi pembentukan faktis gelap dari minyak jarak diduga merupakan reaksi ordo satu.

f. Aplikasi faktis gelap yang dihasilkan dari perlakuan optimum pada pembuatan selang LPG mampu mempersingkat waktu pengkomponan dan meningkatkan laju ekstrusi.

g. Dengan kapasitas produksi 5 000 kg bahan baku/hari, unit produksi faktis gelap dari minyak jarak layak dikembangkan dengan IRR dan B/C masing-masing sebesar 57.07 persen da n 5.95. Investasi unit produksi faktis gelap

diharapkan dapat dikembalikan setelah 29 bulan. Unit produksi faktis gelap dari minyak jarak masih layak dikembangkan jika terjadi kenaikan harga bahan baku 10 persen dengan nilai IRR sebesar 26.46 persen dan B/C 1.2. Namun demikian, unit produksi tersebut menjadi tidak layak bila terjadi penurunan harga jual produk sebesar 10 persen.

5.2. Saran

Dari hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disarankan beberapa hal : a. Diperlukan kajian penggandaan skala unit pembuatan faktis gelap dari

minyak jarak untuk mendapatkan rancangan reaktor yang dibutuhkan pada ska la ko mersial.

b. Untuk mendapatkan gambaran kinerja yang lebih komprehensif dari faktis gelap yang dihasilkan, diperlukan pengujian aplikasi faktis gelap untuk pembuatan barang jadi karet yang lebih luas seperti pipa dan selang berwarna.

Agritha G. 2005. Pembuatan faktis gelap berba han baku campuran minyak jagung dan minyak sawit kasar [skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Alfa AA, Honggokusumo S. 1997. Pembuatan faktis dari minyak biji karet. Prosiding Simposium Nasional Polimer II. ; Jakarta.

Alfa AA. 2002. Bahan Kimia untuk Kompon Karet. Teknologi Barang Jadi Karet Padat. Bogor: Balai Penelitian dan Teknologi Karet.

Alfian. 2010. Optimasi konsentrasi sulfur dan bahan pencepat pada sintesa faktis gelap dengan bahan baku minyak jarak pagar [skrips i]. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Anonim. 2005. World Rubber Industry Anonim. 2005. Sulfur Vulcanization Anonim 2005. Factice

[AOAC]. American Official Analytical Chemistry. 1995. Official Methods of Analysis of the Association of Official Analytical Chemist. Washington: AOAC.

[ASTM]. American Society for Testing and Material. 1993. ASTM and Other Specifications and Classifications for Petroleum Products and Lubricants Philadelphia: ASTM.

Baron H. 1948. Modern Rubber Chemistry. New York: Hutchinson’s Scientific Technical Publication.

Bernardini E. 1983. Vegetable Oils and Fats Processing, Rome: Interstampa. Box GEP, Hunter WG, Hunter JS. 1978. Statistic for Experiment. An

Introduction to Design, Data Analyses and Model Building. New York: John Wiley & Sons.

Box GEP, Drapper NR. 1987. Empirical Model Building and Response Surfaces. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Blow CM. 1982. Rubber Technology and Manufacture. London: The Plastic and Rubber Institute, Butterworth Scientific.

Carrington JH. 1962. The manufacture and testing of factice. Di Dalam: Symposium on Factice As an Aid to Productivity in The Rubber Industry. London: National College of Rubber Technology.

Clark. 1962. Chemistry of factice. Di Dalam: Symposium on Factice As an Aid to Productivity in The Rubber Industry. London: Nationa l College of Rubber Technology.

Coran, A. Y. 1978. Vulcanization. Di dalam F. R. Eirich (ed). 1978. Science and Technology of Rubber. Academic Press, San Fransisco. 291-335.

Craig AS. 1969. Concise Encyclopedia Dictionary of Rubber Technology. Amsterdam: Elsevier Publishing Company.

De Garmo EP, Williams GS, John RC. 1984. Engineering Economy. New Jersey: Marcel Dekker, Inc.

Dinas Perkebunan NTB. 2010. Laporan Tahunan. Mataram.

Dinas Perkebunan Jawa Timur. 2010. Laporan Tahunan. Surabaya.

Departemen Pertanian. 2009. Hasil Pencarian Berdasarkan Komoditi. [terhubung berkala].http://database.deptan.go.id/bdsp/hasil_kom.asp[4 Maret 2009).

Fernando RN. 1971. Manufacture of dark factice from rubb er seed oil. Journal of The Rubber Research Institute of Ceylon 47: 59-64.

Flint CF. 1955. Factice : relation of structure to properties. The Journal of The Institution of Rubber Industry. 28(3) : 151-162.

Harrison J B. 1952. Factice : its use and function in rubb er technology. The Journal of The Institution of Rubber Industry 28(3): 117-138.

Hartley CWS. 1977. The Product of The Oil Palm and Their Extraction. London: Longman.

Hicks CR. 1982. Fundamentals Concepts in the Design of Experiments. New York: CBS College Publishing.

Honggokusumo S. 1988. Sistem Vulkanisasi. Balai Penelitian dan Teknologi Karet, Bogor.

Indian Rubber Institute. 1998. Rubber Engineering. New Delhi: Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited.

Juningsih RN. 2006. Pembuatan faktis menggunakan bahan baku campuran minyak sawit kasar dengan minyak jarak dan minyak jagung [skrips i]. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Kemp W. 1979. Organic Spectroscopy. London: The McMillan Press Ltd.

Kholid MI. 2005. Pembuatan faktis gelap dari minyak sawit kasar dan minyak kedelai [skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

79 Kirk RE, Othmer DF. 1993. Encyclopedia of Chemical Technology Vol : 15.

New York: The Interscience Encyclope dia Inc.

Lever AE. 1951. Factice: a review of its characteristics. The India-Rubbber Journal 26 : 4-7.

Mardiyah SA. 2011. Pengaruh metode netralisasi dan kecepatan pengadukan terhadap mut u faktis gelap dari minyak jarak (castor oil) [skr ipsi]. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Maspanger DR. 2002. Sifat Fisik Karet. Teknologi Barang Jadi Karet Padat. Bogor : Balai Penelitian dan Teknologi Karet.

Montgomery DC. 2001. Design and Analyses of Experiments. New Jersey: John Wiley & Sons, I nc.

Morton M. 1959. Introduction to Rubbber Technology. New York: Reinhold Publishing Corporation.

Ogunniyi. 2005. Castor Oil : A Vital Industrial Raw Material. Journal of Biosource Technology 97 (2006) : 1086-1091.

Park SH. 1996. Design and Analyses for Engineering. New York: Chapman & Hall Inc.

Reynolds. 1962. Histor ical and economic aspect of factices. Di Dalam: Symposium on Factice As an Aid to Productivity in The Rubber Industry. London: National College of Rubber Technology.

Ruud DF, Watson J. 1973. Process Synthesis. New Jersey: Prentice Hall.

Sani NA. 2010. Pengaruh suhu dan konsentrasi sulfur terhadap mut u faktis gelap berbahan dasar minyak jarak [skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Seider WD, Seader JD, Lewin DR. 1999. Process Design Principles : Synthesis, Analyses and Evaluation. New York: John Wiley & Sons, Inc. Siskawati. 2005. Pembuatan faktis gelap dari minyak jarak, minyak jagung dan minyak kedelai [skrips i]. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Sonntag. 1979. Composition and Characteristic of Individual Fats and Oils. Didalam D. Swern (ed). 1982. Bailey’s Industrial Oil and Fat Product Vol. 2, 4th Edition. John Wiley and Sons, Inc., New York.

Sonntag NOV. 1982. Rubber-like Materials. New York: John Wiley and Sons, Inc.

Sombatsompop. 1998. Practical Use of the Mooney-Rilvin Equation for Determination of Degree of Cross Linking of Swollen NR Vulcanisates. J. Sc. Soc. Thailand 24: 199-204.

Suparto, D. dan A. S. Santosa. 2002. Kimia dan Teknologi Vulkanisat. Teknologi Barang Jadi Karet. Balai Penelitian dan Teknologi Karet, Bogor. 35-48.

Swern, D. 1979. Bailey’s Industrial Oil and Fat Products. Singapo re: John Wiley & Sons Inc.

Tatterson GB. 1991. Fluid Mixing and Gas Dispersion in Agitated Tanks. New York: McGraw-Hill, Inc.

Wahyu W. dan Sri S. 2012. Jarak Kepyar. Tanaman Penghasil Minyak Kastor untuk Berbagai Industri. Seri Budi Daya. Yoyakarta: Penerbit Percetakan Kanisius.

Winspear GG. 1968. The Vanderbilt Rubber Handbook. New York: R. T. Vanderbilt Company, Inc.

Lampiran 1. Prosedur analisis karakterisasi minyak jarak, faktis gelap, kerapatan ikatan silang dan aplikasi faktis gelap untuk pembuatan selang LPG

1. Bilangan Asam (AOAC, 1995)

Bilangan asam adalah ukuran dari jumlah asam lemak bebas yang terkandung di dalam minyak atau lemak. Bilangan asam dihitung berdasarkan bobot molekul dari asam lemak atau campuran asam lemak. Minyak atau lemak yang akan diuji ditimbang sebanyak 5 – 10 gram dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml, kemudian ditambahkan 50 ml alkohol netral 95 %. Selanjutnya dipanaskan selama 10 menit diatas penangas air sambil diaduk. Larutan tersebut didinginka n, kemudian dititrasi dengan larutan KOH 0.1 N dengan indikator phenolpht halein 1 persen, sampai terbentuk warna merah jambu yang tidak hilang selama 10 detik. Bilangan asam dihitung dengan rumus berikut :

2. Bilangan Penyabunan (AOAC, 1995)

Bilangan pe nyabunan dinyatakan sebagai jumlah miligram KOH yang dibutuhkan untuk menyabunkan satu gram minyak atau lemak. Sebanyak 3 – 5 gram contoh minyak yang akan diuji ditimbang di dalam erlenmeyer 200 ml, kemudian ditambahkan 50 ml larutan KOH beralkohol 0.5 N. Setelah itu erlenmeyer dihubungkan dengan pendingin tegak dan contoh tersabunkan dengan sempurna, yaitu jika diperoleh larutan yang bebas dari butir-butir lemak. Larutan kemudian didinginkan, selanjutnya dititrasi dengan larutan HCl 0.5 N dengan indikator phenolpt halein 1 pe rsen, sampai warna merah jambu hilang. Perhitungan Bilangan Penyabunan mengikuti rumus berikut :

dimana : A = Jumlah ml HCl 0,5 N untuk titrasi blanko B = Jumlah ml HCl 0,5 N untuk titrasi contoh G = Bobot contoh minyak (gram)

28.05 = Setengah dari bobot molekul KOH 3. Bilangan Iod (AOAC, 1995)

Bilangan Iod dinyatakan sebagai jumlah gram Iod yang diserap oleh 100 gram minyak atau lemak. Jumlah Iod yang diserap menunjukkan banyaknya ikatan rangkap atau ikatan tidak jenuh. Sebanyak 0.1 sampai 0.2 gram minyak dimasukkan ke dalam erlenmeyer 300 ml yang tertutup. Kemudian dilarutkan dengan 10 ml kholoroform dan ditambahkan 25 ml pereaksi Hanus. Reaksi dibiarkan selama 1 jam ditempat gelap. Selanjutnya ditambahkan 10 ml larutan KI 15% dan dititrasi dengan menggunakan larutan natrium thiosulfat 0.1 N dengan indikator pati. Dilakukan juga titrasi blanko tanpa menggunakan contoh minyak. Perhitungan Bilangan Iod mengikuti rumus berikut :

dimana : B = ml Na2S2O3

S = ml Na

untuk titrasi blanko

2S2O3

N = Normalitas larutan Na

untuk titrasi contoh

2S2O G = Bobot contoh minyak (gram)

3

12.69 = Sepersepuluh dari bobot atam iodium 4. Kadar Ekstrak Aseton

Sampel sebanyak 2.5 gram dimasukkan ke dalam kertas saring kering yang sudah diketahui bobotnya. Sampel kemudian diekstrak dalam soxhlet selama 16 jam dengan menggunakan pe larut aseton. Setelah ekstraksi, sampel diambil dari soxhlet dan dibiarkan sebentar sampai kering. Selanjutnya sampel dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 70oC hingga beratnya konstan. Sampel didiamkan da lam desikator.

dimana : A = Bobot sampel terestrak (g) B = Bobot awal sampel (g) 5. Kadar Sulfur Bebas

Sampel sebanyak 2 gram dimasukkan ke dalam erlenmeyer 500 ml dan ditambahkan 100 ml Na2SO3, 5 ml suspensi natrium stearat da n satu gram parafin. Erlenmeyer ke mudian ditutup de ngan kaca arloji da n dipa naska n selama empat jam diatas titik didih atau selama 16 jam dibawah titik didih. Setelah dipanaskan, sampel ditambah 100 ml SrCl2 dan 10 ml cadmium asetat. Campuran selanjutnya disaring. Filtrat ditampung dalam erlenmeyer dan residu dibilas dengan 75 – 100 ml cadmium pencuci. Sambil diaduk, ke dalam filtrat ditambahkan 10 ml formaldehid, 10 ml asam asetat glasial dan 5 ml larutan kanji. Erlenmeyer kemudian ditempatkan diatas potongan es sehingga suhu turun hingga dibawah 15oC. Selanjut nya dilakuka n titrasi de ngan larutan iodin 0.05 N sampai timbul warna biru. Blanko disiapkan dengan mencampurkan larutan formaldehid, asam asetat glasial dan kanji tanpa adanya filtrat. Kadar sulfur bebas dihitung sebagai berikut :

A = volume titrasi sampel (ml) B = volume titrasi blanko ( ml) N = normalitas larutan iod C = bobot sampel

6. Kadar Abu (ASTM 1278-76)

Sampel sebanyak 1 – 2 gram ditimbang dan diletakkan dalam cawan porselen yang telah diketahui beratnya. Sampel dibakar diatas pemanas hingga tidak menghasilkan asap. Selanjutnya sampel dibakar di tanur pada suhu 950oC

hingga diperoleh berat yang tetap. Setelah menjadi abu, cawan didinginkan dalam desikator dan ditimbang.

A = bobot abu (g)

B = bobot sampel awal (g) 7. pH Faktis

Sampel yang telah dihaluskan ditimbang sebanyak dua gram dan dilarutkan dalam 40 ml akuades. Sampel diaduk dan pH diukur dengan pH meter. 8. Tegangan tarik (modulus 100%, 300%) Tegangan Putus, dan Perpanjangan

Putus (ASTM-D412)

Alat yang digunakan adalah tensometer Lloyd yang menarik sampel dengan kecepatan 500 mm/menit, pisau potong dumbell, dan pengukur ketebalan. Sampel dipotong menggunakan pisau potong khusus yang berbentuk dumbell

dan diukur ketebalannya. Sampel diberi tanda pada masing- masing ujung. Ketebalan dikalikan dengan panjang sampel tersebut akan menjadi nilai luas sampel. Sampel kemudian ditarik dengan jarak antara dua tanda diikuti dengan sebuah penggaris khusus beban pada Modulus 100 dan 300 akan menjadi nilai

modulus rate bila dibagi luas sampel. Beban pada saat sampel putus akan menjadi nilai tensile strenght bila dibagi dengan luas sampel. Modulus pada saat sampel putus akan menjadi nilai perpanjangan put us.

9. Tingkat kekerasan, (Shore A (ISO 7619-1986, ISO 868-1978, ASTM-D 1054-1991)

Vulkanisat karet disiapkan dengan ketebalan 6 mm. Posisi sampel diatur agar sejajar jarum dengan menekan sample sekitar 12 mm dari sisi sampel. Tombol tongkat ditekan agar jarum bergerak maksimal menusuk sampel, kemudian dibaca hasil pengukuran. Pengukuran dilakukan pada lima titik

yang berlainan (jarak antar titik minimal 6 mm), nilai kekerasan Shore A adalah nilai tengah dari lima pengukuran tersebut.

10. Analisis kerapatan ikatan silang (cross link density)

Faktis dihancurkan menjadi serbuk menggunakan batang kaca sehingga homogen. Serbuk faktis ditimbang dan selanjutnya dicuci menggunakan karbon disulfida (CS2) untuk menghilangkan sulfur bebas yang tidak bereaksi. Sampel dikeringkan pada suhu kamar. Sampel faktis yang telah kering ditimbang dan diukur densitasnya (berat faktis diusahakan setara dengan 2 cm3

Kerapatan ikatan silang (crosslink density) dihitung menggunakan persamaan Flory-Rehner seba gai be rikut :

). Sampel faktis yang telah kering pada berat tertentu kemudian direndam dalam p-xylene pada suhu ruang selama dua hari sehingga sampel faktis tersebut mengembang. Volume p-xylene yang diperlukan sekitar 50 kali volume sampel faktis. Volume sampel faktis yang mengembang diukur. Sampel faktis yang telah mengembang selanjutnya dikeringkan menggunakan kertas saring yang telah diketahui beratnya untuk menghilangkan sisa pelarut (p-xylene) yang masih melekat pada sampel. Berat faktis yang telah mengembang dan kertas saring ditimbang sehingga bisa diketahui berat faktis mengembang. Parameter yang dihitung adalah fraksi volume faktis yang mengembang (Vr), volume molar p-xylene (Vs) dan nilai untuk faktis dengan p-xylene (0.437).

Keterangan :

N’ = jumlah mol ikatan silang per unit volume (mol/cm3 Vs = volume molar p- xylene (cm

)

3

Vr = fraksi volume faktis mengembang /mol) W1 & W2

ρ

= berat faktis yang mengembang dan berat pelarut (gram)

1 & ρ2 = densitas faktis yang mengembang da n de nsitas pelarut (gram/cm3

= parameter interaksi polimer (faktis) - pelarut (nilai = 0,437 (Shelly, 1965 dalam Nag & Kharagpur).

)

11. Formula bahan yang digunakan dalam pembuatan selang gas LPG 1. Penentuan Formula Kompon

Formula kompon selang bagian inner dan outer ditentukan, kemudian dilakukan penimbangan bahan kimia untuk formulasi kompon selang bagian inne r atau outer. Selanjut nya perbandingan berat real ba han kimia terhadap berat awal kompon dicatat. Formula bahan yang digunakan dalam pembuatan selang disajikan pada Tabel 1 dan 2.

Tabel 1. Formula bahan kimia pembuatan kompon lapisan luar

Bahan

Berat kompon (gram)

Kontrol ( A ) Faktis Komersial ( B ) Faktis Minyak Jar ak ( C ) bs m hitung an terti mbang bs m hitung an terti mbang bs m hitung an terti mbang

CR 30.00 457.88 458.80 30.00 444.31 444.40 30.00 444.31 444.40 NBR 70.00 1,068.38 1,068.00 70.00 1,036.73 1,037.10 70.00 1,036.73 1,037.10 ZnO 5.00 76.31 76.10 5.00 74.05 74.00 5.00 74.05 74.10 Stearic ac id 2.00 30.53 31.20 2.00 29.62 30.00 2.00 29.62 30.00 Cu maron 5.00 76.31 76.00 5.00 74.05 74.00 5.00 74.05 74.00 IPPD 1.00 15.26 15.00 1.00 14.81 15.00 1.00 14.81 15.00 TMQ 1.00 15.26 15.00 1.00 14.81 15.00 1.00 14.81 15.00 Wax 1.00 15.26 15.00 1.00 14.81 15.00 1.00 14.81 15.00 MgO 1.50 22.89 23.00 1.50 22.22 22.10 1.50 22.22 22.10 Ca CO3 50.00 763.13 763.10 50.00 740.52 741.00 50.00 740.52 741.00 Kaolin 50.00 763.13 763.20 50.00 740.52 741.00 50.00 740.52 741.00 DEG 1.50 22.89 23.10 1.50 22.22 22.40 1.50 22.22 22.40 N 550 75.00 1,144.69 1,145.40 75.00 1,110.78 1,111.10 75.00 1,110.78 1,111.07 Factice - - - 10.00 148.10 148.40 10.00 148.10 148.00 Minare x 20.00 305.25 305.10 20.00 296.21 296.60 20.00 296.21 296.60 DOP oil 10.00 152.63 153.30 10.00 148.10 148.20 10.00 148.10 148.20 CBS 2.00 30.53 31.00 2.00 29.62 30.00 2.00 29.62 30.00 ETU 0.30 4.58 5.00 0.30 4.44 4.00 0.30 4.44 4.00 TMTD 0.10 1.53 2.00 0.10 1.48 1.30 0.10 1.48 1.30 Sulfur 2.20 33.58 34.00 2.20 32.58 33.00 2.20 32.58 33.00 Total Awal 327.60 5,000 5,003.30 337.60 5,000 5,003.60 337.60 5,000 5,003.27 87

Tabel 2. Formula bahan kimia pembuatan kompon lapisan luar

Bahan

Berat kompon (gram)

Kontrol ( D ) Faktis Komersial ( E ) Faktis Minyak Jar ak ( F ) bs m hitung an terti mbang bs m hitung an terti mbang bs m hitung an terti mbang

CR 30.00 432.15 432.30 30.00 414.25 414.40 30.00 414.25 414.40 NR 70.00 1,008.35 1,008.60 70.00 966.58 967.20 70.00 966.58 967.20 ZnO 5.00 72.03 72.10 5.00 69.04 69.30 5.00 69.04 69.20 Stearic ac id 2.00 28.81 29.30 2.00 27.62 28.00 2.00 27.62 28.00 Cu maron 5.00 72.03 72.10 5.00 69.04 69.00 5.00 69.04 69.00 IPPD 2.00 28.81 29.00 2.00 27.62 28.00 2.00 27.62 28.00 TMQ 2.00 28.81 29.00 2.00 27.62 28.00 2.00 27.62 28.00 Wax 1.50 21.61 22.00 1.50 20.71 21.00 1.50 20.71 21.00 MgO 1.50 21.61 22.10 1.50 20.71 21.00 1.50 20.71 21.00 Ca CO3 60.00 864.30 864.00 60.00 828.50 829.00 60.00 828.50 829.00 Kaolin 57.00 821.09 821.10 57.00 787.08 787.20 57.00 787.08 787.20 DEG 2.00 28.81 29.00 2.00 27.62 28.20 2.00 27.62 28.20 N 550 75.00 1,080.38 1,080.00 75.00 1,035.63 1,036.40 75.00 1,035.63 1,036.40 Factice - - - 15.00 207.13 207.50 15.00 207.13 207.00 Minare x 23.00 331.32 331.40 23.00 317.59 318.10 23.00 317.59 318.10 DOP oil 7.00 100.84 101.00 7.00 96.66 97.00 7.00 96.66 97.00 CBS 1.50 21.61 22.00 1.50 20.71 21.00 1.50 20.71 21.00 ETU 0.10 1.44 1.50 0.10 1.38 1.50 0.10 1.38 1.50 TMTD 0.30 4.32 4.00 0.30 4.14 4.00 0.30 4.14 4.00 Sulfur 2.20 31.69 32.00 2.20 30.38 30.00 2.20 30.38 30.00 Total Awal 347.1 5,000 5,002.50 362.1 5,000 5,005.80 362.1 5,000 5,005.20

Lampiran 3. Hasil analisis ragam pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pencepat terhadap kadar ekstrak aseton faktis gelap

Sumber Keragaman Derajat Bebas Jumlah Kuadrat Jumlah Kuadrat Tengah F hitung F tabel Jenis ba han (Ai) 1 12.0 12.0 1.47 5.99. Konsentrasi (Bj) 2 4.5 2.25 0.28 5.14

Interaksi (ABij) 2 24.5 12.25 1.50 5.14 Error 6 41.0 8.2

2. Pembuatan kompon selang (Pengkomponan)

Karet dimastika si de ngan tuj uan agar karet lunak sehingga mudah bercampur dengan ba han kimia. Selanjutnya bahan kimia ditambahkan, dan kompon dihomogenkan. Kemudian urutan pencampuran bahan kimia dan waktu pengomponan dicatat. Selanjutnya dilakukan penimbangan berat kompon akhir dan berat kompon akhir dan dibandingkan. Selanjutnya dihitung selisih berat kompon dan persen kehilangan berat kompon.

3. Pencetakan selang di Mesin Ekstruder

Diameter Dies mesin ekstruder dan diameter selang diukur. Kemudian Die Swell atau Shrinkage selang dihitung, serta waktu pembentukan selang dan waktu penjuluran dicatat dan dihitung perbandingannya. Kemudian panjang selang total diukur, dan dihitung perbandingan selang akhir terhadap berat selang. Selanjutnya dihitung laju penjuluran yaitu: berat per waktu dan panjang per waktu.

4. Uji rheometer da n proses vulkanisasi selang

Uji Rheometer dilakuka n dalam Osilating Disk Rheometer, sedangkan proses vulkanisasi dilakukan dalam otoklaf dengan suhu 1500

Rumus – Rumus Perhitungan

C. Kondisi operasi berupa teka nan, suhu, dan waktu dicatat. Selanjutnya dilakukan penilaian/pengujian penampakan visual selang yaitu ada tidaknya cacat dan uji sifat fisika selang.

1. Selisih berat kompon

2. Persen kehilangan berat kompon

3. Dies swell = (luas penampang melintang selang) / luas penampang melintang dies

4. Luas penampang melintang selang

5. Cara Menghitung Densitas Kompon

Volume tiap bahan dihitung da n total volume kompon dihitung sebagai penjumlaahan volume tiap ba han.

Densitas kompon = total bsm kompon / total volume kompon 6. Parameter pengamatan saat pengko mpo nan

Pada saar pengkomponan, dicatat persen berat kompon hilang, waktu pengkomponan da n konsumsi energi pengkomponan.

7. Parameter pengamatan saat ekstrusi

Pada saat ekstrusi dicatat suhu ekstrusi, waktu eks trusi, berat dan panjang ekstrudat, laju ekstrusi dalam g/dt dan m/dt serta dies swell atau shrinka ge selang.

8. Uji karakteristik vulkanisasi

Uji karakteristik vulkanisasi mencakup pengukuran tegangan tor si (maksimum, minimum, selisih) da n waktu (pra vulkanisasi, vulkanisasi optimal, da n uji rheometer).

9. Uji sifat fisik ekstrudat

Uji sifat fisik ekstrudat meliputi : penampakan visual dan dimensi TS, EB, dan M 100% sebelum dan setelah pengusangan, ketahanan ozon, uji pembakaran, hardness, dens itas da n viskos itas mooney kompon.

Lampiran 2. Hasil analisis ragam pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pencepat terhadap waktu proses pembuatan faktis gelap

Sumber Keragaman Derajat Bebas Jumlah Kuadrat Jumlah Kuadrat Tengah F hitung F tabel Jenis ba han (Ai) 1 574.1 574.1 75.5 5.99 Konsentrasi (Bj) 2 1188.2 594.1 78.2 5.14 Interaksi (ABij) 2 29.1 14.6 1.92 5.14

Error 6 45.5 7.6 Total 11 1836.9

Ringkasan hasil uji Lanjut Duncan Faktor A : 58.5 71.3 Faktor B : 53 70.5 77.3

Sub Total I 875000,00

II. Bangunan dan Pekerjaan Sipil

1. Kantor 250 m2 1350,00 337500,00

2. Laboratorium 60 m2 1500,00 90000,00

3. Bagian penerimaan minyak jarak 100 m2 1250,00 125000,00

4. Ruang produksi faktis gelap 500 m2 1250,00 625000,00

5. Ruang produksi faktis gelap 250 m2 1250,00 312500,00

6. Ruang bahan pembantu 20 m2 1250,00 25000,00

7. Workshop 100 m2 1250,00 125000,00 8. Warehouse 100 m2 1250,00 125000,00 9. Musholla 25 m2 1259,00 31475,00 10. Dapur 12 m2 1250,00 15000,00 11. Area parkir 500 m2 1000,00 500000,00 12. Pagar 240 m2 800,00 192000,00 13. Jalan 100 m2 1300,00 130000,00 14. Pos satpam 12 m2 1250,00 15000,00

15. Pekerjaan elektrik 1 paket 35000,00 35000,00

16. Pekerjaan telekomunikasi 1 paket 10000,00 10000,00

Sub Total II 2693475,00

III Alat dan Mesin

1. Timbangan digital 1 unit 125000,00 125000

2. Reaktor 1 unit 500000,00 500000,00

3. Pompa minyak 1 unit 60000,00 60000,00

4. Tangki degumming 1 unit 115000,00 115000,00

5. Separator 1 unit 195250,00 195250,00

6. Tangki Netralisasi 1 unit 350000,00 350000,00

7. Sentrifusi 1 unit 295250,00 295250,00

8. Tangki pencuci 1 unit 115000,00 115000,00

9. Generator 1 unit 585600,00 585600,00

14. Instalasi pengolahan limbah 1 unit 100000,00 100000,00

Sub Total III 3493442,00

IV. Peralatan Kantor

1. Komputer 2 9000,00 18000,00 2. Printer 2 1200,00 2400,00 3. Almari arsip 4 1800,00 7200,00 4. Almari buku 1 1200,00 1200,00 5. Meja Kantor 10 450,00 4500,00 6. Kursi 20 200,00 4000,00 7. White board 5 150,00 750,00

8. Meja dan kursi tamu 1 2500,00 2500,00

Sub Total IV 40550,00 V. Kendaraan 1. Mobil Operasi 1 120000,00 120000,00 2. Truk Tangki 2 475000,00 950000,00 3. Sepeda Motor 1 14000,00 14000,00 Sub Total V 1084000,00

VI. Pra Operasi

1. Studi kelayakan 1 paket 35000,00 35000,00

2. Uji coba 1 paket 60000,00 60000,00

3. Pengawasan 1 paket 17500,00 17500,00

Sub Total VI 112500,00

Investasi sebelum IDC 8298967,00

IDC (17.2333%) 1430185,88

2 Mesin dan peralatan 10 3493442,00 349344,2 314409,78

3 Peralatan kantor 5 40550,00 4055 7299

4 Kendaraan 5 1084000,00 108400 195120

1 Bangunan dan

pekerjaan sipil 2693475,00 3 80804,25 6733,69

2 Mesin dan Peralatan 3493442,00 5 174672,10 14556,01

3 Peralatan kantor 40550,00 3 1216,50 101,38

4 Kendaraan 1084000,00 5 54200,00 4516,67

1. Biaya Penyusutan 638035155,00 638035155,00 638035155,00

2. Gaji Tenaga Kerja 144000000,00 144000000,00 144000000,00

tidak langsung

3. Biaya pemeliharaan 310892850,00 310892850,00 310892850,00

dan perbaikan

4. Administrasi dan Telkom 30000000 30000000 30000000

5. Asuransi (0,05%) 49793802,00 49793802,00 49793802,00

Sub Total 1172721807,00 1172721807,00 1172721807,00

B. Biaya Variabel

1. Biaya bahan bakar 315000000,00 378000000,00 420000000,00

2. Biaya kemasan sampel 9000000,00 10800000,00 12000000,00

3. Biaya bahan baku 32793750000,00 39352500000,00 43725000000,00

4. Biaya bahan pembantu 1261800000,00 1514160000,00 1682400000,00

5. Gaji tenaga kerja langsung 324000000,00 388800000,00 432000000,00

6. Biaya pelumas, dll 237500000,01 285000000,01 316666666,68

Sub Total 34941050000,01 41929260000,01 46588066666,68

Biaya Operasi/Tahun 36113771807,01 43101981807,01 47760788473,68 Biaya Operasi/Bulan 3009480983,92 3591831817,25 3980065706,14

a. Biaya investasi 8298967000,00 5809276900,00 70 2489690100,00 30 b. IDC 1430185880,01 1001130116,01 70 429055764,00 30 Jumlah 9729152880,01 6810407016,01 70 2918745864,00 30 2 Modal Kerja 11768239879,17 8237767915,42 70 3530471963,75 30 Jumlah 11768239879,17 8237767915,42 70 3530471963,75 30 Total 21497392759,18 15048174931,43 6449217827,75

1 0,00 0,00 0,00 8237767915,42

1 681040701,60 1089665122,56 1770705824,16 6129366314,41 2 681040701,60 980698610,31 1661739311,91 5448325612,81 3 681040701,60 871732098,05 1552772799,65 4767284911,21 4 681040701,60 762765585,79 1443806287,39 4086244209,60 5 681040701,60 653799073,54 1334839775,14 3405203508,00 6 681040701,60 544832561,28 1225873262,88 2724162806,40 7 681040701,60 435866049,02 1116906750,63 2043122104,80 8 681040701,60 326899536,77 1007940238,37 1362081403,20 9 681040701,60 217933024,51 898973726,11 681040701,60 10 681040701,60 108966512,26 790007213,86 0,00

Angsuran pokok Bunga (21%) Jumlah angsuran Sisa Kredit

0 0,00 0,00 0,00 8237767915,42 1 1647553583,08 1729931262,24 3377484845,32 6590214332,34 2 1647553583,08 1383945009,79 3031498592,87 4942660749,25 3 1647553583,08 1037958757,34 2685512340,43 3295107166,17 4 1647553583,08 691972504,90 2339526087,98 1647553583,08 5 1647553583,08 345986252,45 1993539835,53 0,00

Harga/kg 38500

Hari kerja/th 300

No Uraian Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6

I Penerimaan 1. Produksi 1068750,00 1282500 1425000 1425000 1425000 1425000 2. Harga jual 38500,00 38500,00 38500,00 38500,00 38500,00 38500,00 Total Penerimaan 41146875000,00 49376250000,00 54862500000,00 54862500000,00 54862500000,00 54862500000,00 II Pengeluaran Biaya Produksi 36113771807,01 43101981807,01 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68 Total pengeluaran 36113771807,01 43101981807,01 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68

III Laba/rugi sebelum pajak 5033103192,99 6274268192,99 7101711526,32 7101711526,32 7101711526,32 7101711526,32

IV Pajak Penghasilan 0,00 0,00 2121763457,90 2121763457,90 2121763457,90 2121763457,90

V Laba bersih 5033103192,99 6274268192,99 4979948068,42 4979948068,42 4979948068,42 4979948068,42

Tahun 7 Tahun 8 Tahun 9 Tahun 10

1425000 1425000 1425000 1425000 38500,00 38500,00 38500,00 38500,00 54862500000,00 54862500000,00 54862500000,00 54862500000,00 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68 47760788473,68 7101711526,32 7101711526,32 7101711526,32 7101711526,32 2121763457,90 2121763457,90 2121763457,90 2121763457,90 4979948068,42 4979948068,42 4979948068,42 4979948068,42

2. Modal sendiri 2918745864,00 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3. Modal pinjaman 6810407016,01 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4. Biaya penyusutan 0 638035,16 638035,16 638035,16 638035,16 638035,16 638035,16 638035,16 638035,16 638035,16 638035,16

5. Nilai sisa modal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 731146700,00

Sub Total 9729152880,01 5033741228,15 6274906228,14 7102349561,48 7102349561,48 7102349561,48 7102349561,48 7102349561,48 7102349561,48 7102349561,48 7833496261,48

II Kas keluar

1. Investasi 9729152880,01 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

2. Angsuran 0,00 5148190669,48 4693237904,78 4238285140,08 3783332375,37 3328379610,67 1225873262,88 1116906750,63 1007940238,37 898973726,11 790007213,86

Sub Total 9729152880,01 5148190669,48 4693237904,78 4238285140,08 3783332375,37 3328379610,67 1225873262,88 1116906750,63 1007940238,37 898973726,11 790007213,86

III Aliran kas 0,00 -114449441,34 1581668323,36 2864064421,40 3319017186,10 3773969950,81 5876476298,59 5985442810,85 6094409323,11 6203375835,36 7043489047,62

IV Kas awal bulan 0,00 0,00 -114449441,34 1467218882,02 4331283303,42 7650300489,53 11424270440,33 17300746738,92 23286189549,77 29380598872,88 35583974708,24

V Kas akhir bulan 0,00 -114449441,34 1467218882,02 4331283303,42 7650300489,53 11424270440,33 17300746738,92 23286189549,77 29380598872,88 35583974708,24 42627463755,86

Kapasitas Operasi (%) I. Arus Masuk ~ Hasil Penjualan ~ Dana Sendiri ~ Kredit Jumlah Pemasukan II. Arus Keluar ~ Investasi ~ Bunga Masa Tenggang (IDC) ~ Biaya Produksi ~ Angsuran Kredit (KI dan KMK) ~ Pokok ~ Bunga Jumlah Angsuran ~ Pajak Jumlah Pengeluaran Sisa Kas Nilai sisa

Arus Kas untuk analisis Arus Kas

Discount Factor 21 % Arus Kas Bersih Net Present Value (NPV) (Rp.)

1 (114.449.441,34) (9.843.602.321,35) 0,8621 (8.485.864.070,13) 2 1.581.668.323,36 (8.261.933.997,99) 0,7432 (6.139.962.840,36) 3 2.864.064.421,40 (5.397.869.576,59) 0,6407 (3.458.186.565,02) 4 3.319.017.186,10 (2.078.852.390,49) 0,5523 (1.148.131.669,07) 5 3.773.969.950,81 1.695.117.560,32 0,4761 807.067.533,13 6 5.876.476.298,59 7.571.593.858,91 0,4104 3.107.702.054,88 7 5.985.442.810,85 13.557.036.669,76 0,3538 4.796.879.911,51 8 6.094.409.323,11 19.651.445.992,87 0,3050 5.994.191.290,72 9 6.203.375.835,36 25.854.821.828,23 0,2630 6.798.602.447,06 10 7.043.489.047,62 32.898.310.875,85 0,2267 7.457.507.656,65 Kriteria Kelayakan Harga p38500,00 NPV 5.542.220.656,77 Suku b 16% IRR 26,46% Harga b29150,00 B/C 1,00 PBP 93,904bulan BEP 8.363.328,02 kg 321.988.128.766,11 rupiah

Tahun Aliran kas bersih Kumulatif

Discount

Factor Present Value

0.16 0 (9,729,152,880.01) (9,729,152,880.01) 1.0000 (9,729,152,880.01) 1 (114,449,441.34) (9,843,602,321.35) 0.8621 (8,485,864,070.13) 2 1,581, 668,323.36 (8,261,933,997.99) 0.7432 (6,139,962,840.36) 3 2,864, 064,421.40 (5,397,869,576.59) 0.6407 (3,458,186,565.02) 4 3,319, 017,186.10 (2,078,852,390.49) 0.5523 (1,148,131,669.07) 5 3,773, 969,950.81 1,695,117,560.32 0.4761 807,067,533.13 6 5,876, 476,298.59 7,571,593,858.91 0.4104 3,107, 702,054.88 7 5,985, 442,810.85 13,557,036,669.76 0.3538 4,796, 879,911.51 8 6,094, 409,323.11 19,651,445,992.87 0.3050 5,994, 191,290.72 9 6,203, 375,835.36 25,854,821,828.23 0.2630 6,798, 602,447.06 10 7,043, 489,047.62 32,898,310,875.85 0.2267 7,457, 507,656.65 Kriteria Kelayakan

Dokumen terkait