BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PKLM
3.1. Ketentuan
Untuk lebih mendalami pembahasan mengenai Pajak Kendaraan Bermotor ada baiknya terlebih dahulu kita mengerti arti Pajak yang sebenarnya, maka banyak para ahli memberikan batasan tentang pajak.
Diantaranya pengertian pajak yang dikemukakan oleh Prof. Dr. M.J.H Smeet dalam buku “De Economishce betekenis belastingen” Pajak adalah prestasi kepada pemerintah yang terutang melalui norma-norma umum dan yang dapat dilaksanakan, tanpa adanya kontrasepsi yang dapat ditunjukan dalam hal yang individual, yang dimaksudkan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
Sedangkan pengertian pajak menurut Prof. Dr. Rachmat Sumitro, SH, dalam bukunya “Dasar-dasar Hukum Pajak dan Pajak Pendapatan (1990 : 5)” Pajak adalah Iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang yang dapat dipaksakan dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontrasepsi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.
Dari pengertian – pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak adalah :
SAMSAT PEMBANTU UPT SIDIKALANG UPT TEBING
BAB III
GAMBARAN DATA OBJEK PAJAK
3.1. Ketentuan
Untuk lebih mendalami pembahasan mengenai Pajak Kendaraan Bermotor ada baiknya terlebih dahulu kita mengerti arti Pajak yang sebenarnya, maka banyak para ahli memberikan batasan tentang pajak.
Diantaranya pengertian pajak yang dikemukakan oleh Prof. Dr. M.J.H Smeet dalam buku “De Economishce betekenis belastingen” Pajak adalah prestasi kepada pemerintah yang terutang melalui norma-norma umum dan yang dapat dilaksanakan, tanpa adanya kontrasepsi yang dapat ditunjukan dalam hal yang individual, yang dimaksudkan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
Sedangkan pengertian pajak menurut Prof. Dr. Rachmat Sumitro, SH, dalam bukunya “Dasar-dasar Hukum Pajak dan Pajak Pendapatan (1990 : 5)” Pajak adalah Iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang yang dapat dipaksakan dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontrasepsi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.
Dari pengertian – pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak adalah :
SAMSAT PEMBANTU UPT SIDIKALANG UPT TEBING
1. Pajak dipungut berdasarkan undang-undang serta iuran pelaksanaannya yang sifatnya dapat dipaksakan.
2. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontrasepsi individual oleh pemerintah
3. Pajak dipungut oleh negara baik pemerintah pusat maupun daerah 4. Pajak diperuntukkan bagi pengeluaran pemerintah
5. Pajak dapat pula mempunyai tujuan selain budgeter, yaitu mengatur
Berdasaran kewenangan pemungutan pajak, maka pajak terbagi atas dua bagian yakni Pajak Pusat dan Pajak Daerah. Dan sejalan dengan Undang-undang No. 22 tahun 1999 dan UU No. 25 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No. 32 Tahun 2004 dan UU No. 33 tahun 2004 melalui sistem Otonomi Daerah, maka daerah diberikan wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerahnya sendiri, sehingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
3.1.1. Dasar Hukum Pemungutan Pajak
Undang-Undang Nomor 34 tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 18 tahun 1997 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Undang – undang Nomor 22 tahun 1999 yang diubah dengan Undang – undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah
Undang-undang Nomor 25 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 65 tahun 2001 tentang Pajak Daerah
Peraturan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan kendaraan Diatas Air (KDA)
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2000 tentang Penghitungan Dasar Penggunaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2000.
3.1.2. Pajak Daerah
Pajak daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepala daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunan daerah.
Pajak daerah sebagai salah satu pendapatan Daerah Asli Daerah (PAD) diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah, untuk meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, daerah mampu melaksanakan otonomi, yaitu mampu mengatur rumah tangganya sendiri.
Daerah Kabupaten/Kota diberi peluang dalam menggali potensi sumber – sumber keuangannya dengan menetapkan jenis pajak selain yang ditetapkan sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sesuai dengan aspirasi masyarakat. Dan yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah :
1. Pendapatan Asli Daerah
a. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BNN-KB) c. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
d. Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan
Hasil retribusi daerah
Hasil perusahaa milik daerah dan hasil pengolahan kekayaan daerah lainnya yang dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah 2. Dan Perimbangan
3. Pinjaman Daerah
4. Lain-lain penerimaan daerah yang sah
5. Pendapatan yang berasal dari pemberian pemerintah dan/atau instansi yang lebih tinggi yang dapat menjadi :
• Sumbangan dari Pemerintah
• Sumbangan lain yang diatur dengan peraturan perundang-undangan hasil perusahaan daerah
3.1.3. Bagi Hasil Penerimaan Pajak
Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2004 tentang Pertimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah, dan berdsarkan Peraturan Provinsi Sumatera Utara
Nomor 3 tahun 2002, disebutkan bahwa pembagian hasil penerimaan yang diserahkan kepada daerah adalah sebagai berikut :
a. Untuk Daerah Provinsi sebesar 70%
b. Untuk daerah Kabupaten/Kota di Wilayah Daerah memperoleh 30% dengan memperhatikan aspek pemerataan dan potensi Kabupaten/Kota yang bertujuan untuk pemerataan kemampuan keuangan antar daerah Kabupaten/Kota.
3.1.4. Penetapan dan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor
Dalam hal penetapan baik untuk pajak daerah maupun retribusi daerah adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan dan objek dan subjek pajak atau retribusi, penetapan besarnya pajak atau retribusi yang tertuang sampai kegiatan penagihan pajak atau retribusi kepada Wajib Pajak atau Wajib Retribusi serta pengawasan. Penetapan pajak yang dilaksanakan dengan menggunakan Surat Keterangan Pajak Daerah dan Dokumen lain yang dipersamakan. Dan pemungutan juga merupakan salah satu kebijakan Pemerintah Daerah dalam mengenakan Pajak terhadap wajib Pajak secara efektif dan adil, hal ini berkaitan dengan keputusan baik mengenai pengenaan pajak serta perbedaan ruang lingkupnya maupun tarifnya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, perlu diperhatikan aspek – aspek yang menyangkut tentang kemampuan Pemerintah Daerah dalam menyelaraskan orang-orang dalam pekerjaannya dalam suatu keterkaitan dan kerjasama yang diarahkan kepada pencapaian tujuan bersama.
Penetapan sangat tergantung pada tingkat kualitas dan kemampuan kinerja Pemerintah Daerah dalam melaksanakan tugasnya di dalam usaha-usaha upaya
peningkatan yang dapat dilakukan melalui berbagai cara untuk mencapai peningkatan sebagai suatu usaha yang sejajar, sejalan yang dinyatakan untuk memberikan petunjuk-petunjuk pelaksanaan agar pelaksanaan dapat dicapai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
3.1.5. Manfaat Pentingnya Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor
Secara terperinci manfaat dan pentingnya Penetapan dan Pengenaan dapat dilihat sebagai berikut :
Dengan adanya pengenaan pajak kendaraan bermotor yang efektif dan efisien sehingga dapat memungkinkan untuk tercapainya suatu tujuan yang ingin dicapai
Dengan adanya pengenaan pajak kendaraan bermotor dapat dihindarkan kemungkinan timbulnya pertentangan terhadap suatu hal yang ingin dicapai
Dengan adanya pengenaan pajak kendaraan bermotor dapat menyatukan pendapat bahwa satuan organisasi yang ada didalamnya dapat sejalan, sejajat di dalam melakukannya.
Dengan adanya pengenaan pajak kendaraan bermotor dapat memungkinkan terjadinya terhadap suatu hal yang ingin dicapai
Dengan adanya pengenaan pajak kendaraan bermotor dapat menghindari terjadinya suatu pencapaian tujuan yang bertentangan dengan suatu objek yang diteliti
Dengan adanya pengenaan pajak kendaraan bermotor dapat meningkatkan pendapatan daerah dan tingkat dari wajib pajak.
3.1.6. Pelaksanaan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor
Dalam rangka memenuhi sumber-sumber pembiayaan pemerintah dan pembangunan daerah, pajak kendaraan bermotor diserahkan sebagai pajak. Daerah berdasarkan undang-undang nomor 25 tahun 1999 yang telah dituntut dengan undang-undang nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan pemerintah pusat dan daerah yang berhak mengurus rumah tangganya sendiri.
Untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas kerja dalam penetapan maupun pemungutan pajak kendaraan bermotor Dinas Pendapatan Daerah melakukan segala usaha dari kegitan pemungutan, penagihan, pengumpulan, baik terhadap sumber-sumber pendapatan maupun dengan penggalian sumber-sumber-sumber-sumber pendapatan baru diantaranya adalah :
Melakukan pemungutan pajak kendaraan bermotor
Melakukan koordinssi atas pajak kendaraan bermotor serta pelaksanaannya oleh Dinas Pendapatan Daerah tempt wajib pajak terdaftar
Sejalan dengan itu, pemerintah mengambil langkah penyederhanaan perekonomian daerah, pungutan daerah dalam rangka penerimaan tersebut dengan tujuan untuk memberikan landasan dan pedoman yang kuat dalam pemungutan pajak daerah yang diisi lain juga bertujuan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah yang potensial yang sesuai dengan keadaan dan mencerminkan perekonomian daerah.