Pada bab ini peneliti akan memaparkan kesimpulan hasil analisa dan pengolahan data dari 40 responden pada komunitas youth di GSJA Calvary Charismatic Bogor beserta saran yang bernilai teoritis dan praktis terarah sesuai dengan hasil penelitian.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan mengenai perbandingan perilaku self
dsiclosure ketika menggunakan Path dan tatap muka pada komunitas youth di
GSJA Calvary Charismatic Bogor, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Terdapat perbedaan perilaku self disclosure di media sosial Path dan dalam
keadaan tatap muka pada komunitas youth GSJA Calvary Charismatic Bogor. Secara spesifik, responden merasa lebih memilih mengungkapkan informasi tentang dirinya di Path dibandingkan tatap muka. Akan tetapi, responden lebih memilih menceritakan informasi yang bersifat personal dan mendalam secara tatap muka dan tetap memilih lawan bicaranya.
2. Tidak terdapat perbedaan pada perilaku self disclosure di media sosial Path dan dalam keadaan tatap muka pada komunitas youth GSJA Calvary Charismatic Bogor. Responden memilih menceritakan hal yang bersifat positif tentang dirinya dibandingkan hal-hal memalukan dan kurang dapat memilih waktu yang tepat dalam bercerita kepada lawan bicaranya baik di media sosial Path atau tatap muka.
60
Universitas Kristen Maranatha 3. Tingkah laku responden dalam menggunakan Path dengan pengungkapan diri
yang ditampilkan di media sosial Path dan tatap muka dimana responden yang tingkat membuka Path dan memberikan komentar tergolong tinggi biasanya lebih nyaman menceritakan dirinya termasuk yang bersifat personal dan lebih memilih lawan bicaranya. Akan tetapi, responden tersebut dalam melakukan
check-in dan mengunggah foto atau video di Path tergolong kategori rendah.
5.2 Saran
Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, maka peneliti memandang perlu mengajukan beberapa saran sebagai berikut :
5.2.1 Saran Teoritis
• Dapat dipertimbangkan untuk penelitian selanjutnya dengan menghubungkan tipe kepribadian, seperti ekstrovert dan introvert yang dapat menentukan penyesuaian diri individu terhadap lingkungan.
• Dalam melakukan penelitian selanjutnya mengenai self disclosure agar menggunakan data penunjang dengan lebih dalam dan lebih spesifik sehingga dapat lebih jelas terlihat pengaruhnya terhadap self disclosure.
5.2.2 Saran Praktis
• Bagi komunitas youth GSJA Calvary Charismatic dapat memperoleh informasi secara jelas mengenai self dsiclosure, baik dalam kondisi online atau tatap muka agar komunitas ini lebih memahami pola interaksi yang terjadi. Dengan ini mereka dapat berinteraksi sesuai apa yang diinginkan lawan bicara mereka.
61
Universitas Kristen Maranatha • GSJA Calvary Charismatic dapat mengadakan pertemuan atau seminar yang
membahas tentang komunikasi interpersonal untuk bisa menjadi kelompok yang memiliki kerjasama yang baik secara lebih mendalam yang bermanfaat bagi komunitas youth dan anggota gereja lainnya.
62
Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA
Archer, R. L. (1979). Role of personality and the social situation. In G. J. Chelune (Ed.), Self-disclosure (pp. 25 – 28). San Fransisco: Jossey – Bass.
Brooks, L. (1974). Interactive effects of sex and status on self-disclosure. Journal
od Counseling Psychology, 21, 469 – 474.
Cash, T. F (1975). Self-disclosure in the acquaintance process. Effect of sex, physical attractiveness, and approval motivation (Doctoral dissertation, George Peabody College for Teachers, 1975). Dissertation Abstract
Internastional, 35, 3572B.
Chelune, G. J., Robison, J. T., & Kommor, M. J. (1984). A cognitive interational model of intimate relationships. In V. J. Derlega (Ed.), Communication,
intimacy, and close relationships (pp. 11 – 40). Orlando, FL: Academic
Press.
Derlega, V. J., Harris, M. S., & Chaikin, A. L. (1973). Self-disclosure and reciprocity, liking, and the deviant. Journal of Experimental Social
Psychology, 9, 227 – 284.
John W. Santrock, Life-Span Development, University of Texax at Dallas, 1995. Mappiare, Andi. 1983. Psikologi Orang Dewasa. Surabaya: Usaha Nasional Miller, L. C., Berg, J. H., & Archer, R. L. (1983). Openers: Individuals who elicit
intimate self-disclosure. Journal of Personality and Social Psychology,
44,1234 – 1244.
Shirley J. Gilbert, “The Communication of Self-Disclosure : Level Versus Valence,” Human Communication ResearchI, 1 (1975): 316 – 321; Shirley J. Gilbert and Gale G. Whiteneck, “Toward a Multidimentional Approach to the Study of Self-Disclosure,” Human Communication Research, 2 (1976): 347 – 355; George A. Gitter and Harvey Black, “Is Self-Disclosure Revealing?” Journal of Counseling Psychology, 23 (1976): 327 – 332; and Lawrence R. Wheeless and Janis Grotz, “Conseptualization and Measurement of Reported Self-Disclosure,” Human Communication
63
Universitas Kristen Maranatha DAFTAR RUJUKAN
https://astygk9108havier.wordpress.com/category/news/page/2/, diakses tanggal 1 Desember 2013
http://library.umn.ac.id/eprints/136/2/michel%20N%20lie-bab1-wm.pdf, diakses tanggal 5 Maret 2014
http://thesis.binus.ac.id/Doc/Bab1Doc/2012-1-00316-PS%20Bab1001.doc. diakses tanggal 5 Maret 2014
http://dokotheo.wordpress.com/2010/11/03/konsep-social-networking-site-sns/, diakses tanggal 5 Maret 2014
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2007/12/komunikasi-arti-fungsi-dan-bentuk.html, diakses tanggal 21 Maret 2014
http://mariberkomunikasi.blogspot.com/2009/08/faktor-yang-mempengaruhi-self.html, diakses tanggal 21 Maret 2014
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-1-00316-PS%20Bab2001.pdf, diakses tanggal 3 Mei 2014
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Path_%28jejaring_sosial%29, diakses tanggal 9 Mei 2014
http://blogging.co.id/fungsi-path-dan-fitur-fiturnya, diakses tanggal 9 Mei 2014
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/455472--indonesia--pengguna-path-terbesar-di-dunia-, diakses tanggal 18 September 2014
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23491/4/Chapter%20II.pdf, diakses tanggal 14 Oktober 2014
http://kongkoh.blogspot.com/2010/01/teori-perkembangan-psikososial-erik.html, diakses tanggal 17 Oktober 2014
http://psikologisosialterapan-stain.blogspot.com/2012/12/teori-perkembangan psikososial-erik.html, diakses tanggal 17 Oktober 2014
http://tekno.kompas.com/read/2014/11/24/07430087/Pengguna.Internet.Indonesia. Nomor.Enam.Dunia, diakses pada tanggal 28 Januari 2015
http://www.psychoshare.com/file-119/psikologi-dewasa/perkembangan-dewasa-awal.html, diakses pada tanggal 3 Maret 2015
64
Universitas Kristen Maranatha https://freelearningji.wordpress.com/2013/04/06/uji-t-dua-sampel/, diakses pada
tanggal 10 Maret 2015
Wikipedia. Gereja di Indonesia menurut Denominasi.
(http://id.wikipedia.org/wiki/ Gereja_di_Indonesia#Menurut_Denominasi), diakses tanggal 20 Maret 2015
http://www.gsjacc.blogspot.com/p/profile-gereja.html?m=1, diakses pada tanggal 29 Maret 2015