• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori 1. Model Pembelajaran 1.Model Pembelajaran

2. Model Pembelajaran Ikuiri a.Pengertian inkuiri

Model pembelajaran inkuiri merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kurikulum 2013. Dengan model pembelajaran ini maka, peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran. Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta atau terlibat dalam mengajukan pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan oleh Fathurrohman (2015:104). Pendapat Anam (2016:7) secara bahasa, inkuiri berasal dari kata inqury yang merupakan kata dalam bahasa inggris yang berarti, penyelidikan/meminta keterangan; terjemahan bahasa untuk konsep ini adalah “peserta didik diminta untuk mencari dan menemukan sendiri”.

Inkuiri berarti suatu proses untuk memperoleh informasi ilmiah dengan jalan melakukan observasi atau eksperimen untuk mencari jawaban pertanyaan atau pemecahan masalah yang telah dirumuskan dengan menggunakan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis oleh Sadia (2014:130). Sementara menurut Shoimin (2014:85) menyatakan bahwa strategi pembelajaran inkuiri

9 adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa inkuiri adalah suatu model yang menekankan proses pembelajaran lebih aktif kepada peserta didik untuk mencari dan mengumpulkan informasi sendiri.

b. Macam-Macam Inkuiri

Macam-macam inkuiri menurut Nuraisyah (2016:211). 1) Inkuiri Terbimbing

Inkuiri terbimbing yaitu pendekatan inkuiri dimana guru membimbing peserta didik melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan kepada suatu diskusi.

2) Inkuiri Bebas

Inkuiri bebas yaitu peserta didik melakukan penyelidikan bebas sebagaimana seorang ilmuwan, antara lain masalah dirumuskan sendiri, penyelidikan dilakukan sendiri, dan kesimpulan diperoleh sendiri.

3) Inkuiri Bebas Dimodifikasi

Inkuiri bebas dimodifikasi yaitu kolaborasi atau modifikasi dari dua pendekatan inkuiri sebelumnya yaitu inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas. Peserta didik tidak dapat memilih atau menentukan masalah untuk diselidiki secara sendiri, namun peserta didik yang belajar dengan pendekatan ini menerima masalah dari gurunya untuk dipecahkan dan tetap diperoleh bimbingan.

10 c. Inkuiri Terbimbing (Guided inqury)

Inkuiri terbimbing dapat diartikan sebagai salah satu model pembelajaran berbasis inkuiri/penemuan yang menyajikan masalah dan penyelesaian dari masalah ditentukan guru. Model inkuiri terbimbing pada umumnya digunakan bagi peserta didik yang belum memiliki pengalaman berinkuiri atau belum biasa belajar melalui inkuiri. Pada tahap ini peserta didik bekerja (bukan hanya duduk, mendengarkan lalu menulis) untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dikemukakan oleh guru dibawah bimbingan yang intensif. Tugas guru lebih seperti “memancing” peserta didik untuk melakukan sesuatu.

Menurut Fathurrohman (2015:106) menyatakan bahwa inkuiri terbimbing merupakan suatu model pembelajaran inkuiri yang dalam pelaksanaannya guru menyediakan bimbingan atau petunjuk cukup luas kepada peserta didik. Dalam pembelajaran inkuiri terbimbing, guru tidak melepas begitu saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik, dengan kata lain guru harus memberikan pengarahan dan bimbingan kepada peserta didik dalam melakukan kegiatan-kegiatan.

Kusmana (2010:49) menyatakan bahwa pada umumnya model pembelajaran inkuiri ini merupakan hal-hal: pernyataan problem, prinsip atau konsep yang ditemukan, alat/bahan, diskusi pengarahan, kegiatan penemuan oleh peserta didik, proses berpikir kritis dan ilmiah, pertanyaan yang bersifat „open ended‟, dan catatan guru.

11 Inkuiri jenis ini cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran mengenai konsep dan prinsip yang mendasar dalam bidang ilmu tertentu. Ada beberapa karakteristik dari inkuiri terbimbing yang perlu diperhatikan yaitu:

1) Siswa mengembangkan kemampuan berpikir melalui observasi spesifik hingga membuat inferensi atau generalisasi.

2) Sasarannya adalah mempelajari proses mengamati kejadian atau objek kemudian menyusun generalisasi yang sesuai.

3) Guru mengontrol bagian tertentu dari pembelajaran misalnya kejadian, data, materi dan berperan sebagai pemimpin kelas.

4) Tiap-tiap siswa berusaha untuk membangun pola yang bermakna berdasarkan hasil observasi di dalam kelas.

5) Kelas diharapkan berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran. 6) Biasanya sejumlah generalisasi tertentu akan diperoleh dari siswa.

7) Guru memotivasi semua siswa untuk mengomunikasikan hasil generalisasinya sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa dalam kelas oleh Anam (2016:18).

d. Langkah-langkah Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Pada pembelajaran inkuiri terbimbing, guru membimbing peserta didik melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi. Kemudian guru mengemukakan masalah, memberi pengarahan mengenai pemecahan, dan membimbing peserta didik dalam mencatat data. Adapun tahapan/sintaks dari pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) sebagai berikut:

12 Tabel 2.1 Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Indikator Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Perumusan Masalah  Guru membimbing

peserta didik mengidentifikasi masalah.

 Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok.

 Peserta didik mengidentifikasi masalah.

 Peserta didik mencari teman kelompok yang sudah ditetapkan guru.

Membuat Hipotesis  Guru meminta peserta didik untuk

mengajukan jawaban sementara tentang masalah itu.

 Guru membimbing peserta didik dalam menentukan hipotesis.  Peserta didik mengajukan jawaban sementara tentang masalah.  Peserta didik menentukan hipotesis.

Merancang percobaan  Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai

 Peserta didik

menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan.

13 dengan hipotesis yang

akan dilakukan.  Guru membimbing

peserta didik dalam menentukan langkah-langkah percobaan.  Peserta didik menentukan langkah-langkah percobaan. Melakukan percobaan untuk memperoleh data

 Guru membimbing peserta didik mendapatkan data melalui percobaan dan pengamatan lansung.

 Peserta didik

melakukan percobaan dan pengamatan secara lansung.

Mengumpulkan data dan menganalisis data

 Guru memberikan kesempatan kepada tiap kelompok untuk menuliskan percobaan ke dalam sebuah media pembelajaran dan menyampaikan hasil pengelolaan data yang terkumpul.  Peserta didik menuliskan hasil percobaan dan menyampaikan hasil pengelolaan data.

Membuat kesimpulan  Guru membimbing peserta didik dalam

 Peserta didik membuat kesimpulan

14 membuat kesimpulan

berdasarkan data yang telah diperoleh.

berdasarkan data percobaan.

(Diana, 2018:22-24)

e. Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran inkuiri a) Kelebihan

Terdapat beberapa kelebihan/keunggulan yang dapat diambil dari penerapan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran sains seperti yang dikemukakan oleh Sadia (2014: 65-67) yaitu:

1. Proses pembelajaran menjadi student centerend (berpusat pada peserta didik). Salah satu prinsip psikologi belajar mengatakan bahwa semakin besar keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, maka makin besar baginya untuk mengalami proses belajar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas hasil belajar, peserta didik hendaknya diberi kesempatan yang lebih banyak untuk terlibat secara fisik dan mental dalam proses pembelajaran. Melalui model pembelajaran inkuiri para peserta didik akan terlibat secara aktif baik fisik maupun mental dalam proses pembelajaran, sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran.

2. Membangun self consept (konsep diri).

Proses pembelajaran melalui kegiatan inkuiri dapat membangun dan mengembangkan konsep diri peserta didik. Setiap peserta didik memiliki konsep diri, jika konsep diri peserta didik bagus maka secara psikologis peserta

15 didik merasa aman, terbuka terhadap pengalaman baru, dan memiliki keyakinan yang kuat akan potensi dirinya.

3. Tingkat expectancy (pengharapan) bertambah.

Bagian dari konsep diri adalah tingkat harapan, yakni peserta didik memiliki ide tertentu tentang bagaimana ia dapat menyelesaikan suatu tugas dengan cara sendiri. Melalui berbagai kegiatan inkuiri peserta didik memperoleh pengalaman-pengalaman sukses dalam menggunakan bakat-bakatnya untuk menyelidiki atau memecahkan masalah-masalah dengan caranya sendiri, tanpa bantuan orang lain.

4. Model pembelajaran inkuiri dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.

Melalui model pembelajaran inkuiri, peserta didik memperoleh kesempatan yang lebih banyak untuk terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga makin besar kemungkinannya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan intelektual secara individu. Bila peserta didik bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah melalui penyeledikan, maka mereka akan terlibat secara aktif dalam mengembangkan bakat seperti merencanakan percobaan, mengorganisasikan, berkomunikasi, bakat kreatif dan bakat akademik.

5. Model pembelajaran inkuiri menghindarkan peserta didik dari cara belajar menghafal.

b) Kelemahan

Disamping keunggulan-keunggulan tersebut, inkuiri juga memiliki kelemahan sebagai berikut:

16 1. Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan peserta didik terutama dalam kelas

besar.

2. Sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar.

3. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.

4. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan peserta didik dalam menguasai mata pelajaran, maka inkuiri akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.

3. Keterampilan Proses Sains