Program KKN Tematik didasarkan pada beberapa masalah yang dihadapi masyarakat hasil dari kajian LPPM universitas Siliwangi, disamping pertimbangan program bidang kegiatan kewilayahan dan pertimbangan lain. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan KKN tematik periode I Tahun Akademik 2012/2013 adalah meliputi 3 program tema utama yaitu : 1) Peningkatan Kualitas Pendidikan, 2) Peningkatan Kualitas Kesehatan, dan 3) Peningkatan Daya Beli.
4.1 Program KKN Tematik Bidang Pendidikan
Pendahuluan. Undang-undang Nomor : 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dalam BAB IV pasal 6 ayat 1, menyebutkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, maka program pendidikan dasar bagi warga Negara
Indonesia di tingkatkan dari universal basic educational menjadi compulsary
education. Ini artinya ada konsekuensi, yaitu perlu adanya sanksi bagi yang tidak mau melaksanakan tanggung jawabnya.
Untuk wilayah Jawa Barat, khususnya di kabupaten Tasikmalaya dalam rangka penuntasan program wajib belajar dikdas sembilan tahun dan program-program lainnya melalui kegiatan KKN tematik Universitas Siliwangi 2012, kita melakukan beberapa strategis, baik melalui jalur pendidikan formal maupun non formal.
A. Wajar Dikdas Sembilan Tahun Tujuan
a) Tujuan Umum
- Mendukung program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar
sembilan tahun
- Meningkatkan peran dan fungsi stakeholders terkait dalam
penuntasan wajib belajar sembilan tahun
- Membantu pemerintah kabupaten, baik pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi maupun dalam
mempertajam umpan balik program penuntasan wajar sembilan tahun yang sedang dijalankan.
b) Tujuan khusus
- Melakukan pemetaan terhadap penduduk usia dasar (7 – 15
tahun)
- Mengidentifikasi permasalahan dan kendala sebagai faktor
penyebab banyaknya penduduk usia SMP yang tidak sekolah ke SLTP/sederajat.
- Mendorong tingkat kesadaran masyarakat dan institusi terkait
untuk mendukung penuntasan wajar sembilan tahun.
- Merencanakan dan melaksanakan program penuntasan wajar
dikdas sembilan tahun yang dapat dilaksanakan selama KKN berlangsung
Pelaksanaan
a) Sosialisasi program KKN wajar dikdas sembilan tahun melalui rapat minggon desa, rembug desa, anjang sono, temu kader, pengajian, atau kegiatan lainnya. Sasaran sosialisasi meliputi camat, kepala desa, ketua RW/RT?kampung, kader PKK, posyandu, dan atau tokoh masyarakat
b) Melakukan pendataan terhadap:
- Penduduk usia SD (7 – 12 tahun)
- Siswa SD/MI/sederajat
- Lulusan SD yang melanjutkan ke SMP/M.Ts/ sederajat
- Lulusan SD/MI/sederajat yang tidak melanjutkan ke
SMP/MTs/sederajat
- Penduduk usia SMP/M.Ts/sederajat
- Kondisi orang tua yang anaknya tidak melanjutkan ke
SMP/M.Ts/sederajat
- Kondisi geografi dan budaya masyarakat setempat
- Kondisi SMP/M.Ts/ sederajat
c) Melakukan analisis data yang dihasilkan dari poin b) untuk mengetahui:
- Jumlah penduduk usia SD dan SMP
- Jumlah siswa SD dan SMP
- Jumlah lulusan SD yang melanjutkan ke SMP/M.Ts/ sederajat
- Jumlah lulusan SD/MI/sederajat yang tidak melanjutkan ke
SMP/MTs/sederajat (by name by address)
- Faktor-faktor penyebab banyaknya lulusan SD/MI/sederajat
yang tidak melanjutkan ke SMP/MTs/sederajat
- Merumuskan rekomendasi program untuk mengatasi banyaknya
lulusan SD/MI/sederajat yang tidak melanjutkan ke
SMP/MTs/sederajat
- Melaksanakan program yang mungkin dapat dilaksanakan
selama KKN berlangsung
- Lokakarya hasil KKN
Tabel 1: Rencana Program Aksi Wajar Dikdas Sembilan Tahun
No Program Uraian Kegiatan Indikator Capaian Hari Ke A. TEMA UTAMA (55%) 1. Wajar dikdas sembilan tahun a) Sosialisasi program KKN wajar dikdas sembilan tahun melalui rapat minggon desa, rembug desa, anjang sono, temu kader, pengajian, atau kegiatan lainnya. Sasaran sosialisasi meliputi camat, kepala desa, ketua
RW/RT/kampung, kader PKK, posyandu, dan atau tokoh masyarakat
b) Melakukan pendataan terhadap:
- Penduduk usia SD (7 –
a) Terpetakannya data yang akurat tentang anak usia pendidikan dasar
b) Jumlah penduduk usia SD (7 – 12 tahun)
c) Jumlah dan identitas anak putus sekolah SLTP/sederajat d) Jumlah dan identiras anak
SD kelas 6m baik yang akan melanjutkan maupun yang tidak melanjutkan ke SLTP/sederajat
e) Jumlah anak usia SMP (13-15 taun) yang sedang sekolah di SLTP/sederajat
f) Jumlah dan identiras anak usia SMP (13-15 tahun / lulusan SD/MI/sederajat
12 tahun) - Siswa SD/MI/sederajat - Lulusan SD yang melanjutkan ke SMP/M.Ts/ sederajat - Lulusan SD/MI/sederajat
yang tidak melanjutkan ke SMP/MTs/sederajat - Penduduk usia
SMP/M.Ts/sederajat - Kondisi orang tua yang
anaknya tidak melanjutkan ke SMP/M.Ts/sederajat - Kondisi geografi dan budaya masyarakat setempat
- Kondisi SMP/M.Ts/ sederajat
c) Melakukan analisis data yang dihasilkan dari poin b) untuk mengetahui: - Jumlah penduduk usia
SD dan SMP - Jumlah siswa SD dan
SMP
- Jumlah lulusan SD yang melanjutkan ke SMP/M.Ts/ sederajat - Jumlah lulusan SD/MI/sederajat yang tidak melanjutkan ke SMP/MTs/sederajat (by name by address) - Faktor-faktor penyebab banyaknya lulusan SD/MI/sederajat yang tidak melanjutkan ke SMP/MTs/sederajat - Merumuskan rekomendasi program untuk mengatasi banyaknya lulusan SD yang tidak melanjutkan lulusan SD/MI/sederajat yang tidak melanjutkan ke SMP/MTs/sederajat - Melaksanakan program
yang mugkin dapat dilaksanakan selama KKN berlangsung - Lokakarya hasil KKN
yang tidak sekolah di SLTP/sederajat
g) Tereviewnya APK SLTP untuk dijadikan APK pembanding dengan APK yang sudah dihitung oleh dinas pendidikan setempat h) Meningkatnya APK SMP/M.Ts. i) Mengurangi angka DO SMP/M.Ts. B. TEMA PENDUKUNG (25%) 1. Ketrampilan Fungsional 1. Pelatihan ketrampilan tata boga 2. Pelatihan ketrampilan kerajinan tangan 3. Pelatihan ketrampilan
1. Dapat membuat kue dan makanan lainnya 2. Dapat membuat product
tataboga yang sederhana, 3. Dapat membuat kerajinan
pengol;ahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan 4. Pelatihan ketrampilan
lain
tangan yang bermanfaat bagi masyarakat,
4. Masyarakat dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya. 2. Manajemen berbasis sekolah (MBS) a) Sosialisasi program KKN MBS kepada sekolah-sekolah. b) Identifikasi potensi, kendala, masalah dan kebutuhan sekolah kaitannya dengan penerapan program MBS. a) Terlaksananya program KKN MBS di sekolah.
b) Tersusunnya rencana kerja sekolah
c) Tersusunnya sistem data base sekolah 10 – 38 3. Pendidikan anak usia dini (PAUD) a) Membantu menguatkan kelembagaan penyelengara PAUD b) Membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas PAUD c) Membantu
meningkatkan sosialisasi dan gerakan program PAUD.
a) Meningkatknya kuantitas dan kualitas pembinaan PAUD. b) Meningkatnya kesadaran
keluarga yang memiliki anak usia PAUD untuk mendukung program PAUD di
lingkungannya.
c) Bertambahnya anak usia PAUD yang mengikuti program pembinaan PAUD
10 – 38
C. PROGRAM NON TEMA (20%)
10 -38
Tabel 2: Contoh Program Non Tema pada Tema Pendidikan Wajar Dikdas Sembilan Tahun
No Bidang Program
1. Pertanian Pembuatan Pupuk organik; Pembibitan Tanaman
Pembudidayaan Tanaman; Pengolahan Hasil-hasil Pertanian. 2. Daya beli Pembentukan kelembagaan (koperasi, kelompok tani, kelompok
usaha, dll.)
Pengembangan industri keatif 3. Kesehatan Revitalisasi Pelayanan Kesehatan Anak
Revitalisasi Pelayanan Dasar Kesehatan Ibu dan anak Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat
4. Sosial Politik Civic Education
Sosiologi Kemasyarakatan 5. Teknologi /Teknik Pelatihan Pemanfaatan Internet
Penyuluhan Bangunan Tahan Gempa
6. Agama Kegiatan Keagamaan sesuai dengan kebiasaan di lokasi KKN 7. Kepariwisataan Identifikasi potensi, masalah dan alternative solusi
pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal. Membangun infrastruktur dasar penunjang pariwisata. Sosialisasi (promosi) kawasan pariwisata lokal.
Catatan:Program ini harus disesuiakan dengan kebutuhan di lokasi KKN dan juga harus melihat proporsi program secara keseluruhan. Program ini tidak boleh menjadi program yang mendominasi keseluruhan kegfiatan KKN.
Strategi Pelaksanaan. Dalam mengembangkan program di bidang pendidikan, mahasiswa yang KKN diharapkan:
a. Melibatkan seluruh unsur masyarakat yang terkait dan dibangun komitmen bersama,
b. Melakukan diskusi (focus group discussion) dengan beberapa
stakeholder yang terkait dengan bidang pendidikan, c. Membuat perencanaan yang matang,
d. Menyusun rencana kerja yang riil.
Indikator Keberhasilan:
a) Terpetakannya data yang akurat tentang anak usia pendidikan dasar
b) Jumlah penduduk usia SD (7 – 12 tahun)
c) Jumlah dan identitas anak putus sekolah SLTP/sederajat
d) Jumlah dan identiras anak SD kelas 6m baik yang akan melanjutkan maupun yang tidak melanjutkan ke SLTP/sederajat e) Jumlah anak usia SMP (13-15 taun) yang sedang sekolah di
SLTP/sederajat
f) Jumlah dan identiras anak usia SMP (13-15 tahun / lulusan
SD/MI/sederajat yang tidak sekolah di SLTP/sederajat
g) Tereviewnya APK SLTP untuk dijadikan APK pembanding dengan APK yang sudah dihitung oleh dinas pendidikan setempat
h) Meningkatnya APK SMP/M.Ts.
i) Mengurangi angka DO SMP/M.Ts.
B. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tujuan
a) Tujuan Umum
- Mendukung program pemberantasan buta aksara
- Meningkatkan peran dan fungsi stakeholders terkait dalam
pemberantasan buta aksara.
- Membantu pemerintah kabupaten, baik pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi maupun dalam
mempertajam umpan balik program pemberantasan buta aksara.
b) Tujuan khusus
- Melakukan pemetaan terhadap penduduk usia dini
- Mengidentifikasi factor penyebab orang tua tidak bersedia
memberikan pengalaman belajar pada anak usia dini
- Mengidenrifikasi factor penyebab tidak terselengaranya PAUD.
- Menganalisis hasil pemetaan dan identifikasi sebagai dasar
untuk menentukan jenis program PAUD
- Meninkatkan dan memotivasi kesadaran masyarakat daninstitusi
terkait akan pentingnya program PAUD
- Meningkatkan kuantitas dan kualitas program PAUD yang
diselengarakan oleh lembaga yang ada di lokasi KKN
- Membentuk kelompok belaja PAUD
- Terselengaranya kegiatan pembelajaanPAUD dan evaluasi hasil
Pelaksanaan: 1. Perintisan PAUD :
a) Sosialisasi program KKN wajar dikdas Sembilan tahun melalui rapat mingon desa, rembug desa, anjang sono, temu kader, pengajian, atau kegiatan lainnya. Sasaran sosialisasi meliputi camat, kepala desa, ketua RW/RT?kampung, kader PKK, posyandu, dan atau tokoh masyarakat
b) Melakukan pendataan terhadap penduduk usia PAUD
c) Melakukan pemetaan terhadap penduduk usia PAUD berdasarkan wilayah (RT/RW/dukuh/kampung dst)
d) Melalkikan musyawarah dengan penilik/pengawas,kepala desa, pihak sekolah, tokoh masyarakat danpihak terkait lainnya untukmerumuskan program PAUD.
e) Merumuskan kurikulum dan materi pembelajaran PAUD
f) Membentuk kelompok-kelompok PAUD.
g) Menentukan tempat belajar PAUD (seperti di rumah, mesjid, madrasah, atau tempat lainnya yangdipandang cocok untuk pembelajaran PAUD.
h) Menyiapkan alat-alat pembelajaran PAUD
i) Merekrut dan membina kader calon guru PAUD dari masyarakat
setempat.
j) Melakukan pembelajaran PAUD rutin
k) Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten untuk
menentukan tindak lanjut program PAUD setelah KKN berakhir. 2. Penguatan PAUD yang sudah ada:
a) Berkoordinasi dengan lembaga yang sedang melakukan program PAUD
b) Membantu menguatkan klelembagaan penyelengara PAUD c) Membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas PAUD
d) Membantu meningkatkan sosialisasi dan gerakan program PAUD. Tabel 3: Rencana Program Aksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
No Program Uraian Kegiatan Indikator Capaian Hari Ke A. TEMA UTAMA (55%)
1. Pendidikan anak usia dini (PAUD)
1. Perintisan PAUD a) Sosialisasi program
KKN wajar dikdas Sembilan tahun melalui rapat mingon desa, rembug desa, anjang sono, temu kader, pengajian, atau kegiatan lainnya. Sasaran sosialisasi meliputi camat, kepala desa, ketua
RW/RT?kampung, kader PKK, posyandu, dan atau tokoh masyarakat
b) Melakukan pendataan terhadap penduduk usia PAUD
a) Terpetakannya data yang akurat tentang penduduk usia PAUD.
b) Tersusunnya program PAUD c) Terjadinya proses
pembinaan PAUD secara rutin.
d) Meningkatknya kuantitas dan kualitas pembinaan PAUD.
e) Meningkatnya kesadaran keluarga yang memiliki anak usia PAUD untuk
mendukung program PAUD di lingkungannya.
f) Bertambahnya anak usia PAUD yang mengikuti program pembinaan PAUD
c) Melakukan pemetaan terhadap penduduk usia PAUD berdasarkan wilayah (RT/RW/dukuh/kampun g dst) d) Melalkikan musyawarah dengan penilik/pengawas,kepal a desa, pihak sekolah, tokoh masyarakat danpihak terkait lainnya untukmerumuskan program PAUD. e) Merumuskan kurikulum dan materi pembelajaran PAUD f) Membentuk kelompok-kelompok PAUD. g) Menentukan tempat
belajar PAUD (seperti di rumah, mesjid, madrasah, atau tempat lainnya yangdipandang cocok untuk
pembelajaran PAUD. h) Menyiapkan alat-alat pembelajaran PAUD i) Merekrut dan membina
kader calon guru PAUD dari masyarakat setempat. j) Melakukan pembelajaran PAUD rutin k) Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten untuk menentukan tindak lanjut program PAUD setelah KKN berakhir. 2. Penguatan PAUD a) Berkoordinasi dengan
lembaga yang sedang melakukan program PAUD b) Membantu menguatkan klelembagaan penyelengara PAUD c) Membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas PAUD d) Membantu
meningkatkan sosialisasi dan gerakan program PAUD. 3. Lokakarya Hasil KKN
C. TEMA PENDUKUNG (25%) 1. Wajar dikdas sembilan tahun a) Melakukan pendataan terhadap: - Penduduk usia SD (7 – 12 tahun) - Siswa SD/MI/sederajat - Lulusan SD yang melanjutkan ke SMP/M.Ts/ sederajat - Lulusan SD/MI/sederajat
yang tidak melanjutkan ke SMP/MTs/sedeajat - Penduduk usia
SMP/M.Ts/sederajat - Kondisi orang tua yang
anaknya tidak melanjutykan ke SMP/M.Ts/sederajat - Kondisi geografi dan budaya masyarakat setempat
- Kondisi SMP/M.Ts/ sederajat
a) Terpetakannya data yang akurat tentang anak usia pendidikan dasar
b) Jumlah penduduk usia SD (7 – 12 tahun)
c) Jumlah dan identitas anak putus sekolah SLTP/sederajat d) Jumlah dan identiras anak
SD kelas 6m baik yang akan melanjutkan maupun yang tidak melanjutkan ke SLTP/sederajat
e) Jumlah anak usia SMP (13-15 taun) yang sedang sekolah di SLTP/sederajat
f) Jumlah dan identiras anak usia SMP (13-15 tahun / lulusan SD/MI/sederajat yang tidak sekolah di SLTP/sederajat
g) Tereviewnya APK SLTP untuk dijadikan APK pembanding dengan APK yang sudah dihitung oleh dinas pendidikan setempat h) Meningkatnya APK SMP/M.Ts. i) Mengurangi angka DO SMP/M.Ts. 10 -38 2. Ketrampilan Fungsional
a) Pelatihan ketrampilan tata boga
b) Pelatihan ketrampilan kerajinan tangan c) Pelatihan ketrampilan
pengol;ahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan
d) Pelatihan ketrampilan lain
a) Dapat membuat kue dan makanan lainnya b) Dapat membuat product
tataboga yang sederhana, c) Dapat membuat kerajinan
tangan yang bermanfaat bagi masyarakat,
d) Masyarakat dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya. 10 -38 3. Manajemen berbasis sekolah (MBS) a) Sosialisasi program KKN MBS kepada sekolah-sekolah. b) Identifikasi potensi, kendala, masalah dan kebutuhan sekolah kaitannya dengan penerapan program MBS.
a) Terlaksananya program KKN MBS di sekolah.
b) Tersusunnya rencana kerja sekolah
c) Tersusunnya sistem data base sekolah
10 -38
C. PROGRAM NON TEMA (20%)
Tabel 4: Contoh Program Non Tema Pada Tema Pendidikan Pendidikan Usia Dini (PAUD)
No Bidang Program
1. Pertanian Pembuatan Pupuk organik Pembibitan Tanaman Pembudidayaan Tanaman Pengolahan Hasil-hasil Pertanian
2. Daya Beli Pembentukan kelembagaan (koperasi, kelompok tani, kelompok usaha, dll.)
Pengembangan industri keatif 3. Kesehatan Revitalisasi Pelayanan Kesehatan Anak
Revitalisasi Pelayanan Dasar Kesehatan Ibu dan anak Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat
4. Sosial Politik Civic Education
Sosiologi Kemasyarakatan 5. Teknologi /Teknik Pelatihan Pemanfaatan Internet
Penyuluhan Bangunan Tahan Gempa
6. Agama Kegiatan Keagamaan sesuai dengan kebiasaan di lokasi KKN 7. Kepriwisataan Identifikasi potensi, masalah dan alternative solusi
pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal. Membangun infrastruktur dasar penunjang pariwisata. Sosialisasi (promosi) kawasan pariwisata lokal.
Catatan:Program ini harus disesuiakan dengan kebutuhan di lokasi KKN dan juga harus melihat proporsi program secara keseluruhan. Program ini tidak boleh menjadi program yang mendominasi keseluruhan kegfiatan KKN.
Strategi Pelaksanaan.
Dalam mengembangkan program di bidang pendidikan, mahasiswa yang KKN diharapkan:
a) Melibatkan seluruh unsur masyarakat yang terkait dan dibangun komitmen bersama,
b) Melakukan diskusi (focus group discussion) dengan beberapa
stakeholder yang terkait dengan bidang pendidikan, c) Membuat perencanaan yang matang,
d) Menyusun rencana kerja yang riil.
Indikator Keberhasilan:
a) Terpetakannya data yang akurat tentang penduduk usia PAUD. b) Tersusunnya program PAUD
c) Terjadinya proses pembinaan PAUD secara rutin. d) Meningkatknya kuantitas dan kualitas pembinaan PAUD.
e) Meningkatnya kesadaran keluarga yang memiliki anak usia PAUD untuk mendukung program PAUD di lingkungannya.
f) Bertambahnya anak usia PAUD yang mengikuti program pembinaan
C. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Tujuan
a) Tujuan Umum
- Mendukung, menguatkan, dan memberdayakan sekolah melalui
penerapan program - program MBS.
- Meningkatkan kinerja sekolah melalui penerapan MBS secara
optimal.
- Mendorong kepala sekolah, guru, dan komite sekolah
menerapkan MBS di sekolahnya dalam rangka meningkatkan kinerja sekolah secara optimal.
b) Tujuan khusus
- Tersusunnya rencana kerja sekolah tahunan dan empat tahunan
(RKS/RKST).
- Tersusunnya sistem databse sekolah.
Pelaksanaan:
c) Sosialisasi program KKN MBS kepada sekolah-sekolah.
d) Identifikasi potensi, kendala, masalah dan kebutuhan sekolah kaitannya dengan penerapan program MBS.
Strategi Pelaksanaan.
Dalam mengembangkan program di bidang pendidikan, mahasiswa yang KKN diharapkan:
a) Melibatkan seluruh unsur masyarakat yang terkait dan dibangun komitmen bersama,
b) Melakukan diskusi (focus group discussion) dengan beberapa
stakeholder yang terkait dengan bidang pendidikan, c) Membuat perencanaan yang matang,
d) Menyusun rencana kerja yang riil. Indikator Keberhasilan:
a) Terlaksananya program KKN MBS di sekolah. b) Tersusunnya rencana kerja sekolah
Tabel 5: Rencana Program Aksi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
No Program Uraian Kegiatan Indikator Capaian Hari Ke A. TEMA UTAMA (55%) 1. Manajemen berbasis sekolah (MBS) a) Sosialisasi program KKN MBS kepada sekolah-sekolah. b) Identifikasi potensi,
kendala, masalah dan kebutuhan sekolah kaitannya dengan penerapan program MBS. c) Lokakarya a) Terlaksananya program KKN MBS di sekolah.
b) Tersusunnya rencana kerja sekolah
c) Tersusunnya sistem data base sekolah 1- 40 B. TEMA PENDUKUNG (25%) 1. Wajar dikdas sembilan tahun a) Melakukan pendataan terhadap: - Penduduk usia SD (7 – 12 tahun) - Siswa SD/MI/sederajat - Lulusan SD yang melanjutkan ke SMP/M.Ts/ sederajat - Lulusan SD/MI/sederajat
yang tidak melanjutkan ke SMP/MTs/sedeajat - Penduduk usia
SMP/M.Ts/sederajat - Kondisi orang tua yang
anaknya tidak melanjutykan ke SMP/M.Ts/sederajat - Kondisi geografi dan budaya masyarakat setempat
- Kondisi SMP/M.Ts/ sederajat
a) Terpetakannya data yang akurat tentang anak usia pendidikan dasar
b) Jumlah penduduk usia SD (7 – 12 tahun)
c) Jumlah dan identitas anak putus sekolah SLTP/sederajat d) Jumlah dan identiras anak
SD kelas 6m baik yang akan melanjutkan maupun yang tidak melanjutkan ke SLTP/sederajat
e) Jumlah anak usia SMP (13-15 taun) yang sedang sekolah di SLTP/sederajat
f) Jumlah dan identiras anak usia SMP (13-15 tahun / lulusan SD/MI/sederajat yang tidak sekolah di SLTP/sederajat
g) Tereviewnya APK SLTP untuk dijadikan APK pembanding dengan APK yang sudah dihitung oleh dinas pendidikan setempat h) Meningkatnya APK SMP/M.Ts. i) Mengurangi angka DO SMP/M.Ts. 10 – 38 2. Ketrampilan Fungsional a) Pelatihan ketrampilan tata boga b) Pelatihan ketrampilan kerajinan tangan c) Pelatihan ketrampilan pengol;ahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan d) Pelatihan ketrampilan lain
a) Dapat membuat kue dan makanan lainnya b) Dapat membuat product
tataboga yang sederhana, c) Dapat membuat kerajinan
tangan yang bermanfaat bagi masyarakat,
d) Masyarakat dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya.
3. Pendidikan anak usia dini (PAUD) a) Membantu menguatkan kelembagaan penyelengara PAUD b) Membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas PAUD c) Membantu
meningkatkan sosialisasi dan gerakan program PAUD.
a) Meningkatknya kuantitas dan kualitas pembinaan PAUD. b) Meningkatnya kesadaran
keluarga yang memiliki anak usia PAUD untuk mendukung program PAUD di lingkungannya.
c) Bertambahnya anak usia PAUD yang mengikuti program pembinaan PAUD
10 – 38
C. PROGRAM NON TEMA (20%)
10 -38
Tabel 6: Contoh Program Non Tema Pada Tema Pendidikan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
No Bidang Program
1. Daya beli Pembentukan kelembagaan (koperasi, kelompok usaha, kelompok tani, dll.)
Pengembangan industri kreatif 2. Pertanian Pembuatan Pupuk organik
Pembibitan Tanaman Pembudidayaan Tanaman Pengolahan Hasil-hasil Pertanian 3. Kesehatan Revitalisasi Pelayanan Kesehatan Anak
Revitalisasi Pelayanan Dasar Kesehatan Ibu dan anak Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat
4. Sosial Politik Civic Education
Sosiologi Kemasyarakatan 5. Teknologi /Teknik Pelatihan Pemanfaatan Internet
Penyuluhan Bangunan Tahan Gempa
6. Agama Kegiatan Keagamaan sesuai dengan kebiasaan di lokasi KKN 7. Kepariwisataan Identifikasi potensi, masalah dan alternative solusi
pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal. Membangun infrastruktur dasar penunjang pariwisata. Sosialisasi (promosi) kawasan pariwisata local.
Catatan:Program ini harus disesuiakan dengan kebutuhan di lokasi KKN dan juga harus melihat proporsi program secara keseluruhan. Program ini tidak boleh menjadi program yang mendominasi keseluruhan kegfiatan KKN.
4.2 Program KKN Tematik Bidang Kesehatan
Pendahuluan. Bidang kesehatan adalah salah satu bidang garapan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selain bidang pendidikan dan daya beli. Beragamnya masalah kesehatan yang terdapat di masyarakat bisa disebabkan dari masalah non kesehatan. Pemicu masalah kesehatan bisa dikarenakan masalah pendidikan masyarakat serta rendahnya taraf ekonomi masyarakat. Sehingga penyelesaian masalah kesehatan harus dibarengi penyelesaian masalah pendidikan dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Program kerja KKN tematik bidang kesehatan menitikberatkan pada “Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”. Program KKN ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan
masyarakat akan PHBS, menyikapi PHBS secara positif serta mampu mengadopsi PHBS sebagai perilaku kesehatan keseharian pada akhirnya.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Jadi PHBS merupakan wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS.
Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap serta perilaku hidup bersih dan sehat, melalui pendekatan pimpinan (advokasi), bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment). Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri melalui penerapan cara-cara hidup sehat dengan menjaga serta meningkatkan status kesehatannya.
Promosi kesehatan (Health Promotion) adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya (the process of enabling people to control over and improve their health), lebih luas dari pendidikan atau penyuluhan kesehatan. Pendidikan atau penyuluhan kesehatan merupakan bagian penting dari Promosi Kesehatan. a) Promosi kesehatan pada tatanan rumah tangga
Beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di rumah tangga yaitu:
1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2) Memberi bayi ASI eksklusif
3) Menimbang bayi dan balita setiap bulan
4) Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun