4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.8 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian retrospektif, sehingga terdapat beberapa keterbatasan sebagai berikut:
a. Dalam meneliti efek dosis terhadap retensi, tidak dicermati pengaruh tingkat keparahan ketergantungan dan pelayanan psikososial terhadap retensi . Analisis dilakukan pada data keluhan gejala putus obat atau efek samping pasien yang terbatas pada jenis keluhan tanpa dilengkapi dengan tingkat keparahan sehingga tidak terukur kecenderungan perbaikan atau perburukan kondisi pasien. Selain itu, keluhan yang terkait dengan masalah psikis sering kali tidak tercatat atau ditemukan. b. Analisis data interaksi obat terbatas hanya pada obat yang tercatat pada
rekam medis, belum terdapat data terintegrasi dan kemungkinan terjadi penggunaan obat lain yang tidak terdata.
c. Data hasil pemeriksaan fungsi hati pasien terapi rumatan metadon tidak terkumpul dan tidak dilakukan secara periodik, sehingga tidak dapat dilakukan analisis terhadap pengaruh pemberian berbagai kisaran dosis metadon terhadap fungsi hati.
d. Data yang terkumpul pada pasen yang mengalami multiepisode masih sangat terbatas, perlu dilakukan penelitian yang melibatkan lebih banyak
pasien serta mengeksplorasi kaitan antara motivasi serta kepuasan pasien terhadap retensi terapi.
Walaupun demikian, penelitian mengenai hubungan dosis metadon dan retensi belum dilakukan di RS Ketergantungan Obat dan RS Fatmawati, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pelaksanan terapi dimasa depan serta perkembangan ilmu dan pengetahuan.
BAB 5 KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah:
a. Dosis awal rata-rata = 24,61 mg (kisaran 20-40 mg); dosis 2 minggu terapi rata-rata = 47,26 mg (kisaran 15-80 mg), dosis rumatan terkecil rata= 57,82 mg (kisaran 15-115 mg), dosis rumatan terbesar rata-rata = 78,45 mg (kisaran 25-210 mg), dosis rumatan rata-rata-rata-rata= 68,38 mg (kisaran 22,5-165 mg).
b. Nilai retensi 1 tahun atau lebih = 46,8% .
c. Dosis rumatan terbesar menujukkan hubungan bermakna (P= 0,000). Dosis awal, dosis 2 minggu, dosis rumatan terkecil, dosis rumatan rata-rata menunjukkan hasil tidak bermakna, (P = 0,221; P= 0,774; P = 0,895; P= 0,103).
d. Usia, riwayat terapi, riwayat dosis terlewat, dan interaksi obat tidak mempengaruhi retensi
e. Hubungan dosis dan retensi pada pasien yang mengalami multiepisode: tidak terdapat hubungan antara dosis dan retensi baik pada episode pertama maupun pada episode kedua
5.2 Saran
Berikut adalah beberapa saran untuk penelitian terkait dosis metadon dan terapi rumatan metadon dimasa yang akan datang:
a. Penelitian prospektif mengenai hubungan dosis metadon dan retensi dengan mempertimbangkan tingkat keparahan gejala putus obat menggunakan skala putus opiat dan intensitas craving dan pelayanan psikososial.
b. Penelitian prospektif mengenai dosis metadon yang diberikan dikaitkan dengan efek interaksi obat terhadap efektifitas terapi dan kejadian efek samping.
c. Penelitian prospektif yang mengamati pengaruh pemberian bermacam kisaran dosis metadon jangka panjang termasuk efek tehadap fungsi hati. d. Penelitian mengenai terapi rumatan metadon yang mengalami
multiepisode yang melibatkan lebih banyak pasien serta mengeksplorasi kaitan antara motivasi serta kepuasan pasien terhadap retensi terapi. e. Penelitian terhadap hubungan dosis dengan keluhan yang menggunakan
skala yang terukur sehingga dapat diketahui kecukupan besaran dosis yang diberikan untuk mengurangi keluhan pada berbagai periode waktu. f. Farmasis lebih berperan dalam pemberian konsultasi kepada pasien
maupun petugas kesehatan lain terkait untuk mencegah timbulnya persoalan terkait pengunaan metadon.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Gowing, L., Ali, R. & White, J. 2000, ‘The Management of Opioid Withdrawal’, Drug and Alcohol Review, vol. 19, pp. 309–318. In Treatnet Modul C: Modul 2- Leaders Guide .
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)- USAID, 2007, Managing Opioid Dependence: Treatment and Care for HIV Positive Injecting Drug Users, Jakarta: ASEAN Secretariat.
Baxter, K., ed., Stockley’s Drug Interactions, Eight Edition, London: Pharmaceutical Press, 2008.
B.J. Collett, Opioid tolerance: the Clinical Perspective, British Journal of Anaesthesia 1998; 81:58-68.
Badan Narkotika Nasional (31 Januari 2010) 3,6 Juta Warga Indonesia Gunakan Narkoba,. (7 Desember 2009). Http://www.BNN.go.id./ Barnett PG, Hui The cost-effectiveness of methadone maintenance, Mt.
Sinai J Med, 2000- Oct Nov;67,5-6, 365-74)
Bell, James, Tracy Burell, Devan Indig, Stuart Gilmour, Cycling In and Out Treatment; Participation Methadone Treatmentin NSW, 1990-2002. Drug and Alcohol Dependence, 81 (2006) 55-61.
Birkitt, DJ, Discussion Paper : Drug Interactions with Methadone: Pharmacokinetics, Proceedings of expert workshop on the induction and stabilization of Patients on methadone.
www.australiansplantauthorithy.gov.au.
Booth RE. Karen F Corsi, Susan K. M , Factors Associated with Methadone Meintenance Treatment Retention among Street-Recruited Injection Drug Users, Drug and Alcohol Dependence 74 (2004) 177-185.
Brady et al., Methadone Maintenance Dose and Rate of Induction. Abstract. J. Addiction Disease, 24(3) 2005.
Brown R.T. and Megan Zueldorff, Opioid Substitution with Metadone and Buprenorphine: Sexsual Disfunction as a Side Effect of Therapy, Heroin Addict Relat Clin Probl 2007; 9(1):35-
44.
Cacciola, J.S et al, Treatment outcomes: First time versus treatment – experienced clients, Journal of Substance Abuse Treatment 28 (2005) S13-S22.
Caplehorn J, Bell J, Methadone Maintenance Treatment, Britain has been overcommitted to pshychological theories of drug dependence, British Medical Journal, 310, 463, 1995.
Collet B.J., Opiod tolerance: the clinical perspective, British Journal of Anaesthesia 1998; 81:58-68.
Corkerey, J.M. et al, The effects of methadone and its role in fatalities,(2004) Hum. Psycopharmacol Clin Exp 2004; 19;565-576.
Crettol, Severine., Chin, B. Eap., 2007, Pharmacokinetic and Pharmacogenetic Factors Influencing Methadone Plasma Levels, Heroin Addict Rela, Clin Probl 2007;9(2):39-46.
Dickinson, G.L., et. al. (2006). A six-year evaluation of methadone prescribing practices at a substance misuse treatment centre in the UK, Journal of Clinical Pharmacy and Theraupetics (2006) 31, 477 – 484. D’Ippoliti Daniela, Marina Davoli, Carlo A Ferucci, Fulvia Pasqualini, Anna
Maria Bargagli, Retention in Treatment of Heroin Users in Italy; the Role of Treatment type and of methadone maintenance dosage, Drug and Alcohol Dependence 52 (1998) 167-171.
Day. R., 1999, Drug Interactions-Definitions and Clinical Perspective, Proceedings of expert workshop on the induction and stabilization of Patients on methadone. www.australiansplantauthorithy.gov.au.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2007). Modul dan Kurikulum Pelatihan Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM). Jakarta.
Departemen Kesehatan. (2006). Pedoman Program Terapi Rumatan Metadon, Lampiran Kepmenkes No. 499/Menkes/SK/VII/ 2006 tanggal 17 Juli 2006.
Departemen Kesehatan. (4 januari 2010). Jumlah Kumulatif AIDS di Indonesia 18.442 Kasus (14 Desember 2009). Http://www. Depkes,go.id/.
Dolan, Kate A et al, Four-year follow-up of imprisoned male heroin users and methadone treatment: mortality, re-incarceration and hepatitis C infection, Addiction, volume 100 Issue 6, pages 820-828, 2005.
Donny E.C., Walsh, S.L., Bigelow,G.E. & Eissenberg T & Stitzer (2002), High Dose Methadone Produse Superior opioid blockade and comparable withdrawal suppression to lower doses ini opioid dependent humans,Abstract. Psichopharmacology (Berl), 161. 201 – 212.
Donny, E.C., et al, Methadone doses of 100 mg or greater are more effective than lower doses at suppressing heroin self administration in opioid- dependent volunteers, Addiciton, 100 1496 – 1509, 2005
Eap, Chin.B., Thierry Buclin, Pierrre Baumann, Interindividual Variability of the Clinical Pharmacokinetics of Methadone, Clin. Pharmacokinet. 41 (14), 1153-1195, 2002.
E. Lin et al., Correlates of Methadone Client Retention: A Prospective Cohort Study in Guazhou Province China, International Journal of Drug Policy 20 (2009) 304-308.
Edwards, SH. et al. Clinical Guidelines and Procedures for the use of Methadone in the Maintenance Treatment of Opioid Dependence, Australian Government Department of Health and Ageing. Canberra: 2003.
Ferrari A., Ciro Pio Rosario, Alfio Bertolini, Emilio Sternieri, 2004, Methadone – metabolism, pharmacokinetics and interactions, Pharmacological Research 50 (2004) 551-559.
Giacomuzzi S.M., A. Khreis, Y. Riemer, K. Garber and M.Ertl, Buphrenorphine and Methadone Maintenance Treatment – Sexual Behaviour and Dysfunction Prevalence, 2009, Letters in Drug Design & Discovery, 2009, 6, 13
Goldsimth, D.S., et al, Methadone Folkware: Beliefs about Side Effects and Their Impact on Treatment, Human organization, Vol. 43, No. 4, 1984. Goldstein A and James Herera, Heroin addicts and methadone treatment in
Albuquerque: a 22-year follow up, Drug and Alcohol Dependence, Vol. 40, Issue 2, December 1995, 139-150.
Goldstein, Avram, (20 Februari 2010), Neurobiology of Heroin Addiction and of Methadone Tratment, (10/23/2000). http://www.aatod.org/1998-3.html
Hanna J. et al, Within – and between- subject variability in methadone pharmacokinetics and pharmacodynamics in methadone maintenance subjects, Br.J.Clin. Pharmacol. 60:4, 404-413. 2005.
Hansten, Philip D., John T. Horn, Drug Interactions: Analysis and Management, Fact and Comparisons, 2000.
Henry-Edwards, Sue., et al., Clinical Guidelines and Procedures for the Use of Methadone in the Maintenance Treatment of Opioid Dependence, in Pharmacotherapies for The Treatment of Opioid Dependence, Mattick, Richard P., ed., New York: Informa Healrhcara, 2009.
International Centre for Advancement of Adriction Treatment. 2009. Methadone Treatment: Pharmacological Rationale, Use in Detoxification, and Methadone Maintenance, www.opiateaddictionrx.info/
J.A. Trafton, Jared Minkel, Keith Humphreys, Determining Effective Methadone Doses for Individual Opioid-Dependent Patients, Plos Medicine, March 2006, Vol 3, Issue.
Jeff Ward et al Methadone Maintenance Treatment and Other Opioid Replacement Therapies. Amsterdam, Harwood Academic Publishers, 1998, p.214.
Jenkins, AJ and Edward J. Cone, (1998). Pharmacokinetics: Drug Absorbstion, Distribution, and Elimination. Karch, S.B and William Meil, ed. .In Drug Abused Hand Book, Florida: CRC Press LLC.
Joseph, Herman, Sharon Stancliff, John Langford. (2000). Methadone Maintenance Treatment (MMT): A Review of Historitical dan Clinical Issues. The Mount Sinai Journal of Medicine Vol 67 Nos. 5 & 6 October/November 2000.
Kasper, Dennis L., et. al., Harrison’s Manual of Medicine, 16th ed., New York, McGraw-Hill, 2005.
Katzung, Betram G., Basic & Clinical Pharmacology, 10th Ed. New York, McGraw-Hill Medical, 2007.
Kosten, Thomas R. and P. George, The Neurobiology of Opiod Dependence : Implication for Treatment, Research Reviews -The Neurobiology of Opioid Dependence, 2002.
Liu, Enwu., et al, 2009, Correlates of methadone client retention : A prospective cohort study in Guizhou province, China., International Journal of Drug Policy 20 (2009) 304 – 308.
Luscher, Christian, 2007, Drug of Abuse. In Basic & Clinical Pharmacology, 10th ed., Katzung BG. Ed., New York: McGraw-Hill Company, 2007. Magura S, Nwakeze PC., Demsky SY., Pre-and in-treatment predictors of
retention in methadone treatment , Addiction Vol 93 No. 1 51-60., 1998
Marsch LA, The Efficacy of methadone maintenance interventions in reducing illicit opiate use, HIV risk behaviors and criminality; a meta analysis, Addiction, 1988 Apr;93(4):512-32.
Methadone Maintenance Guidelines, 2005.
Miguel del rio, Annie Mino, Thomas V Perneger, 1997, Predictors of patient retention in a new established methadone maintenance treatment programme, Addiction (1997) 92 (10), 1353-1360.
National Treatment Agency for Substance Misuse (2005). Methadone Dose and Methadone Maintenance treatment.
National Treatment Agency for Substance Misuse, (2005). Retaining Clients in Drug treatment. London.
Nosyk B., et. al. 1999, Proportional Hazards Frailty Models for Recruitment Methadone Maintenance Treatment, Abstract. American Jour of Epid 2009 170(6):783-792
Novick et al, 1990, Absence of antibody to human immunodeficiency virus in long-term, socially rehabilitated methadone maintenance patients, Arch Intern Med. 1990 Jan;150(1):97-9
NSW Health Department, 1999. NSW Methadone Maintenance Treatment Clinical Practice Guidelines.
O’Brien Charles, P, 2006 , Drug Addiction and Drug Abuse, In Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basic of Therapeutic , 11th , 2006
Ottomanelli G., Methadone Patients and Alcohol Abuse, J of Substance Abuse Treatment, Vol 16, Issue 2, 113-121
Oviedo-Jokes, Eugenia, et al., Deacetylmorphine versus Methadone for the Treatment of Opioid Addiction, N Eng J Med 361:8, 2009
Payte, Thomas J., Methadone Treatment. Safe Induction Techniques. Heroin Add & Rel Clin Probl 2003; 6 (1): 35-42.
Peles E, Shaul Schreiber, Miriam Abelson, Factors Predicting Retention in Treatment: 10-year experience of a methadone maintenance rtreatment (MMT) clinic in Israel, Drug and Alcohol Dependence 82 (2006) 211-217.
Preston KL, Umbricht A, Epstein DH. Methadone Dose increase and abstinence reinforcement for treatment heroin use during methadone maintenance, Arch Gen Psychiat 2000; 57:395-404.
Saxon et al., Pre-treatment characteristic program philosophy and level of ancillary services as predictors of methadone maintenance treatment outcome. Abstract. Addiction 91,1197 – 1209.
Stephen J, Heishman, ed., 1998. Pharmacodynamics, In . In Drug Abused Hand Book, Florida: CRC Press LLC.
Strike C.J., William Gnam, Karen Urbanoski, Benedikt Fischer, David C. Marsch, Margaret Millson. Factors Predicting 2-year Retention in Methadone Maintenance Treatment for Opioid Dependence. Addictive Behaviors 30 (2005) 1025 – 1028.
The College of Phycisians and Surgeon of Ontaria, (2005). Methadone Maintenance Guidelines, Ontario.
Toombs, JD, (March 12 2008). Oral Methadone Dosing for Chronic Pain, htpp:/pain-topics.org/pdf/.(17 Feb 2010).
Trafton, Jodie A., Jared Minkel, Keith Humphreys, 2006, Determining Effective Methadone Doses for individual Opioid-Dependent Patients, Plos Medicine, Vol.3 Issue 3.
United Nations Office on Drugs and Crime. (2008). Principles of Drug Dependence Treatment.
United Nations Office on Drugs and Crime. (2009). World Drug Report, Viena, DC: Author
Vendramin, Andrea., Anella M. Sciacchitano, Pharmacology and Neurochemistry of Methadone, Heroin Addict Relat Clin Probl 2009, 11(3) : 11-28.
Villafranca S.W., John D. McKellar, Jodie A. Trafton, Keith Humphreys. Predictors of Retention in Methadone Programs: A Signal Detection Analysis. Drug and Alcohol Dependence 83 (2006) 218 -224.
White, Jason M, (1999). Drug Interactions with Methadone: Pharmacodynamics. In Proceedings of Expert Workshop on the Induction and Srabilisation of Patients onto Methadone. http://www.australianplanauthorithy.gov/au/. 10 Januari 2010.
Wodak, Alex, (2001). Drug Treatment for Opioid Dependence, Australian Prescriber, Vo. 24 No.1 2002.
World Health Organization. (2004). WHO/UNODC/UNAIDS position paper : Substitution maintenance therapy in the management of opioid dependence and HIV/AIDS prevention.
World Health Organization. (2009). Guidelines for Psychosocially Assisted Pharmacological Treatment of Opioid Dependence. Geneva: DC: Author
World Health Organozation (2008), Operational Guideline for the Management of Opioid Dependence in South East Asia Region. New Delhi, DC: Author.
Yi-jung Li et al, Electroacupuncture Treatment Normalized Sleep Disturbanced on Morphin withdrawal Rats (6 Juli 2010), Oxford University Press. http://ecam.oxfordjournals.org./cgi/content/full
Zevin Shoshana and Benowitz Neal L (1998), In Drug Abused Hand Book, Florida: CRC Press LLC.
Lampiran 1
Pengolahan Data
Penyusunan Hasil Penelitian
Pencatatan nomer rekam medis dan nama pasien ketergantungan opioid yang mendapat terapi rumatan metadon di RS. Ketergantungan Obat dan RS. Fatmawati Jakarta pada bulan
Januari hingga Maret 2010 dan memenuhi kriteria inklusi
Pengumpulan rekam medis di Instalasi Rawat Jalan Metadon
Pencatatan data sampel pada lembar pengumpul data
Validasi data Alur Penelitian
Lampiran 2 LEMBAR PENGUMPUL DATA
Nama
Pasien No. RM Entry date Sex Usia Pendidikan Pekerjaan Alamat Status pernikahan Riwayat Penyalahgunaan Obat Riwayat Hukum N A C O B A K H I Riwayat Terapi Status terapi Obat bersama an Retensi Dosis awal Dosis 2 minggu Dosis rumatan terkecil Dosis rumatan terbesar Dosis rumatan terbesar Keluhan
NO NAME Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agustus Sept Okt Nov Des
Lampiran 3
Rekapitulasi Data Pasien Rumatan Metadon
RSKO Jakarta (2007-2008) RS. Fatmawati (2006-2008) Total
Total jumlah pasien 197 (100) 407 (100) 604 (100)
Pindahan /Rujukan 23 62 85 (14)
ARV 34 41 75 (12.4)
Episode 1tidak sampai rumatan 87 126 213 (35.26)
Lampiran 4 Frekuensi Distribusi Dosis Awal Metadon
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent 20.00 80 34.6 34.6 34.6 25.00 95 41.1 41.1 75.8 30.00 52 22.5 22.5 98.3 35.00 2 .9 .9 99.1 40.00 2 .9 .9 100.0 Valid Total 231 100.0 100.0
Lampiran 5
Frekuensi Distribusi Dosis Metadon 2 Minggu Terapi
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent 15.00 1 .4 .4 .4 20.00 1 .4 .4 .9 22.50 1 .4 .4 1.3 25.00 7 3.0 3.0 4.3 27.50 1 .4 .4 4.8 30.00 13 5.6 5.6 10.4 35.00 23 10.0 10.0 20.3 40.00 36 15.6 15.6 35.9 45.00 34 14.7 14.7 50.6 47.50 2 .9 .9 51.5 50.00 47 20.3 20.3 71.9 55.00 18 7.8 7.8 79.7 57.50 1 .4 .4 80.1 60.00 19 8.2 8.2 88.3 65.00 16 6.9 6.9 95.2 70.00 5 2.2 2.2 97.4 75.00 2 .9 .9 98.3 80.00 4 1.7 1.7 100.0 Valid Total 231 100.0 100.0
Lampiran 6
Frekuensi Interaksi Obat
No Nama Obat Frekeuensi kejadian 1 Siprofloksasin 13 2 Flukonazol 4 3 Deksametason 3 4 Nitrazepam 1 5 Subutex 3 6 Dektromethrofan 1 7 Tramadol 7 8 Ketokonazol 2 9 Alprazolam 11 10 Alcohol 9 11 Clozapin 4 12 Codein 2 13 Bromazepam 1 14 Fluoksetin 1 15 Eritromisin 1 16 Salbutamol 2 17 Estazolam 4 18 Rifampisin 6 19 Simetidin 1 20 Klaritin 1 21 Klobazam 2 22 Cannabis 3
Lampiran 7 Interaksi Obat Pada Terapi Rumatan Metadonab
Obat yang berinteraksi
Efek yang timbul Mekanisme Rekomendasi
Ketokonazol Konsentrasi metadon meningkat Penghambatan kuat CYP3A4 Monitor timbulnya efek berlebihan
(misalnya depresi pernafasan).
Flukonazol Bioavailabilitas metadon meningkat
(AUC + 35%; bersihan berkurang 24%).
. Flukonazol bekerja menghambat isoenzim CYP3A4 dan CYP2C9 sehingga bersihan metadon berkurang c
Monitor timbulnya efek berlebihan (misalnya depresi pernafasan).
Obat anti jamur yang tidak menghambat CYP3A4 (misalnya terbinafin) sebaiknya dipertimbangkan untuk pasien yang menerima metadon.
Eritromisin Konsentrasi metadon meningkat
Perpanjangan interval QT dapat menyebabkan aritmia
Penghambatan CYP3A4
Efek aditif perpanjangan interval QT metadon dan klozapin
Monitor timbulnya efek berlebihan (misalnya depresi pernafasan).
Deksametason Konsentrasi metadon menurun Menginduksi CYP3A4 Monitor timbulnya efek berlebihan
(misalnya depresi pernafasan).
Diazepam Konsentrasi metadon meningkat Substrat CYP3A4 Monitor timbulnya efek berlebihan
(misalnya depresi pernafasan).
Klozapin Konsentrasi metadon meningkat
Perpanjangan interval QT dapat menyebabkan aritmia
Substrat CYP3A4 dan CYP2D2
Efek aditif perpanjangan interval QT metadon dan klozapin
Monitor timbulnya efek berlebihan (misalnya depresi pernafasan).
Tramadol Konsentrasi metadon meningkat Substrat CYP3A4 dan CYP2D7 Monitor timbulnya efek berlebihan
(misalnya depresi pernafasan). Alprazolam
(benzodiazepine)
Toksisitas alprazolam meningkat Interaksi potensial, menekan SSP , menurunkan metabolisme alprazolam
Hindari penggunaan bersamaan
Siprofloksasin Konsentrasi metadon meningkat Penghambatan CYP3A4 dan CYP1A2 Monitor timbulnya efek berlebihan
(misalnya depresi pernafasan).
Tramadol Konsentrasi metadon menurun Dapat menggeser metadon pada reseptor µ-
opioid sehingga dapat terjadi putus obat Hindari penggunaan bersamaan
fraksi bebas metadon seksama, dan jika diperlukan penyesuaian dosis metadon dialkukan berdasarkan tanda klinik
Fluoksamin Konsentrasi metadon meningkat (+20 -
40%) Fluoksamin menghambat CYP1A2, CYP2C19 dan CYP3A4; metadon dapat dimetabolisme oleh lebih dari 1 enzim tersebut.
Monitor timbulnya efek berlebihan (misalnya depresi pernafasan).
Domperidon Perpanjangan interval QT Diberikan secara hati-hati, khususnya untuk
pasien risiko tinggi Ranitidin
Simetidin Timbul toksisitas narkotik Penurunan metabolisme Hindari penggunaan secara bersamaan pada pasien dialysis dan gunakan hari-hati pada kondisi lain.
Dekstromethrophan Toksisitas dekstramethropan oleh metadon; dektramethropa menginduksi delirium
n Metadon menghambat CYP2D6 Hindari penggunaan bersamaan
Bromazepam Menimbulkan toksisitas bromazepam Metadon menghambat metabolisme Hindari penggunaan bersamaan
Sumber: Ferrari et al/ Pharmacological Research 50 (2004) 551-559, catt: telah diolah kembali
Berdasarkan literatur:
a Ferrari, Anna, Coccia CPR., Bertolini, A., Sternieri, E., Methadone- metabolism, pharmacokinetics and interaction, Pharmacological Research 50 (2004) 551-559
b Philip D. Hansten and John T. Horn. Drug Inteactions : Analysis and Management, 2000
c Vendramin A, Anellla M. Sciacchitano, Pharmacology and Neurochemistry of Methadone, Heroin Addict Relat Clin Probl 2009;11(3): 11-28
Lampiran 8 Profil Metadon MEKANISME KERJA / PENGGUNAAN FARMAKOKINETIKA/
FARMAKODINAMIK ADR/MONITORING INTERAKSI
• Berikatan dengan reseptor opiate di SSP, menyebabkan hambatan pada penghantaran rasa sakit, mengubah persepsi dan respon rasa sakit; menyebabkan depresi SSP d. • Manajemen ketergantungan opioid . • Digunakan juga untuk mengatasi rasa sakit sedang hingga paraha.
• Mulai kerja: Oral analgesic : 0,5 – 1 jam, efek puncak: penggunaan oral kontinyu 3- 5 hari.
• Durasi kerja: 4-8 jam, meningkar 22-48 jam pada pemberian ulang
• Distribusi: V dis 1-8 L/kg • Ikatan protein 85% - 90%
• Metabolisme: hepatik ; N demetilasi terutama melalui CYP3A4, CYP2B6, dan CYP2C19 menjadi metabolit tidak aktif. • Bioavailabilitas: 36%-100%
• Waktu paruh eliminasi: 8-59 jam; dapat lebih lama padapH alkalin, menurun selama kehamilan
• Waktu mencapai kadar puncak 1-7,5 jam • Ekskresi: urin (< 10% dalam bentuk tidak
berubah); meningkat pada pH > 6 • Pada ClCr < 10 ml/menit: berikan 50%
hingga 75% dari dosis normal
• Pada kerusakan hepatic: hindari penggunaan pada penyakit liver yang parahd
• Memiliki efek lebih lama dibandingkan morfin dan cepat terakumulasi pada pemberian berulang.
• Memiliki efek depresan pernafasan yang lebih besar dibandingkan morfin, walaupun efek sedatif lebih rendah, pada pemberian berulang dapat menyebabakan tanda sedasi.
• Perpanjangan QT dan torsade de pointes dilaporkan jarang terjadi, khususnya pada dosis diatas 100 mg,
• Udem paru pada overdosis bisanyanya menyebabkan kefatalana.
• Dapat menyebabkan konstipasi, pusing, mengantuk perut kembung, mual, dan flush pada beberapa hari pertama. Kesulitan bernafas,nafas pendek, irama jantung tak beraturan, ansietas atau tremorb
• Tanda /gejala over dosis: miosis, depresi pernafasan, kulit dingin, sirkulasi kolaps, kejang, hambatan kardiopulmonari, apnea,hipotensi, koma, kematianc.
• Parameter yang dimonitor: status pernafasan dan mental , tekanan darahd
• Metadon dimetabolisme diliver terutama melalui sitokrom P450 isoenzim CYP3A4; sitokrom CYP2D6, CYP2C9, CYP2C19 dan CYP1A2 juga dianggap berperan minor . konsekuensinya, penggunaan bersama obat yang menginduksi atau menghambat insoenzim tersebut menyebabkan perubahan konsentrasi metadon plasma
• Risiko terjadinya gangguan jantung pada pasien yang mendapatkan metadon yang juga menggunakan obat yang mempengaruhi konduksi jantung atau keseimbangan elektrolita. • Anestetik barbiturate: efek aditif. Simetidin,
protease inhibitor: monitor peningkatan efek depresan pernafasan dan SSP. Depresan SSP: (tranquilizer, sedative, alcohol): efek aditif depresan SSP. Fluoksamin: awasi peningkatan efek depresan perrnafasan, monitor tanda dan gejala putus zat jika fluoksamin dihentikan. Hidantoin, barbiturate, rifampin: menurunkam efektifitas metadon.
Pengasam urin : meningkatkan bersihan metadonc.