Keterangan: SR = Survival Rate/ Sintasan (%)
No = Jumlah ikan pada awal pemeliharaan (ekor) Nt = Jumlah ikan yang hidup pada waktu ke-t (ekor)
Berat Tubuh, Panjang Tubuh, dan Lebar Tubuh
Pertumbuhan ikan dilihat dengan mengukur pertambahan panjang tubuh memakai jangka sorong dari ujung mulut sampai pangkal ekor. Pertambahan berat dilakukan dengan menimbang ikan, sedangkan untuk mengukur tinggi tubuh dilakukan dengan mengukur vertikal mulai pangkal jari pertama sirip punggung hingga pangkal jari-jari pertama sirip perut, memakai jangka sorong. Pengukuran dan penimbangan dilakukan setiap 7 hari selama 10 minggu.
Laju Pertumbuhan Spesifik / Specific Growth Rate (SGR)
Laju pertumbuhan spesifik ikan dihitung mengikuti rumus yang digunakan oleh Mundheim, Aksnes, dan Hope (2004) yaitu:
Keterangan: SGR = Laju pertumbuhan spesifik (%)
Wo = Rata-rata bobot individu pada hari ke- 0 (g) Wt = Rata-rata bobot individu pada hari ke- t (g) t = Lama pemeliharaan (hari)
39
Parameter Ikan Sakit
Menurut Supian (2010) dan Widagdo (2012), ciri – ciri ikan yang sakit dapat dilihat dari perilaku ikan tersebut, misalnya ikan
kehilangan nafsu makan dan diikuti dengan mengelupasnya sisik pada tubuh ikan. Lalu ikan sering menggosok – gosokkan tubuhnya ke benda – benda sekitarnya seperti batu atau pasir. Kemudian gerakan pada ikan sakit tidak terkendali dan cenderung suka menabrakkan tubuhnya kebenda – benda yang ada disekitarnya. ikan sering kali mengambil udara ke permukaan dan bahkan ikan sering terlihat berbaring dengan insang terbuka, ikan terlihat pasif dengan selalu berdiam diri di dasar perairan, terjadinya perubahan warna di tubuh ikan saat ikan sakit menjadi lebih pucat dan lebih licin akibat produksi lendir yang berlebihan. Data yang diperoleh dari parameter ikan sakit disajikan secara deskriptif
10. Analisis Data
Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data (panjang, lebar dan berat tubuh) penelitian dianalisis ragam pada α = 5%, jika ada perbedaan antar perlakuan akan dilanjutkan dengan uji Tukey pada selang kepercayaan 95% melalui program SPSS 21 I BM. Untuk data laju pertumbuhan spesifik, parameter ikan sakit dan kelulushidupan disajikan secara deskriptif.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa, Pemberian senyawa inositol efektif meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh pada ikan gurame.
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh penambahan senyawa inositol terhadap pertumbuhan dan daya tahan tubuh dengan harapan dapatkan ditemukan konsentrasi inositol yang tepat sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi ikan, ukuran ikan dan umur ikan.
DAFTAR PUSTAKA
Agus. S., H. S. Ria., dan Suparmono. 2013. Jurnal – Peningkatan Imunogenitas Vaksin Inaktif Aeromonas salmonicida Dengan Penambahan Adjuvant Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio). Bandar Lampung. Fakultas Pertanian Jurusan Budidaya Perairan Universitas Lampung.
Alifuddin, M. 1989. Etude de l'activite cytotoxique naturelle et la transformation lymphoblastique chez la carpe miroir (Cyprinus carpio) sous l'influence de Mn2+, Prothymosine, Arg. vassopresin et de PHA. Rapport de Stage. Lab. de Physiologie Animale. Fac. de Sciences Univ. de Limoges. 32 pp.
Alifuddin, M. 2002. Jurnal – Imunostimulasi Pada Hewan Akuatik. Bogor. Institut Pertanian Bogor.
Anderson, D.P., W.B. van Muiswinkel & B.S. Roberson. 1984. Effects of chemically induced immune modulation on infectious diseases of fish, p: 187-211. In M. Kende, J. Gainer & M. Chirigos (Eds.), Chemical Regulation of Immunity in Veterinary Medicine. Alan R. Liss. Inc., New York.
Anderson, D.P. 1992. Immunostimulant, Adjuvant And Vaccine Carrier in Fish: Applications to aquaculture. Annual Review of Fish Diseases, 21: 281-307. Anonim. 2012. Jenis Pakan Untuk Ikan Gurami.
http://budidaya-ikan.com/jenis-pakan-untuk-ikan-gurami/ diakses pada tanggal 19 Februari 2014 pukul 20.00 WIB.
Anonim. 2013. Inositol. http://en.wikipedia.org/wiki/Inositol diakses pada tanggal 19 Februari 2014 pukul 20.00 WIB.
Ardiwinata, RO. 1981. Pemeliharaan Gurame. Bandung. Sumur Bandung Aswanto, E. 2012. Myxobolus.
http://sambilan-harianku.blogspot.com/2012/11/myxobolus.html. diakses pada tanggal 2 Februari 2015 pukul 21.38 WIB.
Bambang. A. M. 2001. Pedoman Meramu Pakan Ikan. Yogyakarta. Kanisius Corbel, M.J. 1975. The immune response in fish: A review. J. Fish Biol., 7: 539-563.
Ellis. A. E. (Ed). 1988. Fish Vaccination. San Diego. Academic Press. Effendie, M. I. 1997. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama.
Yogyakarta. 163 hlm
Fiqrie, M. R. 2008. Skripsi – Potensi Antibakteri Ekstrak Daun Pepaya Pada Ikan Gurami Yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila. Bogor. Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.
Firdaus. 2004. Pengaruh Vitamin C Dalam Percobaan Imunoprofilaksi Terhadap Infeksi Bakteri Streptococcusiniae pada Ikan Nila (Oreocromis niloticus linne). Bogor. Program Studi Teknologi dan Managemen Akuakulttur. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Intitut Pertanian Bogor.
Gusrina. 2008. Budidaya Ikan Jilid 2. Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional.
Hamid, A. 2001. Biokimia :Metabolisme Biomolekul. Manokwari. Alfabeta. Indah P. P. R. h. 2013. Skripsi –Penambahan Suplemen Inositol Pada Pakan
Komersial Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) Dalam Skala Laboratorium. Bandar Lampung. Universitas Lampung.
Kuksis, A dan S. Mookerjea. 1991. Kolin Vitamin. In robert E. Olson (Eds), Jilid II. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Malik, I. 2011. Sistem Pertahanan Tubuh Pada Ikan. http://bontocina-kaizen. blogspot. com. diakses pada tanggal 28 januari 2013 pukul 20.00 WIB. Mundheim,H., A. Aksnes, dan B. Hope. 2004. Growth, feed efficiency and
digestibility in salmon (Salmo salar L.) fed different dietary proportions of vegetable protein sources in combination with two fish meal qualities. Aquaculture 237: 315-331.
NOWFoods. 2012. Inositol Powder Vegetarian – 8 oz.
http://now.foods.com/Inositol-Powder-8oz.htm diakses pada 19 Maret 2014 pukul 20.40 WIB.
Putri, A. N. 2014. Skripsi – Pemberian Inositol Terhadap Peningkatan
Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy Lac.). Bandar Lampung. Universitas Lampung.
Rahman, B. P. 2010. Immunomodulator. http://dokterbagus.com. Diakses Pada tanggal 18 Februari 2014 pukul 20.00 WIB.
Ridwan. A dan M. T. Usman. 2000. Fisiologi Hewan Air. Kepulauan Riau. Universitas Riau Press.
99 Risky, M. H, T Julius, dan B Prasetya W. 2011. Usaha Pembenihan Gurami.
Bogor. Penebar Swadaya.
Rusito, E. 2013. Kiat Picu Produksi Gurami & Nila Agar Panen Semakin Melimpah. Yogyakarta. Pustaka Baru Press.
Sitanggang M, dan B Sarwono. 2006. Budi Daya Gurami. Jakarta. Penebar Swadaya.
Supian, E. 2010. Penanggulangan Hama & Penyakit pada ikan. Yogyakarta. Pustaka Baru Press.
Supriyadi H. 2003. Vaksinasi Untuk Mencegah Penyakit Bakterial Pada Ikan. Jakarta. Buletin Warta Mina 9. Hlm 34.
Tacon, A. G. J. 1991. The Nutrition And Feeding of Farmed Fish And Shrimp a Training Manual. FAO. Brazil.