• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterampilan Pengoperasian Komputer

BAB V KAPASITAS MASYARAKAT UNTUK TERLIBAT DALAM

5.3 Keterampilan Pengoperasian Komputer

Keterampilan dalam pengoperasian komputer terutama dimiliki oleh beberapa generasi muda. Mereka memiliki kemampuan ini karena di sekolah mereka diajarkan keterampilan mengoperasikan program-program dasar komputer seperti microsoft word dan excel sebagai bagian dari kurikulum. Sejauh ini keterampilan ini belum digunakan di Pekon Pahmungan sehingga sebagian besar dari anak-anak muda ini segera melupakan keterampilan tersebut saat sudah tidak diajarkan lagi di sekolah. Di Pekon Pahmungan terdapat satu orang penduduk

53 Jumlah ini terus mengalami penurunan karena para pengurus mengalami kejenuhan dan tidak

ada regenerasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Saat penulis mengunjungi radio komunitas ini terakhir kali pada 23 November 2005, jumlah pengurusnya tinggal tiga orang.

yang memiliki fasilitas komputer. Beliau biasa menerima jasa untuk pengetikan hasil-hasil rapat pekon dengan harga tertentu54.

Keterampilan pengoperasian komputer penting dalam pengembangan ekowisata karena hal ini terkait erat dengan administrasi, pembuatan pamflet, proposal, laporan, pengumuman atau hal-hal lain yang harus disebarkan kepada pengunjung. Penggunaan komputer akan lebih memudahkan proses ini dibandingkan jika harus ditulis dengan tangan. Selain itu, terdapat trend di kalangan masyarakat di Pekon Pahmungan55, bahwa untuk setiap kegiatan yang membutuhkan laporan atau pengumuman baik untuk kalangan luas (seluruh pekon) atau terbatas (beberapa kepala keluarga) harus diketik dengan menggunakan komputer. Walaupun mereka harus mengeluarkan dana ekstra untuk mengetikkan laporan atau pengumuman tersebut ke rental komputer.

Penulis mulai menyadari trend ini saat penulis bersama-sama menjadi panitia untuk acara 17 Agustusan di radio komunitas Suara Petani (semasa penulis melakukan Kuliah Kerja Profesi dengan topik ”Pendampingan Radio Komunitas”). Pada waktu itu, setiap pengumuman yang dibuat harus diketik dengan komputer, hal ini sudah seperti kesepakatan tidak tertulis, walaupun mereka sendiri belum menguasai cara mengetik dengan komputer, dan tidak memiliki fasilitas komputer. Memang di kalangan pejabat pemerintah Pekon Pahmungan masih ada yang menggunakan mesin ketik. Hal ini dikarenakan pejabat pemerintah desa tersebut pada umumnya sudah berasal dari generasi tua (lebih dari 50 tahun) sehingga tidak terpengaruh dengan trend yang beredar.

54 Harga bervariasi sesuai dengan banyaknya naskah yang harus diketik. Menurut penduduk yang

pernah mengetikkan naskah di sana, harga berkisar antara Rp 1000,00 – Rp 2000,00 perlembar. Sewaktu penulis melakukan wawancara, cucu informan menyerahkan kartu pembayaran iuran perawatan mata air yang berukuran kurang lebih 15 x 10 cm, terbuat dari karton manila dan terdiri dari judul dan tabel-tabel. Master kartu tersebut dibuat dengan menggunakan komputer lalu setelah

itu difotokopi untuk memperbanyak. Penduduk Pekon Pahmungan yang mengetik dan

memfotokopi kartu adalah satu-satunya penduduk yang memiliki fasilitas komputer seperti yang disebutkan sebelumnya. Harga yang harus dibayar penduduk untuk setiap kartu adalah Rp 500,00. Harga fotokopi perlembar kertas berukuran A4 di Pasar Krui adalah Rp 100,00.

55

Selain itu menurut mereka, memang tidak tersedia anggaran dana untuk mengetikkan laporan ke tukang ketik di rental komputer56.

Pada masa Kuliah Kerja Profesi (KKP), penulis bersama dengan seorang rekan mahasiswa pernah melakukan pelatihan penggunaan program komputer. Program yang diajarkan pada awalnya adalah program yang digunakan untuk menjalankan fungsi radio komunitas, pada perkembangannya, mereka meminta penulis untuk mengajari cara menggunakan program microsoft word. Pelatihan ini dilakukan setelah ada permintaan dari para pengurus radio yang menginginkan mereka mampu menggunakan komputer sumbangan dari LATIN dan Persatuan Masyarakat Petani Repong Damar (PMPRD).

Dari semua pengurus radio, hanya dua orang pengurus yang memiliki kemampuan untuk menyerap pelajaran dengan cepat dan baik. Pengurus yang paling cepat menyerap materi adalah dua orang yang masih duduk di bangku SMU dan keduanya wanita. Pengurus radio yang lain sudah tidak duduk di bangku sekolah, sebagian sekolah sampai lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sebagian lagi sampai Sekolah Menengah Umum (SMU). Sebagian pengurus yang lain cenderung untuk terburu-buru dan tidak sabar dalam menunggu komputer berproses. Sebenarnya untuk mengatasi hal ini sudah dilakukan pembagian tugas, siapa yang boleh menggunakan komputer dan siapa yang boleh menggunakan tape saja. Namun, karena keingintahuan dan ketidaktahuan para pengurus, pengurus yang belum fasih57 menggunakan komputer tetap menggunakan komputer sehingga perangkat komputer tersebut hanya bertahan selama satu bulan.

Saat komputer mengalami kerusakan untuk pertama kali pada dua minggu pertama, komputer dapat diperbaiki oleh rekan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Ketika komputer rusak kedua kali pada akhir bulan, komputer diperbaiki oleh seorang pemilik rental di Pasar Krui. Saat rusak ketiga kali, mereka berdua menyerah sehingga komputer tersebut akhirnya dibiarkan begitu saja. Dari hal-hal

56 Memang sudah dinyatakan kalau ada penduduk yang memiliki komputer dan sering menerima

pengetikan naskah dengan menggunakan komputer. Tetapi harga yang ditawarkan tidak terjangkau oleh anggaran pekon.

57 Belum fasihnya pengurus dalam menggunakan komputer terlihat dari seringnya mereka

tersebut terlihat rasa keingintahuan dan keinginan mereka yang besar untuk dapat mempelajari program komputer. Terutama program-program yang mereka rasa bersentuhan langsung dengan kehidupan mereka. Misalnya program microsoft word yang mereka rasakan penting dalam pembuatan laporan atau pengumuman- pengumuman dalam urusan radio komunitas atau kepemudaan (Karang Taruna yang dalam bahasa Lampung disebut Perkumpulan Muli Meranai dengan arti Perkumpulan Pemuda Pemudi).

Menurut penulis keterampilan pengoperasian komputer adalah hal yang penting dalam pengembangan ekowisata. Namun, dibandingkan dengan keterampilan-keterampilan yang lain, kebutuhan akan keterampilan ini relatif dapat ditunda. Untuk kebutuhan pemasaran dan pengelolaan keuangan di awal pengembangan ekowisata, masih dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tulisan tangan, penduduk dapat diajak untuk memulai dengan keterampilan yang mereka miliki. Hal ini dapat dilakukan selama dana untuk pembelian perangkat komputer belum tersedia. Keterampilan mengetik dengan menggunakan komputer memang dibutuhkan saat mereka mulai mengajukan kerjasama dengan lembaga-lembaga lain di awal pengembangan ekowisata. Namun hal ini masih dapat dilakukan dengan bantuan pendamping dan penduduk yang memiliki fasilitas komputer.