• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA DAN PERTANYAAN PENELITIAN A.Deskripsi teori

8) Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Membuka pelajaran merupakan kegiatan awal yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Kegiatan membuka pelajaran ini sangat penting dimana guru harus dapat menciptakan sesuatu yang dapat menarik siswa sehingga antusias dalam mengikuti pembelajaran. Seperti yang dikemukakan Wahid Murni, dkk (2010: 54), “keterampilan membuka pelajaran merupakan upaya guru dalam memberikan pengantar/ pengarahan mengenaik materi yang akan dipelajari siswa sehingga siswa siap mental dan tertarik mengikutinya”.

Zainal Asril (2010: 79) mengemukakan pengertian membuka pelajaran adalah:

Kunci dari seluruh proses pembelajaran yang harus dilaluinya. Sebab jika seorang guru pada awal pembelajaran tidak mampu menarik perhatian peserta didik, maka proses tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dengan baik. Kegiatan membuka pelajaran tidak hanya dilakukan oleh guru pada awal pelajaran, tetapi juga pada setiap awal kegiatan inti pelajaran. Ini dapat dilakukan dengan cara mengemukakan tujuan yang akan dicapai, menarik perhatian peserta didik, memberi acuan, dan membuat kaitan antara materi pelajaran yang akan dikuasai oleh peserta didik dengan bahan yang akan diajarkan”.

Sedangkan Uzer Usman (2006: 91) “membuka pelajaran atau

set induction adalah usaha yang dilakukan oleh para guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada pengalaman belajar yang disajikan sehingga akan mudah mencapai kompetensi yang diharapkan”.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan membuka pelajaran adalah kegiatan awal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam setiap awal pembelajaran agar siswa fokus dalam pada materi yang akan dipelajari. Kegiatan membuka pelajaran guru harus mampu membuat siswa tertarik mengikuti pelajaran, agar siswa dapat menyerap materi pelajaran dengan baik. Keterampilan membuka pelajaran memiliki tujuan yan akan dicapai. Menurut Mulyasa (2007: 87), secara garis besar tujuan membuka pelajaran adalah:

a) Menarik perhatian siswa, yang dapat dilakukan dengan : 1. Meyakinkan siswa bahwa materi atau pengalaman

belajar yang akan dilakukan berguna untuk dirinya. 2. Melakukan hal-hal yang dianggap aneh bagi siswa,

misalnya dengan menggunakan alat bantu. 3. Melakukan interaksi yang menyenangkan.

b) Menumbuhkan motivasi belajar siswa, yang dapat dilakukan dengan :

1. Membangun suasana akrab sehingga siswa merasa dekat, misalnya menyapa dan berkomunikasi secara kekeluargaan.

2. Menimbulkan rasa ingin tahu, misalnya mengajak siswa menpelajari suatu kasus yang sedang hangat dibicarakan.

3. Mengaitkan materi atau penglaman belajar yang akan dilakukan dengan kebutuhan siswa.

c) Memberikan acuan atau rambu-rambu tentang pembelajaran yang akan dilakukan, yang dapat dilakukan dengan :

1. Mengemukakan tujuan yang akan dicapai serta tugas-tugas yang harus dilakukan dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan.

2. Menjelaskan langkah-langkah atau tahapan pembelajaran, sehingga siswa memahami apa yang harus dilakukan.

3. Menjelaskan target atau kemampuan yang harus dimiliki setelah pembelajaran berlangsung.

Menurut Suwarna, dkk (2006: 67), keterampilan dasar mengajar membuka pelajaran memiliki tujuan:

a) Membantu siswa mempersiapkan diri agar sejak semula sudah dapat membayangkan pelajaran yang akan dipelajarinya.

b) Menimbulkan minat dan perhatian siswa pada apa yang akan dipelajari dalam kegiatan belajar mengajar.

c) Membantu siswa untuk mengetahui batas-batas tugas yang akan dikerjakan.

d) Membantu siswa untuk mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang telah dikuasainya dengan hal-hal baru yang dipelajari atau belum dikenalnya.

Dari pendapat di atas dapat disimpulan bahwa tujuan keterampilan membuka pelajaran adalah:

a) Menarik perhatian siswa supaya siswa fokus pada saat awal pembelajaran.

b) Menimbulkan motivasi belajar siswa untuk lebih giat dan dapat mencapai prestasi.

c) Memberikan acuan tentang pembelajaran yang akan dilakukan supaya siswa mengetahi tugas-tugas yang harus dikerjakan.

Keterampilan membuka pelajaran memiliki komponen-komponen yang harus diperhatikan. Menurut Ali Mudlofir (2012: 84), komponen dalam keterampilan membuka pelajaran adalah :

a) Menarik perhatian siswa, diataranya dengan cara : 1. Melakukan variasi dalam mengajar.

2. Menggunakan alat bantu mengajar. 3. Melakukan variasi dalam pola interaksi. b) Memotivasi siswa, diantaranya dengan cara :

1. Menimbulkan kehangatan dan keantusiasan. 2. Menimbulkan rasa ingin tahu.

3. Mengemukakan ide yang bertentangan. 4. Memperhatikan minat siswa.

c) Memberikan acuan, diantaranya dengan cara : 1. Mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas. 2. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

3. Menyarankan langkah-langkah yang harus ditempuh siswa dalam kegiatan pembelajran.

4. Membuat kaitan, dengan cara menghubungkan minat, pengalaman, dan hal-hal yang dikenal oleh siswa ketika guru melakukan kegiatan pembelajaran.

Sedangkan dalam Buku Panduan Pengajaran Mikro (2014: 112), komponen keterampilan membuka pelajaran adalah:

a) Menarik perhatian siswa. b) Memotivasi siswa. c) Memberi acuan.

d) Memberi kaitan (apersepsi).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan membuka pelajaran terdiri dari melakukan apersepsi, memberikan motivasi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan pelajaran.

Setelah selesai pembelajaran, hal yang harus dilakukan guru yaitu menutup pelajaran. Menurut Zainal Asril (2010: 71), “menutup pelajaran (closure) yaitu kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan mengemukakan kembali pokok-pokok pelajaran.” Sedangkan menurut Uzer Usman (2006: 92) pengertian menutup pelajaran adalah:

Menutup pelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri pelajaran dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajrai siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya, mengetahui tingkat keberhasilan siswa, serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Dari pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan maksud agar siswa memahami apa yang sudah dipelajari. Selain itu agar guru

mengetahui seberapa besar siswa menyerap materi yang telah diberikan. Karena penguasaan materi yang baik dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Dalam menutup pembelajaran perlu diperhatikan komponen-komponen agar siswa memahami atas apa yang telah dipelajari. Menurut Suwarna, dkk (2006: 68), keterampilan dasar mengajar menutup pelajaran memiliki komponen sebagai berikut:

a) Meninjau kembali penguasaan inti pelajaran.

Caranya, dengan merangkum inti pelajaran, atau membuat ringkasan.

b) Mengevaluasi Caranya:

1. Mendemonstrasikan keterampilan 2. Mengaplikasikan ide baru

3. Mengekspresikan pendapat siswa sendiri 4. Memberi soal-soal baik lisan maupun tertulis 5. Pengayaan tugas mandiri maupun tugas terstruktur c) Prinsip-prinsip penggunaan

1. Bermakna

Usaha untuk menarik perhatian atau memotivasi siswa harus sesuai dengan isi dan tujuan pelajaran. Cerita singkat atau lawakan yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran hendaknya dihindarkan.

2. Berurutan dan berkesinambungan

Kegiatan ini dilakukan oleh guru dalam memperkenalkan atau merangkum kembali pelajaran sebagai bagian kesatuan yang utuh. Perwujudan prinsip berurutan dan berkesinambungan ini memerlukan adanya suatu susunan bahan pelajaran yang tepat, sesuai dengan minat siswa, ada kaitan logis antara satu bagian dengan bagian lainnya, sehingga dapat disusun rantai kognisi yang jelas dan tepat.

Sedangkan menurut Wahid Murni, dkk (2010: 74), pada setiap akhir pelajaran guru harus menutup pelajaran agar siswa

mendapat gambaran utuh tentang pokok-pokok materi yang sudah dipelajari. Komponen keterampilan menutup pelajaran antara lain:

a) Meninjau kembali

Guru perlu meninjau kembali apakah inti pelajaran yang telah dikuasai siswa atau belum. Cara meninjau kembali sebagai berikut:

1. Merangkum inti pelajaran. 2. Membuat ringkasan. b) Mengevaluasi

Untuk mengetahui apakah siswa memperoleh wawasan yang utuh tentang sesuatu yang sudah diajarkan, guru melakukan penilaian atau evaluasi. Bentuk-bentuk evaluasi adalah sebagai berikut:

1. Mendemonstrasikan keterampilan

2. Mengaplikasikan ide baru pada situasi lain. 3. Mengekspresikan pendapat siswa sendiri.

4. Guru dapat memberikan soal-soal tertulis atau lisan. c) Memberi dorongan psikologi atau sosial.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan komponen keterampilan menutup pelajaran terdiri dari meninjau kembali inti pelajaran, mengevaluasi materi yang telah dipelajari, dan memberikan dorongan psikologis atau memotivasi siswa harus sesuai dengan isi dan tujuan pelajaran. Kegiatan ini penting dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran.

Dokumen terkait