• Tidak ada hasil yang ditemukan

C10 Pengawetan dan pengecetan kayu

Dalam dokumen DAFTAR ISI. Departemen Pekerjaan Umum (Halaman 108-111)

Direksi dapat memerintahkan untuk menggunakan bahan-bahan untuk mengawetkan kayu jika dipandang perlu, yang dapat berupa minyak pengawet kayu ataupun penggunaan ter. Semua sambungan pada ujung-ujung kayu perlu mendapat perhatian khusus dan pada penyelesaian pekerjaan, minyak pengawet kayu harus dituangkan pada sambungan-sambungan.

Semua bagian-bagian yang diminyaki harus diselesaikan dahulu sebelum mulai pekerjaan pengecetan dan tidak ada satu bagianpun yang diminyaki selama atau segera setelah hujan atau selama permukaan kayu masih basah. Diperlukan sekurang-kurangnya 48 jam berselang setiap penggunaan minyak pada bagian yang sama.

Jika digunakan ter untuk mengawetkan kayu maka bagian kayu tersebut harus kering dulu sebelum dipasang. Untuk bagian-bagian yang nantinya tidak tertutup oleh lapisan tanah dan sebagainya bisa dilaksanakan pengeteran setelah bangunan terpasang.

Setelah pengolahan bagian-bagian kayu dengan minyak-minyak pengawet kayu maka dapat dilapisi dengan satu lapisan menie atau bahan lain yang telah disetujui. Setelah lapisan menie maka harus diplamur dan setelah digosok dengan amplas dilapisi dengan tiga lapis cat yang disetujui mutunya. Semua sambungan dan bagian lain yang tidak dapat dicapai setelah pemasangan kayu konstruksi, harus terlebih dahulu diberi menie 2 kali sebelum pemasangan.

Tidak diperkenankan mencat selama permukaan kayu terpengaruh oleh air hujan atau selama permukaan kayu atau besi masih basah.

Setelah sekurang-kurangnya 24 jam baru lapisan cat yang berikut dapat diberikan dan setiap lapisan cat harus kering betul sebelum yang berikutnya diberikan.

D. SPESIFIKASI TEKNIS UNIT PAKET INSTALASI

PENGOLAHAN AIR

D1 UMUM.

D1.1 Ruang Lingkup

Spesifikasi ini bagian dari kontrak yang merupakan syarat-syarat untuk unit paket instalasi pengolahan air (IPA), material, pabrikasi dan pemasangan pekerjaan konstruksi.

Pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah :

a. Merencanakan secara rinci proses pengolahan & konstruksi lengkap sesuai kebutuhan terkait kuantitas dan kualitas air baku yang datanya telah disediakan oleh pengguna barang/jasa.

b. Kapasitas IPA paket yang ditawarkan maksimum 50 l/det, bila lebih besar dari 50 l/det. Maka ditawarkan secara modular.

c. Pemenang lelang harus memeriksa dan menganalisis ulang kualitas air baku

d. Pengadaan unit paket IPA yang terdiri dari bahan-bahan yang dilindungi dengan anti karat dan perlengkapan-perlengkapannya.

e. Disarankan untuk mengasuransikan unit paket IPA selama transportasi dari pabrik ke lokasi proyek

f. Pengadaan dan pemasangan instalasi perpipaan unit paket IPA, peralatan listrik (kabel-kabel), valve dan lain-lain.

g Trial run dan commisioning sampai dengan hasil produksi memenuhi standar kualitas air minum yang termasuk di dalamnya pemeriksaan hasil kualitas air baku dan air olahan di laboratorium selama masa uji coba.

h. Jaminan (guarantee) bahwa unit paket IPA ini mampu mengolah air baku menjadi air minum yang memenuhi standar kualitas air minum

sesuai Permenkes RI No 907/MENKES/SK/VII/2002 Tentang Kualitas Air Minum.

D1.2 Acuan Normatif

SNI 06-0112-1987, Pipa polister serat gelas untuk saluran air bertekanan dan saluran air buangan

SNI 06-0162-1987, Pipa PVC untuk saluran air buangan di dalam dan di luar bangunan.

SNI 07-0070-1987, Mutu dan cara uji baja siku sama kaki bertepi bulat canai panas hasil reroling.

SNI 07-0071-1987, Mutu dan cara uji pipa baja las spiral.

SNl 07-2295-1988, Sambungan profil dengan profil menggunakan sistem las atau baut .

SNl 07-2225-1991, Pipa baja saluran air.

SNI 05-0141.2-1996, Unjuk kerja pompa sentrifugal

SNI 04-0225-2000, Persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000). SNI 06-0084-2002, Pipa PVC untuk saluran air minum.

RSNI 19-6774-2002, Tata cara perencanaan paket instalasi pengolahan air (!PA). SNI 19-6775-2002, Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Unit Paket IPA Kapasitas 5 lpd Ke atas

RSNI 1906773-2004 sbg revisi SNI 19-6773-2002, Spesifikasi Unit Paket Instalasi Pengolahan Air Konstruksi Baja

D1.3 Tenaga Ahli

Tenaga ahli yang terlibat dalam paket pekerjaan ini haruslah tenaga ahli ahli Teknik Lingkungan/ Teknik Sipil/ Teknik Elektro/ Teknik Kimia/ Teknik Mesin

D1.4 Sertifikasi Inspeksi Teknis

IPA Paket harus memiliki sertifikat Inspeksi Teknis yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum, atau lembaga yang terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional)

D1.5 Dokumen Gambar

Peserta pelelangan harus melampirkan gambar beserta brosur asli dari pabrik dalam dokumen penawarannya, yang menggambarkan ukuran dan spesifikasi teknis dari unit paket Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang ditawarkan.

D1.6 Keselamatan kerja

Penyedia barang/jasa harus menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja maupun masyarakat sekeliling workshop dan lokasi pemasangan, mengikuti peraturan keselamatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, antara lain:

a. Lokasi pemasangan harus diberi pagar/jaring untuk mencegah benda-benda jatuh yang bisa menyebabkan jatuhnya korban.

b. Dibuat jeruji sementara di tempat yang berisiko tinggi orang dapat jatuh.

D1.7 Rencana Kerja / Time Schedule

Segera setelah Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan, penyedia barang/jasa harus menyerahkan rencana kerja (time schedule) untuk disetujui direksi. Penyedia barang/jasa tidak diperbolehkan mengubah rencana kerja tanpa persetujuan pengguna barang/jasa.

Jika kemajuan pekerjaan tidak sesuai dengan time schedule, maka pengguna barang/jasa dapat menginstruksikan kepada penyedia barang/jasa untuk meninjau kembali jadwal yang ada.

D1.8 Gambar Pelaksanaan / Shop Drawing

Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan, penyedia barang/jasa harus menyerahkan shop drawing kepada direksi. Shop drawing harus dapat memberikan informasi yang lengkap mengenai komponen-komponen yang ada dalam suatu instalasi, meliputi lokasi, tipe, ukuran-ukuran baut dan pekerjaan pengelasan, yang seluruhnya harus disediakan oleh Penyedia barang/jasa sesuai dengan kemajuan pelaksanaan pekerjaan.

Shop drawing harus dibuat sesuai dengan kondisi yang ada dan dalam

pelaksanaan pekerjaannya dibuat secara efektif dan ekonomis. Simbol-simbol pengelasan yang digunakan pada shop drawing harus sesuai dengan ISO 2553.

Selama waktu yang ditentukan di dalam time schedule, Penyedia barang/jasa harus mengajukan shop drawing untuk disetujui oleh pengguna barang/jasa. Gambar yang disetujui akan ditanda tangani atau ditandai oleh pengguna barang/jasa.

Setiap shop drawing yang tidak disetujui oleh pengguna barang/jasa, harus segera diperbaiki oleh Penyedia barang/jasa sesuai dengan keinginan pengguna barang/jasa dan harus segera diserahkan kembali.

Penyedia barang/jasa bertanggung jawab terhadap kesalahan atau kelalaian dalam

shop drawing.

D1.9 Lokasi Instalasi

Penyedia barang/jasa harus memeriksa rute transportasi dari workshop ke lokasi pemasangan dan melaporkan kepada pengguna barang/jasa unit-unit apa saja yang membutuhkan perubahan ukuran dan juga unit-unit yang akan dimodifikasi jika ada. Penyedia barang/jasa dapat memanfaatkan fasilitas listrik dan air yang ada di lokasi dan untuk semua ini penyedia barang/jasa harus membayar kepada pihak PDAM atau pihak yang terkait dan apabila tidak ada fasilitas tersebut maka Penyedia barang/jasa harus sudah memperhitungkan dan membiayai sendiri semua pengeluaran tersebut. Setelah pekerjaan selesai, Penyedia barang/jasa harus membenahi semua perlengkapannya dan lokasi proyek harus sudah bersih dan siap untuk digunakan sesuai dengan keinginan pengguna barang/jasa.

D2 KRITERIA UMUM UNIT PAKET INSTALASI PENGOLAHAN

Dalam dokumen DAFTAR ISI. Departemen Pekerjaan Umum (Halaman 108-111)