BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Keterbatasan Penelitian
Peneliti menyadari penelitian ini belum sepenuhnya sempurna meskipun berbagai upaya telah dilakukan agar diperolah hasil yang optimal. Ada beberapa faktor yang sulit dikendalikan sehingga penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya:
1. Penelitian ini hanya diteliti pada pokok bahasan Segi Empat dan Segitiga, sehingga belum bisa digeneralisasikan pada pokok bahasan lain.
2. Alokasi waktu yang terbatas sehingga perlu persiapan dan pengaturan yang lebih baik agar setiap tahapan dalam pembelajaran Creative Problem Solving dapat berlangsung lebih maksimal.
3. Siswa belum terbiasa melakukan presentasi di depan kelas sehingga pembelajaran Creative Problem Solving pada tahapan menemukan penerimaan kurang berjalan dengan optimal.
4. Penelitian hanya berlangsung selama satu bulan menyebabkan kurang maksimalnya pengaruh pembelajaran matematika dengan model Creative Problem Solving terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis.
5. Peneliti hanya melakukan kontrol terhadap subjek penelitian yang meliputi variabel model pembelajaran Creative Problem Solving dan kemampuan penalaran adaptif matematis. Variabel lain seperti minat, motivasi, intelegensi, lingkungan belajar dan lain-lain tidak dapat dikontrol. Hasil penelitian ini mungkin dapat dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel yang ditetapkan dalam penelitian ini.
67
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dalam penelitian mengenai pembelajaran Creative Problem Solving terhadap kemampuan penalaran adaptif matematis siswa diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Kemampuan penalaran adaptif matematis siswa yang diterapkan model pembelajaran Creative Problem Solving memiliki tingkat indikator yang paling baik pada kemampuan menduga dan menarik kesimpulan umum berdasarkan sejumlah data yang teramati (induktif intuitif). Akan tetapi kemampuan menduga dan menarik kesimpulan logis (deduktif intuitif) hanya sedikit saja selisihnya dengan kemampuan induktif intuitif, bahkan hampir seimbang. Dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Creative Problem Solving merupakan pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa pada aspek induktif intuitif dan deduktif intuitif.
2. Kemampuan penalaran adaptif matematis siswa yang diterapkan pembelajaran secara konvensional memiliki tingkat indikator yang paling baik pada aspek induktif intuitif dibandingkan pada aspek deduktif intuitif. Pada kedua aspek tersebut juga memiliki selisih yang tidak jauh. Siswa yang diberi pembelajaran secara konvensional memiliki kemampuan deduktif intuitif yang hampir seimbang dengan kemampuan induktif intuitif, meskipun kemampuan induktif intuitif yang lebih besar. Secara keseluruhan, siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional memiliki kemampuan penalaran adaptif matematis yang seimbang pada kedua aspek, namun cukup rendah. Dapat dikatakan bahwa model pembelajaran konvensional belum cukup efektif untuk mengembangkan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa.
3. Kemampuan penalaran adaptif matematis siswa yang diterapkan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih tinggi dibandingkan
kemampuan penalaran adaptif matematis siswa yang diterapkan model pembelajaran secara konvensional. Baik aspek induktif intuitif dan deduktif intuitif pada siswa yang diterapkan model CPS memiliki keunggulan jika dibandingkan siswa yang diterapkan model pembelajaran secara konvensional. Perbedaan pada setiap indikator pada kedua kelas tersebut sangat terlihat. Dengan demikian, model pembelajaran Creative Problem Solving lebih baik daripada model pembelajaran konvensional dalam mengembangkan kemampuan penalaran adaptif matematis.
B. Saran
Berdasarkan temuan yang penulis temukan dalam penelitian ini, ada beberapa saran penulis terkait penelitian ini:
1. Bagi Siswa
Memberikan manfaat bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan penalaran adaptif siswa.
2. Bagi guru
Berdasarkan hasil penelitian model pembelajaran Creative Problem Solving mampu meningkatkan kemampuan penalaran adaptif matematis siswa, sehingga pembelajaran tersebut dapat dijadikan alternatif pembelajaran matematika yang dapat diterapkan oleh guru. Bagi guru yang hendak menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam pembelajaran di kelas diharapkan dapat mendesain pembelajaran dengan seefektif mungkin agar setiap tahapan dalam pembelajaran Creative Problem Solving dapat dilaksanakan secara maksimal dan tepat waktu.
3. Bagi Sekolah
Berdasarkan hasil penelitian ini, pihak sekolah diharapkan mulai menganjurkan guru-guru untuk menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif seperti model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) pada pelajaran matematika dan bidang studi lain, agar proses pembelajaran lebih bermakna. Selain itu dapat pula menjadi bahan pertimbangan pihak sekolah untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
4. Bagi Pembaca dan Peniliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi dan bahan rujukan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut.
Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat menerapkan pembelajaran Creative Problem Solving dengan lebih optimal dan menyajikan permasalahan-permasalahan yang lebih variatif terutama permasalahan yang melibatkan aspek deduktif intuitif dan induktif intuitif. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk mendesain bahan ajar berupa
LKS yang lebih menarik dan konstruktif, dengan upaya tersebut diharapkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika tinggi sehingga kemampuan matematis siswa dapat berkembang.
Adanya keterbatasan dalam melaksanakan penelitian ini sebaiknya dilakukan penelitian lajut yang meneliti model pembelajaran Creative Problem Solving pada pokok bahasan lain atau jenjang sekolah yang berbeda. Selain itu peneliti berikutnya disarankan untuk meneliti kemampuan penalaran adaptif dengan indikator lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.
71
Arthur, B VanGundy. Creative Problem Solving: A Guide For Trainers and Management. New York: Quorum Books, 1987.
Desriyanti, Yulisa. Pengaruh Metode Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis Siswa. Skripsi Universitas Islam Negeri Jakarta: 2014.
Dwirahayu, Gelar. Pengaruh Pendekatan Analogi terhadap Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP. Jurnal ALGORITMA, 2006.
Fischbein, Efraim, Intuition Science and Mathematics: An Educational Approch, 1985.
Hayat, Bahrul., et.all., Benchmark Internasional Mutu Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2010.
Huda, Miftahul. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.
Kilpatrick, Jeremy., et al., Adding It Up: Helping Children Learn Mathematics. Washington DC: National Academy Press, 2001.
Kurniawati, Lia. Pembelajaran dengan Pendekatan Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematik Siswa SMP. Jurnal ALGORITMA, 2006.
Mahmudah, Rosita. Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa. Skripsi Universitas Islam Negeri Jakarta: 2013.
Majid, Abdul., Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013. Mitchell E, Kowalik, Thomas, Creative Problem Solving. Genigraphics Inc: cet
ke-3, 1999.
Mulyono Abdurrahman, Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2012. Polya, G. How To Solve It. America: Pricenton University Press, 1973.
Ristyantoro, Rodemeus, Membangun Pemikiran Logis, Jakarta: PT Pustaka Sinar Harapan, 2012.
Samuelsson, Joakim. The Impact of The Approaches on Student Mathematical Profiency in Sweden. International Electronic Journal of Mathematics Education.
Shadiq, Fajar. Pemecahan masalah, Penalaran dan Komunikasi, Makalah disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembangan Matematika SMA Jenjang Dasar. Yogyakarta, 6-19 Agustus 2004.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2008.
Suhendra, et.all., Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Jakarta: Universitas Terbuka, 2007.
Sumarmo, Utari. Berpikir dan Disposisi Matematika: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Dikembangkan Pada Peserta Didik. UPI, 2010.
Suryosubroto. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009.
Suwangsih, Erna, et.all., Model Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI PRESS, 2006.
Tn. “Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Lampiran 1
KISI-KISI TES KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF MATEMATIS SISWA TAHAP PRA PENELITIAN
KD: Mengembangkan kemampuan penalaran adaptif matematis pada perbandingan dan sudut dua buah garis sejajar.
Indikator Soal Indikator Kemampuan Penalaran Adaptif No. Butir Soal Jumlah Butir Soal 1 2
Memberikan dugaan dan kesimpulan umum menggunakan konsep perbandingan dari beberapa pernyataan yang diberikan.
√ 1 1
Memberikan dugaan dan kesimpulan logis tentang besar sudut dalam segitiga menggunakan sifat-sifat dua garis sejajar.
√ 2 1
Jumlah 1 1 2
Keterangan: Indikator kemampuan penalaran adaptif matematis
1. Kemampuan menduga dan menarik kesimpulan logis (deduktif intuitif) 2. Kemampuan menduga dan menarik kesimpulan umum berdasarkan
Lampiran 2
TES KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF MATEMATIS SISWA TAHAP PRA PENELITIAN
Mata Pelajaran : Matematika
Waktu : 30 menit
Nama :
Kelas :
Petunjuk:
Terlebih dahulu kerjakan point a pada setiap soal dengan mempertimbangkan pemikiran saja tanpa melakukan perhitungan atau pembuktian apapun di kertas yang disediakan dalam waktu 5 menit.
Point b hanya dikerjakan apabila sudah diminta untuk mengerjakannya.
Point b pada setiap soal dikerjakan dengan menggunakan cara penyelesaian atau pembuktian secara matematis dalam waktu 25 menit!
Diperbolehkan mengerjakan soal tidak sesuai dengan nomor urut soal (acak). 1. Pak Aziz bersama tetangganya mendapatkan tugas ronda yang akan dilakukan
setiap malam selasa. Untuk itu, Pak Aziz ingin menyediakan makan dan minuman yang akan dibawa ke pos ronda untuk diberikan kepada tetangganya. Rencananya Pak Aziz akan membuat kopi yang akan dicampur dengan air panas dan akan membuat agar rasa coklat. Untuk menentukan makanan dan minuman yang enak, Pak Aziz menetapkan beberapa campuran untuk dicoba.
Air Kopi Campuran A 1 takar kopi 2 gelas air panas Campuran B 5 takar kopi 9 gelas air panas
Campuran C 2 takar kopi 3 gelas air panas
Campuran D 3 takar kopi 5 gelas air panas
2 1
A C
Agar Coklat
a. Jika kalian jadi Pak Aziz campuran mana yang akan kalian pilih untuk menghasilkan minuman yang paling pahit dan agar yang paling terasa coklatnya.
b. Jelaskan cara penyelesaian secara matematis jawaban point a!
2. Perhatikan gambar dibawah ini!
Diketahui ABC merupakan sebuah segitiga. a. Apakah benar ABC1800? b. Buktikan jawaban kalian pada point a
dengan melakukan pembuktian! Campuran A
1 sachet agar 3 gelas air putih
Campuran B 3 sachet agar 7 gelas air putih
Campuran C 4 sachet agar 10 gelas air putih
Campuran D 2 sachet agar 5 gelas air putih
Lampiran 3
KUNCI JAWABAN TES KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF MATEMATIS SISWA TAHAP PRA PENELITIAN
1. a. Campuran C untuk air kopi dan campuan B untuk agar coklat.
b. Untuk menentukan campuran air kopi dan agar coklat yang dipilih Pak Aziz bisa menggunakan konsep perbandingan pada setiap campuran yang diketahui. Berikut ini akan disajikan perbandingan setiap campuran dalam bentuk tabel.
Campuran A Campuran B Campuran C Campuran D
Air Kopi 50 , 0 2 1 gelas takar
Setiap satu gelas air kopi terdapat 0,50 takar kopi. 55 , 0 9 5 gelas takar Setiap satu gelas air kopi terdapat 0,55 takar kopi. 66 , 0 3 2 gelas takar Setiap satu gelas air kopi
terdapat 0,66 takar kopi. 60 , 0 5 3 gelas takar Setiap satu gelas air kopi
terdapat 0,60 takar kopi. Agar Coklat 33 , 0 3 1 gelas sachet
Setiap satu gelas terdapat 0,33 bagian dari satu
sachet agar. 42 , 0 7 3 gelas sachet Setiap satu gelas terdapat 0,42 bagian dari satu sachet agar. 40 , 0 10 4 gelas sachet Setiap satu gelas terdapat 0,40 bagian dari satu sachet agar.
40 , 0 5 2 gelas sachet Setiap satu gelas terdapat 0,40 bagian dari satu sachet agar.
Berdasarkan hasil perbandingan tersebut dapat disimpulkan jika Pak Aziz ingin membuat air kopi yang paling pahit dia harus memilih takaran kopi yang paling banyak setiap gelasnya yaitu campuran C, sedangkan campuran yang agar coklatnya paling terasa dia harus memilih campuran yang setiap gelasnya terdapat campuran coklat paling banyak yaitu campuran B.
2. a. Benar
b. Diketahui 1DBA&2EBC,DE//AC
Ditanya: Buktikan 0 180 A B C Penyelesaian:
Perpanjang ruas garis AB, BC dan AC
0 0
180 180
2
1
ABC DBA ABC EBC (Sudut pada
garis lurus)
DBABAC(Sudut dalam berseberangan) EBC BCA(Sudut dalam berseberangan)
0 0 0 180 180 180 C B A BCA ABC BAC EBC ABC DBA
Jadi, dapat disimpulkan bahwa 0
180 A B C
Lampiran 4
Hasil Tes Kemampuan Penalaran Adaptif Matematis Siswa
Tahap Pra Penelitian
Nama
Skor Penalaran Adaptif
Jumlah Induktif Intuitif Deduktif Intuitif
Intuisi Induktif Instuisi Deduktif
S1 √ 4 √ 4 8 S2 X 0 X 0 0 S3 √ 4 X 3 7 S4 X 1 X 0 1 S5 √ 2 X 3 5 S6 X 3 X 3 6 S7 X 3 X 3 6 S8 √ 4 √ 4 8 S9 X 1 √ 1 2 S10 X 3 X 3 6 S11 X 3 X 3 6 S12 √ 4 X 3 7 S13 X 2 X 1 3 S14 X 3 X 3 6 S15 X 0 X 0 0 S16 √ 4 √ 4 8 S17 X 3 X 1 4 S18 X 3 X 3 6 S19 X 1 X 0 1 S20 √ 2 √ 1 3 S21 √ 2 √ 2 4 S22 X 3 X 2 5 S23 X 1 X 0 1 S24 X 1 X 0 1 S25 X 1 X 0 1 S26 X 3 X 0 3 S27 X 2 X 2 4 S28 √ 4 √ 2 6 S29 X 1 X 1 2 S30 X 1 X 1 2 S31 X 1 X 0 1 S32 X 1 X 0 1 S33 X 3 X 1 4 S34 X 3 X 2 5 S35 X 0 X 1 1 S36 X 3 X 3 6 S37 X 3 X 3 6 S38 X 3 X 2 5 S39 X 1 X 1 2
S40 X 3 X 3 6
∑ 90 69 159
x 2.25 1.725 1.99
Keterangan:
Lampiran 5
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA GURU SEBELUM PENELITIAN
1. Bagaimana keadaan atau situasi di dalam kelas selama proses pembelajaran matematika berlangsung?
2. Apakah siswa berantusis selama proses pembelajaran matematika berlangsung, khususnya ketika ibu/bapak memberikan suatu permasalahan matematis?
3. Apakah siswa memiliki rasa bertanggung jawab dan kemandirian yang cukup baik selama proses pembelajaran atau ketika diberikan tugas?
4. Model pembelajaran apa yang biasa ibu/bapak gunakan saat proses pembelajaran matematika?
5. Menurut pengamatan ibu/bapak, apakah siswa mampu memberikan kesimpulan umum berdasarkan sejumlah data yang diamati?
6. Menurut pengamatan ibu/bapak, apakah siswa mampu memberikan kesimpulan logis misalnya melakukan suatu pembuktian?
7. Menurut pengamatan ibu/bapak, apakah siswa mampu menduga solusi dari suatu permasalahan sebelum melakukan penyelesaian secara analisis?
Lampiran 6
HASIL WAWANCARA GURU
1. Bagaimana keadaan atau situasi di dalam kelas selama proses pembelajaran matematika berlangsung?
Jawab: Keadaan di kelas selama pembelajaran cukup tenang, sebagian besar siswa fokus namun tetap saja ada beberapa siswa yang kurang fokus.
2. Apakah siswa berantusis selama proses pembelajaran matematika berlangsung, khususnya ketika ibu memberikan suatu permasalahan matematis?
Jawab: Cukup antusias dan itu terjadi pada anak-anak yang cukup pandai. Ketika diberikan persoalan sebagian besar menanggapi tetapi yang tidak mengerti hanya asik sendiri dan bingung ingin menjawab apa.
3. Apakah siswa memiliki rasa bertanggung jawab dan kemandirian yang cukup baik selama proses pembelajaran atau ketika diberikan tugas?
Jawab: Cukup baik, seperti jawaban sebelumnya sebagian siswa bertanggung jawab dan mandiri tetapi masih ada saja yang tidak. Namanya siswa kelas VII yang masih bisa dikatakan anak-anak, untuk bertanggung jawab bagi dirinya sendiri saja belum tentu.
4. Model pembelajaran apa yang biasa ibu gunakan saat proses pembelajaran matematika?
Jawab: Model pembelajaran yang biasa saya gunakan seperti biasa ekspositori, tetapi terkadang diskusi, work gallery. Biasanya yang paling sering digunakan adalah ekspositori, karena keterbatasan waktu dan materi yang cukup banyak saya pikir itu cocok. Yang penting ada tanya jawab, tugas dan selebihnya saya yang menyampaikan materi, dengan catatan penyampaiannya dengan cara yang baik.
5. Menurut pengamatan ibu, apakah siswa mampu memberikan kesimpulan umum berdasarkan sejumlah data yang diamati?
Jawab: Sebagian siswa kemungkinan bisa, karena latihan soal dari buku siswa sebagian besar soal-soal yang menarik kesimpulan dari sejumlah data yang diberikan.
6. Menurut pengamatan ibu, apakah siswa mampu memberikan kesimpulan logis misalnya melakukan suatu pembuktian?
Jawab: Kalau pembuktian sebetulnya jarang sekali kita berikan tugas tetapi kemungkinan sebagian siswa mampu, hanya saja membutuhkan tambahan waktu dari pengerjaan soal biasanya dan butuh bimbingan juga.
7. Menurut pengamatan ibu, apakah siswa mampu menduga solusi dari suatu permasalahan sebelum melakukan penyelesaian secara analisis?
Jawab: Kalau harus menduga tanpa melakukan perhitungan masih sangat kurang, karena menyelesaikan soal dengan cara saja tidak seluruh siswa bisa, masih sebagian besar saja. Perlu perhatian yang khusus untuk mengembangkan kemampuan yang seperti itu.
BIODATA NARASUMBER
Nama : Nida Hamidah S., S.Pd
Tempat, Tanggal Lahir : Garut, 02 Agustus 1967
NIP : 196708021990022003
Guru Mata Pelajaran : Matematika
Status : Sertifikasi
Riwayat Pendidik :
Tempat Jurusan Tahun Lulus
SD Pungkur 02 Garut - 1975 – 1981
SMP Negeri 1 Garut - 1981 – 1984
SMA Negeri 1 Garut Fisika 1984 – 1987
D2 IKIP Bandung Matematika 1987 – 1989
D3 Penyetaraan Bandung Matematika 1991 – 1998
S1 UNINDRA Matematika 2006 - 2008
Pengalaman Mengajar :
Nama Sekolah Lama Mengajar
SMP Negeri Karangtengah Garut 1990 – 1996
SMP Negeri 2 Garut 1996 – 1997
SMP Negeri 4 Depok 1997 - sekarang
Depok, 11 Desember 2014
Nida Hamidah S., S.Pd NIP: 196708021990022003
Lampiran 7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN
Nama Sekolah : SMP Negeri 4 Depok Kelas/Semester : VII/2
Mata Pelajaran : Matematika
Alokasi Waktu : 14 x 40 menit (8 Pertemuan) Materi : Segi Empat dan Segitiga
A. Kompetensi Dasar
Mengembangkan kemampuan penalaran adaptif matematis pada materi segi empat dan segitiga.
B. Indikator Pertemuan 1
1. Menduga dan menyimpulkan sifat-sifat persegi panjang dari situasi yang diberikan. (Induktif Intuitif)
2. Menduga dan menyimpulkan sifat-sifat persegi menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan. (Deduktif Intuitif)
Pertemuan 2
3. Menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling persegi panjang dari situasi yang diberikan. (Induktif Intuitif)
4. Menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling persegi menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan. (Deduktif Intuitif)
Pertemuan 3
5. Menduga dan menyimpulkan sifat-sifat jajargenjang menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan. (Deduktif Intuitif)
Pertemuan 4
6. Menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling jajargenjang menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan. (Deduktif Intuitif)
7. Menduga dan menyimpulkan sifat-sifat trapesium dari situasi yang diberikan. (Induktif Intuitif)
Pertemuan 5
8. Menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling trapesium menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan. (Deduktif Intuitif)
9. Menduga dan menyimpulkan sifat-sifat segitiga dari situasi yang diberikan. (Induktif Intuitif)
Pertemuan 6
10.Menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling segitiga menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan. (Deduktif Intuitif)
Pertemuan 7
11.Menduga dan menyimpulkan sifat-sifat belah ketupat menggunakan konsep jajargenjang pada situasi yang diberikan. (Deduktif Intuitif)
12.Menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling belah ketupat menggunakan konsep persegi panjang atau segitiga pada situasi yang diberikan. (Deduktif Intuitif)
Pertemuan 8
13.Menduga dan menyimpulkan sifat-sifat layang-layang dari situasi yang diberikan. (Induktif Intuitif)
14.Menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling layang-layang menggunakan konsep persegi panjang atau segitiga pada situasi yang diberikan. (Deduktif Intuitif)
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran diharapkan:
1. Siswa dapat menduga dan menyimpulkan sifat-sifat persegi panjang dari situasi yang diberikan.
2. Siswa dapat menduga dan menyimpulkan sifat-sifat persegi menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan.
3. Siswa dapat menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling persegi panjang dari situasi yang diberikan.
4. Siswa dapat menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling persegi menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan. 5. Siswa dapat menduga dan menyimpulkan sifat-sifat jajargenjang
menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan.
6. Siswa dapat menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling jajargenjang menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan.
7. Siswa dapat menduga dan menyimpulkan sifat-sifat trapesium dari situasi yang diberikan.
8. Siswa dapat menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling trapesium menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan.
9. Siswa dapat menduga dan menyimpulkan sifat-sifat segitiga dari situasi yang diberikan.
10.Siswa dapat menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling segitiga menggunakan konsep persegi panjang pada situasi yang diberikan. 11.Siswa dapat menduga dan menyimpulkan sifat-sifat belah ketupat
menggunakan konsep jajargenjang pada situasi yang diberikan.
12.Siswa dapat menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling belah ketupat menggunakan konsep persegi panjang atau segitiga pada situasi yang diberikan.
13.Siswa dapat menduga dan menyimpulkan sifat-sifat layang-layang dari situasi yang diberikan.
14.Siswa dapat menduga dan menyimpulkan rumus luas daerah dan keliling layang-layang menggunakan konsep persegi panjang atau segitiga pada situasi yang diberikan.
D. Materi Pembelajaran/ Bahan Ajar (Terlampir)
E. Model dan Metode Pembelajaran
Model :Creative Problem Solving (CPS)
Metode : Diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas
F. Skenario Pembelajaran Pertemuan 1 (6 Januari 2015)
Kegiatan Pembelajaran Tahapan
CPS Pembuka (10 menit)
Guru mengkondisikan kelas
Berdoa dipimpin oleh ketua kelas
Guru mengecek kehadiran siswa menggunakan daftar hadir yang telah disiapkan oleh guru
Guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran
Guru memberikan motivasi kepada siswa agar dapat menerapkan konsep sifat-sifat persegi panjang dan persegi dalam kehidupan sehari-hari
Guru bersama siswa mengingat apa yang dimaksud dengan segi empat dan segitiga yang telah dipelajari sewaktu SD
Kegiatan Inti (60 menit)
Dalam satu kelas siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 – 5 orang
Guru membagikan LKS 1 kepada masing-masing kelompok
Siswa berkumpul dengan teman sekelompoknya untuk mendiskusikan dan menyelesaikan permasalahan (sifat-sifat persegi panjang dan persegi) yang guru berikan dalam permasalahan matematis di LKS 1
Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) di dalam LKS 1
Siswa memahami situasi permasalahan dan mendaftar fakta dan informasi yang ada, untuk kemudian diidentifikasi lebih lanjut
Menemukan Fakta
Siswa mencari dan mendaftar permasalahan apa yang paling mendasar yang ada di LKS 1.
Guru membimbing dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai apa yang siswa baca, temukan, pahami berkenaan dengan permasalahan matematis yang ada di LKS 1.
Menemukan Masalah
Siswa mengungkapkan dan mendaftar berbagai ide yang mungkin secara intuitif untuk mendapatkan sifat-sifat yang dimiliki persegi panjang dan persegi melalui permasalahan matematis di LKS 1
Menemukan Ide
Siswa memilih dan menemukan ide yang paling tepat untuk dijadikan solusi dari permasalahan matematis di LKS 1 sebagai sifat-sifat persegi panjang dan persegi disertai penjelasan.
Menemukan Solusi
Memastikan solusi permasalahan berhasil, mengimplementasikan dan mempresentasikan solusi yang didapat di depan kelas.
Guru memberikan koreksi dan meluruskan jika terjadi kekeliruan dan memberikan penguatan jika solusi yang ditemukan benar.
Siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pembenaran terhadap suatu solusi yang dikerjakan oleh kelompok lain
Menemukan Penerimaan
Siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru
Siswa diberikan kesempatan untuk mengemukakan jawabannya di depan kelas
Siswa lain boleh memberikan pendapat dan pembenaran jika menurutnya hasil pekerjaan teman yang maju di depan kelas salah
Penutup (10 menit)
Siswa bersama dengan guru melakukan refleksi mengenai sifat-sifat yang dimiliki persegi panjang dan persegi.
Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) dari buku pegangan siswa.
Guru memberitahukan materi pada pertemuan selanjutnya.
Guru mengucapkan salam Pertemuan 2 (8 Januari 2015)
Kegiatan Pembelajaran Tahapan
CPS Pembuka (10 menit)
Guru mengkondisikan kelas
Berdoa dipimpin oleh ketua kelas
Guru mengecek kehadiran siswa menggunakan daftar hadir