1.1 SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dari hasil pembahasan tentang studi analisis deskriptif pada usaha pedagang nasi jamblang di Cirebon dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Modal kerja awal usaha nasi jamblang masuk ke dalam kategori sedang dan bersumber dari dana pribadi atau milik sendiri berkisar Rp 8.566.665,67 – Rp 16.783.332,34.
2. Tempat usaha nasi jamblang memilih berdekatan dengan pusat keramaian (missal: pusat pendidikan, pusat kesehatan, pusat kendaraan umum dan lain sebagainya), memiliki karakteristik berkelompok atau berjajar di sepanjang pinggir jalan raya dan bersifat tradisional nan sederhana dengan ciri sepanduk kain dan tenda dagang yang terbuat dari terpal beserta kain dengan aksesoris sebuah meja dan bangku yang tingginya hamper sama. Sepanjang jalan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah kemunculan dan perkembangan kuliner nasi jamblang yakni sepanjang jalan arteri atau nasional antara jalan Palimanan-Tuparev dan bahkan masuk ke dalam pusat kota madya Cirebon hingga sekarang masih menjadi pilihan tempat usaha nasi jamblang.
3. Tenaga kerja yang terlibat di dalam menjalankan usaha nasi jamblang berkisar 1-4 orang, melibatkan kerabat dekat maupun keluarga sendiri, latar belakang pendidikan lulusan menegah ke bawah, dan hanya bermodalkan keterampilan. 4. Kepemilikan usaha nasi jamblang berstatus milik sendiri.
5. Omzet pedagang nasi jamblang masuk ke dalam kategori rendah berkisar Rp 250.000 – Rp 8.500.000 per hari. Sedangkan pengeluaran Rp 110.000 – Rp 6.423.333,33 per hari.
Panji Sigit, 2014
Studi tentang usaha nasi jamblang
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
6. Penghasilan pedagang nasi jamblang masuk ke dalam ketegori rendah berkisar Rp 400.000 – Rp 3.600.000 per hari.
112
1.2 SARAN
1. Bagi para pemangku kebijakan sudah saatnya untuk memiliki perhatian khusus untuk usaha yang satu ini, agar kendala-kendala perkembangan usaha dapat terminimalisir dan pedagang nasi jamblang dapat hidup sejahtera. Selain itu meminimalisir menghilangnya ciri khas dari nasi jamblang terhadap pendatang-pendatang yang kurang mengenal ciri khas usaha ini yakni dengan cara penyuluhan dan pelatihan serta memunculkan paguyuban pedagang nasi jamblang Cirebon.
Bagi para peneliti selanjutnya jika ada temuan-temuan baru mengenai usaha nasi jamblang di Cirebon maka penelitian ini perlu ada penambahan atau pengurangan sesuai data dan fenomena yang terjadi di lapangan pada aspek yang diteliti kali ini, yakni aspek modal kerja, tempat usaha, tenaga kerja, kepemilikan usaha, omzet usaha dan penghasilan usaha pedagang nasi jamblang. Hal itu dimaksud agar penelitian tentang usaha nasi jamblang di Cirebo menuju pada tahap penyempurnaan dan realibilitas serta validitas informasi.
116
Panji Sigit, 2014
Studi tentang usaha nasi jamblang
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Buku dan semisalnya
Ahmad, Kamaruddin. 1997. Dasar-dasar Manajemen Modal Kerja. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ahman, Eeng dan Rohmana, Yana.(2009). Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Bandung
Andito. Istasius Angger. 2007. Pertumbuhan Industri Minyak Sawit Dan Determinannya. Skripsi Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi : Universitas Indonesia
Angger, Anandito. 2007. Pertumbuhan Indistri. Jakarta: FE UI. Hal 21
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. (Edisi Keempat) Jakarta: Rineka Cipta.
Budiwati, Neti dan Lizza Suzanti. 2010. Manajemen Keuangan Koperasi. Bandung : Laboratorium Koperasi Universitas Pendidikan Indonesia Burhan, Bungin. (2005). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Edisi pertama.
Jakarta: Kencana
Boediono. 1992. Ekonomi Mikro. Yogyakarta : BPFE UGM
BPS. 2011. Kontribusi Sektor Restoran-Rumah makan Terhadap PDRB atas Harga Berlaku. Cirebon: BPS
Fair and Case. 2006. Prinsip-Prinsip Ekonomi Mikro. Jakarta: PT Prehellindo Gitri, Fauziah dkk. 2011. Modul Statistika Deskriptif. Surabaya: Institut
Teknologi Sepuluh Nopember
Kartadinata, Sunaryo. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah 2012. Bumi Siliwangi : Universitas pendidikan Indonesia.
117
Panji Sigit, 2014
Studi tentang usaha nasi jamblang
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kotler, Phillip & Kevin L. Keller. (2007) Manajemen Pemasaran. Jakarta-Indonesia: Indeks.
Maharani N.P. , Mia dan Rachmadewi Aprila, Zainur Sri.(2013). Hal Yang Dipertimbangkan Dalammenentukan Lokasi Perusahan.Malang
Makarti, Among. 2012. Pengaruh Karakteristik Wirausaha,Modal Usaha, Strategi Pemasaran Terhadap Perkembangan Umkm Di Desa Dayaan Dan Kalilondo Salatiga. Vol.5 No.9. Jakarta
Mankiw, N. Gregory. (2007). Teori Makro Ekonomi. Jakarta: Eralangga.
Mishra,Satish C. 2010. Keterbatasan Pembuatan Kebijakan Ekonomi Informal di Indonesia: Pelajaran Dekade Ini. Jakarta:Kantor Perburuhan International (ILO)
Moleong, Lexy J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
Mulyadi (1993). Akuntansi Biaya, BPFE UGM
Nana Sudjanan, Dr dan Ibrahim.Dr, MA, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Sinar Baru Algensindo, Bandung, 2004.
Nazir, Moh. (2000). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Novianti elsa. 2007.Pertumbuhan Industri. Jakarta
Prawirosentono, Suryadi. 2007. Pengantar Bisnis Modern. Studi Kasus Indonesia dan Analisis Kuantitatif. Jakarta : Bumi Aksara
Riduwan. (2008). Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabeta
Sadoko, Sasoko. 1994. Pengantar Teori Mikroekonomi. Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Samuelson, Paul A. dan William D. Nordhous. 1999. Ilmu Ekonomi Mikro. Jakarta : PT. Media Global Edukasi.
118
Panji Sigit, 2014
Studi tentang usaha nasi jamblang
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sanaji, Miftah. 2010. Wisata Kuliner Makanan Daerah Khas Cirebon. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Bandung: Alfabeta.
Sudjana. (2001). Metoda Statistika Deskriptif. Bandung : Tarsito.
Sudjana dan Ibrahim. (1989). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sukirno, Sadono. 2010. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Jurnal, Skripsi, Tesis, Disertasi
Al Farisi, Raisan. 2013. Pengaruh Inovasi dan Kreatifitas Pengusaha terhadap Keberhasilan Usaha. Vol. 1, No. 1, Hal. 1-85
Andito, Istasius Angger. 2007. Pertumbuhan Industri Minyak Sawit Dan Determinannya. Skripsi Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi : Universitas Indonesia
Jurnal analisis sosial vol 9 No.2. 2004. Usaha kecil dan masa depan perekonomian Indonesia. Bandung : Akatiga
Kusuma Wijaya, Aris. 2012. Pengaruh Skala Usaha Dan Perilaku Kewirausahaan Terhadap Pendapatan Usaha Produsen Pakaian Jadi. Skripsi UPI Bandung : Tidak diterbitkan.
Machfoedz, Mahmud. 2007. Pengantar pemasaran modern. Yogyakarta :UPP AMP YKPN
Narulita, Nelli. 2005. Analisis Pengaruh Modal kerja, Perilaku Kewirausahaan, Pengalaman usaha, dan Lingkungan Persaingan Terhadap Perkembangan usaha(Studi kasus pada para pelaku sektor informal di jalan siliwangi kabupaten Garut). Skripsi UPI Bandung : Tidak Diterbitkan
119
Panji Sigit, 2014
Studi tentang usaha nasi jamblang
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Penrose, Edit. 2007. Edith Penrose and the future of the multinational enterprise:New research directions. March 2007, Volume 47, Issue 2, pp 139-149
Penrose, Edit. 2009. The Theory of the Growth of the Firm' Fifty Years Later Christos Pitelis. Muenchen:March 2009 Online at http://mpra.ub.uni-muenchen.de/23180/
Pitelis, Christos N. 2010. Edith Penrose’s ‘The Theory Of The Growth Of The Firm’ Fifty Years Later. MPRA Paper No. 23180 : University Of Cambridge
Safrida, Eli. 2008. Pengaruh Struktur Modal Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek. Jakarta : Tesis Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara Medan Riyadi, Dedi. 2009. Peran Sektor Informal Sebagai KatupPengaman Masalah
Ketenagakerjaan. Vol. 1, No. 1, Hal: 1-112
Tri Sari, Yesi, 2012: Analisis Pendapatan Usaha Laundry Di Kecamatan Tampan Pekanbaru. Vol. 1, No. 1, Maret 2007: 1-10
Wahyuni, Daru. 2005. Peran Sektor Informal dalam Menanggulangi Masalaha Pengangguran Di Indonesia. Jurnal Economica. Vol. 1, No. 1, Hal. 1-85 Internet
Admin. (2013): Sejarah Asal Usul Nasi Jamblang. [Online]. Tersedia: http://disbudparporakabcirebon.blogspot.com/2013/09/sejarah-asal-usul-nasi-jamblang.html
Nanang Budianas .(2011): Pengertian Omzet Penjualan.[Online].Tersedia: http://skripsi-manajemen.blogspot .com/2011/02/pengertian-Omzet-Penjualan.html
Marni. (2010): Sega Jamblang. [Online]. Tersedia: http://budayacirebon.wordpress.com/2011/04/29/sega-jamblang/
Muhamad, Ugy. (2006): Dampak Kebijakan Pemerintah dan Pembinaan Usaha Kecil Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Pedagang Kaki Lima di Kota Lamongan. [Online]. Tersedia:http://elearning.ukanjuruhan.ac.id
120
Panji Sigit, 2014
Studi tentang usaha nasi jamblang
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Mulyajho. (2012): Pengertian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. [Online]. Tersedia: http://mulyajho.blogspot.com/2012/08/pengertian-usaha-mikro.html
Universitas Sumatera.2011. Pengertian dan Ciri-ciri Sektor Informal.[Online].Tersedia:http://repository.usu.ac.id/bitstream/12345678 9/23521/4/Chapter%20II.pdf. September 14, 2011
Y.R.A.W.(2011):Pengertian Pengalaman Kerja.[Online].Tersedia: http://skripsi-manajemen.blogspot