• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman khusus ini dibuat untuk menjadi acuan pelaksanaan KKN Universitas Siliwangi yang akan dilaksanakan dengan menggunakan basis desa. Hal-hal penting yang harus dipahami oleh peserta KKN antara lain meliputi: 1) Model KKN, 2) Struktur Organisasi, 3) Alur pikir pelaksanaan KKN, 4) Esensi garapan di lokasi KKN, dan 5) Lokakarya di tingkat Kecamatan.

3.1 Model Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik

a) Kegiatan KKN Mahasiswa Universitas Siliwangi Tasikmalaya tahun

akademik 2012/2013 menggunakan model desa stay, yaitu mahasiswa

peserta KKN dibagi dalam kelompok per desa dan tinggal di desa tempat lokasi KKN ditetapkan.

b) Peserta KKN yang ditempatkan di setiap desa merupakan kombinasi dari mahasiswa setiap Fakultas peserta KKN.

c) Seorang dosen pembimbing membimbing 15-40 orang peserta KKN, atau berdasarkan pertimbangan lain dari panitia KKN/LP2M.

3.2 Struktur Organisasi

a) Struktur Organisasi di Kecamatan Tujuan KKN

Gambar 1: Struktur Organisasi di Kecamatan Tujuan KKN Tematik Koordinator

Kecamatan

Kordes Para Dosen

Pembimbing

Camat Tokoh Masyarakat

Kordes

a) Struktur Organisasi di Desa Tujuan KKN

Gambar 2: Struktur Organisasi di Desa Tujuan KKN Tematik

Struktur organisasi mencerminkan alur koordinasi antara bagian, berdasarkan struktur organisasi yang disajikan pada gambar 2 dan 3, maka Alur pokok Koordinasi Peserta KKN berbasis desa dideskripsikan sebagai berikut :

a) Koordinator Tingkat Kecamatan (Korcam)

1) Koordinator tingkat Kecamatan adalah mahasiswa peserta KKN yang dipilih oleh Koordinator tingkat Desa (Kordes).

2) Untuk tidak terlalu berat beban di lapangan diupayakan Korcam tidak merangkap dengan posisi Kordes. Jika berdasarkan hasil musyawarah ternyata ada Kordes yang terpilih menjadi Korcam, maka posisi Kordes harus digantikan oleh orang lain

3) Korcam dipilih pada hari terakhir diklat/pelatihan pada saat pertemuan dengan Dosen Pembimbing.

4) Korcam bisa dibantu oleh seorang sekretaris berdasarkan musyawarah dengan para kordes.

5) Korcam berkewajiban melakukan koordinasi dengan seluruh Kordes yang ada di wilayah Kecamatan tersebut, mengenai segala permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan program kerja KKN.

6) Korcam berkewajiban melakukan koordinasi dengan semua dosen pembimbing, pemerintah kecamatan, dan tokoh masyarakat berkaitan dengan upaya kelancaran pelaksanaan kegiatan KKN. 7) Korcam harus melakukan koordinasi dengan Panitia KKN/LP2M

dalam kaitan penyampaian informasi mengenai pelaksanaan kegiatan KKN. Anggota Koordinator Desa Dosen Pembimbing

Kepala Desa Tokoh Maysarakat

Anggota

b) Koordinator Tingkat Desa (Kordes)

1) Koordinator tingkat Desa adalah mahasiswa peserta KKN yang dipilih oleh pesreta KKN di desa tersebut.

2) Kordes dipilih pada hari terakhir diklat/pelatihan pada saat pertemuan dengan Dosen Pembimbing.

3) Kordes bisa dibantu oleh seorang sekretaris berdasarkan musyawarah dengan para ketua kelompok tingkat desa.

4) Kordes berkewajiban melakukan koordinasi dengan seluruh peserta yang ada di wilayah desa tersebut, mengenai segala permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan program kerja KKN.

5) Kordes berkewajiban melakukan koordinasi dengan korcam, dosen pembimbing, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat berkaitan dengan upaya kelancaran pelaksanaan kegiatan KKN.

6) Kordes bisa melakukan koordinasi langsung dengan Panitia KKN/LP2M dalam kaitan penyampaian informasi mengenai pelaksanaan kegiatan KKN.

3.3 Alur Kegiatan Pelaksanaan KKN Tematik

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masing masing kelompok desa berkaitan muatan kegiatan dalam program kerja di lokasi KKN sebagaimana tersirat pada gambar 4, diantaranya sebagai berikut : a) Kegiatan peserta KKN di lokasi KKN harus didasarkan pada

program kerja masing masing kelompok yang mengacu kepada tema yang ditetapkan oleh panitia KKN/LP2M, sebagai contoh sederhana alur kegiatan tersebut disajikan pada Gambar 4: b) Program kerja dirancang berdasarkan penelahaan, identifikasi,

evaluasi dan keselarasan dengan potensi desa yang menjadi lokasi KKN

c) Program kerja harus dirancang secara rasional (faktor waktu, biaya, kemampuan, dan daya manfaat bagi masyarakat)

d) Perancangan program kerja, pelaksanaan, sampai dengan pelaporan harus berdasarkan hasil koordinasi dan sepengetahuan dosen pembimbing.

e) Selain koordinasi dengan dosen pembimbing, peserta KKN juga harus berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat maupun tokoh masyarakat sesuai dengan keperluan.

f) Program kerja dirancang harus bermuara pada upaya

pemberdayaan masyarakat di lokasi KKN.

g) Pembimbingan dilaksanakan setiap dua kali dalam satu bulan, dan setiap dua minggu mahasiswa harus menyelesaikan sekitar lima puluh persen program yang telah direncanakan dan melaporkan kepada dosen pembimbing pada saat monitoring.

h) Pelaporan Kegiatan KKN adalah laporan kelompok.

i) Laporan kelompok dibuat dengan mengacu terhadap program

kerja yang dilaksanakan oleh kelompok peserta KKN, mengenai format dan isi laporan sesuai dengan yang ditetapkan panitia KKN/LP2M (lihat di pedoman umum dan lampiran)

Gambar 3: Alur Kegiatan Pelaksanaan KKN Tematik

FAI FAI FAI

FAI

Tema:

“Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui KKN Tematik untuk Mendukung Peningkatan IPM Kabupaten Tasikmalaya”.

Pemberdayaan Masyarakat desa PENINGKATAN IPM Peningkatan kualitas Pendidikan, Kesehatan,

dan Daya Beli.

Mahasiswa Peserta KKN FKIP, FE, FP, FT, FIK, FAI, FISIP

Kegiatan Mahasiswa FKIP FE FP FT FIK FAI FISIP Tema: 1. Peningkatan Kualitas Pendidikan 2. Peningkatan Kualitas Kesehatan

3. Peningkatan Daya Beli

Identifikasi Potensi Desa

3.4 Lokakarya di Tingkat Kecamatan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan lokakarya KKN di tingkat Kecamatan, diantaranya sebagai berikut:

a) Tema lokakarya KKN sesuai dengan tema kegiatan KKN yang telah ditetapkan oleh panitia KKN/LP2M.

b) Kegiatan lokakarya diselenggarakan oleh Korcam; untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut Korcam dapat membentuk panitia lokakarya (mekanismenya lihat di panduan umum).

c) Lokakarya dilaksanakan pada minggu terakhir (maksimal satu hari sebelum berakhirnya masa pelaksanaan KKN).

d) Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan lokakarya, korcam harus berkoordinasi dengan panitia KKN/LP2M.

e) Lokakarya KKN dihadiri oleh perwakilan muspika, para kepala desa, unsur tokoh masyarakat (yang dianggap perlu), para kordes, para dosen pembimbing, dan perwakilan dari panitia KKN/LP2M (untuk peserta lokakarya peserta KKN selain kordes disesuaikan dengan kebutuhan).

f) Hasil lokakarya disajikan dalam sebuah laporan, akan dijadikan bahan

pertimbangan pihak LP2M Universitas Siliwangi sebagai evaluasi umum maupun rekomendasi bagi pihak-pihak terkait atau pertimbangan dalam melaksanakan kegiatan KKN berikutnya di wilayah Kecamatan tersebut.

g) Koordinatoir Kecamatan wajib menyerahkan laporan hasil lokakarya ke LPPM dalam bentuk hardcopy dan softcopy masing-masing 1 buah.

BAB 4

Dokumen terkait