Bab ini merupakan bab yang terakhir dari penulisan tugas akhir ini. Penulis akan memberikan kesimpulan yang didasarkan dari
penjelasan bab terdahulu dan mencoba memberikan saran yang mungkin akan bermanfaat bagi PT I.S.H Jaya Medan.
BAB II
PT I.S.H JAYA MEDAN
A. Sejarah Ringkas
PT. ISH JAYA EXPEDISI adalah perusahaan jasa angkutan darat yang berdiri sejak tahun 1981, berkat pengalaman dan kepercayaan dari customer kami saat ini kami merupakan salah satu mitra bisnis dengan PT. Reckitt Benckiser Indonesia , PT. Bulog Indonesia , PT. Everbright , Sc Johnson and Son dan juga PT. RMP . Wilayah kerja : Pulau Sumatera , Khususnya Medan – Aceh , Medan – Djakarta , Medan - Pekanbaru , Medan – Padang .
Definisi, Pengertian dari jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) atau ekspedisi adalah usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang dan untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui :
a. Transportasi Darat b. Transportasi Laut c. Transportasi Udara
Yang dapat mencakup kegiatan : a. Penerimaan
b. Penyimpanan c. Sortasi d. Pengepakan e. Penandaan
a. Pengukuran b. Penimbangan
c. Penyelesaian Dokumen d. Penerbitan dokumen angkutan e. Penghitungan biaya angkutan
f. Klaim asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya.
Visi dan Misi Visi
Menjadi perusahaan cargo yang handal dengan menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat Indonesia.
Misi
1) Bekerja keras menciptakan peluang dan pertumbuhan untuk menjadi perusahaan yang terbaik.
2) Mengutamakan mutu dan pelayanan demi kepuasan pelanggan 3) Menjadi mitra usaha yang andal dan terpercaya
4) Menjadi tempat untuk berprestasi dan mengembangkan diri bagi karyawan
5) Menjadi asset yang berharga dan membanggakan bagi masyarakat,
Logo dan Makna Logo
Gambar 2.1
Logo PT I.S.H Jaya Cabang Medan
Sumber : I.S.H Jaya Medan
Bentuk merupakan salah satu elemen dasar dalam desain Logo. Bentuk-bentuk tertentu (kotak, bundar, ellips dll) atau garis dapat menyampaikan arti yang secara umum dilihat dan memberikan pemahaman tentang suatu maksud.
Bentuk-bentuk itulah yang selalu kita lihat dimanapun.
Logo adalah sebuah karya seni rupa dan tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya, seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll, dan Logo harus mencerminkan citra positif dengan cara memaksimalkan pesan-pesan yang menguntungkan dalam bentuk lambang dan gambar.
Bentuk-bentuk yang kaku atau garis lurus yag divisualkan dengan tepat akan menyampaikan kekuatan, profesionalisme dan efisiensi. Image bentuk itulah yang ingin klien sampaikan kepada publik melalui visual sebuah Logo.
Sebuah Logo akan berhasil apabila ia memiliki konsep visual yang kuat.
Penggambaran inilah yang dibuat dalam berbagai cara, baik dengan warna, ilustrasi atau bahkan dengan Image.
Makna dari logo PT. ISH JAYA EXPEDISI adalah sebagai berikut : a. Garis Horizontal
Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.
b. Garis Vertikal
Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.
c. Garis coretan kuas Kasual, seni, fleksibilitas
d. Kotak dan persegi panjang yang berhubungan dengan kualitas dan teknologi sebagai symbol statis, bangunan, kehandalan, ketertiban, simetris, konstruksi, dan stabilitas. Karena makna ini, bentuk-bentuk ini sering digunakan dalam industri bangunan, konstruksi, teknologi perlindungan dll
e. Gambar mobil menggambarkan pengiriman angkutan besar dan luas.
f. Warna merah pada logo melambangkan kejujuran dan kepercayaan.
B . Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu pola kerangka tetap yang menunjukkan hubungan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki oleh masing-masing jabatan PT. ISH JAYA EXPEDISI memiliki struktur organisasi garis dan staf. Dengan demikian semua perintah-perintah operasional dari Kepala
jabatan yang telah ditetapkan. Atasan dapat berkomunikasi/berinteraksi langsung dengan bawahan, sehingga bawahan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.
Struktur organisasi merupakan jabatan lengkap dari keseluruhan bagian-bagian yang ada dalam suatu organisasi yang baik berupa instansi maupun kantor. Dengan adanya struktur organisasi makan akan kelihatan pembagian tugas dan tanggunjawab untuk memudahkan dalam menuntun dan mengawasi pelaksanaan kegiatan perusahaan.
Lingkungan sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar organisasi yang berpotensi memengaruhi kinerja organisasi. Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok tekanan publik, dan sebagainya. Struktur organisasi dipengaruhi oleh lingkungannya karena lingkungan selalu berubah. Beberapa organisasi menghadapi lingkungan yang relatif statis -tak banyak kekuatan di lingkungan mereka yang berubah.
Misalnya, tidak muncul pesaing baru, tidak ada terobosan teknologi baru oleh pesaing saat ini, atau tidak banyak aktivitas dari kelompok-kelompok tekanan publik yang mungkin memengaruhi organisasi. Organisasi-organisasi lain menghadapi lingkungan yang sangat dinamis -peraturan pemerintah cepat berubah dan memengaruhi bisnis mereka, pesaing baru, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, preferensi pelanggan yang terus berubah terhadap produk, dan semacamnya.
Struktur organisasi unit kerja terkait dengan anggaran adalah seluruh unit
organisasi unit kerja terkait Pengendalian Anggaran Perusahaan adalah Bagian Analisa dan Evaluasi Anggaran Biro Keuangan dan Akuntansi.
Gambar 2.2
Bagan Struktur Organisasi PT I.S.H Jaya Cabang Medan
Sumber : I.S.H Jaya Medan
C . Job Description
Adapun yang menjadi tugas pokok masing-masing pejabat di PT. ISH JAYA EXPEDISI secara garis besar, yaitu :
1. Direktur
Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan. memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer) menyetujui anggaran tahunan perusahaan.
2. Manajer
Manager/manajer ialah pimpinan dari satu unit pekerjaan atau bagian dalam perusahaan. Oleh sebab itu manajer sering juga disebut sebagai kepala bagian atau pimpinan/kepala unit. Sebagai pimpinan dari satu bidang atau unit perusahaan dia bertanggung jawab penuh pada bagian
terhadap segala proses produksi serta orang-orang nan ada di bagian produksi. Jenis-jenis manajer sinkron bidangnya dalam perusahaan di antaranya manajer produksi, manajer marketing, manajer opersional, manajer gudang, manager keruangan, manajer/Kepala bagian HRD, dan sebagainya.
3. Supervisor
Pada bagian perusahaan nan memerlukan banyak karyawan, misalnya bagian produksi dan marketing, seorang manajer biasanya dibantu oleh beberapa asisten manajer atau supervisor. Supervisor ini merupakan kepala regu atau unit dalam satu bagian. Misalnya pada bagian produksi terdapat 200 karyawan nan dipimpin oleh 10 supervisor. Masing-masing supervisor membawahi 20 karyawan bagian produksi. Demikian juga pada bagian nan lainnya.
Dalam struktur perusahaan, supervisor berperan sebagai jembatan antara manajer sebagai pembuat kebijakan dan karyawan sebagai pelaksana.
Dengan demikian supervisor bertugas buat menerjemahkan dan menjelaskan instruksi dari manajer kepada para karyawan. Ia juga menjadi pemimpin para karyawan nan harus memantau kinerja karyawan dan memberikan arahan, pendidikan, teladan, serta motivasi. Setiap hari supervisor kerjanya melakukan pengawasan kepada para bawahannya agar bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya serta mengkoordinir pencatatan administrasi seperti lembur, perizinan dan sebagainy
4. General Affair/Bagian Umum
General affair atau sering disebut bagian generik ialah jabatan setingkat manajer nan mengurusi hal-hal generik dalam kantor/perusahaan. Seperti penataan asset, penyediaan fasilitas dan inventaris, perawatan gedung, dan sebagainya. Bagian ini membawahi bagian-bagian lain nan berfungsi menunjang kinerja perusahaan seperti staf administrasi, front office, office boy, bagian keamanan, cleaning service, dan supir.
5. Staf Administrasi
Fungsi primer staf administrasi ialah buat mendukung kelancaran operasional
perusahaan dalam layanan administrasi perkantoran, penyediaan fasilitas, serta melaksanakan kegiatan pelayanan perusahaan.
Di antara tugas keadministrasian ialah kegiatan pengarsipan, melakukan surat menyurat dan dokumentasi kegiatan. Setiap hari, staf administrasi melakukan pencatatan dan penilaian mengenai keadministrasian perusahaan dan karyawan. Staf administrasi bertugas mengelola absensi, menyediakan alat tulis kantor, membuat surat pengajuan fasilitas, dan sebagainya.
6. Marketing
Marketing merupakan ujung tombak perusahaan. Kinerja marketing
menentukan perkembangan perusahaan. Bagian ini sinkron namanya bertugas buat menjual barang atau jasa nan diproduksi oleh perusahaan kepada masyarakat. Marketing bertanggung jawab menciptakan dan
mengelola rekanan dengan konsumen. Marketing juga memiliki sasaran penjualan nan disepakati di awal dia bekerja dengan perusahaan.
Marketing perusahaan yang menghasilkan barang bertugas menjual
barang secara riil kepada konsumen, biasanya dia membawa barang tersebut kepada calon pembeli. Sementara marketing perusahaan jasa menawarkan berbagai jasa nan dapat dikerjakan oleh perusahaannya kepada klien atau calon konsumen. Selain bagian-bagian serta fungsinya di atas, masih ada lagi fungsi lain nan bisa dibentuk di sebuah perusahaan. Misalnya sekretaris, bagian ini biasanya perorangan nan ditempatkan di bagian-bagian strategis
dengan intensitas dan tanggung jawab tinggi. Sekretaris dapat menjadi staf dari seorang direktur, manajer umum, manajer, dan kepala cabang.
Masih ada bagian dari struktur perusahaan nan tak disebutkan. Selain sebab adanya disparitas istilah, fungsi di atas pun masih dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Namun satu hal nan perlu diperhatikan dalam sebuah struktur perusahaan ialah efisiensi. Setiap bagian harus menunjang efektivitas kinerja perusahaan dalam pencapaian target, bukan sebaliknya malah menjadi beban sebab setiap bagian harus mendapatkan gaji dari perusahaan.
D . Jenis Usaha
Adapun bidang usaha PT. ISH JAYA EXPEDISI adalah sebagai perusahaan yang mengkhususkan diri pada bidang usaha jasa pengiriman yang memiliki usaha pokok, yaitu expedisi barang ke berbagai kota dan juga provinsi.
Saat ini PT. ISH JAYA EXPEDISI merupakan salah satu mitra bisnis dengan PT. Reckitt Benckiser Indonesia, PT. Bulog Indonesia, PT. Everbright, Sc Johnson and Son dan juga PT. RMP. Wilayah kerja : Pulau Sumatera, Khususnya Medan - Aceh, Medan - Jakarta, Medan - Pekanbaru, Medan - Padang.
Expedisi dilakukan ke berbagai pulau dan provinsi, yaitu :
Aceh
Bali
Banten
Bengkulu
Gorontalo
Jakarta
Jambi
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Kepulauan Belitung
Kepulauan Riau
Lampung
Kepulauan Maluku
Maluku Utara
NTB
NTT
Papua
Papua Barat
Riau
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Expedisi juga dilakukan ke berbagai kota lain baik dalam negeri maupun luar negeri. Expedisi yang dilakukan bersama mitra kerja juga sangat mempermudah dan menguntungkan perusahaan itu sendiri.
E . Kinerja Kegiatan Terkini
Tindakan yang dilakukan untuk pengembangan produk jasa pengangkutan PT. ISH JAYA EXPEDISI adalah melalui diversifikasi usaha yang memungkinkan untuk menjalankan berbagai bidang usaha yang lebih luas, yang meliputi keinginan manajemen PT. ISH JAYA EXPEDISI untuk mempertahankan usaha dan mencapai pertumbuhan yang lebih maju, denganmemanfaatkan peluang – peluang yang ada.
Pengembangan SDM Divisi Marketing adalah tindakan yang dilakukan dalam rangka pengembangan divisi marketing dan penyiapan SDM PT. ISH JAYA EXPEDISI menjadi lebih terkemuka dalam menjalankan usaha, dan menuntut kesiapan dan keterampilan seluruh sumber daya manusia, khususnya yang mampu atau bertanggung jawab untuk mengurus segala kegiatan usaha.
F . Rencana Kegiatan
Untuk mencapai tujuan perusahaan dan meningkatkan pelayanan terhadap konsumen perlu dilakukan suatu rencana usaha sebagai berikut :
1. Perluaasan jalur expedisi
Bagaimana perusahaan mampu melakukan perluasan terhadap jalur expedisi agar terciptanya suatu peningkatan konektivitas jalur expedisi di
seluruh Indonesia , Agar para konsumen dapat mengirimkan berbagai barang ke berbagai tempat yang di tuju .
2. Pengenan tarif yang lebih terjangkau
Harga tarif yang lebih terjangkau semakin menguntungkan para konsumen yang akan mengirimkan barang dengan ukuran yang di tentukan berdasarkan karakter barang yang sesuai .
3. Kepercayaan terhadap konsumen
Kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis expedisi , sehingga perusahaan wajib menjaga dan melindungi setiap pengiriman jasa expedisi.
4. Estimasi waktu pengiriman
Dengan jenis tarif yang berdeda dan juga jenis barang , maka waktu terhadap pengiriman barang akan berbeda pula , jenis – jenis tarif juga mempengaruhi waktu pengiriman barang
BAB III
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PEGAWAI PADA PT I.S.H JAYA MEDAN
Pada bab ini, penulis mencoba untuk membandingkan antara penerapan pengendalian gaji dan upag pegawai pada PT I.S.H Jaya Medan dengan teori yang di dapatkan penulis. Setiap perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya sudah pasti membutuhkan karyawan/pegawai untuk menjalankan kegiatan operasi. Begitu juga PT I.S.H Jaya Medan yang bergerak dalam bidang jasa transportasi cargo. Pegawai atau Karyawan yang bekerja akan mendapat balas jasa dan kompensasi, yang dimaksud dengan kompensasi yaitu fungsi manajemen personalia yang merupakan balas jasa untuk memotivasi karyawan tersebut. Karyawan-karyawan tersebut bekerja bukan berdasarkan unsur paksaan dari perusahaan.
Salah satu cara untuk meningkatkan rangsangan kerja para pegawai yaitu dengan memberi imbalan dalam bentuk uang atau barang. Balas jasa yang diterima dalam bentuk uang adalah gaji. Pembayaran gaji dan upah merupakan masalah yang dapat mempengaruhi hubungan antara tenaga kerja dengan pimpinan. Untuk itu dalam bab ini penulis mencoba membahas yang menjadi topik penelitian yaitu bagaimana pelaksanaan pengendalian gaji dan upah pegawai pada PT I.S.H Jaya Medan.
A. Pengertian Gaji dan Upah
Menurut Sugyarso dan Winarni (2005 : 95) :
“Gaji merupakan sejumlah pembayaran kepada pegawai yang diberi tugas administrative dan manajemen yang biasanya ditetapkan secara bulanan.
Sedangkan upah merupakan imbalan yang diberi kepada buruh yang melakukan pekerjaan kasar dan lebih banyak mengandalkan kekuatan fisik, jumlah pembayaran upah biasanya ditetapkan secara harian atau berdasarkan unit pekerjaan yang diselesaikan”.
Menurut Mathis dan Jackson (2002 : 119-378) :
“Upah adalah bayaran yang secara langsung dihitung berdasarkan jumlah waktu kerja, sedangkan gaji merupakan yang konsisten dari satu periode ke periode lain dengan tidak mengandung jumlah jam kerja”.
Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa gaji adalah balas jasa bagi karyawan tetap yang diberikan oleh perusahaan yang masa kerjanya lebih panjang, biasanya gaji dibayar secara teratur, berkala dan jumlahnya tetap.
Sedangkan upah adalah balas jasa yang diberikan pada karyawan yang pembayarannya didasarkan oleh waktu atau hasil kerja. Karena itu jumlahnya upah yang diterima setiap pegawai atau karyawan bisa berfluktuasi antara satu periode ke periode selanjutnya.
Disamping itu tingkat upah juga dipengaruhi oleh hal-hal seperti pendidikannya, pengalaman, kecakapan, inisiatif, kejujuran, serta keberanian karyawan itu sendiri. Upah biasanya tidak ditetapkan dengan perbandingan langsung terhadap faktor-faktor tersebut di atas. Dengan kata lain upah itu
dibayar pada tingkat yang memungkinkan produktifitas buruh yang menguntungkan.
Dalam praktek di perusahaan dan dalam buku-buku manajemen sumber daya manusia istilah upaya dan gaji digunakan dalam konteks yang berbeda yaitu:
1. Upah digunakan untuk menggambarkan pembayaran jasa kerja untuk satuan waktu pendek, misalnya per hari atau per jam. Gaji menggambarkan pembayaran jasa kerja untuk waktu lebih panjang biasanya dibayarkan perbulan.
2. Upah menggambarkan kaitan pekerja penerima upah dengan proses produksi pada industri manufaktur. Upah dibayar kepada pekerja yang terlibat langsung dalam proses indiustri. Dapat disimpulkan baik gaji maupun upah adalah merupakan balas jasa yang diberikan kepada karyawan yang telah memberikan jasanya kepada perusahaan. Jumlah gaji yang dibayar biasanya secara berkala dan tetap sedangkan besarnya upah tergantung kepada hasil kerja dan waktu kerja.
B. Unsur-Unsur Gaji dan Upah
Karyawan adalah aset perusahaan, oleh karena itu harus diperhatikan sebaik-baiknya tenaga dan keahlian yang diberikan karyawan harus sesuai dengan imbalan atau penilaian. Perusahaan membeli jasa para karyawan maka dapat menjamin kesejahteraan dan kelangsungan hidup keluarganya dengan pemberian berupa gaji, upah, dan tunjangan-tunjangan lainnya. Selain penting
komponen biaya yang besar dan membutuhkan tenaga ekstra untuk menghindari terjadinya penyelewengan.
Dalam suatu perusahaan terdapat bebagai unsur dari biaya dan upah yang keseluruhannya disebut dengan biaya tenaga kerja. Menurut Sugiarso dan Winarni (2005 : 97) unsur-unsur gaji dan upah seperti tertera dibawah ini:
1. Gaji pokok
Gaji pokok merupakan yang telah ditetapkan perusahaan berdasarkan kontrak kerjanya.
2. Premi
Premi adalah upah tambahan yang diberikan kepada karyawan dikarenakan karyawan tersebut telah bekerja dengan baik melebihi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Maka bagi karyawan tersebut akan diberikan upah tambahan sebesar jumlah kelebihan standar.
3. Lembur
Lembur merupakan upah yang di bayar kepada karyawan yang melebihi jam kerja yang telah di tetapkan sebelumnya. Biasanya karyawan yang telah melakukan pekerjaan melebihi jam kerjanya maka akan memperoleh tarif yang lebih tinggi dibandingkan tarif sebelumnya.
4. Bonus
Bonus merupakan upah yang diberikan perusahaan kepada karyawan pada suatu tahun fiskal memperoleh keuntungan yang ditetapkan setelah berkonsultasi dengan pemerintah dan serikat kerjanya.
5. Catu
Catu merupakan upah yang diberikan perusahaan kepada pegawai dalam bentuk barang, misalnya minyak, gula, beras, dan sebagainya.
6. Perlengkapan dan Sarana Lain
Merupakan upah yang diterima karyawan secara tidak langsung, upah ini berupa bentuk jasa seperti pelayanan kesehatan dan transportasi yang diterima tidak dalam bentuk uang.
Unsur-unsur yang telah dijelaskan diatas tentunya mempunyai latar belakang yang mendasar untuk diadakan. unsur-unsur tersebut merupakan bagian dari strategi dan kebijakan perusahaan walaupun sebagai yang ditetapkan oleh pemerintah melalui peraturan perundangan misalnya cuti, izin, dana pensiun dan asuransi kecelakaan kerja.
Dari uraian diatas jelas sekali bahwa pimpinan perusahaan harus mencermati semua unsur tersebut selain gaji pokok. Unsur-unsur tersebut harus dikendalikan dan setiap terjadi peningkatan dalam besarnya perusahaan seharusnya mempertanyakan apa yang diperolehnya dari pihak karyawan.
Pada PT I.S.H Jaya Medan unsur-unsur gaji dan upah adalah sebagai berikut:
1. Gaji pokok adalah gaji yang diberikan kepada staff/pegawai yang diangkat dalam satu pangkat/golongan ruang atau masa kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Tunjangan istri/suami adalah tunjangan yang diberikan kepada staff/pegawai yang beristri/bersuami yang sah sesuai dengan ketentuan perusahaan yang berlaku.
3. Tunjangan anak adalah tunjangan yang diberikan kepada staff/pegawai yang mempunyai anak (anak kandung, anak tiri, dan anak angkat) yang belum berusia 21 tahun dan tidak dan belum pernah menikah dan tidak mempunyai penghasilan sendiri.
4. Tunjangan pajak penghasilan adalah tunjangan ini biasanya disubsidi oleh pemerintah, tapi dimasukkan juga kedalam potongan gaji/upah.
C. Prosedur Pencatatan dan Perhitungan Gaji dan Upah
Prosedur pencatatan gaji dan upah tercantum hal-hal yang berkaitan dengan dokumen-dokumen yang digunakan sebagai pendukung pelaksanaan tugas yang harus dilaksanakan. Menurut Mulyadi (2001 : 389) dalam buku sistem akuntansi, dokumen ini terdiri dari:
1. Dokumen Pendukung Perubahan Gaji dan Upah
Dokumen ini umumnya dikeluarkan oleh fungsi kepegawaian berupa surat-surat keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, misalnya surat keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan pangkat dan lain-lain.
2. Kartu Jam Hadir
Dokumen ini umumnya digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam hadir setiap karyawan diperusahaan. Catatan jam hadir karyawan ini dapat berupa daftar hadir biasa dan dapat pula berbentuk
3. Kartu Jam Kerja
Dokumen ini digunakan untuk pencatat waktu yang dikonsumsi oleh tenaga kerja langsung pabrik guna mengerjakan pesanan tertentu.
4. Daftar Gaji dan Upah
Dokumen ini berisi jumlah gaji dan upah bruto setiap karyawan dikurangi potongan-potongan berupa PPH Pasal 21 utang karyawan, iuran untuk organisasi karyawan dan lain-lain.
5. Rekap Daftar Gaji dan Rekap Daftar Upah
Dokumen ini merupakan ringkasan gaji dan upah yang dibuat berdasarkan daftar gaji dan upah.
6. Surat Pernyataan Gaji dan Upah
Dokumen ini dibuat oleh fungsi pembuatan daftar gaji dan upah bersamaan dengan pembuatan daftar gaji dan upah.
7. Amplop Gaji dan Upah
Utang gaji dan upah karyawan diserahkan kepada setiap karyawan dalam amplop gaji dan upah.
Penggajian dan pengupahan merupakan objek yang sangat mudah untuk diselewengkan oleh karyawan maupun pegawai. Ada beberapa cara untuk melakukan kecurangan dan penyelewengan terhadap gaji dan upah yaitu:
1. Pegawai fiktif, penerbitan cek gaji ke orang yang tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut.
2. Penyiapan bukti pembayaran gaji dan upah palsu dengan maksud untuk
3. Membuat kesalahan-kesalahan dalam perhitungan sehingga gaji dan upah yang diterima karyawan melebihi ataupun mengurangi jumlah yang semestinya dibayar.
4. Adanya karyawan yang melakukan absensi untuk beberapa orang karyawan lain.
5. Mencantumkan jumlah total gaji dan upah yang tidak benar dalam buku gaji dan upah.
6. Pinjaman pegawai yang tidak mendapat dicatat sebagai pengeluaran.
Pada PT I.S.H Jaya Medan, prosedur pencatatan gaji dan upah bagian-bagian yang terlibat dalam pencatatan tersebut sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh PT I.S.H Jaya Medan sebagai berikut:
1. Bagian Umum a. Data Karyawan
Bagian personalia menugaskan pegawainya untuk menilai pengendalian internal gaji dan upah sejak menerima pegawai-pegawai yang diperlukan perusahaan, sehingga perusahaan mendapat pegawai yang tepat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Data karyawan tersebut dicatat mulai dari nama, nomor pegawai, status karyawan tersebut (menikah, tidak menikah, anak yang dimiliki) yang diperlukan untuk menentukan bagian penetapan dan keterangan lainnya.
b. Pencatatan dan Pembayaran Gaji dan Upah
Perusahaan memberlakukan kartu jam kerja setiap harinya yang bertujuan untuk mencegah penyelewengan pencatatan kehadiran karyawan.