• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI TENTANG USAHA NASI JAMBLANG : Penelitian deskriptif pada pedagang nasi jamblang di Cirebon.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI TENTANG USAHA NASI JAMBLANG : Penelitian deskriptif pada pedagang nasi jamblang di Cirebon."

Copied!
40
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini secara efektif membangun konteks penelitian dengan membahas peran penting sektor informal dalam ekonomi Indonesia, khususnya di Cirebon. Data statistik mengenai kontribusi sektor informal terhadap penyerapan tenaga kerja dan PDB regional Cirebon disajikan sebagai justifikasi pentingnya penelitian ini. Penulis memaparkan penurunan pendapatan pedagang nasi jamblang dalam tiga bulan terakhir sebagai masalah utama yang akan diteliti. Ini menunjukkan pemahaman yang baik tentang konteks ekonomi lokal dan relevansinya dengan isu-isu nasional. Bagian ini juga secara jelas menjabarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian, baik secara teoritis maupun praktis, yang menunjukkan perencanaan penelitian yang matang. Penggunaan tabel dan grafik untuk memperkuat argumen mengenai penurunan pendapatan menambah daya persuasif bagian pendahuluan.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan signifikansi sektor informal di Indonesia, mengutip data ILO dan penelitian sebelumnya mengenai penyerapan tenaga kerja. Penurunan pendapatan pedagang nasi jamblang di Cirebon selama tiga bulan menjadi fokus utama, didukung oleh data tabel dan grafik yang menunjukkan penurunan pendapatan yang signifikan. Ini secara efektif mengkaitkan studi kasus mikro (nasi jamblang) dengan isu-isu makroekonomi yang lebih luas. Argumentasi yang kuat dibangun untuk membenarkan perlunya penelitian ini dalam memahami dan mengatasi masalah penurunan pendapatan serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah. Penggunaan data statistik menambah kredibilitas latar belakang.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dirumuskan dengan jelas dan spesifik, mencakup enam pertanyaan yang terfokus pada enam dimensi perkembangan usaha nasi jamblang: modal kerja, tempat usaha, tenaga kerja, kepemilikan usaha, omzet, dan penghasilan. Pertanyaan-pertanyaan ini langsung berhubungan dengan tujuan penelitian dan terstruktur dengan baik, memungkinkan analisis data yang terarah dan sistematis. Ini mencerminkan pendekatan penelitian deskriptif yang digunakan dan memastikan bahwa penelitian terfokus pada aspek-aspek kunci dari permasalahan yang diidentifikasi.

1.3 Tujuan

Tujuan penelitian mencerminkan rumusan masalah, yaitu untuk mengetahui gambaran dari enam dimensi perkembangan usaha nasi jamblang. Kejelasan tujuan menunjukkan arah penelitian yang terfokus dan memungkinkan peneliti untuk mengukur keberhasilan penelitian berdasarkan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan yang dirumuskan dengan jelas ini memungkinkan penilaian yang objektif terhadap hasil penelitian dan kontribusinya terhadap pemahaman tentang usaha nasi jamblang.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dijabarkan secara komprehensif, baik secara teoritis maupun praktis. Manfaat teoritis mencakup kontribusi bagi kajian ilmu ekonomi mikro. Manfaat praktis meliputi pemberian informasi kepada pemerintah untuk pertimbangan kebijakan, sebagai referensi pendidikan, dan peningkatan pemahaman masyarakat umum mengenai sektor informal dan kewirausahaan. Penulis juga menjelaskan manfaat pribadi dalam meningkatkan pengetahuan dan kontribusi bagi masyarakat. Penjelasan manfaat yang detail dan komprehensif menunjukkan pemahaman yang baik tentang implikasi penelitian dan relevansi temuan penelitian.

II. Tinjauan Pustaka dan Kerangka Pemikiran

Bagian ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk penelitian. Konsep-konsep kunci seperti Theory of the Firm, Market Theory, sektor informal, dan UMKM dijelaskan secara rinci dan dikaitkan dengan konteks usaha nasi jamblang. Definisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sumber (Kementerian Koperasi dan UKM, BPS, Bank Indonesia, Bank Dunia) memberikan gambaran komprehensif tentang kerangka kerja penelitian. Penjelasan tentang ciri-ciri sektor informal dan teori pasar, khususnya pasar persaingan sempurna, memberikan kerangka analitis yang relevan untuk menganalisis data. Bagian ini menunjukkan penguasaan literatur yang baik dan kemampuan untuk mengaplikasikan teori-teori ekonomi mikro ke dalam konteks studi kasus.

2.1 Pengertian Nasi Jamblang

Bagian ini seharusnya memberikan definisi dan latar belakang sejarah nasi jamblang, menjelaskan keunikannya sebagai kuliner khas Cirebon dan posisinya dalam sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Analisis ini penting untuk memahami konteks budaya dan ekonomi lokal yang melingkupi usaha nasi jamblang. Membahas sejarah dan keunikan nasi jamblang akan menambahkan konteks yang lebih kaya pada penelitian dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang aspek-aspek unik dari usaha ini dibandingkan dengan usaha kuliner lainnya.

2.2 Definisi Usaha

Bagian ini memberikan dasar teoritis tentang definisi usaha, kemungkinan merujuk pada KBBI atau sumber ekonomi lainnya. Definisi ini perlu dijelaskan dengan jelas karena membentuk dasar untuk memahami konsep usaha mikro, kecil, dan menengah yang dibahas selanjutnya. Definisi yang jelas tentang “usaha” akan memberikan pemahaman yang konsisten dan terukur dalam analisis usaha nasi jamblang yang akan dilakukan dalam penelitian. Hal ini penting untuk memberikan pondasi analisa secara kuantitatif dan menghindari interpretasi yang bias.

2.3 Konsep Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Definisi UMKM dari berbagai sumber (Kementerian Koperasi dan UKM, BPS, Bank Indonesia, Bank Dunia) dibandingkan dan dijelaskan. Perbandingan ini memungkinkan peneliti untuk mengklasifikasikan usaha nasi jamblang secara tepat berdasarkan kriteria yang berbeda-beda. Ini menambah kedalaman analisis dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana usaha nasi jamblang dapat dikategorikan berdasarkan definisi dari berbagai lembaga. Konsistensi dalam menggunakan definisi yang paling relevan akan menambah kredibilitas penelitian.

2.4 Konsep Sektor Informal

Bagian ini menjelaskan konsep sektor informal dan ciri-cirinya, kemungkinan mengutip dari literatur ekonomi pembangunan. Pengklasifikasian usaha nasi jamblang ke dalam sektor informal harus didasarkan pada ciri-ciri yang telah dijelaskan. Ini penting karena penelitian ini menganalisis usaha yang beroperasi dalam sektor informal dan konteks ini akan membentuk interpretasi dan implikasi temuan penelitian. Analisis yang jelas tentang tempat usaha nasi jamblang dalam sektor informal akan memperkaya analisis ekonomi dan sosial.

2.5 Teori Pasar (Market Theory)

Penjelasan mengenai teori pasar, khususnya pasar persaingan sempurna, dikaitkan dengan karakteristik usaha nasi jamblang. Ini memberikan kerangka analitis untuk memahami dinamika pasar yang dihadapi oleh pedagang nasi jamblang. Penting untuk membahas bagaimana teori pasar dapat diaplikasikan untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan pedagang nasi jamblang. Dengan demikian, bagian ini menyediakan kerangka kerja teoritis yang dapat digunakan untuk menganalisis data.

2.6 TGF (The Theory of the Growth of the Firm)

Penjelasan konsep modal kerja, tempat usaha, tenaga kerja, kepemilikan usaha, omzet, dan pendapatan memberikan kerangka untuk menganalisis variabel penelitian. Konsep-konsep ini dikaitkan dengan perkembangan usaha nasi jamblang. Bagian ini menunjukkan bagaimana teori pertumbuhan perusahaan dapat digunakan untuk menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi kinerja usaha nasi jamblang. Dengan menghubungkan teori dengan studi kasus, bagian ini menunjukkan relevansi teoritis dari penelitian ini.

2.7 Kerangka Pemikiran

Bagian ini seharusnya menyajikan kerangka berpikir yang menghubungkan teori-teori yang telah dibahas dengan masalah penelitian. Kerangka pemikiran ini seharusnya menunjukkan bagaimana variabel-variabel yang diteliti (modal kerja, tempat usaha, dsb.) dihubungkan dengan pendapatan pedagang nasi jamblang. Dengan demikian, kerangka berpikir ini menjadi panduan untuk menganalisis data dan menarik kesimpulan. Diagram atau bagan dapat digunakan untuk memperjelas kerangka berpikir.

III. Metodologi Penelitian

Bagian metodologi menjelaskan secara rinci desain dan metode penelitian yang digunakan. Penelitian deskriptif dipilih sebagai metode yang tepat untuk menggambarkan karakteristik usaha nasi jamblang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, dijelaskan dengan detail. Penjelasan mengenai populasi dan sampel, serta teknik pengambilan sampel jenuh (total sampling), menunjukkan validitas dan reliabilitas data. Proses pengujian instrumen penelitian, termasuk uji reliabilitas, dijelaskan secara rinci. Teknik analisis data deskriptif, termasuk ukuran pemusatan data dan penyebaran data, dijelaskan dengan baik, menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang metodologi penelitian kuantitatif.

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian didefinisikan dengan jelas sebagai usaha nasi jamblang, dengan fokus pada variabel-variabel utama yang akan diteliti (modal kerja, tempat usaha, tenaga kerja, kepemilikan usaha, omzet, dan penghasilan). Definisi objek penelitian yang jelas dan terarah ini penting untuk membatasi ruang lingkup penelitian dan memastikan bahwa penelitian terfokus pada aspek-aspek kunci yang relevan dengan permasalahan yang diangkat. Ini memastikan konsistensi dan fokus dalam analisis data.

3.2 Metode Penelitian

Penelitian deskriptif dijelaskan sebagai metode yang sesuai untuk menjawab rumusan masalah. Penulis menyebutkan sumber rujukan yang mendukung pemilihan metode ini. Pemilihan metode yang tepat dan penjelasan yang rinci menunjukkan pemahaman yang baik tentang metodologi penelitian dan relevansi metode tersebut dengan tujuan penelitian. Ini juga menunjukkan kemampuan peneliti dalam memilih metode penelitian yang sesuai dengan jenis data yang akan dikumpulkan dan dianalisis.

3.3 Operasional Variabel

Tabel operasional variabel menjelaskan definisi konseptual dan operasional dari setiap variabel yang diteliti. Ini memberikan pedoman yang jelas untuk pengumpulan dan analisis data dan memastikan bahwa setiap variabel diukur dengan tepat. Ini menjamin bahwa data yang dikumpulkan dan dianalisis konsisten dengan konsep-konsep teoritis yang telah dibahas sebelumnya. Tabel yang terstruktur dengan baik memudahkan pembaca untuk memahami bagaimana variabel-variabel diukur dan bagaimana data akan dianalisis.

3.4 Populasi dan Sampel

Populasi dan sampel penelitian dijelaskan dengan detail, termasuk teknik sampling jenuh yang digunakan. Alasan penggunaan teknik ini dijelaskan dengan jelas. Ini menunjukkan pemahaman yang baik tentang teknik sampling dan relevansi teknik sampling yang dipilih dengan karakteristik populasi yang diteliti. Dengan menjelaskan populasi dan sampel secara rinci, penelitian ini memastikan representasi yang akurat dari populasi dan memberikan dasar yang kuat untuk generalisasi temuan penelitian.

3.5 Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data (angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi) dijelaskan secara rinci. Ini menunjukkan pemahaman yang baik tentang metode pengumpulan data yang sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah. Detail yang diberikan memastikan bahwa data yang dikumpulkan valid dan reliabel. Penjelasan yang rinci menunjukkan perencanaan yang matang dan pemahaman yang mendalam tentang proses pengumpulan data.

3.6 Pengujian Instrumen Penelitian

Proses pengujian reliabilitas instrumen penelitian dijelaskan dengan rumus dan kriteria yang jelas. Ini menunjukkan bahwa peneliti telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa instrumen pengumpulan data yang digunakan reliabel dan menghasilkan data yang akurat. Penjelasan yang detail dan penggunaan rumus yang tepat menunjukkan pengetahuan yang baik tentang metode pengujian instrumen penelitian.

3.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data deskriptif dijelaskan secara detail, termasuk ukuran pemusatan data dan ukuran penyebaran data. Ini menunjukkan pemahaman yang baik tentang metode analisis data yang sesuai untuk penelitian deskriptif. Penjelasan yang komprehensif menunjukkan bahwa peneliti mampu menganalisis data secara tepat dan menarik kesimpulan yang valid. Penggunaan software SPSS juga disebutkan, menunjukkan penggunaan teknologi yang tepat untuk analisis data.

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil penelitian secara sistematis, memperlihatkan data yang dikumpulkan melalui tabel dan grafik. Hasil penelitian dibahas berdasarkan enam dimensi perkembangan usaha nasi jamblang. Pembahasan mengkaitkan temuan dengan teori-teori yang telah dibahas dalam tinjauan pustaka. Interpretasi data dilakukan dengan hati-hati, mempertimbangkan keterbatasan penelitian. Analisis data yang rinci dan interpretasi yang mendalam menunjukkan kemampuan peneliti dalam menganalisis data dan menjelaskan temuan penelitiannya.

4.1 Deskripsi Objek Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran umum tentang usaha nasi jamblang di Cirebon, termasuk sejarah, penyebaran, dan karakteristik umum usaha tersebut. Deskripsi yang komprehensif memberikan konteks yang penting untuk memahami hasil penelitian lebih lanjut. Deskripsi yang detail akan memberikan gambaran yang utuh tentang usaha nasi jamblang dan konteksnya dalam perekonomian lokal.

4.2 Profil Responden

Profil responden disajikan berdasarkan berbagai karakteristik (usia, jenis kelamin, jumlah tanggungan keluarga, alamat berdagang, latar belakang pendidikan, pekerjaan sebelumnya, dan lama berdagang). Ini memberikan informasi penting tentang demografi responden dan membantu dalam memahami konteks sosial ekonomi mereka. Profil responden yang rinci memberikan gambaran yang lebih jelas tentang siapa responden dalam penelitian ini dan bagaimana karakteristik mereka dapat memengaruhi hasil penelitian.

4.3 Gambaran Umum Variabel Penelitian

Gambaran umum variabel penelitian disajikan, memberikan ringkasan statistik deskriptif dari data yang dikumpulkan. Ini memberikan gambaran awal tentang karakteristik setiap variabel dan menjadi dasar untuk pembahasan lebih lanjut. Gambaran umum variabel penelitian ini menjadi landasan untuk melakukan analisis dan interpretasi data secara lebih mendalam.

4.4 Analisis Hasil Penelitian

Analisis data dilakukan untuk masing-masing variabel penelitian (modal kerja, tempat usaha, tenaga kerja, kepemilikan usaha, omzet, dan penghasilan), menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Analisis data yang rinci akan menunjukkan kemampuan peneliti dalam mengolah dan menginterpretasikan data secara tepat.

4.5 Pembahasan

Pembahasan menghubungkan temuan penelitian dengan teori-teori yang telah dibahas dalam tinjauan pustaka. Penjelasan yang mendalam diberikan untuk menginterpretasikan hasil penelitian dan memberikan konteks yang lebih luas. Pembahasan yang mendalam menunjukkan kemampuan peneliti dalam mengintegrasikan temuan penelitian dengan kerangka teoritis yang telah dibahas.

V. Kesimpulan dan Saran

Bagian kesimpulan merangkum temuan penelitian secara ringkas dan jelas, menjawab rumusan masalah. Saran diberikan kepada para pemangku kebijakan, peneliti selanjutnya, dan pihak-pihak lain yang terkait. Kesimpulan yang ringkas dan saran yang relevan menunjukkan kemampuan peneliti dalam menarik kesimpulan dari penelitian dan memberikan implikasi praktis dari penelitian tersebut.

5.1 Simpulan

Kesimpulan dirumuskan berdasarkan hasil analisis data, menjawab semua rumusan masalah. Kesimpulan yang ringkas dan jelas menunjukkan bahwa peneliti mampu menarik kesimpulan yang valid dari data yang telah dianalisis. Kesimpulan yang terstruktur dengan baik dan menjawab semua rumusan masalah menunjukkan ketelitian dan kemampuan peneliti dalam merangkum temuan penelitian.

5.2 Saran

Saran diberikan kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah, peneliti selanjutnya, dan pedagang nasi jamblang. Saran-saran tersebut spesifik dan relevan dengan temuan penelitian. Saran yang konstruktif dan spesifik menunjukkan bahwa peneliti memahami implikasi dari temuan penelitian dan mampu memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi berbagai pihak yang terkait.

VI.Daftar Pustaka

Daftar pustaka yang lengkap dan mengikuti format penulisan ilmiah yang baku menunjukkan integritas akademik dan kredibilitas penelitian. Daftar pustaka yang komprehensif menunjukkan bahwa peneliti telah melakukan riset literatur yang memadai dan menggunakan sumber-sumber yang kredibel.

Gambar

Gambar 1.1 Perkembangan Penghasilan Usaha Para Pedagang Nasi Jamblang di Cirebon
Gambar 1.2 Persentase Pengeluaran Konsumsi Makanan dan Non Makanan Penduduk
Gambar 1.3 Persentase Pengeluaran Konsumsi Makanan dan Non Makanan Penduduk
Tabel 3.1 Operasional Variabel

Referensi

Dokumen terkait

ODHA di Pskesmas “X” Cirebon yaitu sebanyak 46 orang ( 92%) yang memiliki self-efficacy yang tinggi dalam menghadapi proses terapi.. Peneliti mengajukan saran bagi peneliti lain

Dari pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa, konsep dan promosi Program Hot Indie 12 Radio Nuansa Kota Cirebon dapat menarik minat (interest) pendengar untuk

ekstrakurikuler berbasis kearifan lokal, maka program ekstrakurikuler kesenian tari topeng Cirebon di SDN 3 Arjawinangun sebagai pendidikan berbasis nilai budaya harus

Dengan fenomena yang ada tersebut maka dipandang perlu untuk dilakukan identifikasi karakteristik aktivitas PKL di Pasar Yaik sehingga dapat memberikan rekomendasi kepada

Berdasarkan temuan-temuan di atas, maka untuk merencanakan tindakan selanjutnya perlu diperhatikan hal-hal yang ada hubungannya dengan penyajian materi, rencana pembelajaran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tomcir (Atom Kocir) mampu mempertahankan eksistensinya dan bersaing dengan kompetitor lain di kota cirebon. Pelayanan Tomcir mampu

Selama penulis melakukan penelitian di STMIK CIC Cirebon, juga didapatkan beberapa data yang dapat penulis uraikan, diantaranya : STMIK CIC selalu menawarkan program

Dalam masa-masa mendatang perlu ada penyempurnaan kebijakan dan strategi pembangunan sektoral dalam kaitannya untuk mendukung program kunci pada tahun 2003 perlu ada penambahan