• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENEITIAN DA N PEMBAHASAN 5

D. Keterbatasan Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi kreatif peserta didik kelas VIII E SMP Negeri 2 Sanden dengan menggunakan pendekatan SAVI diakhiri pada siklus II. Sebenarnya jika dilakukan siklus selanjutnya masih bisa, namun hal ini tidak dilaksanakan dikarenakan pada siklus II nilai peserta didik dalam menulis puisi sudah memenuhi taget niai KKM. Hal lainnya yang menyatakan bahwa penelitian ini diakhiri pada siklus II didasarkan pada hasil diskusi mahasiswa observer dengan guru kolaborator yang menyatakan bahwa sudah ada peningkatan baik dari segi proses, sikap peserta didik, maupun hasil. Adapun peningkatan yang terjadi sudah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan. Selain itu, penelitian dihentikan karena terbatasnya waktu atau jadwal penelitian dan masih banyak materi pembelajaran lainya yang belum disampaikan guru.

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan keterampilan menulis kreatif puisi dengan menggunakan Pendekatan SAVI pada siswa kelas VIII E di SMP Negeri 2 Sanden. Peningkatan dapat terjadi pada peningkatan proses dan produk.

Peningkatan proses tampak melalui hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa selama dilakukan penelitian tindakan, keaktifan, keseriusan, dan antusias peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran menulis puisi meningkat. Hal ini dikarenakan peserta didik lebih bebas untuk berkreasi menggunakan imajinasi mereka untuk membuat puisi sesuai kata kunci yang telah mereka tentukan selama proses pembelajaran.

Peningkatan produk dengan Pendekatan SAVI dalam menulis kreatif puisi dapat dilihat dari karya peserta didik. Pada pratindakan, rata-rata nilai peserta didik sebesar 55, 41 dengan keterangan belum ada peserta didik yang tuntas. Pada siklus I, nilai rata-rata peserta didik naik menjadi 68, 98 dengan peserta didik tuntas sebanyak 9 orang. Selanjutnya, pada siklus II rata-rata nilai peserta didik naik menjadi 79, 80 dengan ketuntasan 100% atau 28 siswa. Dengan demikian dari tahap pratindakan ke siklus II terjadi peningkatan hasil peserta didik.

B. Implikasi

Berdasarkan hasil penelitian dapat memberi implikasi sebagai berikut. 1. Pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan

SAVI dalam penelitian ini berpengaruh positif, yaitu dapat menggugah minat, dan motivasi peserta didik dalam belajar menulis puisi, sekaligus meningkatakan kemampuan menulis pusi.

2. Penggunaan pendekatan SAVI dalam pembelajaran menulis puisi dapat mengatasi hambatan-hambatan yang dialami peserta didik dalam menulis puisi. Selain itu, skor kemampuan menulis puisi peserta didik menjadi lebih baik setelah menggunakan pendekatan SAVI. Dengan demikian, pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan SAVI dapat dikembangkan lagi.

3. Bagi guru kelas VIII SMP Negeri 2 Sanden, penelitian ini dapat memberikan alternatif dalam metode pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi. Selain itu, pembelajaran ini juga dapat terus dikembangkan oleh SMP Negeri 2 Sanden maupun sekolah-sekolah yang belum ada pelaksanaan pembelajaran ini.

C. Saran

Hal yang dapat disarankan berdasarkan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Bagi Sekolah

Sekolah mendapat informasi tentang pendekatan SAVI yang nantinya dapat diterapkan di kelas lain. Dengan demikian, kualitas sekolah dapat meningkat karena memiliki inovasi pembelajaran dengan baik.

2. Bagi Guru

a. Guru diharapkan turut mengembangkan pendekatan SAVI sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan dan tidak membosankan.

b. Guru diharapkan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, sehingga kegiatan pembelajaran tidak cenderung monoton.

3. Bagi Peserta Didik

a. Melalui pendekatan SAVI, peserta didik dapat terbantu mengatasi hambatan- hambatan dalam menulis puisi, seperti menemukan ide dan mengembangkan ide menjadi karya puisi.

b. Melalui pendekatan SAVI, diharapkan peserta didik dapat memiliki pengetahuan yang lebih memadai tentang menulis puisi dan unsur-unsurnya. 4. Bagi Penelitian Lanjutan

Perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui kontribusi pendekatan SAVI dalam pembelajaran yang lain, ataupun pada populasi yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Yunus. 2012. Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: Refika Aditama

Akhadiah, Sabarti, dkk. 196. Menulis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Artanti, Putri Aprilia. 2012. “Upaya Peninkatan Keterampilan Menulis Puisi

dengan Menggunakan Strategi Tulis Kini, pada Siswa Kelas VII B SMP

N 1 Sayegan Sleman”. Skripsi. Yogyakarta: FBS UNY.

Hamid, Moh Sholeh. 2011. Metode Edutainment. Yogyakarta: Diva Press.

Madya, Suwarsih. 2011. Penelitian Tindakan (Action Research) Teori dan Praktik. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Meier, Dave. 2002. The Accelerated Learning Handbook-Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan (Rahmani Asturi. Terjemahan). Bandung: Kaifa.

Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

__________________.2013. Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada Univrsity Press.

__________________. 2010. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: BFE.

Pradopo, Rahmat Djoko. 2002. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sayuti, Suminto A. 1985. Puisi dan Pengajarannya. Semarang: IKIP Semarang Press.

_______________. 2000. Semerbak Sajak. Yogyakarta: Gama Media.

_______________. 2008. Berkenalan dengan Puisi. Yogyakarta: Gama Media.

Sulistyorini, Dwi. 2010. “Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Media Gambar pada Siswa Kelas V SDN Sawoajajar V Kota Malang”. Jurnal

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learnig Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Supriyadi. 2008. Mengatasi Kesulitan Menulis Puisi pada Siswa Sekolah Dasar dengan Pendekatan SAVI. Jurnal ARIKULASI. Malang: UMM.

Supriyadi. 2012. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: BPFE.

Tarigan, Henry Guntur. 1986. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

LAMPIRAN 1

(Wawancara)

1a: Pedoman wawancara pratindakan dan pascatindakan 1b: Hasil wawancara pratindakan dan pascatindakan

Lampiran 1a

Pedoman Wawancara Kepada Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII E SMP Negeri 2 Sanden

Sebelum Dilakukan Tindakan 1. Bagaimanakah pembelajaran menulis puisi dalam KTSP?

2. Metode apakah yang Ibu gunakan dalam pembelajaran menulis puisi? 3. Bagaimanakah proses pembelajaran menulis puisi di kelas VIII E?

4. Bagaimanakah sikap peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi?

5. Kendala apakah yang dialami peserta didik dalam kegiatan menulis puisi? 6. Sarana dan prasarana sekolah apasajakah yang mendukung kegiatan menulis puisi?

Pedoman Wawancara Kepada Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII E SMP Negeri 2 Sanden

Setelah Dilakukan Tindakan

1. Bagaimanakah pendapat Ibu mengenai pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan SAVI?

2. Adakah kendala dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan SAVI?

3. Menurut Ibu, adakah kekurangan dan kelebihan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan SAVI?

4. Menurut Ibu, perubahan apakah yang terlihat saat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI?

5. Apakah pendekatan SAVI dapat membantu peserta didik dalam menghasilkan karya puisi yang lebih baik?

Lampiran 1b

Hasil Wawancara Kepada Guru Sebelum Dilakukan Tindakan Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Sekolah : SMP Negeri 2 Sanden

1. Bagaimanakah pembelajaran menulis puisi dalam KTSP?

Dalam KTSP, pembelajaran menulis puisi biasanya disajikan sebuah teks puisi lalu peserta didik juga diberi penugasan untuk menentukan beberapa informasi yang terdapat dalam puisi. Salah satunya, seperti gambaran alam yang disampaikan pengarang, dan nilai-nilai yang terkadung dalam teks puisi. Secara tidak langsung, beberapa hal yang ditanyakan dalam penugasan tersebut merupakan unsur-unsur pembangun dalam puisi, yaitu pencitraan dan amanat. Selain itu, beberapa teks puisi juga disajiakan pada bab-bab lainnya sebagai pengantar materi. Jadi, materi mengenai puisi, mulai dari pengertian, unsur-unsur puisi, hingga materi menulis puisi tetap saya berikan Mbak. Karena kalau hanya memberikan materi yang begitu singkat seperti di buku paket, nanti pengetahuan peserta didik mengenai puisi tentu akan kurang.

2. Metode apakah yang Ibu gunakan dalam pembelajaran menulis puisi? Dalam pembelajaran menulis puisi, biasanya Saya menggunakan gambar Mbak. Misal temanya tentang peristiwa alam, Saya memberikan beberapa gambar tentang peristiwa alam. Kemudian peserta didik diminta untuk memilih dan mengamati salah satu gambar, lalu menulis puisi berdasarkan gambar peristiwa alam yang ia pilih.

3. Bagaimanakah sikap peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi?

Beraneka ragam mbak, ada yang antusias ada juga yang malas-malasan. Mereka sering kesusahan dalam mencari ide saat disuruh menulis puisi sehingga mereka malas dan susah dalam pembelajaran puisi. Sekalinya disuruh menulis puisi mereka sering menulis dengan seenaknya saja tanpa melihat dan memperhatikan unsur-unsur puisi yang telah diberikan. Peserta didik juga sering

merasa bosan saat pembelajaraan puisi dan cepat-cepat ingin mengakhiri proses pembelajaran.

4. Kendala apakah yang dialami peserta didik dalam kegiatan menulis puisi? Secara umum peserta didik mengalami kendala pada penggunaan unsur unsur puisi seperti kurangnya pengimajinasian, pemilihan kata, penggaya bahasaan, dan penggunaan citraan dalam menulis puisi. Untuk penentuan ide dasar atau tema sudah cukup terbantu melalui gambar-gambar yang diberikan. 5. Sarana dan prasarana sekolah apasajakah yang mendukung kegiatan menulis puisi?

Selain Buku Teks Pegangan Siswa dan Guru, sekolah menyediakan sarana seperti papan tulis dan LCD. Hal ini sangat membantu dalam penyampaian materi pembelajaran kepada peserta didik

Hasil Wawancara Kepada Guru Setelah Dilakukan Tindakan Jabatan : Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Sekolah : SMP Negeri 2 Sanden

1. Bagaimanakah pendapat Ibu mengenai pembelajaran menulis puisi dengan

menggunakan pendekatan SAVI?

Pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan SAVI tentunya memberikan variasi baru terhadap pembelajaran menulis. Dengan adanya variasi pendekatan SAVI ini dapat mengatasi kejenuhan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menulis. Sehingga peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan penuh semangat, dan menyenangkan. Melalui pendekatan SAVI ini, peserta didik tidak hanya diminta menuliskan puisi berdasarkan imajinasi saja, tetapi pembelajaran menulis puisi dilakukan secara bertahap. Seperti peserta didik diminta untuk mengamati lingkungan sekitar, melatih kepekaan panca indra mereka, kemudian menentukan ide dasar dan seterusnya. Selain itu, dengan mengaplikasikan pendekatan SAVI terhadap pembelajaran menulis puisi, peserta didik semakin termotivasi dan bersemangat dalam proses pembelajaran.

2. Adakah kendala dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan SAVI?

Kalau kendala masih ada Mbak. Seperti penguasaan peserta didik mengenai pemilihan kata, penggunaan majas, kemudian mengenai tipografi dalam puisi. Materi mengenai unsur-unsur pembangun puisi memang perlu untuk lebih dikuatkan lagi. Sehingga puisi hasil karya peserta didik bisa lebih meningkat lagi dan lebih baik lagi.

3. Menurut Ibu, adakah kekurangan dan kelebihan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan SAVI?

Untuk kekurangan, terletak pada waktu Mbak. Agar tahap-tahap dalam pendekatan SAVI dapat langsung selesai, diperlukan waktu yang cukup panjang. Paling tidak tiga jam pelajaran berturut-turut, atau tiga jam pelajaran dalam satu

kali pertemuan baru semua tahap pendekatan SAVI dapat selesai. Misal jam pelajaran dalam satu kali pertemuan hanya dua jam pelajaran, maka dibutuhkan dua kali pertemuan. Karena dua jam pertemuan pertama dimungkinkan baru cukup sampai pada tahap mengubah poin-poin yang peserta didik tulis puisi menjadi teks puisi. Baru pada pertemuan berikutnya dilanjutkan tahap menyunting dan menulis kembali puisi.

Untuk kelebihan, pendekatan SAVI ini terdiri dari beberapa tahap. Tahap tersebut juga mempermudah peserta didik dalam memunculkan ide saat akan membuat puisi. Hal ini karena mereka dituntut untuk memanfaatkan panca indera mereka untuk melihat, mendengar, dan merasakan apa yang mereka temukan dan mereka suguhkan dalam bentuk poin-poin yang nantinya mempermudah peserta didik dalam mengembangkannya menjadi sebuah puisi. Dengan demikian secara pertahap peserta didik menjadi lebih paham, menjadi lebih mudah dalam menulis puisi. Karena bagaimanapun juga, dalam memunculkan imajinasi ketika mau menulis puisi, peserta didik juga membutuhkan konsentrasi. Melalui tahap-tahap dalam pendekatan SAVI inilah langkah peserta didik untuk menulis puisi dapat terarah.

4. Menurut Ibu, perubahan apakah yang terlihat saat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI?

Selain antusias peserta didik yang lebih meningkat, karena peserta didik begitu senang melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas, seperti di lingkungan alam. Perubahan juga terlihat berdasarkan puisi hasil karya peserta didik. Pengimajinasian, penggunaan majas, pemilihan kata dan penggunaan unsur- unsur pembangun puisi lainnya juga lebih meningkat.

5. Apakah pendekatan SAVI dapat membantu peserta didik dalam menghasilkan karya puisi yang lebih baik?

Sangat membantu Mbak. Hal ini terlihat dari adanya perubahan dari pembelajaran menulis puisi pada sebelum dilakukannya tindakan. Selain antusias peserta didik dalam kegiatan menulis puisi meningkat, hasil karya puisi peserta didik juga menjadi lebih baik dari sebelumnya.

LAMPIRAN 2

2a: Pedoman Pengamatan terhadap Aktivitas Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran Menulis Puisi

2b: Hasil Pengamatan terhadap Aktivitas Peserta Didik

Selama Proses Pembelajaran Menulis Puisi Siklus I dan Siklus II 2c: Angket Kemampuan Menulis Puisi Kelas VIII SMP Negeri 2 Sanden Pratindakan dan Pascatindakan)

2d: Hasil Angket Kemampuan Menulis Puisi Kelas VIII E SMP Negeri 2 Sanden

Lampiran 2a

Pedoman Pengamatan terhadap Aktivitas Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran Menulis Puisi

No. Aspek Pengamatan

Hasil Pengamatan dalam Persentase Siswa Pertemuan 1 Pertemuan 2 1. Peserta didik mengikuti setiap intruksi

yang diberikan guru

2. Peserta didik menjawab pertanyaan pendidik

3. Peserta didik menjawab pertanyaan secara bersama

4. Peserta didik membuka buku selain buku Pelajaran Bahasa Indonesia 5. Peserta didik tertidur

6. Peserta didik menyimak informasi dari pendidik dengan seksama

7. Peserta didik bercanda

8. Peserta didik berbicara sendiri di luar Materi

9. Peserta didik tidur-tiduran

10. Peserta didik bertanya kepada pendidik 11. Peserta didik mengerjakan tugas dengan

Lampiran 2b

Hasil Pengamatan terhadap Aktivitas Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran Menulis Puisi Siklus I

No. Aspek Pengamatan Hasil Pengamatan dalam

Persentase Siswa Pertemuan 1 Pertemuan 2 1. Peserta didik mengikuti setiap intruksi

yang diberikan guru

28 100%

28 100% 2. Peserta didik menjawab pertanyaan

pendidik

6 21,43%

7 25% 3. Peserta didik menjawab pertanyaan

secara bersama

28 100%

28 100% 4. Peserta didik membuka buku selain

buku Pelajaran Bahasa Indonesia

4 14,29%

0 0% 5. Peserta didik tertidur 0

0%

0 0% 6. Peserta didik menyimak informasi dari

pendidik dengan seksama

14 50%

19 67,86% 7. Peserta didik bercanda 10

35,71%

6 21,43% 8. Peserta didik berbicara sendiri di luar

Materi

12 42,86%

5 17,86% 9. Peserta didik tidur-tiduran 4

14,29%

0 0% 10. Peserta didik bertanya kepada pendidik 11

39,29%

14 50% 11. Peserta didik mengerjakan tugas dengan

Seksama

- 28

100%

Yogyakarta, ……..

Kolaborator, Obsever

Rusmini, S.Pd. Dita Pramita Dewi NIP 19700406 199703 2005 NIM 12201241059

Hasil Pengamatan terhadap Aktivitas Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran Menulis Puisi Siklus II

No. Aspek Pengamatan Hasil Pengamatan dalam Persentase Siswa Pertemuan 1 Pertemuan 2 1. Peserta didik mengikuti setiap intruksi

yang diberikan guru

28 100%

28 100% 2. Peserta didik menjawab pertanyaan

pendidik

14 50%

16 57,14% 3. Peserta didik menjawab pertanyaan

secara bersama

28 100%

28 100% 4. Peserta didik membuka buku selain

buku Pelajaran Bahasa Indonesia

0 0%

0 0% 5. Peserta didik tertidur 0

0%

0 0% 6. Peserta didik menyimak informasi dari

pendidik dengan seksama

28 100%

28 100% 7. Peserta didik bercanda 5

17,86%

3 10,71% 8. Peserta didik berbicara sendiri di luar

Materi

4 14,29%

2 7,14% 9. Peserta didik tidur-tiduran 0

0%

0 0% 10. Peserta didik bertanya kepada pendidik 13

46,43%

16 57,14% 11. Peserta didik mengerjakan tugas dengan

Seksama

- 28

100%

Yogyakarta, …….

Kolaborator, Obsever

Rusmini, S.Pd. Dita Pramita Dewi NIP 19700406 199703 2005 NIM 12201241059

Lampiran 2c

Angket Kemampuan Menulis Puisi Kelas VIII SMP Negeri 2 Sanden Sebelum Dilakukan Tindakan

Nama :

Kelas/No. Absen : Petunjuk pengisian :

Jawaban Anda tidak akan mempengaruhi nilai Bahasa Indonesia. Jawablah

dengan jujur dan pilihlah salah satu alternatif jawaban dengan cara memberi tanda

centang (√) pada jawaban yang dipilih!

No. Pernyataan Opsi Sangat setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 1. Saya pernah mendapatkan

pembelajaran menulis puisi 2. Saya mengetahui tentang

pengertian puisi dan ciri-cirinya 3. Saya suka dengan pembelajaran

menulis puisi

4, Saya tertarik dengan kegiatan menulis puisi

5. Saya masih merasa kesulitan dalam menulis puisi

6. Saya menulis puisi hanya ketika mendapat tugas menulis puisi saja 7. Saya sering menulis puisi

meskipun bukan tugas menulis puisi

8. Di sekolah menggunakan teknik/ cara tertentu dalam pembelajaran menulis puisi

9. Saya merasa mudah dalam menulis puisi ketika

menggunakan teknik/cara tertentu 10. Saya menginginkan teknik/cara

baru dalam pembelajaran menulis puisi

Angket Kemampuan Menulis Puisi Kelas VIII SMP Negeri 2 Sanden Setelah Dilakukan Tindakan

Nama :

Kelas/No. Absen : Petunjuk pengisian :

Jawaban Anda tidak akan mempengaruhi nilai Bahasa Indonesia. Jawablah

dengan jujur dan pilihlah salah satu alternatif jawaban dengan cara memberi tanda

centang (√) pada jawaban yang dipilih!

No. Pernyataan Opsi Sangat setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 1. Saya senang ketika guru menggunakan

metode tertentu dalam pembelajaran menulis puisi bagi saya

2. Pendekatan SAVI membantu saya dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi 3. Penggunaan pendekatan SAVI dalam

pembelajaran menulis puisi merupakan hal yang baru bagi saya

4, Saya sudah mengetahui pendekatan SAVI untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi sebelum mendapatkan materi dan tugas dari guru

5. Saya setuju bila pendekatan SAVI digunakan dalam pembelajaran menulis selanjutnya

6. Saya semakin termotivasi untuk

mengembangkan keterampilan menulis puisi

7. Saya senang dengan penerapan pendekatan SAVI dalam kegiatan menulis puisi

8. Penerapan pendekatan SAVI ini memudahkan saya dalam menemukan gagasan untuk menulis puisi

9. Saya dapat memanfaatkan pendekatan SAVI dalam pembelajaran menulis puisi 10. Kemampuan menulis puisi saya semakin

bertambah setelah mendapatkan materi dan tugas dari guru

Lampiran 2d

Hasil Angket Kemampuan Menulis Puisi melalui Pendekatan SAVI pada Peserta Didik Kelas VIII E SMP Negeri 2 Sanden Sebelum Dilakukan

Tindakan No. Pernyataan Opsi Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 1. Saya pernah mendapatkan

pembelajaran menulis puisi

0% 100% 0% 0%

2. Saya mengetahui tentang pengertian puisi dan ciri-cirinya

0% 64,3% 35,7% 0% 3. Saya suka dengan pembelajaran

menulis puisi

0% 57,1% 42,9% 0% 4. Saya tertarik dengan kegiatan

menulis puisi

17,9% 53,6% 28,5% 0% 5. Saya masih merasa kesulitan dalam

menulis puisi

14,3% 64,3% 21,4% 0% 6. Saya menulis puisi hanya ketika

mendapat tugas menulis puisi saja

42,9% 57,1% 0% 0%

7. Saya sering menulis puisi meskipun bukan tugas menulis puisi

0% 0% 60,7% 39,3%

8. Di sekolah menggunakan teknik/ cara tertentu dalam pembelajaran menulis puisi

7,1% 32,2% 60,7% 0%

9. Saya merasa mudah dalam menulis puisi ketika menggunakan

teknik/cara tertentu

7,1% 64,3% 28,6% 0%

10. Saya menginginkan teknik/cara baru dalam pembelajaran menulis puisi

Hasil Angket Kemampuan Menulis Puisi melalui Pendekatan SAVI pada Peserta Didik Kelas VIII E SMP Negeri 2 Sanden Setelah Dilakukan

Tindakan No. Pernyataan Opsi Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 1. Saya senang ketika guru

menggunakan metode tertentu dalam pembelajaran menulis puisi bagi saya

50% 50% 0% 0%

2. Pendekatan SAVI membantu saya dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi

57,1% 42,9% 0% 0%

3. Penggunaan pendekatan SAVI dalam pembelajaran menulis puisi

merupakan hal yang baru bagi saya

57,1% 42,9% 0% 0%

4. Saya sudah mengetahui pendekatan SAVI untuk meningkatkan

kemampuan menulis puisi sebelum mendapatkan materi dan tugas dari guru

3,6% 42,9% 46,4% 7,1%

5. Saya setuju bila pendekatan SAVI digunakan dalam pembelajaran menulis selanjutnya

44,9% 57,1% 0% 0%

6. Saya semakin termotivasi untuk mengembangkan keterampilan menulis puisi

39,3% 53,6% 7,1% 0%

7. Saya senang dengan penerapan pendekatan SAVI dalam kegiatan menulis puisi

35,8% 64,3% 0% 0%

8. Penerapan pendekatan SAVI ini memudahkan saya dalam

menemukan gagasan untuk menulis puisi

28,6% 71,4% 0% 0%

9. Saya dapat memanfaatkan pendekatan SAVI dalam pembelajaran menulis puisi

32,1% 64,3% 3,6% 0%

10. Kemampuan menulis puisi saya semakin bertambah setelah

mendapatkan materi dan tugas dari guru

LAMPIRAN 3

Dokumen terkait