• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. KESIMPULAN

Keberhasilan stek pada perlakuan lama penyungkupan tiga minggu lebih tinggi dibandingkan perlakuan penyungkupan lainnya, yaitu keberhasilan stek sebesar 12.5 %.

Perlakuan lama penyungkupan yang menghasilkan pertambahan tinggi tanaman yang lebih tinggi dan pertambahan jumlah daun yang lebih banyak adalah perlakuan lama penyungkupan tiga minggu. Pertambahan jumlah cabang lebih banyak didapatkan pada perlakuan lama penyungkupan dua minggu

Perlakuan konsentrasi IBA yang digunakan untuk menghasilkan pertambahan jumlah cabang dengan jumlah lebih banyak dan pertambahan tinggi tanaman yang lebih tinggi adalah perlakuan konsentrasi IBA 200 ppm. Konsentrasi IBA yang digunakan untuk menghasilkan pertambahan jumlah daun dengan jumlah lebih banyak adalah perlakuan konsentrasi IBA 100 ppm.

B. SARAN

Ukuran bahan stek harus diperhatikan karena menentukan pembentukan akar. Selain itu keseragaman bahan stek dan pemeliharaan, terutama pemeliharaan lingkungan tumbuh agar optimum, harus menjadi perhatian.

Abidin, Z. 1993. Dasar-Dasar Pengetahuan tentang Zat Pengatur tumbuh. Penerbit Angkasa, Bandung

Afrizal. 2002. Pengaruh Umur Bahan Stek dan Zat Pengatur Tumbuh IBA terhadap Pertumbuhan Stek Mahoni (Swietenia macrophylla King.). Skripsi. Jurusan Manajemen Hasil Hutan. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 40 hal

Agnes, D. 1994. Aneka Jenis Media Tanam dan Penggunaannya. Penebar Swadaya. Jakarta. 98 Hal

Anonim. 2005. Salam: Eugenia polyantha (Wight.)

www.asiamaya.com/jamu/isi/salam_eugeniapolyantha. [Tanggal 24 Juni 2005]

Ashari, S. 1995. Hortikultura. Aspek Budidaya. UI-Press.485 hal

Audus, L. J. 1953. Plant Growt Subtances. International Publ., Inc. New York. 465 p

Avery, G. S. and E. B. Johnson. Hormones and Horticulture. McGraw-Hill Book Co., Inc. New York. 326 p

Badan POM. 2004. Sembilan Tanaman Obat Unggulan Hasil Uji Klinis Badan POM. www.beritabumi.or.id/artikel3. Tanggal 22 Jul 2004

Baudendistel, R. F. 1982. Horticulture A Basic Awareness Second Edition. Reston Publishing Company, Inc. Virginia. 341 p

Briggs, G. B. dan C. L. Calvin. 1987. Indoors Plants. John Wiley and Sons. New York. 516 p

Bintoro, M. H. 1986. Budidaya Cengkeh: Teori dan Praktek. Penerbit Lembaga Sumberdaya Informasi. IPB. Bogor. 123 hal

Cisar, J. L. And G. H. Snyder. 1992. Sod Production on Solid-Waste Compost Over Plastic. HortScience. 27: 219-222

Conover, C. A. 1992. Foliage Plant. In : R. A. Larson (ed). Introduction to Floriculture. Second Ed. Acad. Press. USA. P 571-589

Cooper, A. J. 1973. Root Temperature and Plant Growth. A Riview. Commenwealth Agr. Bureaux, Slough, U. K.

38 Dalimartha, S. 2008. Atlas Tanaman Obat Indonesia.

www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=1024&tbl=alternatif. [Tanggal 6 Mei 2008]

Darajat, A. 2003. Respon Pertumbuhan Stek Batang dengan Tiga Spesies Murbei (Morus sp.) terhadap Beberapa Jenis Media Pembibitan. Skripsi. Jurusan Budi Daya Pertanian. Fakultas Pertanian. IPB. 34 hal.

Diaz-Perez, J. C and K. D. Batal. 2002. Colored Plastic Film Mulches Affect Tomato Growth and Yield Changes Root-Zone Temperature. America Social Horticulture Science. University of Georgia. Georgia. 127 (1): 127-136

Dodded, I. C., J. He, C. G. N. Turnbull, S. K. Lee and C. Critchley. 2000. The Influence of Supra-Optimal root-Zone Temperature on Growth and Stomatal Condusted in Capsicium annuum L. J. Expt. Bot. 51:239-248

Eris, F. R. 2001. Pengaruh Media Tumbuh dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Tanaman Paku Pohon (Cythea contaminans (Hook) Copel). Skripsi. Jurusan Budi Daya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. 32 hal

Farid, M. B. 2003. Perbanyakan Tebu (Saccharum officinarum L.) Secara In

Vitro Pada Berbagai Konsentrasi IBA dan BAP. Jurusan Budidaya

Pertanian, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unhas. J. Sains dan Teknologi. 3 (3): 103-109

Goenawan, C. C. R. 2006. Pengaruh Induksi Suhu dan Metode Aplikasi Zat Pengatur Rootone-F terhadap Induksi Akar dan Tunas Stek Dadap Merah (Erythrina cristagalli). Skripsi. Jurusan Budi Daya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 64 hal.

Gosselin, A. and M. J. Trudel. 1983. Interaction between Air and Root Temperature on Greenhouse Tomato: I. Growth, Development and Yeild. J. Amer. Soc. Hort. 108: 901-905

Guenther, E. 1990. Minyak Atsiri Jilid IV A. S. Ketaren, penerjemah; Jakarta. Penerbit Universitas Indonesia. Terjemahan dari The Essential Oils. Hal 230-234

Hadiwijaya, T. 1980. Cengkeh. Data dan Petunjuk ke Arah Swasembada. PT. Gunung Agung. Jakarta. Hal 46-50

Hanan, A. 1999. Etnobotani Salam di Daerah Cirebon: Pemanfaatan sebagai Bahan Penyedap Alami. Warta Tumbuhan Obat Indonesia. The Journal on Indonesian An Medicinal Plants. Vol. 5(3): 7-8. Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Rempah, Bogor

Harjadi, S. S. 1979. Pengantar Agronomi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 193 hal

Hartmann, H. R., D. E. Kester, F. T. Davies and R. L. Geneve. 1990. Plant Propagation Principles and Practice. Sixth Edition. Prentice Hall, Inc. New Jersey. 559 p

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid III. LitBang Kehutanan, Jakarta. Yayasan Wana Aksara Jaya, Jakarta

Indranada, H. K. 1986. Pengelolaan Kesuburan Tanah. PT Bina Aksar. Jakarta Irwanto. 2001. Pengaruh Hormon IBA (Indole Butyric Acid) Terhadap Persen Jadi

Stek Pucuk Meranti Putih (Shorea Montigena). Skripsi. Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Ambon. www.papuaweb.org/unipa/dlib-s123/skripsi-terbaru.html. [Tanggal 5 April 2008]

Ismail. 1999. Mempersiapkan Media Tanam. Hal: 29-62. Dalam Supari (ed.). Seri Praktik Ciputri Hijau-Tuntunan Membangun Agribisnis. PT Elek Media Computindo. Jakarta

Lessy, I. 2002. Pengaruh IBA (Indole butyric acid) dan NAA

(Alpha-naphthaleneacetic acid) terhadap Pertumbuhan Setek Cabang Jambu

Semarang Gondrong (Syzigium samarangenese (BI) Merr & Perry). Skripsi. Fakultas Pertanian dan Teknologi. Universitas Pattimura. Ambon. www.papuaweb.org/unipa/dlib-s123/skripsi-terbaru.html [Tanggal 31 Maret 2008]

Lingga, P dan Marsono. 2001. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Ed ke-12. Penebar Swadaya. Jakarta. 150 hal

Mag, N. 2002. Daun Salam sebagai Obat Asam Urat. www.republika.co.id. [Tanggal 27 Oktober 2004]

Manurung, S. O. 1987. Status dan Potensi Zat Pengatur Tumbuh serta Prospek Penggunaan Rootone-F dalam Perbanyakan Tanaman. Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi. Departemen Kehutanan. Jakarta

Nadiroh, 2003. Pengaruh Dosis Rootone-F dan Jenis media Stek terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Sentang (Tripochitan scleroxylon). Skripsi jurusan Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan. IPB. 66 hal

Najiyati, S dan Danarti. 2003. Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Cengkeh. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta. Hal 42

40 Pangaribuan, U. S. M. 1999. Pengaruh Penyungkupan dan Media Tanam pada Aklimatisasi Tanaman Calla Lily (Zantedeschia rehmannii). Skripsi. Jurusan Budi Daya Pertanian. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor. 42 hal

Pierik, R.L.M. 1987. In vitro Culture of Higher Plants. Martinus Nijhoff Publisher. Boston.

Purnomosidhi, P., Suparman, J. M. Rasbutko dan Mutawarman. 2002. Perbanyakan dan Budidaya Tanaman Buah-buahan: dengan Penekanan pada Durian, Mangga, Jeruk, Melinjo dan Sawo. Pedoman Lapang. Bekerja sama dengan Balai Benih Induk-Hortikultura Pekalongan Lampung Timur, United States Agency for International Development and United States Departement of Agriculture for Service. International Research in Agroforestry and Windrock International. Bogor. 41 hal

Roberts, B. R., S. D. Kohorst, H. F. Decker and K. A. Peterson. 2001. Biosolid Residues As Soilless Media for Growing wildflower Sod. HortTechnoloy. 11: 6-11

Rochiman, K dan S. S. Harjadi. 1973. Pembiakan Vegetatif. Departemen Agronomi. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor. 72 hal.

Rosman, R., Setyono dan H. Suhaeni, 2004. Pengaruh Naungan dan Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Nilam (Pogostemon Cablin Benth.). Buletin TRO. XV (1).

Salisbury, F. B and C. W. Ross. 1995. Fisilogi Tumbuhan. Jilid 1, 2 dan 3. Edisi ke-4. Terjemahan Diah R. Lukman dan Sumaryono. Penerbit ITB. Bandung Sulistyaningsih, E., Budiastuti K. dan Endah K. 2005. Pertumbuhan Dan Hasil

Caisin Pada Berbagai Warna Sungkup Plastik.Ilmu Pertanian. 12 (1): 65-76. Suhaendi, H. 2006. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh IBA dan Media Tumbuh

terhadap Pertumbuhan Stek Eucalyptus Deglupta Blume. Prosiding Gelar Dan Dialog Teknologi 2005. Hal. 215-222.

Susanti, D. 2003. Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh NAA dan IBA serta Lama Perendaman terhadap Perakaran Anyelir (Dianthus caryopyllus L.) Skripsi. Jurusan Budi Daya Pertanian. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor. 39 hal

Tindall, J. A., R. B. Beverly and D. E. Radcliffe. 1990. The Effect of Root-Zone Temperature on Nutrient Uptake of Tomato. J. Plant Nutr. 13: 939-956 Tukey, H. B. 1954. Plant Regulator In Agriculture. P. 1-13. John Wiley and Sons

Utami, H. B. 1983. Pengaruh Media Tumbuh terhadap Pertumbuhan Suplir. Skripsi. Jurusan Budi Daya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. 319 hal

Wattimena, G. A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 145 hal.

Weaver, J. R. 1972. Plant Growth in Agriculture. University of California, Davis. M. H. Freemna & Co, San Francisco. 594 p

Wudianto, R. 1994. Membuat Setek, Cangkok dan Okulasi. Penerbit PT. Penebar Swadaya. Jakarta

Yasman, I and W. T. M. Smiths. 1988. Metode Pembuatan Stek Dipeterocarpaceae. Departemen Kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Balai Penelitian Kehutanan. Samarinda

Yulindaria, L. 1998. Pengaruh Pemupukan KCl dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bambu Betung (Dendrocalamus asper (Schults F.) Baker ex Heyne). Skripsi. Jurusan Budi Daya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 42 hal

Tabel Lampiran 1. Sembilan Tanaman Obat Unggulan Hasil Uji Klinis Badan POM

No Nama

umum

Nama Latin Famili Bagian tanaman yg digunakan (simplisia) pada

penelitian (Nama Latin simplisia)

1 Sambiloto Andrographis paniculata Ness Acanthaceae Herba (Andrographidis Herba)

2 Jambu biji Psidium guajava L. Myrtaceae Daun/Folium (Psidii Folium)

3 Jati belanda Guazuma ulmifolia Lmk var. tomentosa K. Schum Sterculiaceae Daun/Folium (Guazumae Folium)

4 Cabe jawa Piper retrofractum Vahl. Piperaceae Buah/Fructus (Retrofracti Fructus)

5 Temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. Zingiberaceae Rimpang/Rhizoma (Curcumae Rhizoma)

6 Jahe merah Zingiberis officinale Rosc. var Rubrum Zingiberaceae Rimpang/Rhizoma (Zingiberis Rhizoma)

7 Kunyit Curcuma domestica Val. Zingiberaceae Rimpang/Rhizoma (Curcumae domesticate Rhizoma)

8 Mengkudu Morinda citrifolia L. Rubiaceae Buah/Fructus (Morindae Fructus)

9 Salam Eugenia polyantha Wight (Syzygium polyantha) Myrtaceae Daun/Folium (Syzygii polyantha Folium)

Sumber: Biro Hukum dan Humas dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (Badan POM), 20041

1

www.beritabumi.or.id/artikel3.php?idartikel

Gambar Lampiran 1. Kondisi Setek pada Perlakuan Lama Penyungkupan Satu Minggu

Gambar Lampiran 2. Keadaan Setek Salam pada Perlakuan Lama Penyungkupan Dua Minggu

Gambar Lampiran 3. Keadaan Setek Salam pada Perlakuan Lama Penyungkupan Tiga Minggu

44

Gambar Lampiran 4. Kondisi Setek pada Perlakuan Tanpa Penyungkupan di Akhir Pengamatan

Gambar Lampiran 5. Keadaan Stek setelah Penyungkupan Selama Satu Minggu

Dokumen terkait