Bab VI TIPOLOGI PENDEKATAN RESPONSIF GENDER PADA SL-PPHP
E. Kesimpulan
Budaya masyarakat setempat secara umum memberikan pembatasan pekerjaan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh perempuan atau laki-laki sehingga perlu dicermati secara arif oleh para perencana, untuk menghindari termarjinalisasinya salah satu gender terutama kaitannya dalam hal kesempatan perempuan untuk memperoleh pekerjaan, sehingga tingkat kemiskinan pada akhirnya dapat diturunkan.
Terbukti dalam kajian ini, adat istiadat dan sistem sosial sangat mempengaruhi pembagian peran gender pada masyarakat Bali. Oleh sebab itu maka penting sekali melakukan pendataan secara terpilah yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatansehingga dapat diketahui manfaat yang diterima oleh setiap jenis gender, atau kelompok penerima manfaat yang spesifik.Dengananalisis genderyang tepat akan menghasilkan sebuah perencanaan pembangunan serta anggaran yang responsif gender.
Sebab dengan melakukan analisis gender maka dapat dicermati apakah perempuan dan laki-laki dapat memperoleh akses partisipasi, pengambilan keputusan, kontrol dan manfaat yang sama atau tidak dalam kegiatan usaha pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Untuk daerah yang berbeda dan tahapan kegiatan yang
131 Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012 berbeda, akan dapat diketahui bagaimana pembagian peran yang terjadi. Dengan mengetahui hal-hal itu, maka kegiatan perencanaan, penyusunan anggaran, pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan evaluasi program terkait pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang responsif gender dapat dilakukan secara efektif.
Untuk kegiatan dan program pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyesuaian dilakukan misalnya dalam hal desain alat dan desain pelatihan. Desain alat yang tepat baik termasuk memperhitungan gender pengguna alat, akan berdampak pada tingginya tingkat pemanfaatan alat tersebut. Untuk kegiatan yang sudah berlangsung, perbaikan dapat dilakukan pada kegiatan lanjutan.Desain pelatihan dengan memperhatikan jadwal yang tepat akan lebih efektif dan tepat sasaran.
132 Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012 VII. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kinerja pengelolaan delapan kegiatan responsif gender tahun 2012 yang telah direalisasikan mencakup: (1) kelengkapan persyaratan dalam perencanaan dan penganggaran, (2) persiapan kegiatan di lapangan (Juklak/Juknis, sosialisasi, indentifikasi data lokasi, seleksi data terpilah CP/CL, penetapan kelompoktani sasaran, penetapan pendamping/pemandu/fasilitator, (3) penyaluran bantuan sosial, (4) pelaksanaan pendampingan/pembinaan, (5) pemantauan, evaluasi, dan pelaporan secara periodik.
2. Sampai dengan Minggu-II September 2012 realisasi fisik kegiatan secara keseluruhan berkisar 50% sampai 69% dan diperkirakan realisasi pada akhir Desember 2012 sudah mencapai di atas 90%.
3. Berdasarkan data terpilah dapat diketahui bahwa partisipasi perempuan dalam kegiatan ini berkisar dari 7% sampai 37% dan untuk kegiatan SL-PHT Tanaman Pangan dan Hortikultura sebesar 15% sedangkan SL-PHT Perkebunan sebesar 10%.
4. Analisis masalah gender dapat diketahui bahwa sebagaian besar kegiatan 2012 ini baru dapat dianalisis apa tahapan akses dan partisipasi, sedangkan kontrol dan manfaat sebagian belum dapat dianalisis karena belum direalisasikan. Pada aspek akses dan partisipasi antara laki-laki dan perempuan sebagian sudah mencapai 65% : 35%.
5. Beberapa kendala di lapangan yang dihadapi adalah: (1) aparat SKPD kabupaten/kota dan petugas pendamping lapangan belum sepenuhnya memahami responsif gender, (2) kurangnya perhatian dari pengelola dalam pembinaan/pemantauan responsif gender, (3) Petani sulit memahami istilah-istilah gender, seperti GBS, SL-PHT dan lainnya, (4) keterlibatan semua pihak belum terlihat nyata, (5) belum seluruh daerah menyampaikan laporan responsif gender secara tepat, terbit dan lengkap.
133 Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012 B. Rekomendasi
1. Diperlukan sosialisasi dan pembinaan yang intensif di tingkat lapangan sehingga tercapai persamaan persepsi dalam melaksanakan kegiatan responsif gender.
2. Diperlukan komitmen yang kuat dari aparatur pusat dan daerah dalam melakukan pembinaan dan pengembangan gender. Komitmen yang kuat juga ditunjukkan dengan dialokasikan dana yang memadai untuk operasional kegiatan responsif gender, kelembagaan dan sistem data yang memadai.
3. Tipologi kelompoktani sasaran kegiatan responsif gender di setiap daerah berbeda-beda sesuai dengan kondisi sosial-budaya setempat dan karakteristik daerah, saat ini baru disajikan beberapa potret kelompoktani di beberapa daerah. Untuk itu diperlukan kegiatan penyajian informasi mengenai keragaman potret PUG pada setiap daerah sesuai dengan karakteristik dan local wisdom.
4. Diperlukan pengembangan sistem informasi dan komunikasi berbasis IT untuk mendorong percepatan perluasan konsep gender. Berkaitan dengan hal tersebut Kementan telah membangun jaringan website PUG.
5. Lemahnya sistem pelaporan akan ditindaklanjuti dengan pengembangan sistem pelaporan PUG berbasis website on-line antara pusat-daerah.
6. Berbagai metode analisis, seperti GAP, AHP, check list, SWOT dan analisis deskriptif dapat digunakan untuk menganalisis gender. Untuk itu perlu diperbanyak model-model kajian yang sejenis
7. Kegiatan ini harus implementatif, dibangun berkelanjutan dan berdampak luas di masyarakat, untuk itu diperlukan keterlibatan semua pihak (unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media masa, tokoh masyarakat dan lainnya) untuk mempercepat perluasan dan pemasalan aspek-aspek gender.
134 Laporan Kinerja Pengelolaan
Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012
Pria Wanita < 20 th ≥ 20 - ≤40 th > 40 th SD SLTP SLTA 63,10 36,90 0,00 67,70 32,30 13,80 39,10 45,80 75,20 24,80 0,70 40,80 58,50 26,50 29,00 42,80 39,00 61,00 0,70 55,00 44,30 45,30 28,70 25,30 31,00 69,00 6,90 58,90 34,30 63,00 19,00 17,90 65,90 34,10 0,00 68,50 31,50 29,50 35,50 35,00 95,00 5,00 5,80 38,30 55,80 73,00 14,30 12,70
62,00 38,00 0,00 93,50 6,50 5,00 42,50 52,50
90,10 9,90 8,50 55,70 35,70 45,60 40,60 13,80 81,20 18,80 7,80 62,30 30,00 7,50 19,30 68,80
74,90 25,10 0,20 47,00 52,90 63,10 25,80 10,90 79,70 20,30 0,10 28,90 70,90 44,10 25,20 28,00 66,30 33,70 0,00 26,30 73,70 40,60 21,70 37,10 91,20 8,80 10,20 35,80 54,00 48,10 27,10 22,80 85,40 14,60 6,40 60,80 32,80 44,40 41,20 14,40 93,30 6,70 0,70 30,30 69,00 54,30 24,70 20,30
Komposisi
Peserta (%) Komposisi Umur (% ) Jenjang Pendidikan (%)
sif Gender Tahun 2012
SLTA PT Pre Test Post
135 Laporan Kinerja Pengelolaan Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012 sif Gender Tahun 2012
136 Laporan Kinerja Pengelolaan Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012 sif Gender Tahun 2012
137 Laporan Kinerja Pengelolaan Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012 sif Gender Tahun 2012
138 Laporan Kinerja Pengelolaan Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012 sif Gender Tahun 2012
139 Laporan Kinerja Pengelolaan Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012 sif Gender Tahun 2012
140 Laporan Kinerja Pengelolaan Laporan Kinerja Pengelolaan dan Tipologi Kelompoktani Responsif Gender Tahun 2012 sif Gender Tahun 2012