Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 82/M- DAG/PER/12/2012 Tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2013 dan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 38/M-DAG/PER/8/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82/M-DAG/PER/12/2012 Tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet ini mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus serta menjadi acuan seluruh distributor perusahaan elektronik di tanah air. Aturan ini diterbitkan guna mendukung Kesehatan, Keamanan, Keselamatan dan Lingkungan (K3L), serta industrialisasi telepon seluler dan komputer di masa yang akan datang. Seiring dengan semakin meningkatnya volume impor ketiga jenis produk tersebut yang tidak memenuhi standar, maka standar mutu dan teknis produk tersebut harus lebih diperhatikan demi melindungi kepentingan konsumen.
Kedua Peraturan Menteri Perdagangan tersebut diatas pada pasal 1 Ayat 4 menyatakan impor adalah kegiatan memasukan barang ke dalam Daerah Pabean. Artinya Peraturan Menteri Perdagangan itu dapat didefinisikan produk impor adalah produk yang dimasukan ke dalam Daerah Pabean, bukan dilihat dari negara asal produk.
Dalam Peraturan Menteri Perdagangan ini, setiap telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet yang diimpor harus memenuhi standar dan persyaratan teknis yang berlaku, Beberapa contoh syarat teknis yang ditetapkan, antara lain:
1. Syarat pelabelan serta manual dan kartu garansi purna jual dalam bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, dan standar teknis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
2. Untuk dapat melakukan impor ketiga jenis produk tersebut, perusahaan harus mendapat penetapan Importir Terdaftar (IT) dan Persetujuan Impor (PI) Telepon Seluler, Komputer Genggam dan Komputer Tablet dari Menteri Perdagangan.
3. Untuk mendapatkan PI tersebut, Importer Terdaftar harus terlebih dahulu mendapatkan Tanda Pendaftaran Produk (TPP) Impor dari Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT), Kementerian Perindustrian, dan Sertifikat Alat dan Perangkat Telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
4. Berdasarkan ketentuan, telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet yang diimpor oleh Importer terdaftar hanya dapat diperdagangkan dan atau dipindahtangankan kepada distributor dan tidak kepada retailer ataupun konsumen langsung.
5. Impor ketiga jenis produk ini juga hanya dapat dilakukan melalui pelabuhan laut dan udara tertentu. Untuk pelabuhan laut yang diperbolehkan, yaitu Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, Tanjung Perak di Surabaya, dan Soekarno-Hatta di Makassar.
6. Sementara itu, untuk pelabuhan udara adalah Polonia di Medan, Soekarno-Hatta di Tangerang, Ahmad Yani di Semarang, Juanda di Surabaya, dan Hasanuddin di Makassar.
7. Kemudian, surveyor yang ditunjuk oleh Menteri Perdagangan akan melakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor terlebih dahulu di pelabuhan muat terhadap setiap pelaksanaan impor telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet.
Suatu perusahaan yang ingin menjadi importir, ada beberapa tahap yang harus dilakukan: 1. Menjadi Importer Terdaftar (IT), yaitu perusahaan yang disetujui untuk melakukan impor telepon seluler, komputer genggam (handheld) dan komputer tablet untuk keperluan kegiatan usaha dengan memperdagangkan dan atau memindahtangankan kepada pihak lain. Perusahaan mengajukan permohonan kepada Menteri Perdagangan melalui Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dengan 9 (sembilan)
persyaratan yang harus dipenuhi; 2. Mendapatkan Persetujuan Importer (PI), yaitu ijin impor telepon seluler, komputer genggam (handheld) dan komputer tablet juga dengan mengajukan permohonan ke Kementerian Perdagangan dengan 7 (tujuh) persyaratan yang harus dipenuhi; 3. Mendapatkan Tanda Pendaftaran Produk (TPP), yaitu surat tanda pendaftaran produk yang akan diimpor dengan tipe, nomor identitas telepon seluler, komputer genggam (handheld), komputer tablet dan jumlah produk, yang diterbitkan oleh pejabat instansi/ unit teknis terkait yang berwenang dari Kementerian Perindustrian dan Sertifikat Alat dan Perangkat Telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tahapan yang ketiga ini harus dimiliki terlebih dahulu, sebelum mendapatkan Persetujuan Importer (Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 tahun 2012, pasal 4 dan 7). Dalam Peratuan Kementerian Perdagangan ini, perusahaan yang mendapatkan Importer Terdaftar Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet harus mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri Perdagangan melalui Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, dengan melampirkan sejumlah kelengkapan, di antaranya:
1. Asli surat pernyataan kerjasama dengan paling sedikit 3 (tiga) distributor;
2. Bukti pengalaman sebagai importer Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet;
3. Bukti sebagai distributor Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet paling singkat selama 3 (tiga) tahun; 4. Surat penunjukan atau kerjasama sebagai distributor Telepon Selular,
Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri atas nama Menteri Perdagangan menerbitkan Importer Terdaftar Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet paling lama 5 (lima) hari kerja terhitung sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Penetapan sebagai Importer Terdaftar Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet berlaku selama 2 (dua) tahun, bunyi Pasal 5 Peraturan Menteri perdagangan itu.
Dalam Peraturan Menteri Perdagangan itu, Importer Terdaftar Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet juga harus mendapatkan Persetujuan Impor (PI) melalui permohonan tertulis kepada
dengan mencantumkan Tanda Pendaftaran Produk (TPP) Impor dari Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Impor (IUBTI) Kementerian Perindustrian. Masa berlaku Persetujuan Impor yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan sama dengan masa berlaku Tanda Pendaftaran Produk Impor dari Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Importer Kementerian Perindustrian.
Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 32 Tahun 2013 pasal 17 ditegaskan, penetapan sebagai Importer Terdaftar Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet dapat dicabut izinnya apabila perusahaan :
1. Tidak melakukan kewajiban mendirikan industri Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld) dan Komputer Tablet sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8A;
2. Terbukti memperdagangkan dan/atau memindahtangankan Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet yang diimpornya kepada konsumen atau pengecer (retailer) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2);
3. Tidak melakukan kewajiban penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 sebanyak 2 (dua) kali;
4. Tidak melakukan impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld) dan Komputer Tablet dalam jangka waktu 6 (enam) bulan berturut-turut;
5. Terbukti mengubah informasi yang tercantum dalam dokumen impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld) dan Komputer Tablet ;
6. Melakukan pelanggaran di bidang kepabeanan berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan;
7. Dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atas tindak pidana yang berkaitan dengan penyalahgunaan dokumen impor teleponSeluler, Komputer genggam (Handheld) dan Komputer Tablet.
Pencabutan sebagai Importer Terdaftar Telepon Selular, Komputer Genggam (handheld) dan Komputer Tablet ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri untuk dan atas nama Menteri Perdagangan, tegas Pasal 18 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 Tahun 2012.
Kegiatan pelaksanaan verifikasi atau penelusuran teknis impor telepon seluler, komputer genggam (handheld) dan komputer tablet sangat penting dilaksanakan, hal ini sesuai dengan pasal 12 ayat 2. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 tahun 2012. Untuk pendukung dasar hukum kegiatan tersebut diterbitkan Keputusan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 123/M-DAG/KEP/2/2013 tentang Penetapan Surveyor Sebagai Pelaksana Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (handheld), dan Komputer Tablet. Hal penting yang perlu diketahui adalah Surveyor dalam hal ini PT. Surveyor Indonesia (Persero) dan PT. Sucofindo (Persero) melakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor telepon seluler, komputer genggam (handheld), dan komputer tablet di pelabuhan muat negara asal sebelum dikapalkan.