• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETENTUAN KHUSUS 53. Personil

Dalam dokumen DAFTAR ISI. Departemen Pekerjaan Umum (Halaman 52-58)

37 Keadaan Kahar

B. KETENTUAN KHUSUS 53. Personil

53.1 Penyedia barang/jasa wajib menugaskan personil inti yang tercantum dalam daftar personil inti atau menugaskan personil lainnya yang disetujui oleh direksi pekerjaan. Direksi pekerjaan hanya akan menyetujui usulan penggantian personil inti apabila kualifikasi, kemampuan, dan pengalamannya sama atau melebihi personil inti yang ada dalam daftar personil inti.

53.2. Apabila direksi pekerjaan meminta penyedia jasa untuk memberhentikan personilnya dengan alasan atas permintaan tersebut, maka penyedia jasa harus menjamin bahwa personil tersebut sudah harus meninggalkan lapangan dalam waktu 7 (tujuh) hari dan harus diganti selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari.

54. Penilaian pekerjaan

54.1 Pengguna barang/jasa harus melakukan penilaian atas hasil pekerjaan dalam masa pelaksanaan pekerjaan

54.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan kemajuan fisik pekerjaan.

55. Percepatan

55.1 Apabila pengguna barang/jasa menginginkan agar penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan sebelum rencana tanggal penyelesaian pekerjaan, maka direksi pekerjaan akan meminta usulan biaya yang diperlukan oleh penyedia barang/jasa untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. Bila pengguna barang/jasa dapat menerima usulan biaya tersebut, maka rencana tanggal penyelesaian pekerjaan dipercepat dan disahkan bersama oleh direksi pekerjaan dan penyedia barang/jasa.

55.2 Apabila pengguna barang/jasa menerima usulan biaya untuk percepatan pelaksanaan pekerjaan, maka usulan biaya tersebut ditambahkan dalam harga kontrak dan diperlakukan sebagai perintah perubahan untuk di proses menjadi amandemen kontrak.

56. Penemuan-penemuan

56.1 Semua benda yang memiliki nilai sejarah atau kekayaan yang secara tidak sengaja ditemukan di lapangan adalah menjadi milik negara.

56.2 Penyedia barang/jasa wajib memberitahukan kepada direksi pekerjaan dan kepada pihak yang berwenang bila menemukan benda Pasal 56.1

57. Kompensasi

57.1 Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia barang/jasa bila dapat dibuktikan merugikan penyedia barang/ jasa dalam hal sebagai berikut : a. Penyedia barang/jasa belum bisa masuk ke lokasi pekerjaan, karena

penggunaan jasa tidak menyerahkan seluruh/sebagian lapangan kepada penyedia barang/jasa;

b. Pengguna barang/jasa tidak memberikan gambar, spesifikasi, atau instruksi sesuai jadual yang telah ditetapkan;

c. Pengguna barang/jasa memodifikasi atau mengubah jadual yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;

d. Pengguna barang/jasa terlambat melakukan pembayaran;

e. Pengguna barang/jasa menginstruksikan untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak diketemukan kerusakan/ kegagalan/ penyimpangan pekerjaan;

f. Pengguna barang/jasa menolak sub penyedia barang/jasa tanpa alasan yang wajar;

g. Keadaan tanah ternyata jauh lebih buruk dari informasi termasuk data penyelidikan tanah (bila ada) yang diberikan kepada peserta lelang;

h. Penyedia barang/jasa lain, petugas pemerintah, petugas utilitas atau pengguna jasa tidak bekerja sesuai waktu yang ditentukan, sehingga mengakibatkan keterlambatan dan / atau biaya tambah bagi penyedia barang/jasa.

i. Dampak yang menimpa/membebani penyedia barang/jasa diakibatkan oleh kejadian-kejadian yang menjadi resiko pengguna jasa;

j. Pengguna barang/jasa menunda berita acara penyerahan pertama pekerjaan dan/atau berita acara penyerahan akhir pekerjaan;

k. Pengguna barang/jasa memerintahkan penundaan pekerjaan.

l. Kompensasi lain sesuai dengan yang tercantum dalam syarat-syarat khusus kontrak.

57.2 Penyedia barang/jasa dapat meminta kompensasi biaya dan/atau waktu pelaksanaan

58. Penangguhan pembayaran

58.1 Apabila penyedia barang/jasa tidak melakukan kewajiban sesuai ketentuan dalam kontrak maka dikenakan sanksi penangguhan pembayaran setelah pengguna barang/jasa memberitahukan penangguhan pembayaran tersebut secara tertulis;

58.2 Pemberitahuan penangguhan pembayaran memuat rincian keterlambatan disertai alasan-alasan yang jelas dan keharusan penyedia barang/jasa untuk memperbaiki dan menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sesuai yang tercantum dalam surat pemberitahuan penangguhan pembayaran.

59. Hari kerja

59.1 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia barang/jasa. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masing-masing pekerja dan dapat diperiksa oleh pengguna barang/jasa.

59.2 Penyedia barang/jasa harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani;

59.3 Jam kerja dan waktu cuti untuk karyawan harus dilampirkan;

59.4 Penyedia barang/jasa harus memberitahukan kepada direksi teknis sebelum bekerja di luar jam kerja.

60. Pengambil-alihan

60.1 Pengguna barang/jasa akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah diterbitkan berikta acara serah terima akhir pekerjaan.

61. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan

61.1 Penyedia barang/jasa wajib memberikan pedoman kepada pengguna barang/jasa tentang pengoperasian dan pemeliharaan;

61.2 Apabila penyedia barang/jasa tidak melakukan Pasal 55.1, maka pengguna barang/jasa dapat memperhitungkan pembayaran kepada penyedia barang/jasa sesuai dengan ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak.

62. Penyesuaian biaya

62.1 Harga kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian biaya.

62.2 Penyesuaian biaya harus mengikuti peraturan yang berlaku, termasuk mata uang yang dipakai untuk penyesuaian biaya sesuai dengan kesepakatan para pihak.

63. Penundaan atas perintah pengguna barang/jasa

63.1 Pengguna barang/jasa dapat memerintahkan penyedia barang/jasa untuk menunda dimulainya pelaksanaan pekerjaan atau memperlambat kemajuan suatu kegiatan pekerjaan.

63.2 Jika perintah perubahan sedemikian mendesak sehingga pembuatan usulan biaya serta pembahasannya akan menunda pekerjaan, maka perintah perubahan tersebut harus dilaksanakan oleh penyedia jasa dan perintah perubahan diberlakukan sebagai peristiwa kompensasi.

64. Instruksi

64.1 Penyedia barang/jasa wajib melaksanakan semua instruksi direksi pekerjaan yang berkaitan dengan kontrak.

65. Standard

65.1. Standard adalah ketentuan mengenai barang yang disediakan oleh penyedia barang/jasa, harus sesuai dengan standar yang disebutkan dalam spesifikasi teknis

66. Trial Test di Lapangan

66.1. Bersama-sama dengan pengguna jasa atau wakilnya yang ditunjuk , penyedia jasa diwajibkan melakukan trial test terhadap semua komponen – komponen yang ada dalam IPA Paket (seperti : pompa, flow meter, genset, panel listrik dsb).

Ketentuan dalam trial test yang disyaratkan oleh pengguna jasa adalah sebagai berikut :

a. Percobaan dari semua bagian peralatan apakah berfungsi sesuai spesifikasi

b. Percobaan operasi untuk mengetahui apakah peralatan cukup tahan dan handal atas segala kekurangan/keutuhan yang mungkin timbul. selama percobaan operasi, biaya percobaan/pengetesan harus termasuk dalam harga penawaran

66.2. Trial test dilakukan di tempat lokasi IPA dibangun. Semua fasilitas yang diperlukan, gambar-gambar kerja dan data-data produksi harus disediakan bagi pemeriksaaan dengan biaya sepenuhnya ditanggung penyedia jasa 66.3. Hak pengguna jasa untuk memeriksa, menguji dan apabila perlu menolak

barang yang diserahkan di tempat pengguna jasa tidak dapat dibatasi atau dihapus dengan alasan bahwa barang tersebut telah diperiksa, diuji dan diluluskan oleh pengguna jasa atau wakil yang ditunjukan sebelum barang tersebut dikirim dari tempat asalnya

66.4. Apabila hasil pemeriksaan dan pengujian barang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan, pengguna jasa dapat menolak barang tersebut dan penyedia jasa harus mengganti barang yang tidak sesuai tersebut, atau mengadakan perbaikan yang diperlukan agar memenuhi persyaratan tspesifikasi teknis dengan biaya ditanggung penyedia jasa

67. Layanan Tambahan

67.1. Penyedia jasa diminta untuk memberikan layanan tambahan, antara lain : a. Melakukan pengawasan perakitan di lokasi penempatan dan atau uji

coba barang yang diserahkan

b. Menyediakan perkakas yang diperlukan untuk merakit dan atau memelihara barang yang diserahkan

c. Menyediakan buku petunjuk penggunaan dan pemeliharaan secara rinci untuk setiap unit barang yang memerlukan

d. Melaksanakan pengawasan dan pemeliharaan dan atau perbaikan barang yang diserahkan, dengan ketentuan bahwa pelaksanaan jasa ini tidak membebaskan penyedia jasa dari kewajibannya yang berkenaan dengan jaminan barang berdasarkan kontrak

e. Melakukan pelatihan kepada petugas pengguna jasa dan atau di lokasi penempatan barang mengenai perakitan, uji coba, penggunaan, pemeliharaan dan atau perbaikan barang yang diserahkan.

f. Melaksanakan pelayanan pasca jual

68. Suku Cadang

68.1. Sebagaimana yang ditetapkan dalam syarat khusus kontrak, penyedia jasa dapat diwajibkan untuk menyediakan suku cadang dan atau menyampaikan pemberitahuan yang berkenaan dengan suku cadang yang dipabrikasi atau yang didistribusi oleh penyedia jasa sebagai berikut :

a. Suku cadang daripada barang yang harus disediakan oleh penyedia barang sesuai kontrak, dengan ketentuan bahwa pembelian suku cadang ini tidak membebaskan penyedia jasa dari kewajibannya untuk menjamin barang berdasarkan kontrak.

b. Jika terjadi penghentian produksi atau suku cadang :

(i). Sebelum terjadi penghentian produksi tersebut penyedia jasa harus memberi tahu pengguna jasa dengan tenggang waktu yang wajar bagi pengguna jasa agar dapat membeli suku cadang yang diperlukan

(ii). Setelah terjadi penghentian produksi, tanpa meminta biaya biaya kepada pengguna jasa memberikan gambar rencana, gambar dan spesifikasi suku cadang yang dibutuhkan oleh pengguna jasa jika pengguna jasa memintanya

(iii). Penyedia jasa harus menyerahkan pernyataan tertulis untuk menjamin pasokan suku cadang selama jangka waktu 5 (lima) tahun

(iv). Penyedia jasa wajib menyediakan katalog dan daftar harga suku cadang

69. Jaminan Barang

69.1. Penyedia jasa menjamin bahwa barang yang diserahkan berdasarkan kontrak adalah baik, baru dan model terakhir serta memenuhi spesifikasi teknis. Selanjutnya penyedia jasa menjamin bahwa barang yang diserahkan sesuai kontrak tidak mengandung cacat yang timbul karena desain, bahan dan pengerjaannya (kecuali jika desain dan bahannya diharuskan mengikuti ketetapan pengguna jasa di dalam spesifikasi teknis), atau diakibatkan oleh kelalaian penyedia jasa yang dapat timbul akibat penggunaan normal barang yang diserahkan

69.2. Jaminan barang tetap berlaku selama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal serah terima barang

69.3. Pengguna jasa harus segera memberitahukan secara tertulis kepada penyedia jasa apabila tuntutan yang timbul berdasarkan jaminan barang ini 69.4. Setelah penyedia jasa menerima pemberitahuan seperti disebut pada pasal

55.3. diatas, penyedia jasa harus secepatnya memperbaiki atau mengganti barang atau bagian barang yang cacat dengan biaya sepenuhnya ditanggung penyedia jasa

Dalam dokumen DAFTAR ISI. Departemen Pekerjaan Umum (Halaman 52-58)