KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori 1. Model Pembelajaran 1.Model Pembelajaran
3. Keterampilan Proses Sains a.Keterampilan proses sains a.Keterampilan proses sains
Keterampilan proses adalah keterampilan yang diperoleh dari latihan kemampuan mental, fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan-kemapuan yang lebih tinggi (Nurlina, 2014:16).
Menurut Jufri (2017:149) keterampilan proses sains adalah kegiatan praktek pembelajaran melalui proses kerja ilmiah yang melibatkan serangkaian keterampilan.
Keterampilan proses sains adalah keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh ilmuwan-ilmuwan untuk menemukan penemuan baru dan menguasai semua fakta dan konsep pada suatu cabang atau disiplin ilmu (Rustan, 2018:14).
Keterampilan proses sains dapat diklasifikasikan menjadi keterampilan proses dasar dan keterampilan proses terpadu. Keterampilan proses dasar terdiri
17 dari keterampilan mengamati (melakukan observasi), keterampilan mengukur (melakukan pengukuran), keterampilan memprediksi (meramalkan), keterampilan mengelompokkan (mengklasifikasikan), menginterferensi (mengemukakan asumsi), dan keterampilan mengkomunikasikan. Sedangkan keterampilan proses terpadu meliputi keterampilan-keterampilan untuk mengidentifikasi masalah dan variabel, merumuskan hipotesis, mengontrol variabel, merancang eksperimen, menginterpretasi data, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti atau data. b. Indikator Keterampilan Proses Sains
Adapun tabel indikator dari keterampilan proses sains menurut Tawil dan Liliasari (2014:37-38) yaitu:
Tabel 2.2. Indikator Keterampilan Proses Sains
Indikator Deskripsi
Mengamati/Observasi Menggunakan berbagai indera;
mengumpulkan/menggunakan fakta yang relevan
Mengelompokkan/Klasifikasi Mencatat setiap pengamatan secara terpisah; mencari perbedaan, persamaan;
mengontraksikan ciri-ciri; membandingkan; mencari dasar pengelompokkan atau
penggolongan.
Menafsirkan/Interpretasi Menghubung-hubungkan hasil pengamatan; menemukan pola/keteraturan dalam suatu seri pengamatan; menyimpulkan.
18 Meramalkan/Memprediksi Menggunakan pola-pola atau keteraturan hasil
pengamatan; mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum terjadi.
Melakukan Komunikasi Mendeskripsikan atau menggambarkan data empiris hasil percobaan/pengamatan dengan grafik/tabel/diagram atau mengubahnya dalam bentuk salah satunya; menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis dan jelas; menjelaskan hasil
percobaan/penyelidikan; membaca grafik atau tabel atau diagram; mendiskusikan hasil kegiatan suatu masalah/peristiwa. Mengajukan Pertanyaan Bertanya apa, bagaimana dan mengapa;
bertanya untuk meminta penjelasan; mengajukan pertanyaan yang berlatar belakang hipotesis.
Mengajukan Hipotesis Mengetahui bahwa ada lebih dari suatu kemungkinan penjelasan dari suatu kejadian; menyadari bahwa satu penjelasan perlu diuji kebenarannya dengan memperoleh bukti lebih banyak atau melakukan cara pemecahan masalah.
19 Menggunakan
Alat/Bahan/Sumber
Memakai alat dan atau bahan atau sumber; mengetahui alasan mengapa menggunakan alat.
Menerapkan
Percobaan/Penyelidikan
Menentukan alat, bahan, atau sumber yang akan digunakan; menentukan variabel atau faktor-faktor penentu; menentukan apa yang akan diatur, diamati, dicatat; menentukan apa yang akan dilaksanakan berupa langkah kerja. Menerapkan Konsep Menggunakan konsep/prinsip yang telah
dipelajari dalam situasi baru; menggunakan konsep/prinsip pada pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Melaksanakan
Percobaan/Penyelidikan
Penilaian proses dan hasil belajar IPA menurut teknik dan cara-cara penilaian yang lebih komprehensif.
Dari beberapa indikator di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keterampilan proses dapat diperoleh dari jenis keterampilan yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Semakin banyak jenis keterampilan yang diamati semakin tinggi kecerdasan peserta didik.
Keterampilan proses perlu dikembangkan dalam pengajaran IPA karena keterampilan proses mempunyai pesan-pesan sebagai berikut :
1) Membantu peserta didik belajar mengambangkan pikiran 2) Memberi kesempatan peserta didik untuk melakukan penemuan
20 3) Menemukan daya ingat
4) Memberikan kesempatan interistik bila peserta didik berhasil melakukan sesuatu
5) Membantu pesrta didik mempelajari konsep-konsep sains. c. Peranan Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran
Peranan keterampilan proses sains dalam kegiatan pembelajaran di dasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
1) Percepatan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, percepatan perubahan IPTEK ini, tidak memungkinkan bagi guru bertindak sebagai satu-satunya orang yang menyalurkan semua fakta dan teori. Untuk mengatasi hal ini perlu pengembangan keterampilan dalam memperoleh dan memproses semua fakta, konsep, dan prinsip pada diri peserta didik.
2) Pengalaman intelektual, emosional, dan fisik dibutuhkan untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal.
3) Penanaman sikap dan nilai untuk mencari kebenaran ilmu pengetahuan.
Dari peranan-peranan keterampilan proses sains tersebut dapat dilihat bahwa sangat berpengaruh pada pembelajaran peserta didik sehingga perlu dikembangkan melalui pengalaman langsung. Dengan pengalaman langsung seorang akan lebih menghayati proses yang sedang berlangsung. Keterampilan proses sains menekankan bagaimana peserta didik belajar, bagaimana mengelola perolehannya, sehingga mudah dipahami dan digunakan dalam kehidupan masyarakat. Mengembangkan keterampilan-keterampilan proses sains perolehan peserta didik akan mampu menemukan dan mengembangkan fakta dan konsep
21 serta menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Keterampilan-keterampilan itu menjadi awal penemuan dan pengembangan fakta dan konsep, serta penumbuhan dan pengembangan sikap dan nilai.
Dengan keterampilan-keterampilan ini peserta didik dapat mempelajari sains sebanyak mereka dapat mempelajari dan ingin mengetahuinya. Penggunaan keterampilan-keterampilan proses ini merupakan suatu proses yang berlangsung selama hidup. Beberapa fakta mengenai pendekatan keterampilan proses sebagai berikut:
1) Pendekatan keterampilan proses memberikan pengertian yang tepat kepada peserta didik tentang hakikat ilmu pengetahuan.
2) Pembelajaran dengan keterampilan proses berarti memberi kesempatan kepada peserta didik bekerja dengan ilmu pengetahuan, tidak sekedar menceritakan atau mendengarkan cerita tentang ilmu pengetahuan.
3) Menggunakan keterampilan proses untuk mengajar, membuat peserta didik belajar proses sekaligus produk ilmu pengetahuan.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari uraian di atas tentang pendekatan keterampilan proses adalah sebagai wahana penemuan dan pengembangan fakta, konsep dan prinsip ilmu pengetahuan bagi peserta didik. Fakta, konsep, dan prinsip ilmu pengetahuan yang telah ditemukan peserta didik berperan dalam menunjang pengembangan keterampilan proses pada diri peserta didik. Interaksi antara pengembangan keterampilan proses dengan fakta, konsep dan prinsip ilmu pengetahuan, pada akhirnya akan mengembangkan sikap dan nilai ilmuan pada diri peserta didik. Dengan demikian, unsur keterampilan proses, ilmu pengetahuan
22 serta nilai dan sikap yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran berbasis pendekatan keterampilan proses saling berinteraksi dan berpengaruh satu sama lain.
d. Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Keterampilan Proses
Berbagai hasil penelitian menyebutkan bahwa pendekatan keterampilan proses memiliki kelebihan diantaranya:
1) Memberikan bekal cara memperoleh pengetahuan
2) Keterampilan proses merupakan hal yang sangat penting untuk pengembangan pengetahuan masa depan.
3) Keterampilan proses bersifat kreatif, peserta didik aktif, dapat meningkatkan keterampilan berfikir dan cara memperoleh pengetahuan.
Sedangkan kekurangan dari pendekatan keterampilan proses ini diantaranya :
1) Memerlukan banyak waktu sehingga sulit untuk dapat emnyelesaikan bahan pengajaran yang ditetapkan dalam kurikulum.
2) Memerlukan fasilitas yang cukup baik dan lengkap sehingga tidak semua sekolah dapat menyediakan.
3) Merumuskan masalah, menyusun hipotesis, merancang suatu percobaan untuk memperoleh data yang relevan adalah pekerjaan sulit, tidak setiap peserta didik mampu melaksanakannya
.
Berdasarkan penjelasan beberapa hal yang telah dijelaskan mengenai pengertian dan beberapa indikator keterampilan proses, maka dapat dikemukakan bahwa keterampilan proses yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:
23 Merumuskan pertanyaan, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengkomunikasikan, dan menarik kesimpulan.